cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) Terhadap Kadar Trigliserida, HDL, LDL Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia Bima Adi Laksono Putra; Atik Sutisna; Dadan Ramadhan Apriyanto
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Latar Belakang: Hiperkolestrolemia adalah suatu kondisi dimana kolesterol dalam darah meningkat rnelebihi ambang normal yang ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total terutama Law Density Lipoprotein (LDL), trigliserida dan diikuti dengan penurunan kadar High Density Lipoprotein (HDL). Salah satu penyakit akibat hiperkolesterolemia (peningkatan LDL dan trigliserida) yang mematikan yaitu penyakit jantung koroner (PJK).WHO memperkirakan hiperko lestero lemia berkaitan dengan lebih dari separuh kejadian penyakit jantung koroner dan lebih dari empat juta kematian tiap tahunnya. Masyarakat Indonesia telah banyak menggunakan berbagai jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk menunjang kesehatan dan peneliti memilih buah naga daging putih. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah naga daging putih terhadap perubahan kadar trigliserida, HDL, LDL pada tikus putih jantan galur Sparague Dawley. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental  dengan  menggunakan pre post test with control group design. Penelitian ini menggunakan empat kelompok, yaitu tiga kelompok kontrol dan satu kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan diberi ekstrak buah naga putih 700 mg/KgBB. Hasil: Hasil menunjukkan penurunan kadar trigliserida paling bermakna pada kelompok K3, K4 dengan rata-rata  penurunan  42,18 mg/dL  dan  35,90 mg/d L dengan p<0,05. Peningkatan  HDL  secara  bermakna  pada  kelompok  K3,  K4 dengan rata- rata peningkalan 38,21 mg/dL dan 30,64 mg/dL dengan p<0,05. Penurunan LDL paling berrnak na pada kelompok K3,  K4  dengan  rata-rata penurunan 40,6 mg/dL dan 27,15 mg/dL dengan p <0,005.Simpulan: Ekstrak buah naga daging putih dapat menurunkan kadar trigliserida, LDL, meningkatkan HDL.Kata kunci: Ekstrak buah naga putih, trigliserida, HDL, LDL. ABSTRACT Introduction: Hypercolestrolemia is a condition in which cholesterol in the blood increases beyond the narmal threshold which is characterized fly increased total cholesterol levels, especially Low Density Lipoprotein (LDL ), trigl ycerid and is followed by a decrease in the levels of  High Density  Lip  rotein (HDL). One of  the diseases caused by deadly hypercholesterolemia is coronary heart disease (CHD). The World Health Organization (WHO) estimates  hypercholesterolemia is associated with more than half the incidence of coronary heari disease and more than four million deaths each year. The Indonesian people have utilized many types of plants that can be used as alternatives to support health and researchers chose dragon fruit white seat. Objective  To know the effect of white meat dragon fruit extract on changes triglyceride, HDL, LDL levels in male white rats Sprague Dawley strain. Methods: This study is an experimental study using pre -post test with control group  design. This study  used  four  groups, namely  three  control  groups  and  one treatment group. The treatment group was given white dragon fruit erimct 700mg/KgBB. Results : The results showed the most significant decrease in triglyceride levels in the K3, K4  group  with an average  decrease  of  42.18 mg/dL and 35.90 mg/dl with p<0,05. Significant increase in HDL in the K3, K4 group with an average increase of 38.21 mg/dL and 30.64 mg/dl with p <0.05. The LDL reduction was most significant in the K3, K4 group with an average decrease of 40.26 mg/dL and 27.15 mg/dL with p <0.005. Conclusions : White meat dragon fruit extract can reduce triglyceride, LBL, increase HDL levets.Keywords : White dragon fruit extract, tri8lyceride, HDL, LDL
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Pelaksanaan Program KB pada Tenaga Kesehatan selain Dokter dan Bidan di Empat Puskesmas Kota Cirebon Jawa Barat Ricardi W, Alibasjah; Bagus Novandy
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan negara terpadat penduduk ke-4 di dunia dengan jumlah 244.775.797 juta jiwa pada tahun 2012. Salah satu cara yang ditempuh untuk menekan laju pertumbuhan penduduk adalah dengan melakukan Program Keluarga Berencana Tenaga kesehatan di Puskesmas sebagai penyedia pelayanan kesehatan termasuk di dalamnya juga mengkampanyekan program KB kepada masyakat. Di sisi lain, tenaga kesehatan sendiri masih ada yang belum sepenuhnya menjalankan program KB. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan Program KB di empat Puskesmas Kota Cirebon. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian: tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan pelaksanaan Program KB (p=0,112) sedangkan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dan pelaksanaan Program KB (p=0,000) sehingga dapat dianalisis bila semakin tinggi pengetahuan maka semakin baik pula pelaksanaan Program KB dan semakin baik sikap tenaga kesehatan maka semakin baik pula pelaksanaan Program KB. Kesimpulan: Tenaga kesehatan harus menyadari pentingnya pelaksanaan Program KB ini karena mereka menjadi figur di masyarakat maka dari itu tenaga kesehatan hendaknya menjadi contoh yang baik diharapakan masyarakat akan meniru pelaksanaan program KB tersebut.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Pelaksanaan Program KB Introduction:  Indonesia is the fourth of the most populous country in the word with the total of population is 244.775.797 in 2012. The way to emphasis the rate of developing in population is the planning of family program (KB) with health workers in local government clinic (Puskesmas) as the provider of health serving, such as demonstrated the KB program to the society. In the other hand, the health workers have not been yet perfect to do the KB program.  The aims: to prove the relation between knowledge and the attitude of health workers to the implementation of KB program in four local government clinics in Cirebon. The research methodology: the kind of this research is observational research by using cross sectional study. The collecting of data is used questioner. The research findings: there is no meaningful relation between knowledge and the implementation of KB program (p=0.112), meanwhile there is meaningful relation between attitude and the implementation of KB program (p=0.000). Indeed, it can be analyzed if the knowledge is higher therefore the implementation of Kb program is better.  The conclusion: the health workers have to realize that the most important of implementation of this KB program. This is because they become the figure in society, therefore the health workers should to become a good models and that is hoped that society can imitate the implementation of  KB program.Key words: knowledge, attitude, the implementation of  KB program
Efektivitas Pemberian Ekstrak Almond terhadap Jumlah Morfologi Sperma Mencit Jantan Putih (Mus musculus) Galur Swiss Webster yang Dipapar Asap Rokok Widianingsih Widianingsih; Dadan Ramadhan Apriyanto; Reni Gustine
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Spermatozoa merupakan sel yang dihasilkan oleh fungsi reproduksi pria. Salah satu kelainan yang terkait yaitu infertilitas dengan penyebab utamanya merokok. Akibat hipoksia jaringan dikarenakan karbon monoksida dari asap rokok sehingga radikal bebas meningkat pada jaringan reproduksi. Antioksidan memiliki peran yang fundamntal dalam eliminasi dari radikal bebas di dalam jaringan, mengurangi apoptosis yang disebabkan oleh stres oksidatif. Kandungan antioksidan pada kacang almond berpengaruh dalam proses perbaikan pembentukan sperma dan morfologi dari sperma.Oleh karena itu perlu diteliti mengenai efektivitas pemberian ekstrak almond terhadap morfologi sperma yang dipapar asap rokok.Tujuan : Mengetahui efektivitas pemberian ekstrak kacang almond terhadap morfologi sperma pada mencit jantan yang dipapar asap rokok.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain -Post test only design. Sampel adalah 24 ekor mencit putih dengan kriteria tertentu, dibagi secara acak menjadi 4 kelompok. Kelompok Kontrol (akuades, tanpa asap rokok), Kelompok Perlakuan 1 (akuades, dengan asap rokok), Kelompok Perlakuan 2 (asap rokok dengan akuades dan ekstrak kacang almond dengan dosis 7 mg/20 g), dan Kelompok Perlakuan 3 (asap rokok, ekstrak akuades dan kacang almond dengan dosis 15 mg/20 g). Pemberian dilakukan secara sonde oral.Hasil : Hasil menunjukan adanya penurunan jumlah morfologi sperma pada KP1 dibandingkan dengan KK (21.190±0.323 dan 37.128±0.1877% dengan p <0.001). peningkatan jumlah morfologi sperma normal pada KP2 dan KP3 (32.1043±0.54 dan 35.3771±0.93 dengan p <0.001). Kesimpulan : Ekstrak kacang almond mempunyai efektivitas dalam meningkatkan jumlah morfologi sperma mencit jantan putih yang dipapar asap rokok.Kata Kunci: Almond, Antioksidan, Ekstrak Almond, Spermatozoa, MorfologiABSTRACTBackground : Spermatozoa are cells produced by the male reproductive system. Infertility, a common disorder of the reproductive system, is known to correlate with cigarette smoke. Carbon monoxide from cigarette smoke may cause tissue hypoxia, leading to an increase of free radicals in the system. Antioxidants have a fundamental role in the elimination of free radicals inside the tissues and reducing oxidative stress-related apoptosis. The antioxidants in almond nuts may have an impact towards sperm production and morphology. Thus, its effectiveness towards sperm morphology in subjects previously exposed to cigarette smoke must be studied. Goals : To determine the efficacy of almond extract administration towards sperm morphology in male rats previously induced with cigarette smoke. Method : This study is an experimental study with a post-test only design. A total of 24 white rats with certain criteria were used as samples and randomly divided into 4 groups; control group (aquadest, no cigarette smoke), treatment group 1 (aquadest, with cigarette smoke), treatment group 2 (cigarette smoke, aquadest, 7 mg/20g of almond extract), and treatment group 3 (cigarette smoke, aquadest and 15 mg/20 g of almond extract). All treatments were administered using oral sonde. Results : We observed a decrease of normal-morphology sperm in KP1 compared with KK (21.190±0.323 and 37.128±0.1877% with a p <0.001). We observed an increase of normal-morphology sperm in KP2 and KP3 (32.1043±0.54 and 35.3771±0.93 with a p <0.001). Conclusion : Almond nut extract has an effectiveness in increasing the morphology of sperm white mice exposed to cigarette smoke.Keywords: Almond, Almond extract, Antioxidant, Morphology, Spermatozoa.
Pengaruh Pestisida Karbamat terhadap Kejadian Anemia pada Petani Bawang Merah di Desa Pamengger Jatibarang Brebes Muhammad Yusuf; Galih cahya Pratami
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam upaya peningkatan mutu hasil pertanian, penggunaan pestisida hama sering tidak bisa dihindarkan. Pemeriksaan cholinesterase darah terhadap 426 orang sampel petani pengguna pestisida di 11 desa di Kabupaten Brebes pada tahun 2010, diketahui terdapat 82 orang (19,25%) mengalami keracunan ringan, 2 orang (4,08%) mengalami keracunan sedang, dan 342 orang (80,28%) yang dinyatakan memiliki kadar cholinesterase dalam batas normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pestisida karbamat terhadap kejadian anemia pada petani bawang merah di desa Pamengger Jatibarang Brebes. Metode penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling sebanyak 45 responden. Peneliti menggunakan teknik pemeriksaan kadar cholinesterase dan kadar Hb. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukan nilai  uji chi square yaitu sebesar  p=0,004. Oleh karena hasil p < 0,005 , maka hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara penggunaan pestisida karbamat dengan kejadian Kata Kunci : pestisida, karbamat, anemiaABSTRACTIn the effort of improving the quality of agriculture results, the use of pesticide could not be avoided. The investigation of blood cholinesterase towards 426 sample of farmers pesticide users in 11 villages of Brebes in 2010, got result that there are 82 people (19,25%) experience weak poisoning, 2 people (4,08%) experience moderate poisoning, and 342 people (80,28%) obviously have normal cholinesterase level. The aim of research is to know the effect of karbamat pesticide towards anemia case in onion farmers of Pamengger Village, Jatibarang Brebes. This research is an analytical observation using cross sectional approach. Method of sampling used here is simple random sampling consists of 45 respondents. The researchers used investigation of cholinesterase level and Hb level technique. Statistical test used here is an chi square test. The result is In the overall test was obtained p = 0.004 , significant value of  p < 0.005 , There is effect of karbamat pesticide towards anemia case. Keywords: Karbamat Pesticide, Anemia.  
Prevalensi Penggunaan Alat Kontrasepsi di Kota Cirebon Sri Marfuati; Catur Setiya Sulistiyana; Uswatun Khasanah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Salah satu program Indonesia untuk mengurangi tingkat pertumbuhan penduduk adalah program keluarga berencana. Program ini diatur oleh pemerintah untuk diikuti oleh semua keluarga Indonesia, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penggunaan keluarga berencana dan jenis keluarga berencana yang digunakan oleh masyarakat di daerah pedesaan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 118, Data diambil menggunakan kuesioner, kemudian diolah untuk menentukan distribusi frekuensi pengguna KB dan jenis KB yang digunakan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penggunaan keluarga berencana adalah 72 (61%). jenis KB yang digunakan adalah hormonal sebanyak 68 (94,4%) dan non hormonal sebanyak 4 (5,6%). Simpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa program keluarga berencana baru dilaksanakan oleh bagian dari masyarakat desa, dan sebagian besar menggunakan kontrasepsi hormonal.Kata kunci: Prevalensi, Keluarga Berencana, kontrasepsi hormonal. ABSTRACTBackground: One of the Indonesian government's programs to reduce the growth rate of the population is the family planning program. This program is set by the government to be followed by all Indonesian families, both in urban and rural areas. This study aims to determine the prevalence of family planning use and the type of family planning used by people in rural areas Methods: This research is a descriptive study with a total sample of 118, Data was taken using a questionaire, then processed to determine the frequency distribution of users of KB and the type of KB used. Results: The results showed that the prevalence of family planning use was 72 (61%). the type of KB used was hormonal as many as 68 (94.4%) and nonhormonal as many as 4 (5.6%). Conclusions: These results indicate that the new family planning program is implemented by a part of the village community, and most use hormonal contraception.Keywords: Prevalence, Family planning, hormonal contraception. 
Angka Kejadian dan Gambaran Rinitis Alergi dengan Komorbid Otitis Media di Poliklinik Rinologi Alergi Departemen Ilmu Kesehatan THT-KL RS Dr. Hasan Sadikin Pahmi Budiman Saputra Basyir; Teti Madiapoera; Lina Lasminingrum
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Otitis media adalah adalah peradangan mukosa telinga tengah,tuba eustachius,antrum mastoid dan sel mastoid. Otitis media merupakan komorbiditas dari rinitis alergi. Rinitis alergi adalah gangguan hidung yang disebabkan oleh reaksi peradangan mukosa hidung diperantarai oleh imunoglobulin E (IgE) yang ditandai dengan gejala hidung yaitu hidung tersumbat rinorea, bersin atau gatal.Tujuan : Untuk mengetahui angka kejadian dan gambaran rinitis alergi dengan komorbid otitis media Metode : Penelitian deskriptif retrospektif cross-sectional dilakukan di poliklinik Rinologi-Alergi Departemen Ilmu Kesehatan THT-KL RS Dr Hasan Sadikin selama periode Januari 2013-Juni 2014, pada 83 pasien rinitis alergi dengan otitis media rentang umur 5-55 tahun. Diagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, nasoendoskopi, otoskopi, timpanometri, audiometri dan pemeriksaan tes kulit tusuk. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan otitis media akut 33,7%,otitis media efusi 42,2% dan otitis media supuratif kronis 24,1%. Tingkat berat gejala rinitis alergi pada penelitian ini adalah ringan intermiten 21,7%,ringan pesisten 14,5%, sedang-berat intermiten 7,2%, sedang-berat persisten 56,6%. Terdapat hubungan bermakna antara gejala hidung tersumbat pada rinitis alergi dengan komorbid otitis media akut (p= 0,02), otitis media efusi (p =0,03), otitis media supuratif kronik (p =0,032). Hasil tes fungsi tuba dengan gangguan fungsi tuba 89,2%. Terdapat 81,9% menderita tuli konduktif pada telinga kanan dan 78,3% telinga kiri .Kesimpulan: Insidens rinitis alergi dengan otitis media 36,7%. Rinitis alergi dengan otitis media efusi 42,2%,Otitis media akut 33,7%, dan otitis media supuratif kronis 24,1. Terdapat hubungan bermakna antara hidung tersumbat pada rinitis alergi dengan otitis mediaKata kunci: rinitis alergi, otitis media akut, otitis media efusi,otitis media supuratif kronisBackground : Otitis media is an inflammation of the mucosa of the middle ear, eustachian tube, mastoid antrum and mastoid cells. Otitis media is a comorbidity of allergic rhinitis. Allergic rhinitis is a nasal disorder caused by reaction inflammation of the nasal mucosa mediated by immunoglobulin E (IgE) that is characterized by nasal congestion, rhinorrhea, sneezing or itching. Purpose: To investigate the incidence and characteristic of allergic rhinitis with comorbid otitis media population Methods: A retrospective descriptive cross-sectional study that was conducted a Rhinology-Allergy clinic of ORL-HNS Department, Hasan Sadikin Hospital during the period of January 2012 -June 2014 involved 83 patients, in age 5-55 years. Diagnosis is based on history,physical examination,nasoendoscopy,otoscopy, tympanometry, audiometry and skin prick test. Results: In this study, we found acute otitis media 33,7%, otitis media effusion 42,2%, and chronic suppurative otitis media 24,1%.Severe levels of symptoms of allergic rhinitis and otitis media, mild intermittent 21,7%, mild persistent 14,5%, moderate-severe intermittent 7.2%, moderate-severe persistent 56.6%.There is a significant relationship between nasal congestion with acute otitis media (p= 0,02), otitis media with efusi (p =0,03), chronic supurativa otitis media( p =0,032). Eustachian tube function test in otitis media with abnormal 89,2%. There were 81.9% suffer from conductive hearing loss in the right ear and 78.3% in left ear. Conclusion: The incidence of otitis media with comorbid allergic rhinitis 36,7%, acute otitis media 3,7%, otitis media effusion 42,2%, and chronic suppurative otitis media 24,1%. There is a significant relationship between nasal congestion and otitis mediaKey words: allergic rhinitis, acute otitis media, otitis media with effusion, chronic suppurative otitis media
Kandungan Rhodamin B pada Jajanan Berwarna Merah Mencolok di Sekolah Dasar Negeri Kartini IV Kota Cirebon Thysa Thysmelia Affandi; Khanidya Noor Aziza
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMakanan merupakan substansi yang diperlukan tubuh manusia, diluar air, obat-obatan, dan substansi-substansi lain pengobatan. Jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah dan dijual dan atau disajikan siap untuk disantap serta dijual umum. Banyaknya jenis makanan jajanan untuk anak-anak yang dijual terutama di sekolah menggunakan pewarna dengan warna-warna yang mencolok. Namun terkadang zat pewarna yang terdapat pada jajanan tersebut merupakan zat pewarna yang penggunaannya tidak sesuai dengan fungsinya, seperti penggunaan zat pewarna tekstil untuk makanan contohnya rhodamin  B. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui penggunaan zat pewarna rhodamin B pada jajanan berwarna merah mencolok di SDN Kartini IV Kota CirebonMetode Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif observasional yaitu untuk mengetahui kandungan rhodamin B pada jajanan berwarna merah mencolok yang dijual di SDNKartini IV Kota Cirebon serta mengidentifikasi pedagang dan macamdagangannya. Sampel yang diambil sebanyak 14 jenis jajanan, yang terdiri dari 13 jenis makanan dan 1 jenis minuman berwarna merah mencolok yang dijual di SDN Kartini IV Kota Cirebon. Identifikasi pewarna dilakukan dengan uji kualitatif menggunakan Kit Reagen Rhodamin  B di Laboratorium Kesehatan Lingkungan Kabupaten Cirebon. hasil penelitian menunjukan dari 14 sampel jajanan sekolah berwarna merah mencolok yang diuji tidak ditemukan kandungan rhodamin B. Sebanyak 77.8% pedagang sudah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang penggunaan zat pewarna berbahaya pada makanan. Kata Kunci : Rhodamin B, Jajanan Berwarna ABSTRACT Background :There are many kinds of snacks for children sold especially at the school use the addictive substance which has the powerful colors. But, the addictive substance, especially dye substance in those snacks are seldom suitable with function as follows is using dye substance of textile for food, for example rhodamine B.The aim of research is To identify rhodamine B as banned synthetic red food colors in street food at Kartini IV Elementary School. The Methods a descriptive research in order to find out the content of rhodamine B of light red colours snacks and to identified vendors at Kartini IV Elemantary School. The sample of this research was 14 snacks as follows are 13 kind of the food and a kind of beverage which have powerful colors, sold in Kartini IV Elemantary School. Identification of food color performed by paper rhodamine B kit reagen in environmental health laboratory Cirebon. the result is 14 samples examined were not found the content of rhodamine B in the snacks. 77.8% vendors have knowledge and attitude about dangerous addictive substance have been better. Key words: Street Food, Rhodamine B
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Angkak (Monascus purpureus) dan Simvastatin Terhadap Penurunan Kolesterol Total, LDL dan HDL pada Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus) Galur Sprague Dawley dengan Hiperlipidemia Muhammad Duddy Satrianugraha; Yandri Naldi; Ihda Paridah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKLatar Belakang : Hiperlipidemia adalah salah satu faktor resiko penyakit jantung koroner. Simvastatin umumnya digunakan untuk penanganan pertama. Angkak adalah fermentasi beras menggunakan kapang Monascus purpureus sehingga memiliki berwarna merah. Angkak memiliki kandungan untuk memperbaiki profil lipid. Oleh karena itu perlu diteliti mengenai efektivitas angkak dan simvastatin dalam mepengaruhnya kolesterol total, LDL, dan HDL. Tujuan : Membandingkan efektivitas ekstrak angkak dan simvastatin terhadap kadar kolesterol total, LDL dan HDL pada tikus hyperlipidemia. Metode :  Ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain Pre-Post test design. Sampel adalah 24 ekor tikus putih, dibagi secara random menjadi 4 kelompok. Kelompok 1 hanya di beri pakan saja tanpa diberi perlakuan lain, kelompok 2 diberi pakan hiperlipidemia, kelompok 3 diberi simvastatin 0.18mg/200grbb dan kelompok 4 diberi ekstrak angkak 40mg/200grbb. Pemberian dilakukan secara sonde oral. Pemeriksaan kolesterol total, LDL dan HDL dilakukan setelah 14 hari perlakuan. Hasil : Hasil menunjukan penurunan total kolesterol pada kelompok 3 dan 4 (-100.05 mg/dl dan -68.96 mg/dl dengan p<0.05 ). Penurunan LDL pada kelompok 3 dan 4 (-30.87 mg/dl dan -26.68mg/dl dengan p<0.05). Kemudian peningkatan HDL pada kelompok 3 dan 4 ( 30.81mg/dl dan 21.30mg/dl dengan p<0.05). Kesimpulan : Ekstrak angkak mempunyai efektivitas lebih redah dari simvastatin dalam mempengaruhi kadar kolesterol total, HDL dan LDL.Kata Kunci : Angkak, Monascus purpureus, Kolesterol total, HDL, LDL. ABSTRACTBackground : Hyperlipidemia is a known risk factor for coronary heart disease. Simvastatin widely used as the first-line intervention. Fermented red yeast rice, or angkhak are rice fermented with Monascus purpureus thus causing its red appearance. Content of angkhak has the potential for improving lipid profile. Therefore the effectiveness of angkhak in reducing total cholesterol, LDL and HDL in comparison with simvastatin need to be studied. Aims : To compare the effectivenees angkhak and simvastatin in reducing total cholesterol, LDL and HDL in hyperlipidemic rats. Method : This study is an experimental study with a Pre-Post test design. A total of 24 white male rats fulfilling certain criterias and divided randomly into 4 groups. The first group was given food with no other treatment, the second group were given a hyperlipidemic diet, the third group were treated using 0.18mg/200grbw of simvastatin and the fourth group was treated using 40mg/200grbw of ang-khak. Application of treatments were done using oral sondage. After 14 days of treatment, Blood total cholesterol, LDL and HDL were measured. Results : Result shows decreasement in blood total cholesterol on third and fourth group (-100.05mg/dl and -68.96, with a p<0.05). a decreasement in LDL on third and fourth group (-30.87mg/dl and -26.68mg/dl, with a p<0.05) also has been seen. While there were rise of blood HDL on third and fourth group ( 30.81mg/dl dan 21.30mg/dl, with a p<0.05). Conclusion  : Effectiveness of Ang-khak in affecting total cholesterol, LDL and HDL were lower than simvastatin.Key words : Angkhak, Monascus purpureus, total cholesterol, LDL, HDL.
Hubungan antara Kondisi Lingkungan, Status Gizi terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Pasien Dewasa (Studi Kasus di Puskesmas Jagasatru Kota Cirebon) Kati Sriwiyati; Faiz Tegar Pratita
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi ISPA di negara yang sedang berkembang sekitar 98% pada populasi umum. ISPAjuga merupakan penyakit tersering di Kabupaten Cirebon dan rata–rata menjadi 5 penyakit terbesar diPuskesmas yang berada di Kota Cirebon sebanyak 10,9%. Salah satunya di Puskesmas Jagasatru yang angkakejadian penyakit ISPA menduduki peringkat pertama dari sepuluh penyakit tersering di wilayah kerjanyadikarenakan banyaknya faktor resiko timbulnya ISPA. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakahterdapat hubungan antara kondisi lingkungan dan status gizi dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akutpada dewasa. Metode: Desain penelitian adalah observasional yang dilakukan dengan cara studi Case control.Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Populasi dimbil di Puskesmas Jagasatru KotaCirebon dengan sampel pasien yang menderita ISPA (80 sampel) maupun tidak menderita ISPA sebagai kontrol(80 sampel). Hasil: Setelah dilakukan uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan antara kondisi lingkungandengan kejadian ISPA (p=0,029), ada hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA (p=0,031).Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara kondisi lingkungan dan status gizi dengan kejadian ISPA.Kata Kunci: Kondisi Lingkungan, Status Gizi, ISPABackground: The prevalence of acute respiratory infection in developing countries around 98% in the generalpopulation. ARI is also the most common diseases in Cirebon and averaged into 5 biggest disease in the healthcenter in the city of Cirebon as much as 10.9%. One of them at the Puskesmas Jagasatru that the incidence ofrespiratory disease tops the list of the ten most common diseases in the working area due to many risk factorsfor the onset of ARI. Aim: The purpose of this study was to the correlation between environmental condition andnutritonal status in the incidence of acute respiratory infection among the adult. Methods: The study designwas observational and use of case control approach. Data were collected by interview using a questionnaire.Population taked from Puskesmas Jagasatru in Cirebon with patients suffering from ARI samples (80 samples)and does not suffer from ARI as a control (80 samples). Results: This study found there were tests found thatthere correlation between the incidence of acute respiratory infection environmental condition (p = 0,029),there was correlation between the incidence of acute respiratory infection nutritional status (p = 0,031).Conclusion: There was significant correlation between environmental condition and nutritional status with theincidence of acute respiratory infection.Ker words: Environmental condition, nutritonal status, acute respiratory infection
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI AUDIOVISUAL UNTUK OSCE (OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION) Risnandya Primanagara; M. Duddy Satrianugraha; Catur Setiya Sulistiyana
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi menjadi penunjang di era modern, termasuk di dunia medis dalam bidang pendidikan kedokteran. Dalam pendidikan kedokteran, Sistem Informasi  digunakan dalam membantu kelancaran pendidikan kedokteran, baik untuk pengajaran, pengujian hingga penilaian. Metoda pengujian dalam Pendidikan kedokteran salah satunya adalah OSCE (Objective Structured Clinical Examination). Pelaksanaan OSCE membutuhkan sumber daya yang besar. Sistem Informasi diintegrasikan dengan sistem audio visual diterapkan untuk meningkatkan efisiensi sumber dayanya didesain untuk pelaksanaan OCSE di fakultas Kedokteran Unswagati. Kemudian desain yang dibuat diujicobakan dalam lingkup sendiri dengan harapan bahwa penerapan Sistem Informasi terintegrasi audiovisual, menjadikan pelaksanaan OSCE  reliabel, valid dan efisien

Page 3 of 24 | Total Record : 236


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue