Jurnal Agrohut
Jurnal Agrohut lahir atas inisiasi tim dosen yang tergabung pada Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon. Nama Agrohut terlahir dari potongan kata Agro yang "mencerminkan" pertanian dan hut yang menunjukkan identitas "kehutanan". Terbitan pertama Jurnal Agrohut tersedia bulan Oktober 2010 dan terus berupaya menyampaikan kedalaman analisis yang memadai tiap volumenya. Sejak terbitan pertama, tidak semua volume tersaji dengan lengkap. Namun perlahan kami akan melengkapinya dengan sajian yang sesuai. Memasuki tahun 2018, setelah melewati masa panjang selama 8 tahun sejak terbitan pertama, editorial menyajikan Agrohut secara daring dengan alamat http://e-journal.unidar.ac.id/index.php/agrohut . Namun, terdapat kendala teknis pada akhir 2019 sehingga kami memindahkan rumah jurnal dari rumah lama dan bergabung dengan e-journal.id menggunakan alamat baru https://unidar.e-journal.id/agh.
Articles
85 Documents
Perbaikan Produktivitas Lahan Salin yang Berkelanjutan : Review
M Yani Kamsurya
Jurnal Agrohut Vol 11 No 1 (2020): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51135/agh.v11i1.209
Tanah salin terdapat pada daerah non irigasi sebagai akibat dari evaporasi dan transpirasi dari air bumi yang berkadar gararn tinggi atau akibat dari input garam dari curah hujan dengan kandungan garam tinggi. Tanah dengan salinitas tinggi menunjukkan kadar garam yang terlarut dalam tanah cukup tinggi. Tanah salin merupakan tamah dengan produktivitas pertanian yang rendah. Tanah salin mengandung garam terlarut yang secara umum tersusun oleh sodium (Na+), kalsium (Ca2+), magnesium (Mg2+), klor (Cl-) dan sulfat (SO42-). Magnesium sulfat (MgSO4) dan sodium kloride (NaCl) merupakan garam terlarut yang sering dijumpai pada tanah salin. Perbaikan tanah salin dapat dilakukan dengan cara : 1) mandrain (drainase) atau mencuci (leaching) dengan menggunakan air irigasi yang tidak mengandung garam, 2) penggunaan mulsa untuk menekan evaporasi, 3) penggunaan bahan amelioran, seperti penggunaan gypsum,4) pembuatan guludan atau bedengan, 5) pengelolaan air, dan 6) pemilihan jenis atau varietas tanaman yang adaptif dengan kondisi tanah salin.
Penentuan Waktu Panen yang Tepat untuk Mendapatkan Benih Bermutu : Review
Marwan Yani Kamsurya
Jurnal Agrohut Vol 9 No 1 (2018): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51135/agh.v9i1.210
Benih merupakan tanaman muda yang masih terbungkus dengan kulit yang khusus diperuntukkan untuk tujuan penanaman. Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan penentuan waktu panen yang tepat untuk mendapatkan benih yang bermutu. Benih dikatakan bermutu apabila memenuhi kriteria seperti viabilitas, vigor dan kemurnian benih berkisar antara 80-85 %. Untuk mendapatkan benih yang bermutu, maka diperlukan penentuan waktu panen yang tepat yaitu Ketika buah telah mencapai masak fisiologis. Pada stadia pemasakan ini kondisi buah telah mencapai ukuran dan berat maksimum dimana kadar air buah dan biji telah turun cukup rendah sekitar 11-13 %. Mempercepat panen dan atau menunda waktu panen akan menghasilkan benih yang memiliki kualitas rendah.
Analisis Pendapatan dan Biaya Transaksi Unit Usaha Penangkapan Pole and Line terhadap Ikan Cakalang Nelayan Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah
Marasabessy, A Zaky;
Lukman, Eryka;
Mony, Farida;
Sahupala, Jusuf;
Tamamala, Nurain
Jurnal Agrohut Vol. 14 No. 1 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51135/agh.v14i1.212
Huhate, juga dikenal sebagai Pool and Line, adalah alat tangkap ikan yang banyak digunakan oleh nelayan tradisional di perairan pesisir Maluku. Faktor pembiayaan operasional dan biaya transaksi merupakan hal penting dalam penangkapan ikan dengan alat ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis (1) tingkat pendapatan unit penangkapan pole and line terhadap ikan cakalang (2) mengetahui besaran biaya transaksi pemasaran hasil tangkapan ikan cakalang (3) membandingkan pendapatan dengan biaya transaksi pemasaran hasil tangkapan ikan cakalang. Metode yang di gunakan adalah metode survey, analisis pendapatan dan model analisis biaya transaksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa unit penangkapan pole and line menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 1.031.248.000, dengan rata-rata penerimaan setiap unit usaha adalah sebesar Rp. 257.812.000. Besaran biaya transaksi seluruh unit penangkapan pole and line yaitu sebesar Rp. 59.640.000, untuk seluruh unit penangkapan, atau rata-rata setiap unitnya adalah Rp. 14.910.000. Perbandingan biaya transaksi dan pendapatan unit penangkapan pole and line adalah sebsar 5% dari pendapatan unit penangkapan, atau rata-rata per unit penangkapan adalah sebesar 1,25 % per musim penangkapan.
Hubungan Panjang Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Lolosi (Caesio caerulaureus Lacepede,1801) di Perairan Pulau Pombo, Maluku Tengah
Sangadji, Madehusen;
Pattiasina, Lutfi;
Padang, Anita;
Sofyan, Yenni
Jurnal Agrohut Vol. 14 No. 1 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51135/agh.v14i1.213
Ikan lolosi (Caesio caerulaureus) adalah salah satu spesies ikan karang yang bernilai ekonomis, yang banyak ditangkap oleh nelayan jaring insang dan dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi oleh masyarakat yang bermukim di Kecamatan Salahutu. Intensifnya penangkapan ikan Lolosi setiap tahun diperairan pulau Pombo, dihawatirkan akan menurunkan populasinya di alam dalam jangka panjang. Kondisi ini diperburuk dengan belum adanya upaya pengelolaan untuk pemanfaatan berkelanjutan. Minimnya informasi ilmiah tentang biologi populasi ikan lolosi, khususnya hubungan panjang - bobot dan faktor kondisi menyebabkan penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan panjang - bobot dan faktor kondisi dari ikan Lolosi diperairan pulau Pombo. Pengambilan sampel ikan dilakukan satu kali dalam sebulan yaitu dari bulan Februari sampai Maret 2019. Penangkapan ikan Lolosi menggunakan Jaring insang dasar ukuran mata jaring 1,75 inci. Semua sampel ikan lolosi yang dikumpulkan diukur panjang total menggunakan mistar logam dan bobot tubuh individu menggunakan timbangan digital. Selama penelitian dikumpulkan 109 ekor yang terdiri atas 64 ekor ikan jantan dan 45 ekor ikan betina. Hubungan panjang bobot adalah W=0.0000009L^3.489 untuk betina dan W=0.0000005L^3.5955 untuk jantan dan pola pertumbuhan ikan jantan dan betina allometric positif. Factor kondisi relative beragam 1,0606 – 1,0294. Ikan lolosi jantan dan betina mempunyai kondisi yang baik.
Daya Serap Daun Linggua (Pterocarpus indicus) Terhadap Polutan Timbal (Pb) Asap Kendaraan Bermotor Di Jalan Halong Kota Ambon
Ida Fitria Sikdewa;
Fitriyanti Kaliky
Jurnal Agrohut Vol 14 No 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51135/agh.v14i2.158
Pencemaran udara merupakan masalah yang umumnya terjadi diperkotaan. Sumber pencemaran udara terbesar di kota Ambon berasal dari transportasi kendaraan bermotor. Meningkatnya kepadatan kendaraan bermotor di kota Ambon seiring dengan meningkatnya laju pembangunan. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi pencemaran Pb adalah dengan pengadaan hutan kota, salah satunya adalah jalur hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kemampuan pohon linggua (P.indicus) sebagai tanaman jalur hijau di Jl. Halong kota Ambon dalam menjerap timbal (Pb), dan mengkaji hubungan antara kepadatan kendaraan bermotor dengan konsentrasi jerapan timbal (Pb) pada daun linggua (P.indicus). Tahapan penelitian yang di lakukan adalah penentuan jenis pohon, pengambilan sampel daun, dan analisis jerapan timbal pada daun. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi jerapan Pb pada bagian tajuk pada bagian atas adalah sebesar 1,18 dan rata-rata tajuk bagian bawah adalah sebesar 0,97.
Pengaruh pemberian larutan tembaga terhadap pertumbuhan tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.)
Asmi Ode;
Fauzia Hulopi;
Pebrywati Watimury;
Sriyati Sampulawa;
Farida Bahalwan;
Wa Nirmala;
Abdullah Derlean
Jurnal Agrohut Vol 14 No 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51135/agh.v14i2.262
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan tembaga terhadap pertumbuhan tanaman bunga matahari (H. annuus L.). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 konsentrasi perlakuan logam Cu yaitu P0: 0 mg/L, P1: 100 mg/L, P2: 200 mg/L dan P3: 500 mg/L, dengan 5 ulangan untuk setiap perlakuan sehingga didapatkan 20 sampel tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan merendam biji bunga matahari kultivar dalam wadah berisi air hangat selama semalam kemudian ditanam pada polybag. Tanaman dipelihara secara intensif hingga berumur 2 minggu setelah tanam dan dilakukan aplikasi Cu. Logam Cu yang digunakan berupa garam CuSO4.5H2O. Pemberian larutan Cu dilakukan setelah tanaman mengalami aklimatisasi selama 1 minggu (tanaman berumur ± 5 minggu). Cu yang diaplikasikan berupa garam CuSO4.5H2O yang mengandung kurang lebih 25% ion Cu. Garam tersebut dilarutkan dalam aquades sebanyak 1L sesuai konsentrasi dan diberikan 4 kali dalam jangka waktu 2 minggu hingga larutan Cu habis. Larutan Cu sebanyak 250 ml disiramkan ke tanah disekitar tanaman secara hati-hati agar tidak kontak langsung dengan batang tanaman. Pada perlakuan kontrol tidak dilakukan penyiraman garam CuSO4.5H2O. Setelah pemberian Cu, dilakukan pengamatan dan pengukuran parameter pertumbuhan. Parameter pertumbuhan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar tanaman. Data hasil pengamatan disajikan dalam bentuk gambar dan pengukuran akan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANAVA) dan diuji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan Cu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bunga matahari. Semakin tinggi konsentrasi Cu mengakibatkan terhambatnya tinggi tanaman, penurunan jumlah daun, dan terhambatnya pemanjangan akar tanaman.
Study of Clove Plant (Syzigium sp) Productivity in the Siritaun Wida Timur District of East Seram Timur Regency
Rumalean, Hasan;
Kamsurya, Marwan Yani;
Botanri, Samin;
Pattilow, Ibnu Rusmin;
Banjar, Nawawi;
Hadijah, Miranda H
Jurnal Agrohut Vol. 15 No. 1 (2024): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51135/agh.v15i1.157
This research aims to determine the productivity of clove plants (Zyzigium Sp.) in the Siritaun Wida Timur District of East Seram Timur Regency. Three selected villages chosen as research samples are ADM Keta Kwaos Village, ADM Keta Rumadhan Village, and ADM Liantasik Village. The type of research is quantitative descriptive, and the method used in this research is a survey. The respondents from each village constitute 30% of the total clove farmers. The research results show that clove plant production from 2017-2019 is relatively stable, but in 2018 the production drastically decreased. This is due to cultivation factors and climate change factors that occurred in the three villages.
Inventarisasi Populasi dan Karakteristik Habitat Burung Gosong Kelam (Megapodius freycinet) di Suaka Margasatwa (SM) Pulau Kassa Kabupaten Seram Bagian Barat
Purwanto, Kacuk Setyo;
Kaliky, Fitriyanti;
Karepesina, Sedek
Jurnal Agrohut Vol. 14 No. 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51135/agh.v14i2.183
Pulau Kassa merupakan salah satu kawasan suaka alam yang di dominasi tipe hutan pantai dengan keunikan berupa jenis satwa endemik pulau berupa burung Gosong /Maleo (Famili Megapodiidae). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi dan karakteristik habitat Burung Gosong Kelam (Megapodius freycinet). Pengambilan data jumlah sarang burung gosong di lokasi penelitian dilakukan dengan cara sensus yang di kombinasikan dengan metode jalur garis transek. Karakteristik habitat yang di nilai adalah jumlah sarang, karakteristik fisik dan kimia tempat bertelur, kondisi vegetasi sekitar sarang, bentuk dan dimensi sarang, sifat tanah, suhu dan kelembaban. Dari hasil penghitungan sarang di lokasi penelitian ditemukan sebanyak 86 buah gundukan sarang burung Gosong Kelam yang terbagi menjadi dua jenis sarang yaitu sarang aktif sebanyak 59 sarang dan sarang tidak aktif 27 sarang. Perkiraan jumlah populasi burung Gosong Kelam sebanyak 118 ekor. Vegetasi dominan untuk tingkat pohon yaitu jenis Besi Pantai (Pongamia pinnata) sedangkan vegetasi tingkat tiang, pancang dan semai di dominasi oleh jenis Eboni (Diospyros celebica). Parameter karakteristik fisik dan kimia sarang burung memiliki pengaruh nyata terhadap suhu di dalam sarang, ancaman dan gangguan yang terjadi pada kawasan ini cukup tinggi yaitu berupa gangguan habitat oleh aktifitas manusia, perburuan satwa dan introduksi jenis eksotik.
Inventarisasi Ekonomi dan Sosial Budaya pada Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Bacan (Studi Kasus Desa Nang Kecamatan Bacan Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan)
Solisa, Darwis;
Botanri, Samin;
Kamaruddin, Kamaruddin;
Umar, Dewi Bin
Jurnal Agrohut Vol. 14 No. 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51135/agh.v14i2.184
Hutan sebagai unsur penting dalam kehidupan manusia, dan memiliki arti dan peranan yang sangat besar pada aspek sosial dan lingkungan hidup. Disamping itu juga, pengelolaan hutan sangat membantu pendapatan dan devisa bagi Negara dalam rangka mencapai kemakmuran rakyat. Pengelolaan hutan tidak bisa dipisahkan dari permasalahan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Pemanfaatan hasil hutan dapat dikembangkan sehingga mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekonomi dan sosial budaya masyarakat dalam/sekitar kawasan hutan produksi KPHP Model Bacan. Metode yang digunakan: yaitu metode deskript kualitatif (penarikan sampel secara acak). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat Desa nang masih tetap memanfaatkan tanaman umur panjang dan pendek serta hasil hutan kayu dan non kayu yang terdapat dalam hutan guna memiliki kebutuhan hidup sehari-hari.
Nisbah Kelamin dan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad Ikan Layang Putih (Decapterus Macrosoma Bleeker,1851) yang Tertangkap di Perairan Latuhalat
Madehusen Sangadji;
Anita Padang;
Jahra Wasahua;
Dinisha Karepesina
Jurnal Agrohut Vol. 14 No. 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51135/agh.v14i2.263
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi reproduksi ikan layang putih (Decapterus macrosoma Bleeker, 1851) meliputi Nisbah Kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022 di perairan Latuhalat dengan pengambilan sampel sebanyak 2 kali dalam sebulan dan dilanjutkan di Laboratorium Iktiologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Darussalam Ambon. Jumlah sampel selama penelitian sebanyak 264 ekor terdiri atas 127 jantan dan 137 betina. Hasil analisa mendapatkan nisbah kelamin ikan jantan dan betina adalah 1,00:1,08 atau 1:1. Hasil uji chi square yaitu X² hitung < X² tabel artinya ikan layang putih jantan dan betina berada dalam kondisi seimbang atau 1:1. Ikan jantan yang diperoleh pada TKG III dan IV sebanyak 56,69%, sedangkan TKG I dan II sebanyak 43,31%. Ikan betina pada TKG III dan IV sebanyak 55,47% dan TKG I dan II sebanyak 44,53%. Hal ini menggambarkan bahwa ikan layang putih jantan dan betina yang tertangkap pada TKG III dan IV lebih banyak dari TKG I dan II. Perhitungan Spearman Kraber menunjukkan rata-rata pertama kali matang gonad ikan layang putih jantan pada panjang tubuh 222 mm dan betina 205 mm. Diharapkan adanya perhatian terhadap intensitas penangkapan ikan dan faktor kondisi ikan layang putih sebagai informasi dasar pengelolannya.