cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Diare Pada Balita Dengan Kecenderungan Ibu Membawa Balita ke Puskemas Sitopeng Kota Cirebon Yandri Naldi; Rahdyani Purwaningrum
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare hingga kini masih merupakan salah satu penyakit utama yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingginya angka kejadian diare dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kurangnya pengetahuan ibu terhadap diare dan penanganan diare pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan pengetahuan ibu tentang penanganan diare pada balita dengan kecenderungan ibu membawa balita ke puskesmas sitopeng kota Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi.  Sampel penelitian ibu yang memiliki balita sebanyak 96 reponden dengan teknik pengambilan simpel random sampling. Data penelitian diperoleh dari kuesioner pengetahuan tentang penanganan diare dan diuji dengan ujiSpearman. Hasil penelitian menunjukkan adanyakorelasi positif dengan kekuatan korelasi kuat terhadap  hubungan pengetahuan ibu tentang penanganan diare pada balita dengan kecenderungan ibu membawa balita ke Puskesmas Sitopeng. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang penanganan diare pada balita dengan kecenderungan ibu membawa balita ke Puskesmas Sitopeng.Kata Kunci :Pengetahuan, Penanganan, Diare, Balita Until now, Diarhea disease still become one of the primary disease that becomes a main medical problem in Indonesia. Increasing point of Diarhea that occured can be influencend by various factors such as mother’s having less insight about kid’s Diarhea and how to taking care of. The research’s purpose is to know, is there any correlation between mother’s knowledge on taking care of Diarhea in infants  with the habits of mother to bring the infants to primary health care. Method that used in this search is obsevation. Research samples are mothers that have children-under-five which is 96 respondens. The sampling technique was ‘ random sampling’. Research data took from taking care Diarhea insight questionaire that tested with Spearman. Research finding showed there is correlation between mother’s knowledge on taking care of Diarhea in infants  with the habits of mother to bring the infants to primary health care. The results showed the positive correlation with the strength of a strong correlation to the correlation mother’s knowledge on taking care of diarhea in infants with the habits of mother to bring the infants to Sitopeng primary health care. There is correlation between mother’s between mother’s knowledge on taking care of Diarhea in infants  with the habits of mother to bring the infants to primary health care. Keywords       : Insight, Taking care, Diarhea, Children-Under-Five
Konsentrasi Efektif Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia linn) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Widi Astuti; Auliya Prasetyagiarti
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Buah mengkudu (Morinda citrifolia Linn) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang memiliki fungsi sebagai antibakteri. Zat antibakteri yang terkandung dalam buah mengkudu seperti scopoletin, flavonoid, polifenol, acubin dan antraquinon termasuk zat-zat antibakteri yang dapat membunuh bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas ekstrak buah mengkudu terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan: Mengetahui konsentrasi efektif ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia Linn) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post-test design group. Penelitian ini menggunakan metode sumuran dengan tiga kali pengulangan dan delapan kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif yang diberi vankomisin, dan enam kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak mengkudu 5%, 15%, 30%, 45%, 60%, dan 75%. Media yang digunakan sebagai uji antibakteri menggunakan Manitol Salt Agar (MSA). Data dianalisis dengan menggunakan uji Kruskall-Wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan pada setiap konsentrasi dengan lebih jelas. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata zona hambat konsentrasi tiap konsentrat dan kontrol mempunyai daya hambat terhadap Staphylococcus aureus dengan kemampuan yang berbeda. Perlakuan dengan konsentrasi 75% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus paling optimal dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 15,33 mm. Hasil analisis didapatkan H1 diterima yaitu konsentrasi ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia linn) efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan p<0,03 (p<0,05).  Simpulan : Konsentrasi 75% ekstrak mengkudu merupakan konsentrasi efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Kata Kunci: Antibakteri, Ekstrak Mengkudu, Staphylococcus aureus ABSTRACTBackground: Mengkudu (Morinda citrifolia linn) is a conventional  medical plant which assumed has an antibacteria. The antibacteria essence that consists in Mengkudu fruit are scopoletin, flavonoid, polifenol, acubi, and antraquinon. Those antibacteria essence have an ability to destroy or kill Staphylococcus aureus bacteria. The aim of this research is to find out the effectivenes of mengkudu extract towards Staphylococcus aureus. Aim: to find out the effective consentration of mengkudu extract (Morinda citrifolia linn) towards Staphylococcus aureus. Method: this study is an experimental research using post-test group design. The method of this research is well difussion method with three times cycles and there were eight group of control. The group were one negative control group, one positive control group which given vankomisin, and six experimental groups that given the mengkudu extract with the level of 5%, 15%, 30%, 45%, 60%, and 75%. To examine the antibacteria, the writer used media using Manitol Salt Agar(MSA). The writer used Kruskall-Wallis test to analyze he data which was carried on using Mann-Whitney to clearly examine the differential result in each consentration level. Result: The result of the study showed that the average of clear zone consentration in each level of concentrate and the different ability of mengkudu extract to make an obstruction power towards Staphylococcus aureus. An experiment at the 75% consentration level that obstruct the growth of Staphylococcus aureus bacteria is the most effective consentration with the diameter average of clear zone was 15,33 mm. The H1 is accepted, it was proven by the finding of mengkudu (Morinda citrifolia linn) extraction is effective towards Staphylococcus aureus with p<0,03 (p<0,05). Conclusion: The 75% consentration of mengkudu extract was the most effective consentration towards Staphylococcus aureus bacteria. Keywords: Antibacteria, mengkudu extract, Staphylococcus aureus. 
Analisis Hasil Belajar PBL Mahasiswa Tahun Pertama, Kedua, dan Ketiga di Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati Tissa Octavira Permatasari; Uswatun Khasanah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Problem Based Learning (PBL) merupakan metode pembelajaran yang banyak diterapkan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Hal ini dikarenakan prinsip pembelajaran PBL menempatkan mahasiswa sebagai “adult learner”. Prinsip adult learning mendorong mahasiswa untuk mempunyai inisiatif sendiri dalam menyusun tujuan belajar, mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas proses pembelajaran mereka sendiri. Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati menerapkan metode seven jump dalam proses PBL dan menggunakan Objective Structured Oral Case Analysis (OSOCA) sebagai metode assessment proses PBL. OSOCA memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat menunjukan kedalaman materi yang diketahui, keterampilan komunikasi, serta kesempatan belajar melakukan presentasi ilmiah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar PBL mahasiswa tahun pertama, kedua, dan ketiga di Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dan menggunakan Total Sampling. Besar sampel penelitian sebanyak 206 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa tingkat pertama, kedua, dan ketiga yang mengikuti PBL di semester ganjil TA 2017/2018. Data merupakan nilai OSOCA mahasiswa yang diambil dari bagian akademik. Data dianalisis dengan menggunakan uji one way annova dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD.Hasil Penelitian: Hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar PBL mahasiswa tahun kesatu, kedua dan ketiga dengan nilai P sebesar 0,001. Uji post hoc dengan LSD menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PBL yang signifikan antar kelompok mahasiswa baik tahun kesatu, kedua dan ketiga (P value <0,000). Hasil belajar PBL tertinggi dicapai oleh mahasiswa tahun ketiga dengan nilai mean 82,12.Kesimpulan: Mahasiswa yang sudah terbiasa melaksanakan pembelajaran dengan PBL (tingkat ketiga), keterampilan belajarnya menjadi lebih terlatih sehingga dapat meraih hasil belajar yang lebih baik.Kata Kunci: PBL, OSOCA, assessment, seven jump Background: Problem Based Learning (PBL) is widely applied in the Competence Based Curriculum. PBL learning principle places students as "adult learners". The principle of adult learning encourages students to have their own initiative in setting learning goals, making decisions and taking responsibility for their own learning processes. Faculty of Medicine Universitas Swadaya Gunung Jati applies seven jump method in PBL process and uses Objective Structured Oral Case Analysis (OSOCA) as an assessment method. OSOCA provides an opportunity for students to be able to show the depth of knowledge, communication skills, as well as learning opportunities to make scientific presentations.Aim: To analyze the PBL learning outcomes of first, second and third year students at the Faculty of Medicine, Universitas Swadaya Gunung Jati.Methods: This was a cross sectional study and used total sampling. The sample size was 206 students consisted of first, second, and third year students who took part in PBL in first semester of 2017/2018 academic year. The data was the student's OSOCA score and taken from the academic section. Data was analyzed using one way annova test and continued with the Post Hoc LSD test.Result: The results showed that there were significant differences between the learning outcomes of PBL students in the first, second and third years with a P value of 0.001. Post hoc test with LSD shows that there were significant differences in PBL learning outcomes between each groups of students in the first, second and third year (P value <0,000). The highest PBL learning outcomes was achieved by third-year students with a mean value of 82.12.Conclusion: Students who used to carry out PBL (third year), their learning skills become more trained so they can achieve better learning outcomes.Key words:  PBL, OSOCA, assessment, seven jump.
Uji Efektivitas Antijamur Minyak Atsiri Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap Pertumbuhan Malassezia furfur Rama Samara Brajawikalpa; Aditya Naufal Ramzy
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Malassezia  furfur merupakan jamur yang sering menyebabkan panu (pitiriasis versikolor). Pitiriasis versikolor tersebar luas secara universal, terutama ditemukan di daerah tropis yang bersuhu hangat dan lembab. Di Indonesia, pitiriasis versikolor (panu) menempati posisi kedua dermatomikosis yang tersering setelah dermatofitosis. Dalam rangka menghindari resistensi dari penggunaan antijamur topikal sintetik maka diperlukan alternatif antijamur topical. Salah satu tanaman herbal adalah daun cengkeh, dimana minyak atsiri daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) diketahui memiliki aktivitas sebagai antijamur.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antijamur minyak atsiri daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap pertumbuhan Malassezia furfur.Metode: Penelitian experimental in vitro dengan rancangan penelitian post-test control group design. Konsentrasi yang digunakan yaitu 25%, 50%, dan 75% dengan pelarut DMSO 10%.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata zona hambat kelompok konsentrasi 25% sebesar 15,67 mm, konsentrasi 50% sebesar 19,33 mm, konsentrasi 75% sebesar 26,67 mm Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan zona hambat antar kelompokKesimpulan: Minyak atsiri daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) konsentrasi 75% mempunyai efek antijamur paling besar dibandingkan dengan konsentrasi 50% dan 25% dengan nilai p<0,05 Kata kunci: Antijamur, Malassezia furfur, Minyak atsiri daun cengkeh, Syzygium aromaticum L. ABSTRACT Background: Malassezia furfur is a common fungi that caused Pityriasis versicolor. In Indonesia, Pityriasis versicolor is the second most common dermatomycosis after dermatophytosis. In order to avoid the resistance of using synthetic topical antifungal. A herbal topical antifungal is needed. One of the herb is clove leaf, which is known to  have antifungal activity. Aims: This study aimed to determine the antifungal effectivity of cloves leaf's (Syzygium aromaticum L.) essential oil on Malassezia furfur growth.Method: The study was an experimental laboratory with post-test control group design. The clove leaf's essential oils were diluted to a concentration of 25%, 50%, and 75% with 10% DMSO. Kruskall-Wallis test was used to analyze the data followed by Mann-Whitney to examine the differential result between the groups.Result: The results of this study showed the average inhibition  rates are 15,67 mm for 25% concentration, 19,33 mm for 50% concentration, 26,67 mm for 75% concentration and 22,33 mm Conclusions: The cloves leaf (Syzygium aromaticum L.) essential oils with a concentration of 75% has the highest antifungal effect compared to 50% and 25% concentration (P<0,05). Keywords: Antifungal, Clove leaf essential oil, Malassezia furfur, Syzygium aromaticum L.
Hubungan Frekuensi Antenatal Care dan Lama Waktu Bekerja dengan Pemberian ASI Eksklusif (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon) Risnandya Primanagara; Haidar Imam Ali Shidiq
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Mengetahui rendahnya angka pemberian ASI eksklusif di Kota Cirebon bahwa dari 6.361 bayi pada tahun 2012 hanya 944 (14,8%) bayi yang diberikan ASI eksklusif. Selain itu, berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menjabarkan bahwa cakupan pelayanan Antenatal Care di indonesia tahun 2011 sebesar 82% masih tertinggal dengan negara ASEAN yang lainnya. Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 menunjukan bahwa 57 % tenaga kerja di indonesia adalah wanita. Tujuan: Menganalisis hubungan frekuensi Antenatal Care dan lama waktu bekerja terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon. Metode: Metode yang digunakan adalah survei analitik secara cross sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 44 orang. Data diambil menggunakan kuesioner melalui wawancara terstruktur. Uji statistik yang digunakan adalah uji Risk Association dengan menggunakan Prevalence Rate dan 95% Confidence Interval. Hasil: Dari 44 responden didapatkan 26 (59,1%) responden memberikan ASI Eksklusif dan 18 (40,9%) resonden tidak memberikan ASI Eksklusif. Melalui uji Risk Association terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi Antenatal Care (P= 0,001, RP = 3,400 (95% CI 1,871-6,177), lama waktu bekerja (P = 0,031, RP = 2,143 (95% CI 1,095-4,195) terhadap ASI Eksklusif. Simpulan: Frekuensi Antenatal Care dan lama waktu bekerja mempunyai hubungan bermakna terhadap pemberian ASI Eksklusif. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Antenatal Care, Lama Waktu Bekerja ABSTRACTBackground: Knowing the low rate of exclusive breastfeeding in Cirebon city that 6,361 babies in 2012 only 944 (14.8%) babies were exclusively breastfeeding. In addition, based on the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) outlines that Indonesia Antenatal Care coverage in 2011 by 82% still left with the other ASEAN countries. Indonesian Demographic Health Survey (IDHS) in 2007 showed that 57% of workers in Indonesia are women. Objective: To analyze correlation between Antenatal Care frequency and work duration with exclusive breastfeeding in Kalitanjung public Health Center Working area Cirebon city. Methods: The method used is the cross sectional analytical survey. Samples were taken by using purposive sampling as many as 44 people. Data collected using a structured questionnaire interviews. The statistical test used is the Risk Association by using the Prevalence Rate and 95% Confidence Interval. Results: Of the 44 respondents found 26 (59.1%) of  respondents provide exclusive breastfeeding and 18 (40.9%) respondents not exclusive breastfeeding. Through the Association of Risk test there a significant correlation between Antenatal Care frequency (P = 0.001, RP = 3.400 (95% CI 1.871 to 6.177), and work duration (P = 0.031, RP = 2.143 (95% CI 1.095 to 4.195) with exclusive breastfeeding. Conclusion: Antenatal Care frequency and work duration thave a significant correlation with exclusive breastfeeding. Key Words: Exclusive breastfeeding, Antenatal Care, work duration.
Karakteristik Pasien Keganasan Kepala Leher Di RSUD Waled Periode 2014-2018 Nanang Supriyanto; Ouve Rahadiani Permana; Ismi Cahyadi
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Keganasan kepala leher adalah kanker yang menyerang bagian traktus aerodigestif bagian atas seperti traktus sinonasal, rongga mulut, faring dan laring. Keganasan kepala leher merupakan salah satu jenis kanker yang umum terjadi di dunia. Oleh sebab itu, kanker disebut sebagai masalah kesehatan dunia yang perlu mendapat perhatian karena menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Untuk mengetahui karakteristik pasien keganasan kepala leher di RSUD Waled periode 2014 – 2018. Metode: Penelitian dilakukan secara deskriptif dari catatan rekam medis penderita keganasan kepala leher di RSUD Waled periode 2014-2018, dengan pengambilan data secara total sampling. Hasil: Terdapat 690 pasien keganasan kepala leher. Sebanyak 159 pasien di inklusi; 75 laki-laki dan 84 perempuan. Kebanyakan berusia 26-45 tahun (39,0%) dan 46-65 tahun (39,0%), dan kebanyakan berpendidikan SD (65,4%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (39,0%). Jenis kankernya yaitu nasofaring (57,9%), tiroid (27,7%), rongga mulut (5,0%), laring (5,0%), sinonasal (3,1%), Orofaring (1,3%) dan hipofaring tidak ada. Histopatologi terbanyak yaitu karsinoma undifferentiated (56,6%) dan karsinoma tipe papiler (15,1%). Simpulan: Kasus keganasan kepala leher di RSUD Waled adalah sebanyak 159 orang, lebih banyak terjadi pada perempuan, pada masa dewasa akhir, berpendidikan SD, bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan jenis kanker nasofaring, dengan histopatologi karsinoma undifferentiated.Kata Kunci: Epidemiologi, keganasan kepala leher. ABSTRACT Introduction: Head neck malignancy is a cancer that attacks the upper tract aerodigestif as sinonasal tract, oral cavity, pharynx and larynx. Head neck malignancy is one common type of cancer in the world. Therefore, the cancer is referred to as a global health problem that needs attention for being one of the biggest causes of death in the world. To determine the characteristics of head neck malignancy patients in hospitals Waled the period 2014-2018. Methods : Descriptive study of medical record head neck malignancy patients in hospitals Waled the period 2014-2018, with a total sampling data retrieval. results: There are 690 patients with head neck malignancies. A total of 159 patients at inclusion; 75 men and 84 women. Most are 26-45 years old (39.0%) and 46-65 years old (39.0%) And most of elementary education (65.4%), work as a housewife (39.0%). The type of cancer is the nasopharynx (57.9%), thyroid (27.7%), oral cavity (5.0%), larynx (5.0%), sinonasal (3.1%), oropharynx (1.3% ) and hypopharynx no. Histopathology Most that is carcinoma undifferentiated (56.6%) and the type of papillary is carcinoma (15.1%). conclusions: Head neck malignancy cases in hospitals Waled is as much as 159 people, more prevalent in women, in adolescence, elementary education, working as a housewife, and cancers of the nasopharynx, with undifferentiated carcinoma histopathology.Keywords : Epidemiology, malignancy head neck
Hubungan Antara Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran pada Pekerja Penggilingan Beras Atang Kusman; Catur Setiya Sulistiyana; Sri Hendratno
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Proses penggilingan beras menggunakan mesin dan alat berat. Mesin dan alat berat tersebut menghasilkan kebisingan tinggi yang dapat menyebabkan resiko pendengaran bagi pekerjanya.Tujuan: untuk menentukan hubungan antara kebisingan dan gangguan pendengaran pada pekerja penggilingan beras di desa Situmekar, Sumedang.Metode: tipe penelitian yang digunakan adalah studi analitik deskriptif dengan pendekatan desain kroseksional. Jumlah sampel sebanyak 40. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tingkat kebisingan di tempat kerja disertai dengan kuisioner dan dilanjutkan dengan penelusuran riwayat sakit dan pemeriksaan fisik telinga dari subjek.Hasil: menunjukan adanya hubungan antara kebisingan dan gangguan pendengaran. Hasil pengujian Rasio Prefalen (RP=3,793, 95%CI= 1,058-13,604)Simpulan: terdapat hubungan antara kebisingan dan gangguan pendengaranKata Kunci: Kebisingan, Gangguan Pendengaran  Background: Rice milling process using machines and working tools. Machines and work tools will accompanied by loud noises pose a hearing risk of danger to the workers.Purpose: To determine the relationship between noise with hearing interference in rice mill workers in Situmekar village, SumedangMethods: This type of research is a descriptive analytic study with a cross-sectional study design approach. Number of samples 40. Data collection was performed by measuring the sound pressure level of noise in the work environment with a questionnaire follwed by history and physical examination of the ear on the subjectResult: Shows that there is a relationship between noise with hearing disorders. The result of the Ratio Prevalence (RP=3,793; 95% CI=1,058-13,604)Conclusion: There is a relationship between noise with hearing disordersKeywords: Noise, hearing disorders. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe di Puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor Zulkifli Ahmad; Eva Priska Kushermanto
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar belakang: Anemia pada ibu hamil berdampak buruk pada peningkatan kematian ibu dan bayi. Berdasarkan laporan Puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor tahun 2014 menunjukkan K4 79% dan angka anemia pada ibu hamil diatas 50%. Kenyataan ini diduga karena banyak ibu hamil kurang patuh untuk mengkonsumsi tablet Fe yang sudah diberikan petugas kesehatan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan simple random sampling, didapatkan sampel  sebanyak 77 responden. Uji statistik menggunakan uji Spearman dan analisis regresi logistik. Hasil Penelitian : Hasil analisis bivariat dengan uji spearman menunjukkan hubungan kepatuhan ibu hamil dengan umur (p=0,029 dan r=0,248), pengetahuan (p=0,049 dan r= 0.249), pendidikan (p=0,351 dan r=-0.106), status ekonomi (p=0,477 dan r=-0.81),pekerjaan (p=0,043 dan r=0.231), frekuensi ANC (p=0,000 dan r=0.457), paritas (p=0,019 dan r=0.267), dan sikap perilaku petugas kesehatan (p=0,314 dan r=-0.115). Hasil multivariat dengan regresi logistik didapatkan frekuensi ANC paling berpengaruh (p=0.000 dan r=2.546) Simpulan : Terdapat hubungan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet fe dengan umur, pengetahuan, pekerjaan dan paritas. Faktor yang paling berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet fe adalah frekuensi ANC.Kata kunci: Anemia, Tablet Fe, ANCBackground: Anemia in pregnant women have a bad impact on the improvement of maternal and infant mortality. Based on the results of the report of health center of  Bojonggede Bogor district  in 2014 showed K4 79% and rate of anemia in pregnant women is 53.15%. This fact presumably because many pregnant women are less adherent to consume Fe tablet that has been given by health workers in health center Bojonggede Bogor District. Objective: To determine the factors that influence compliance pregnant women consume Fe tablet in health center of Bojonggede Bogor District. Methods: This study used analytic observational study with cross sectional approach. The sampling technique is simple random sampling, obtained a sample of 77 respondents. Statistical test using the Spearman test and logistic regression analysis. Results: The results of bivariate analysis to test Spearman shows the relationship of compliance of pregnant women with age (p = 0.029), knowledge (p = 0,049), education (p = 0.351), economic status (p = 0.477), occupation (p = 0.043), ANC frequency (p = 0.000), parity (p = 0.019), and behavioral attitudes of health workers (p = 0.314). Conclusion: There is a relationship adherence pregnant women consume Fe tablet age, knowledge, jobs and parity. The factors that most affect the compliance of pregnant women consume Fe tablets is the frequency of the ANC.Keywords: Anemia, Fe Tablet, ANC.
Hubungan Pengetahuan Hipotermi dengan Perilaku Penanganan Awal Hipotermi pada Mahasiswa Pencinta Alam di Unswagati dan IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon Yandri Naldi; Atik Sutisna; Purnomo Ponco Nugroho
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLATAR BELAKANG : Hipotermi didefinisikan sebagai kondisi klinis ketika suhu internal (rektum, esofagus atau timpani) kurang dari 35 °C. TUJUAN : Mengetahui hubungan antara pengetahuan hipotermi dengan perilaku penanganan awal hipotermi pada mahasiswa pencinta alam di Unswagati dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. METODE : Penelitian observasi dengan desain Cross sectional dengan menggunakan Uji Korelatif Spearman untuk menganalisis korelasi antara pengetahuan hipotermi dengan perilaku penanganan awal hipotermi. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh anggota mahasiswa pencinta alam di Unswagati dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. HASIL Dari uji korelasi spearman didapatkan p value (sig.) 0,00 , dengan nilai koefisien korelasinya bernilai + 0,619 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara kedua variabel dengan korelasi positif kuat antara pengetahuan hipotermi dengan perilaku penanganan awal hipotermi. SIMPULAN : Terdapat hubungan yang bermakna dengan korelasi yang kuat antara pengetahuan hipotermi dengan penanganan awal kejadian hipotermi pada mahasiswa pencinta alam di kota Cirebon. Kata kunci: Pengetahuan, Perilaku, Hipotermi,  pencinta alam. Abstract Background Hypothermy defined as a clinical condition when the internal temperature (rectum, esophagus or tympanic) is less than 35 ° C. Objective: To know the correlation between knowledge of hypothermia and the initial treatment behavior of hypothermia occurrence on student’s mountaineering club at Unswagati and IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. Methods : Observational study with cross sectional design with Spearman Correlative Test to analyze correlation between knowledge of hypothermia and the initial treatment behavior of hypothermia. The sample in this research is all members of student’s mountaineering club in Unswagati and IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. Result:From spearman correlation test obtained p value (sig.) 0,00, with correlation coefficient value is + 0,619 which means there is significant relation between two variables with strong positive correlation between knowledge about hypothermia and the initial treatment behavior of hypothermia. Conclusion:There is a significant relationship with a strong correlation between the knowledge of hypothermia and the initial treatment behavior of hypothermia at student’s mountaineering club Cirebon city. Keywords: Knowledge, Behavior, Hypothermia, student’s mountaineering club.Hubungan Pengetahuan Hipotermi dengan Perilaku Penanganan Awal Hipotermi pada Mahasiswa Pencinta Alam di Unswagati dan IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon
Faktor –Faktor Non Genetik yang Mempengaruhi Disabilitas Intelektual di SLB Kota Cirebon Tahun 2017 (Studi Di SLB C Pancaran Kasih Dan SLB C Budi Utama Muhamad Dawam Rifki Syifa; Uswatun Khasanah; Shofa Nur Fauzah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Disabilitas merupakan keterbatasan/ kekurangan kemampuan untuk melakukan suatu aktivitas pada tingkat personal dan didefinisikan sebagai nilai kecerdasan kira-kira 70 atau lebih rendah, insidensi disabilitas di provinsi jawa barat mencapai 12,7% dengan rerata skor 22,88%. faktor risiko yang sering menyebabkan disabilitas intelektual biasanya terjadi pada masa prenatal, perinatal dan postnatal, diantaranya jumlah gestasi pada saat hamil, berat badan lahir rendah (BBLR), usia persalinan, usia ibu dan usia ayah. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh antara berat badan lahir rendah, prematuritas, jumlah paritas, usia ibu dan usia ayah terhadap disabilitas intelektual di SLB Kota Cirebon tahun 2017. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan desain case control. Sampel penelitian sebanyak 79 orang pada kelompok kasus dan 79 orang pada kelompok kontrol. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Berat badan lahir rendah (pvalue = 0.000), Usia persalinan (pvalue = 0.000), Paritas (pvalue = 0.001), Usia Ibu (pvalue = 0.000) dan Usia ayah (pvalue = 0.000) mempengaruhi kejadian disabilitas intelektual di kota cirebon dengan faktor yang paling berpengaruh yaitu status usia pada saat ibu memulai kehamilan (pvalue= 0.001). Simpulan: Pada penelitian ini Berat badan lahir rendah, usia persalinan (preterm), Paritas, usia ibu dan usia ayah mempengaruhi kejadian disabilitas intelektual dengan faktor usia ibu sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian disabilitas intelektual.Kata Kunci : Berat badan lahir rendah, Disabilitas intelektual, Paritas, Usia ayah, Usia ibu, Usia Kehamilan ABSTRACT Introduction: Disability is a lack of ability to perform an activity on a personal level and is defined as an intelligence score of approximately 70 or lower, incidence of disability in west java province reaches 12.7% with a mean score of 22.88%. risk factors that often cause intellectual disability usually occur during prenatal, perinatal and postnatal periods, including the number of gestations during pregnancy, low birth weight (LBW), age of delivery, maternal age and father age. Aim: This study aims to determine the effect of low bitrh weight, prematurity, number of parity, mother age, and father age to intellectual disability in SLB Kota Cirebon 2017 Method: This research used analytic observational research design with case control design. A sample of 79 subjects in the case group and 79 people in the control group. Results: The results of this study found that low birth weight (pvalue = 0.000), age of delivery (pvalue = 0.000), Parity (pvalue = 0.001), Mother Age (pvalue = 0.000) and father's age (pvalue = 0.000) intellectual disability in cirebon city with the most influential factor is the status of the age at the time the mother started pregnancy (pvalue 0.001) Conclusion: In this study Low birthweight, age of delivery (preterm), Parity, maternal age and father age influence the incidence of intellectual disability with maternal age factor as the most influential factor on the incidence of intellectual disability.Keywords: Low Birth Weight, Intellectual Disability, Parity, Fathers Age, Mother Age, Gestational age

Page 4 of 24 | Total Record : 236


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue