cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
Pengembangan Instrumen Penilaian Perilaku Profesional Mahasiswa Kedokteran Uswatun Khasanah; Atik Sutisna; Vivi Meidianawaty
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan instrumen penilaian perilaku profesional mahasiswa kedokteran yang valid, reliabel, dan praktis. Pengembangan instrumen menggunakan modifikasi model pengembangan Borg & Gall yaitu: Research and information collecting, Planning, Develop preliminary form of product, Preliminary Field testing, Main product Revision, Main Field Testing, Operational product revision, dan Operational field testing. Instrumen penilaian perilaku profesional yang dikembangkan berbentuk lembar observasi yang dilengkapi dengan rubrik penilaian dan teknik penskoran. Sampel ujicoba pengembangan adalah mahasiswa semester 4 Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati. Validitas data hasil ujicoba diolah menggunakan expert judgemen, analisis faktor konfirmatori dan analisis butir instrumen, sedangkan reliabilitas data diuji dengan metode inter rater reliability. Hasil pengembangan menunjukan bahwa instrumen penilaian perilaku profesional mahasiswa valid , reliabel, dan praktis untuk digunakan. Berdasarkan uji analisis faktor konfirmatori,  instrumen penilaian perilaku profesional tersusun valid oleh empat indikator yaitu integrity, compassion, continous inprovement, dan competence . Nilai validitas untuk validitas integrity  0,52, compassion  0,67, continous improvement 0,84,  dan competence 0,92 . Nilai reliabilitas antar rater instrumen yaitu sebesar 0,78. Pengembangan instrumen dapat dilanjutkan dengan mengembangkan instrumen penilaian perilaku profesional untuk kegiatan early clinical exsposure dan internship. Kata kunci : pengembangan instrumen; perilaku profesional; observasi This research aims to get instrument of medical student,s professional behaviour that valid, reliable, and practical. Developing instrument using a modified Borg & Gall development model are: Research and information collecting, Planning, Develop preliminary form of product, Preliminary Field testing, product Revision Main, Main Field Testing, Operational product revision, and Operational field testing. Instruments developed in the form of professional behavior observation sheet with the assessment rubric and scoring techniques. Sample test development is 4th semester student of the Faculty of Medicine, University of swadaya Gunung Jati. Validity of the test result data processed using expert judgemen, confirmatory factor analysis and item analysis of the instrument, while the reliability of the data was tested by the method of inter-rater reliability. Results showed that the development instrumen of professional behaviour medical’s student is valid, reliable, and practical for use. Based on confirmatory factor analysis test, Instrument of professional behavior composed by four indicators with validity value of 0.52 integrity, 0.67 compassion, 0.84 continuous improvement, and competence 0.92.  Reliability of the instrument is  0.78. Next, Instrument development can proceed with developing instruments for the professional behaviour of activity early clinical exsposure and internship.Keywords : Developing instrument; Observation; Professional behaviour 
Pengaruh Rokok Terhadap Jumlah Trombosit pada Relawan Laki-Laki di Kota Cirebon Tissa Octavira Permatasari; Rd. M. Randy Zulkiefly
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang  Merokok adalah tindakan menghisap asap yang berasal dari pembakaran tembakau, baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa. Saat ini diperkirakan jumlah perokok di dunia ada sekitar 1,3 miliar. Korban meninggal akibat mengkonsumsi tembakau sekarang ini berjumlah 5 juta orang tiap tahun. Jumlah kematian akan berlipat ganda mencapai 10 juta orang per tahun pada tahun 2020 jika konsumsi tembakau terus meningkat. Tujuan  Membuktikan adanya pengaruh rokok terhadap jumlah trombosit pada relawan laki-laki di Kota Cirebon. Metode Penelitian menggunakan rancangan penelitian analitik untuk mencari pengaruh rokok terhadap jumlah trombosit pada relawan laku-laki di Kota Cirebon. Untuk menghitung jumlah trombosit menggunakan metodologi cara langsung (Rees and Ecker). Cara sampling menggunakan purposive sampling technique dengan besar sampel pada penelitian ini 60 orang. 30 orang perokok dengan kriteria perokok aktif, rokok filter, jenis kelamin laki-laki, berusia 16-35, Rokok > 10 batang/hari, merokok > 1 tahun dan 30 orang yang bukan perokok dengan kriteria bukan perokok pasif, jenis kelamin laki-laki, berusia 16-35. Analisis data menggunakan statistik inferensial jenis analisis korelasional menggunakan rumus Eta untuk mengukur hubungan atau asosiasi jumlah trombosit sebagai variabel interval dan rokok yang dihisap sebagai variabel nominal. Hasil Dari penelitian yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 desember 2014 di Laboratorium FK Unswagati dengan (p= 0,05) diperoleh hasil bahwa hipotesis pada penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan. Perokok memiliki jumlah trombosit lebih banyak dibandingkan bukan perokok walaupun keduanya termasuk kedalam kategori trombosit normal.Kata Kunci: Rees and Ecker, purposive sampling technique, trombosit. Background Smoking is the act of sucking cigarette from a burning tobacco, using cigarettes or pipes. Currently the estimated number of smokers in the world there are about 1.3 billion. The victim died as a result of tobacco consumption now amounts to 5 million people each year. The number of deaths will be double to reach 10 million people per year in 2020 if tobacco consumption increases. Aim To prove cigarette effect of thrombocyte count in men volunteers Cirebon City. Methods The study uses an analytical study design to find cigarette effect of thrombocyte count in men volunteers Cirebon City. To calculate the number of platelets using the methodology of the direct way (Rees and Ecker). Method of sampling using purposive sampling technique with a large sample in this study 60 people. 30 people smokers with the criteria active smokers, cigarette filters, gender male, age 16-35, smoking > 10 cigarettes / day, smoking > 1 year and 30 non-smokers with criteria passive smokers, male gender , aged 16-35. Data were analyzed using inferential statistical correlation analysis types using Eta formula to measure the relationship or association of thrombocyte count as a variable interval and cigarettes smoked as a nominal variable. Result From the research that has been conducted on 15 December 2014 at the Laboratory of  Unswagati Medical School with (p = 0.05) obtained the result that the hypothesis in this study is consistent with the results of the research that has been done. Smokers have a platelet count more than nonsmokers although both belong to the category of normal platelets.Keywords: Rees and Ecker, purposive sampling technique, platelets. 
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) dengan Allopurinol Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus) dibuat Hiperuresemia Fitriani Fitriani; Ismi Cahyadi; Risnandya Primanagara
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                  Latar Belakang : Hiperurisemia yang berkepanjangan dapat menyebabkan gout atau pirai. Allopurinol merupakan obat pilihan utama untuk menurunkan kadar asam urat, namun jika dikonsumsi terus menerus dapat mengakibatkan efek samping. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif terkandung dalam daun seledri yang mampu menghambat pembentukan asam urat. Tujuan : Untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak daun seledri (Apium graveolens L) dengan allopurinol terhadap penurunan kadar asam urat tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dibuat hiperuresemia. Metode : Penelitian eksperimental dengan rancangan pretest dan posttest control group design. Penelitian ini menggunakan empat kelompok yaitu dua kelompok kontrol K(N) diberi makan standar dan K(-) diberi makan tinggi purin serta dua kelompok perlakuan (P1 diberi ekstrak daun seledri 10mg/200grBB dan P2 diberi allopurinol 3,6mg/kgBB). Hasil : Pada kelompok K(N) mengalami  perubahan  bermakna  yaitu  nilai p=0,010 (p<0,05). Kelompok K(-) mengalami perubahan bermakna yaitu nilai p=0,004 (p<0,05). Kelompok (P1) mengalami perubahan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Kelompok (P2) mengalami perubahan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Simpulan : Pemberian allopurinol lebih efektif dalam menurunkan kadar asam urat darah dibandingkan pemberian ekstrak daun seledri.                  Kata Kunci : Allopurinol, Asam Urat, Daun Seledri.ABSTRACTBackground : Long term hyperuricemia can lead to gout. Allopurinol is the first choice treatment to reduce uric acid concentration, but if consumed continuously it can lead to various side effects. Therefore, there is a need for an alternative that can inhibit the formation of uric acid, which is found in celery leaves. Goal : To effectivity comparison between celery (apium graveolens L)  leaves extract  and allopurinol towards uric acid reduction in hyperuricemia created male white rat (Rattus novergicus).Method : Experimental research with pretest and posttest control group design. This research used four groups which were two control groups K(N) who were given a standard diet and K (-) who were given a high purine diet, as well as two treatment groups (P1 group were given 10mg/200grBW celery leaves and P2 were given 3,6mg/kgBW allopurinol). Results : K(N) group had a significant difference with p=0,010 (p<0,05). K(-) group had a significant difference with p=0,004 (p<0,05). (P1) group showed difference with p=0,000(p<0,05). (P2) group showed difference with p=0,000(p<0,05). Conclussion : Allopurinol treatment is more effective in reducing uric acid concentration than celery leaves treatment. Keywords : Allopurinol, Uric Acid, Celery Leaves.
Korelasi merokok, Usia, Riwayat Keluarga, dan Obesitas dengan Kejadian Hipertensi pada Laki-Laki Usia 35-65 Tahun Ardi Aprilman; Edial Sanif; Risnandya Primanagara
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesia telah mencapai angka 25,8%. Faktor yang dapat menyebabkan hipertensi diantaranya Merokok, Usia, Riwayat Keluarga, dan Obesitas. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi dari kebiasaan merokok, Usia, Riwayat Keluarga, dan Obesitas dengan kejadian hipertensi. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Observasional dengan menggunakan desain Cross sectional. Populasi adalah laki-laki usia 35-65 tahun di wilayah kerja puskesmas Larangan kota Cirebon. Jumlah sampel 330 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji data Spearman dengan interval kepercayaan 5%. Hasil: dari uji spearman penelitian ini, variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah merokok dengan nilai (p=0,000 r=0,507) korelasi kuat arah positif, Usia dengan nilai (p=0,000 r=0,346) korelasi cukup arah positif, Obesitas dengan nilai (p=0,002 r=-0,167) korelasi arah negatif. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah Riwayat Keluarga dengan nilai (p=894 r=-0,085). Kesimpulan: Kebiasaan merokok dan Faktor Usia merupakan faktor resiko yang mempengaruhi kejadian Hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, merokok, Usia, Riwayat Keluarga, Obesitas ABSTRACT Introduction: Hypertension is a highest cause of death in the world. Prevalence of hypertension in Indonesia has reached 25, 8 %. Factors that can cause hypertension include smoking habits, age, family history, and obesity. Objective: To know correlation of smoking habits, age, family history, and obesity with hypertension case. Method: The method that is used is Observational with the design is Cross sectional. The populations are men age 35-65 years old in work field in Larangan Public Health Center Cirebon. There are 330 sample respondents which were taken by using Accidental Sampling technic. The data was taken by using questionnaire then it was analyzed through univariate and bivariate by Spearman’s data test with the belief interval is 5%. Result: Spearmann’s correlation Test results showed variables that has a relation with hypertension   are smoking habit (p=0,000 r=0,507) with positive strong correlation, age (p=0,000 r=0,346) with positive sufficient correlation, obesity  (p=0,002 r=-0,167) with negative correlation. While variables that doesn’t have relation Alt hypertensin are family history (p=894 r=-0,085). Conclusion: smoking habit and age are risk factors that have influence on hypertension insidence.Keywords: Hypertension, smoking, Age, Family History, Obesity.                     
Hubungan Tingkat Imunoekspresi PHH3 Dan VEGF-A Pada Leiomioma, Leiomioma Atipik dan Leiomiosarkoma Uteri Nurbaiti Nurbaiti; Ismet M. Nur; Bethy S Hernowo; Lasma R Pohan
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leiomioma adalah tumor jinak otot polos dan merupakan tumor yang paling sering terjadi pada pelvis wanita, sedangkan leiomiosarkoma adalah bentuk tumor ganas pada otot polos. Diantaranya terdapat suatu kalsifikasi border line yanitu leiomioma atipik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan leiomioma atipik kedalam suatu leiomioma ataukah kedalam leiomiosarkoma dengan melihat tingkat imunoekspresi PHH3 dan VEGF-A. Enam belas kasus leiomioma, 16 kasus leiomiosarkoma, dan 8 kasus leiomioma atipik diperiksa pada penelitian ini. Tingkat imunoekspresi PHH3 dan VEGF-A dievaluasi sebagai salah satu parameter klasifikasi tumor. Secara statistic tingkat imunoekspresi dinilai menggunakan korelasi Sperman’s dan Kanonik dengan p<0,05. Hasil dari penelitian menunjukan terdapat korelasi bermakna antara PHH3 dan VEGF-A dengan klasifikasi tumor (p<0,00001), dan tingkat imunoekspresi VEGF-A (p<6,98E-10) lebih bermakna dibandingkan dengan PHH3 (p<1,06E -08).Kata kunci: leiomioma, leiomioma atipik, leiomiosarkoma, PHH3, VEGF-A
Pengaruh Penyuluhan dan Pemberian Leaflet terhadap Peningkatan Pengetahuan, Perilaku, dan Sikap Ibu Tentang Diare pada Balita di Puskesmas Maja Kabupaten Majalengka Dini Norviatin; Teguh Yudha Adiguna
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO), diare merupakan penyebab kematian tertinggi pada populasi Bawah Lima Tahun (Balita) terutama di negara berkembang. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan diare, adalah karena kurangnya kesadaran mengenai pencegahan diare yang dipengaruhi oleh pengetahuan yang masih rendah. Peningkatan pengetahuan tentang diare dapat dilakukan melalui pemberian pendidikan kesehatan dengan cara memberikan penyuluhan dan leaflet tentang diare kepada ibu yang mempunyai balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan, perilaku, dan sikap ibu terhadap diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Maja Kabupaten Majalengka. Penelitian eksperimental dengan rancangan Pre-and posttest tanpa kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 96 orang. Penelitan ini menggunakan kuesioner untuk membandingkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu sebelum dan sesudah diberi pendidikan kesehatan. Analisis data bivariat menggunakan Paired T Test. Penelitian ini berlangsung dari Juni 2015–April 2016. Hasil dari Paired T-Test Pretest dan posttest penyuluhan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna mengenai pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,001), dan perilaku (0,023) tentang diare sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Hasil pemberian leaflet menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna mengenai pengetahuan (p=0,202), sikap (p=0,411), dan perilaku (0,179) tentang diare sebelum dan sesudah diberi leaflet. Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang diare secara bermakna, sedangkan pemberian leaflet tidak dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang diare secara bermakna pada ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Maja. Kata kunci:  diare, leaflet, pengetahuan, penyuluhan, perilaku, sikap ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO), diarrhea is the leading cause of death in the population under five years, especially in developing countries. Prevention is an important aspect in managing diarrhea. Lack of awareness, which is influenced by knowledge on diarrhea is low. This can be achieved through the provision of health education by providing counseling and giving leaflets on diarrhea to mothers with children under five. The objective of the study is to discover the effects of health education toward the development of knowledge and, behavior against diarrhea and mothers’ attitude to their children under five in Maja Public Health Centre (PHC), Majalengka. An experimental study with pret-and post-test design with no control group. The sampling technique using simple random sampling by the number of respondents as many as 96 people. Questionnaire used to compare knowledge, attitude, and behavior of mothers before and after health education. Bivariate data analysis performed with Paired T-Test. The study lasted from June 2015-April 2016. Results of Paired T-Test pretest and posttest group counseling shows that there are significant differences regarding knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.001), and behavior (0,023) of diarrhea before and after group counseling. While for giving of leaflets showed that there are no significant differences regarding knowledge (p = 0.202), attitude (p = 0.411), and behavior (0.179) of diarrhea before and after given a leaflet. Our data suggests counseling improves knowledge, attitude, and behavior towards diarrhea among mothers with children under five years old in the PHC of Maja Majalengka. Key words: attitude, behavior, counseling, diarrhea, knowledge, leaflet      
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Ujian Tengah Semester dengan Prestasi Belajar Murid Kelas XI di SMAN 1 Dukupuntang Berlian Mayasari; Dian Ayuningsih
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang:Kecemasan adalah fungsi ego untuk memperingatkan individu tentang kemungkinan datangnya suatu bahaya sehingga dapat disiapkan reaksi adaptif yang sesuai. Kecemasan dapat mempengaruhi prestasi belajar, karena kecemasan cenderung menghasilkan kebingungan dan distorsi persepsi. Tujuan : Mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dalam menghadapi Ujian Tengah Semester dengan prestasi belajar murid kelas XI di SMAN 1 Dukupuntang. Metode :Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.Jumlah populasi penelitian sebesar 320 murid, dan sampel penelitian sebanyak 76 responden yang memenuhi kriteria inklusi, diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil : Hasil analisis data pada  mata pelajaran matematika nilai p value=0,000 (p < 0,05) dan nilai r 0,778 menunjukkan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan prestasi belajar matematika, sedangkan hasil analisis data untuk mata pelajaran bahasa Indonesia nilai p value=0,724 (p > 0,05) dan nilai r 0,124 menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan prestasi belajar bahasa Indonesia. Simpulan : Pada mata pelajaran matematika terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan prestasi belajar matematika dan Pada mata pelajaran bahasa Indonesia tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan prestasi belajar bahasa IndonesiaKata Kunci : Tingkat Kecemasan, Prestasi Belajar Matematika, Prestasi Belajar Bahasa Indonesia, Murid kelas XI ABSTRACT Background : The anxiety is the ego function to alert individual about the possiblity of danger so that it can be prepared by the appropriate adaptive reactions. The anxiety can affect student’s achievement, since it tends to make fear and perception’s distortion Objective : To know the correlation between level of anxiety in facing the midterm examination with academic achievement of the eleventh grade students in SMAN 1 Dukupuntang Method: It  is an analytical observation research using  cross sectional approach. By using random sampling only 76 respondents of 320 students who are included in the inclusion criteria.  Result: The result of data analysis for mathematics lesson is p value equal to 0,000 (p < 0,05) and r value is 0,778 which is showing a correlation between anxiety’s level dengan academic achievement in mathematics lesson, while the result of Indonesian lesson score p value is equal to 0,724 (p > 0,05) and r value is 0,124 that is showing no correlation between level of anxiety with academic achievement in Indonesian.Conclusion: Based on the research, in mathematics lesson, there is correlation between level of anxiety with academic achievement in mathematics. On the other hand,  in Indonesian lesson, there is no correlation between level of anxiety and academic achievement in Indonesian.Keywords: level of anxiety, mathematics academic achievement, Indonesian academic achievement, eleventh grade student
Hubungan Frekuensi Merokok dengan Kadar Hemoglobin dan Kebugaran Jasmani Siswa Kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan Nasional Kota Cirebon Cantika Widia Astuti; Muhammad Duddy Satrianugraha
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  belakang: Merokok  tidak  baik  bagi  kesehatan  karena  dalam rokok terdapat bahan-bahan  yang  berbahaya  diantaranya  adalah  karbonmonoksida. Karbonmonoksida dapat berikatan dengan hemoglbin 210 -300 kali lebih kuat dibandingkan dengan oksigen, hal ini dapat mengurangi oksigen yang dapat diangkut hemoglobin. Selain itu suplai oksigen kedalam tubuh dapat menurun jika kadar hb darah rendah. Kedua hal tersebut dapat menggangu metabolisme dan output energi jadi tidak optimal. Keadaan ini pada akhirnya akan  mempengaruhi ketahanan aktifitas fisik seseorang yang akan menimbulkan kelelahan berlebihan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi merokok dengan kadar hemoglobin dan kebugaran jasmani pada siswa kelas XI di SMK Nasional Kota Cirebon. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah siswa SMK Nasional Kota Cirebon yang berjumlah 73 orang siswa laki –laki yang merokok dengan menggunakan teknik simple randon sampling dengan instrumen kuesioner, Hb meter digital. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Korelasi Rank Spearman. Hasil: :Hasil analisis didapatkan ada hubungan yang bermakna antara frekuensi merokok dengan kadar hemoglobin (p= 0.019, r= -0.273) dan ada hubungan bermakna antara frekuensi merokok dengan kebugaran jasmani (p= 0.017, r = - 0.279). Keduanya menunjukkan arah korelasi negatif dengan kekuatan korelasi yang lemah. Kesimpulan: Semakin banyak frekuensi merokok maka kadar hemoglobin semakin rendah dan kebugaran jasmani semakin menurun.Kata kunci: Merokok, hemoglobin, kebugaran. Background: Smoking is not good for health because in a cigarette there are contain dangerous ingredient such as carbonmonoxide. Carbonmonoxide have 210-300 stronger bond with hemoglobin than oxygen so the ability hemoglobin for bond oxygen will decrease. Low hemoglobin levels will reduced oxygen supply to the tissue and make the process of metabolilsm and energy generated not optimal. This situation affect physical activity that will cause excessive tiredness Purpose: To find out correlation frequency of smoking with hemoglobin levels and fitness body student of 11th grade at senior vocational school national cirebon city Methods: This research used cross sectional method with a sample of 73 people. The sampling technique is simple random sampling. The instrument used was a questionnaire and Hb digital meter.Result: Data analyst used bivariat analysis with Rank Spearmann Test. Result of Rank Spearmann test conclude there is correlation between frequency of smoking with hemoglobin levels (p=0, 019, r=-0, 273). There is correlation between frequency of smoking with body fitness (p=0,017, r-0, 279). Both of that show negative correlation with low power of correlation. Conclusion: the more frequency of smoking will decrease hemoglobin levels and body fitness.Keywords :Smoking, Hemogloibin, Body Firness.
Pengaruh Ekstrak Cabai Rawit (Capsicum Frustecens L) terhadap Jumlah Leukosit pada Tikus Putih Jantan Nurbaiti Nurbaiti; Dian Artileristiana
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Cabai rawit (Capsicum frutescens L) banyak ditemui dalam masakan Indonesia, membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sangat menyukai cabai. Salah satu kandungan zat aktif cabai rawit (Capsicum frutescens L) adalah capsaicin. Senyawa lain alkaloid, flavonoid, dan sterol atau terpenoid. Pada ekstrak cabai rawit (Capsicum frutescens L) ditemukan flavonoid yang memiliki sifat antioksidan dalam melawan radikal bebas. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak cabai rawit (Capsicum frutescens L) terhadap jumlah leukosit pada tikus putih jantan. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode Pre and Post Test Only Control Group Design dan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu 1 kelompok kontrol dan 2 kelompok perlakuan. Penelitian ini membandingkan hasil observasi kelompok tikus putih yang tidak diberi perlakuan dengan yang diberi perlakuan. Uji statistik menggunakan One Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan rata-rata dan uji t berpasangan untuk mengetahui perubahan bermakna. Hasil : Berdasarkan uji One Way Anova didapatkan (P=0,943) hal ini menunjukan bahwa pada pretest tidak berbeda secara bermakna (P >0,05) dan hasil postest menunjukan (P=0,000) menunjukan berbeda secara bermakna. Sedangkan hasil uji t berpasangan didapatkan bahwa pada kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna yaitu nilai (P=0,765). Kelompok perlakuan 1 yang diberi ekstrak cabai rawit 150mg menunjukan perubahan bermakna yaitu (P=0,032). Kelompok perlakuan 2 yang diberi ekstrak cabai rawit 200mg menunjukan perubahan bermakna karena nilai P<0,05 yaitu (P=0,002) Kesimpulan : Pemberian ekstrak cabai rawit terbukti berpengaruh terhadap penurunan jumlah leukosit pada tikus putih jantan. Kata Kunci :Capsicum frutescens L, Flavonoid, LeukositABSTRACTBackground: Cayenne pepper ( Capsicum frutescens L ) commonly found in Indonesian cuisine , proving that Indonesian people really  like chili. One of the active substance of cayenne papper is capsaicin. Other compounds are alkanoids, flavonoid and sterols or trapenoids. In extracts of cayenne foundthat flavonoids have anrioxidant properties to fight free radical. Purpose : To determine the effect of cayenne pepper (Capsicum frutescens L) extract to the the amount leukocytes in male rats Methods: This study was conducted with Pre and Post Test Only Control Group Design method and divided into three groups: one control group and two treatment groups. This study compared the results of the observation group of white rats not treated with treated.One Way ANOVA was used to determine differences in average and paired t-test to determine significant changes. Results: Based One Way Anova available P= 0.943, this shows that the pretest did not differ significantly (P> 0.05) and post-test results showed ( P = 0.000 ) showed significantly different. While the paired t-test results showed that the control group did not experience significant changes, with  p value = 0.765. 1 treatment group were given 150mg of cayenne pepper extract showed significant changes, p value = 0.032. 2 treatment group were given 200mg of cayenne pepper extract showed significant changes due to the value of p <0.05 is p value = 0,002. Conclusion: The extract of cayenne pepper proven effect on decreasing the number of leukocytes in male rat..Keyword : Capsicum frutescens L, Flavonoids, Leukocytes
Hubungan antara Pengetahuan Seks Ibu Hamil terhadap Tingkat Kecemasan dalam Melakukan Hubungan Seksual di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon Eni Suhaeni; Wahyu Tri Utomo
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kebanyakan wanita hamil merasa takut dan khawatir untuk melakukan hubungan seksual, dikarenakan sebagian wanita hamil tidak mengetahui tentang posisi seks yang aman dan tidak aman selama kehamilan.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Seks Ibu Hamil terhadap Tingkat Kecemasan dalam Melakukan Hubungan Seksual di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon.Metode: Jenis penelitian ini adalah Survei Analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 40 orang ibu hamil pada bulan april hingga bulan mei tahun 2014. Teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling. Sedangkan untuk analisis datanya menggunakan uji Sperman’s Rank Correlation. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan analisa uji statistik Spearman’s Rank Correlation didapatkan nilai sebesar -491** dengan arah negatif. Kedua variabel tersebut nilai P atau sig. Sebesar 0,001 atau lebih kecil dari tingkat kesalahan yang kita pasang P < 0,05 (5%). Menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan, maka akan semakin ringan tingkat kecemasan. Simpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan seks ibu hamil dengan tingkat kecemasan dalam melakukan hubungan seksual.Kata kunci: Pengetahuan, Ibu hamil, Kecemasan, Hubungan seksual Background: Most pregnant women feel scared and worried to have sex, because most pregnant women do not know about safe sex positions during pregnancy and unsafe. Objective: The objective of this study was to determine the Relationship Between Pregnancy Sex Knowledge of the level of anxiety in sexual intercourse in the health center Sitopeng Cirebon. Methods: This research is Analytical Survey by cross sectional method. The study population was all pregnant women in health centers checkups Sitopeng Cirebon. Samples taken in this study were 40 pregnant women in April until the month of May 2014. Sampling technique accidental sampling. As for the analysis of data using Spearman's Rank Correlation test. Results: The results of statistical tests based on the analysis of Spearman's Rank Correlation obtained with a value of -491 ** negative direction. Both variables are because the P value or sig. Of 0.001 or smaller than the error rate that we put P < 0.05 (5%). Showed that the higher the level of knowledge, the more mild level of anxiety. Conclusions: There was  a significant between maternal sexual knowledge with a level of anxiety in sexual intercourse.Keywords: Knowledge, Pregnant Women, Anxiety, Sexual Relations

Page 2 of 24 | Total Record : 236


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue