cover
Contact Name
Nastiti Mufidah
Contact Email
nastiti@iainponorogo.ac.id
Phone
+6281217198353
Journal Mail Official
asanka@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No. 156, Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia Po. Box. 116. Kodepos 63471
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
ASANKA: Journal of Social Science And Education
ISSN : 27230007     EISSN : 27229998     DOI : 10.21154/asanka
Journal of Social Science and Education [e-ISSN 2722-9998 | p-ISSN 2723-0007] is a journal research published by Institute for Social Science And Education, State Islamic Institute of Ponorogo. This journal first published in 2020 to facilitate the publication of research and articles. ASANKA accepts original scientific writings that have never been published in the field of social science, education, including conceptual thoughts, research reports, case reports, application of theory, critical studies and literature reviews. The Journal issued biannually in March and September.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2023)" : 20 Documents clear
Membangun Demokrasi Sehat dalam Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Yayuk Hidayah; Risti Aulia Ulfah; Nufikha Ulfah
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.4813

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji dan mendeskripsikan pelaksanaan demokrasi di Indonesia yang mulai meninggalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Negara. Metode dalam penulisan artikel ini adalah library research. Hasil kajian mengungkapkan bahwa pelaksanaan demokrasi di Indonesia telah banyak mengalami pasang surut sejak era kemerdekaan hingga reformasi kini. Pelaksanaan demokrasi dengan tidak meninggalkan nilai-nilai Pancasila merupakan tantangan pelaksanaan demokasi bagi Indonesia kini. Setelah melakukan kajian, peneliti dapat mengatakan bahwa Pancasila merupakan tawaran solusi mutlak dalam membangun demokrasi “sehat”.
Implementasi Project Based Learning dalam Membangun Keaktifan Mahasiswa Septi Rotari
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.6103

Abstract

ABSTRACTThis article is entitled Implementation of Project Based Learning in Building Student Activeness, the purpose of writing is to describe the project model in learning as an effort to build student activeness. Through a literature review, we examine Project Based Learning as a learning model so that students can have the ability to understand, read actively, be able to analyze, be able to think critically, and be able to find or create results from the material they have studied. Through Project Based Learning, students will be more active and can use higher level thinking skills, so that student activity can be directly formed well.Artikel ini berjudul Implementasi Project Based Learning Dalam Membangun Keaktifan Mahasiswa, adapun tujuan penulisan adalah untuk mendeskripsikan model proyek dalam pembelajaran sebagai upaya membangun keaktifan mahasiswa.  Melalui kajian pustaka dikaji tentang Project Based Learning sebagai model pembelajaran agar mahasiswa dapat memiliki kemampuan memahami, bersikap aktif, dapat menganalisis, dapat berpikir kritis, serta dapat menemukan atau menciptakan hasil dari materi yang telah dipelajari. Melalui Project Based Learning mahasiswa akan lebih aktif serta dapat menggunakan kemampaun berpikir tingkat tinggi, sehingga secara langsung keaktifan mahasiswa dapat terbentuk dengan baik.  
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Spasial dengan Model Discovery Learning pada Pembelajaran Geografi Dhimas Bagus Virgiawan; Sri Murtini; Ririn Ra'ifatur Rahmah
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.6149

Abstract

ABSTRACTSpatial thinking skills are needed for students in following the geography learning process. This is aims to improve the ability think spatially with the Discovery Learning model in Geography learning. This is a type of Classroom Action Research at quantitative descriptive analysis which aims to improve the learning process from current conditions to expected conditions. The research was conducted at SMA N 13 Surabaya with the research object being class X-4 with 30 students. The class action research cycle is carried out twice with one face-to-face meeting each. Data collection techniques use observation, projects, and documentation consisting of teaching modules, attendance, and pictures of learning activities. The observation sheet is guided by the PPL 2 PPG Pre-service observation rubric. The conclusion is that there is an increasse the spatial abilities of students through the application of the discovery learning modelKecapakan berpikir spasial diperlukan bagi siswa/i untuk melaksanakan kegiatan belajar di kelas. Tujuan dari penelitian ini meningkatkan kemapuan berpikir spasial dengan model Discovery Learning pada pembelejaran Geografi. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMA N 13 Surabaya dengan objek penelitian adalah kelas X-4 sebanyak 30 peserta didik. Siklus penelitian ini berjumlah dua siklus. Pengumpulan data dengan cara: observasi, proyek, dan dokumentasi yang terdiri dari modul ajar, presensi, dan gambar kegiatan pembelajaran. Lembar observasi berpedoman pada rubrik observasi PPL 2 PPG Prajabatan.. Kesimpulan adalah terjadi kenaikan tingkat keterampilan berpikir spasial peserta didik dengan model discovery learning
Implementasi Penyajian Materi Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berdiferensiasi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Gilang Kurniawan
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.6201

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengatasi permasalahan di dalam kelas yaitu rendahnya hasil belajar peserta didik sekolah menengah atas kemala bhayangkari 1 surabaya. Penelitian dilakukan dengan research action class atau penelitian Tindakan kelas. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berdiferensiasi mampu membantu peserta didik guna meningkatkan hasil belajar. Metode pengumpulan data dengan cara melakukan tes yaitu tes asesmen diagnosis untuk menentukan hasil awal peserta didik kemudian dilakukan asesmen formatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik di setiap siklus yang dilaksanakan. Metode pengolahan data menggunakan kuantatif deskriptif dan menghitung ketuntasan klasikal peserta didik setelah melakukan tes berupa soal yang berjumlah lima butir. Hasil penelitian yang dilakukan mengalami peningkatan pada hasil belajar peserta didik setelah mengimplmentasikan model pembelajaran jigsaw, dapat di lihat dari hasil tes asesmen diagnosis dan asesmen formtif. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw mampu diterapkan oleh guru untuk mengatasi permasalah didalam kelas khususnya dalam rendahnya hasil belajar peserta didik. Selain itu model pembelajaran koopertif tipe jigsaw terpusat kepada peserta didik (Student Center) dimana model tersebut sesuai dengan kurikulum merdeka.
Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Jenis STAD (Student Teams Achievement Division) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X-9 SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya Adinda Putra Hadiansyah
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.6212

Abstract

Model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Division) akan di implementasi pada tindakan penelitian ini guna melihat aadanyaada peningkatan hasil belajar. kajian ini merupakan penelitian kegiatan tindakan kelas yang direncanakan dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari: perancangan, aksi, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini ditujukan pada siswa kelas X-9 SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya yang berjumlah 34 siswa. Hasil penelitian pada siswa kelas X-9 SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya ini menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan memanfaatkan penerapan model pembelajaran STAD. Hal ini ditinjau melalui tindakan siklus I, dengan tingkat ketuntasan 35% bagi siswa yang tuntas 12 siswa dan tingkat ketidaktuntasan 65% bagi siswa yang tidak tuntas 22 siswa. Sebaliknya aspek kegiatan belajar siswa dari siklus awal sampai akhir siklus memberikan kontribusi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II, dengan 29 siswa tuntas dengan persentase 85% dan 7 siswa gagal dengan persentase 15%.
Perspektif Mahasiswa UNISKI Terhadap Fenomena Budaya Korea (Korean Wafe) dan Budaya Lokal (Local Wisdom) Rike Erlande; Novita Sari
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.6359

Abstract

ABSTRACTThe current rapid flow of globalization makes foreign culture enter through several media platforms without any filtering. Including Korean culture that enters and spreads among teenagers. Popular culture of the Korean wave or better known as the "Korean Wave/Hallyu" has its own characteristics in attracting devotees. Hallyu presents music, films, dance, television dramas, and culinary delights that suit the interests of the younger generation. In the past few years, Korean music or Korean pop and Korean dramas have been increasingly discussed. In addition, K-Pop has also become a trending topic on several social media such as Instagram and Twitter. Therefore, the entry of the Korean wave really needs to be discussed and reviewed for its development and its impact on Indonesian culture. The purpose of this research is to find out how the impact of the Korean Wave has on Indonesian culture. The method in this research is a qualitative method, with data collection techniques using questionnaires. The subjects in this study were students of Sriwijaya University. The results of the study stated that the Korean wave had a significant influence on students, not a few of these students were interested in finding out more about the culture in South Korea.  ABSTRAK Pesatnya arus globalisasi saat ini membuat budaya asing masuk melalui beberapa platform media tanpa adanya penyaringan. Termasuk budaya Korea yang masuk dan menyebar di kalangan remaja. Budaya populer gelombang Korea atau yang lebih dikenal dengan “Korean Wave/Hallyu” memiliki ciri khas tersendiri dalam menarik peminatnya. Hallyu menyajikan musik, film, Dance, drama televisi, hingga kuliner yang sesuai dengan minat generasi muda. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, musik Korea atau Korean pop dan drama Korea semakin marak diperbincangkan. Selain itu, K-Pop juga menjadi trending topic di beberapa media sosial seperti instagram dan twitter. Oleh karena itu masuknya Korean wave sangat perlu untuk dibahas dan ditinjau karena berdampak terhadap kebudayaan Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak dari Korean Wave terhadap kebudayaan Indonesia. Metode dalam penilitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket kuesioner. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Sriwijaya. Hasil penelitian menyatakan bahwa Korean wave memiliki pengaruh yang signifikan pada mahasiswa, tidak sedikit dari mahasiswa tertarik untuk mencari tahu lebih dalam bagaimana kebudayaan di Korea Selatan.
Penerapan Model Make a Match dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik di SMPN 57 Palembang Mejika Adi Saputra; Alfiandra Alfiandra; Sepertia Rita Muniarti
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.6725

Abstract

Based on the results of observation, reflection and evaluation of the Pancasila and Citizenship Education subjects in class IX.2 for the 2022/2023 school year, it was identified that in the learning process students' activeness in participating in learning was not very good. This condition is marked when the learning activities of students are still not optimal. This study aims to increase student learning activeness with the application of Make A Match learning media. This type of research is classroom action research (PTK) through the stages of 3 cycles. The research subjects were 30 students with a total of 15 male students and 15 female students in class IX.2. Learning activities by applying the Make A Match learning model. The results showed that the application of the Make A Match cooperative learning model had been carried out very well. The active learning of students obtained from the results of observations is in the high category with a percentage of 77.00% who have reached the research target. Based on the results of this study, it can be concluded that the Make A Match learning model is proven capable and effective in the process of increasing student learning activity.ABSTRAKBerdasarkan hasil obsevasi, refleksi dan evaluasi  mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran di kelas IX.2 tahun ajaran 2022/2023 diidentifikasi dalam proses pembelajaran keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran belum begitu baik. Kondisi ini ditandai saat kegiatan pembelajaran keaaktifan peserta didik masih belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dengan penerapan media pembelajaran Make A Match. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) melalui tahapan 3 siklus. Subjek penelitian adalah 30 orang peserta didik dengan jumlah 15 orang peserta didik laki-laki dan 15 orang peserta didik perempuan kelas IX.2. Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Make A Match. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match telah dilaksanakan dengan sangat baik. Keaktifan belajar peserta didik yang diperoleh dari hasil observasi berada pada kategori tinggi dengan persentase 77,00% yang telah mencapai target penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Make A Match terbukti mampu dan efektif dalam proses meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.
Internalisasi Budaya Sekolah 3S (Senyum, Sapa dan Salam) dalam Meningkatkan Nilai Kesopanan di MTsN 2 Ponorogo Diah Ayu Nazira; S. Maryam Yusuf; M Januar Ibnu Adham
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.7865

Abstract

The background of this study originated from the found lack of politeness value of students in class IX MTsN 2 Ponorogo. From the results of observations that have been carried out previously, researchers found several students who behave rudely and speak impolitely, ethics in madrasa students have not been fully implemented, lack of friendly attitudes and respectful attitudes, some students lack a caring attitude towards their surroundings. This study aims to describe the internalization of the 3S school culture (Senyum, Sapa, and Salam) in increasing the value of politeness at MTsN 2 Ponorogo. This research uses a qualitative approach with a case study research type. While the data analysis technique used is the Miles, Huberman, and Saldana method which consists of 4 stages, namely data collection, data condensation, data presentation, and verification. The results of the study found that 1) the internalization of 3S culture at MTsN 2 Ponorogo begins with habituation. All madrasah residents are accustomed to implementing a culture of smiles, greetings, and greetings while in the madrasah environment. 2) The inhibiting factors for the internalization of the 3S culture are the effectiveness of teachers who are not optimal, environmental factors and peers. While the supporting factors are cooperation and support from madrasah stakeholders and parents who participate in assisting in the implementation of the program. 3) The impact of internalizing the 3S culture is the behavior of madrasah residents who increasingly show exemplary and as expected. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi budaya sekolah 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) dalam meningkatkan nilai kesopanan di MTsN 2 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sementara teknik analisis data yang digunakan adalah dengan metode Miles, Huberman, dan Saldana yang terdiri dari 4 tahap yakni pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa 1) internalisasi budaya 3S di MTsN 2 Ponorogo dimulai dengan pembiasaan. Seluruh warga madrasah dibiasakan untuk menerapkan budaya senyum, sapa, dan salam selama dilingkungan madrasah. 2) faktor penghambat internalisasi budaya 3S yakni efektifitas guru yang belum maksimal, faktor lingkungan dan teman sebaya. Sedangkan faktor pendukung nya yakni kerja sama dan dukungan dari para stakeholder madrasah dan orangtua yang turut serta membantu dalam pelaksanaan program. 3) dampak internalisasi budaya 3S adalah perilaku warga madrasah yang semakin menunjukkan keteladanan dan sesuai dengan yang diharapkan.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Meningkatkan Keaktifan dan Kreativitas Belajar Peserta Didik Riska Nuriyani; Sri Artati Waluyati; Dahlia Dahlia
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.7900

Abstract

In the 21st Century, the independent learning curriculum is in the spotlight for the world of education, the learning process of students is required to be more active and teachers are required to be able to meet the needs of students and increase the potential of students such as talents, interests and creativity. One solution to meet the needs of students is the application of differentiated learning. Differentiated learning aims to provide facilities for the diversity of students based on the learning needs and characteristics of students. This study aims to determine whether the application of content and product differentiation learning can increase student learning activity and creativity. This type of research is Classroom Action Research (CAR) using a qualitative approach. The research results obtained are increased activity and creativity of students from the implementation of differentiated learning content and products using cooperative learning models, while judging from the results of observations, students as a whole are very actively involved during the learning process, making products to show the results of their discussions in front of the class.ABSTRAKPada Abad -21 kurikulum merdeka belajar menjadi sorotan bagi dunia pendidikan, proses kegiatan pembelajaran peserta didik dituntut untuk lebih aktif dan guru dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan peserta didik serta meningkatkan potensi pada peserta didik seperti bakat, minat dan kreativitas. Salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan peserta didik yaitu dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk memberikan fasilitas keberagaman peserta didik berdasarkan kebutuhan belajar dan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran berdiferensiasi konten dan produk dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitas belajar peserta didik. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yaitu meningkatnya keaktifan dan kreativitas belajar peserta didik dari pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi konten dan produk dengan menggunakan model cooperative learning sedangkan dilihat dari hasil observasi peserta didik secara keseluruhan terlibat sangat aktif saat proses pembelajaran, membuat produk hingga mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PPKn Peserta Didik melalui Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Team Games Tournament (TGT) Emi Susanti; Emil El Faisal; Maimun Maimun
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.7905

Abstract

Learning main objective is to prepare qualified learners to achieve good human resources for the progress of a country. Based on the results of interviews and observations of student characteristics, it was found that students prefer to be directly involved in learning activities. Therefore, the application of learning in the classroom needs to adjust the characteristics of students and create learning activities that support maximum learning outcomes. The purpose of this study is to determine whether the team game tournament (TGT) type cooperative learning model can improve the learning outcomes of PPKn students at SMA Negeri 1 Palembang. This research approach is using the type of classroom action research (PTK). This research is taken with three cycles, each cycle consists of 1 meeting and goes through four stages, namely, planning, implementation, observation, and reflection. So from the application of 2 learning cycles this TGT type cooperative learning model can increase the learning outcomes of grade XI IPS 3 students. Evidenced by the acquisition of pre-cycle learning outcomes getting an average value of 68%, cycle I obtained an average of 79%, and cycle II obtaining an average learning outcome of 90%.ABSTRAKTujuan utama pembelajaran adalah untuk mempersiapkan peserta didik yang berkualitas untuk mencapai sumber daya manusia yang baik demi kemajuan suatu negara. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi karakteristik peserta didik diperoleh hasil bahwa peserta didik lebih senang dilibatkan langsung dalam aktivitas-aktivitas pembelajaran. Oleh karena itu penerapan pembelajaran di kelas perlu menyesuaikan karakteristik peserta didik dan menciptakan aktivitas-aktivitas belajar yang mendukung hasil belajar yang maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif learning tipe team game tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar PPKn peserta didik di SMA Negeri 1 Palembang. Pendekatan penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini ditempuh dengan tiga siklus, setiap siklus terdiri dari 1 pertemuan dan melalui empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Maka dari penerapan 2 siklus pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe TGT ini dapat meningkat hasil belajar peserta didik kelas XI IPS 3. Dibuktikan dengan perolehan hasil belajar pra-siklus mendapatkan rata-rata nilai sebesar 68%, siklus I diperoleh rata-rata sebesar 79%, dan siklus II memperoleh rata-rata hasil belajar sebesar 90%.

Page 1 of 2 | Total Record : 20