cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
Melanotic Neuroectodermal Tumour of Infancy (MNTI), atau Pigmented Neuroectodermal Tumour of Infancy Eddy Supriady; Nurbaiti Nurbaiti; Bambang Wijanarko
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melanotic neuroectodermal tumour of infancy (MNTI), atau Pigmented neuroectodermal tumour of infancy adalah kasus yang sangat jarang. Terjadi pada bayi baru lahir sampai tahun pertama kehidupan. Histogenesisnya belum diketahui. Pada sebagian besar kasus lokasi lesi adalah di maksila (70%) , kemudian pada daerah mandibula, cranium, cerebrum, dan genital. Sifatnya jinak, dengan rasio laki-laki dan perempuan 6:7
Perbandingan Efektivitas Ekstrak dan Fermentasi Buah Naga Merah Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) Pada Tikus Putih Yang Dibuat Hiperkolesterolemia Dadan Ramadhan Apriyanto; Coryna Frisqila
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Low density lipoprotein (LDL) merupakan jenis kolesterol berbahaya dan paling banyak terdapat di dalam darah. Modifikasi diet dapat dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol LDL salah satunya adalah mengonsumsi buah yang kaya antioksidan. Kandungan antioksidan buah naga merah lebih tinggi ketika di ekstrak atau di fermentasi. Penelitian ini membandingkan efektifitas ekstrak dengan fermentasi buah naga merah terhadap kadar kolesetrol LDL. Tujuan: Membuktikan adanya perbedaan efektifitas ekstrak dan fermentasi buah naga merah terhadap penurunan kadar kolesetrol LDL. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan pre and posttest control group design. Penelitian menggunakan enam kelompok, yaitu satu kelompok kontrol negatif, satu kelompok kontrol postif diberi simvastatin, kelompok perlakuan ekstrak buah naga merah 60mg/200gbb, kelompok perlakuan ekstrak buah naga merah 90mg/200gbb, kelompok perlakuan fermentasi buah naga merah 60/200gbb dan kelompok perlakuan ekstrak buah naga merah dosis 90mg/200gbb. Hasil: Kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan 1.2,3 dan 4 menunjukan perbedaan yang signikan dengan nilai p=0.000 (p<0.05). Rata – rata  penurunan antara kelompok ekstrak buah naga merah 60mg/200gbb (26,06mg/dl) dengan fermentasi buah naga merah (9,71mg/dl) dosis 60mg/200gbb memiliki perbedaan bermakna dengan p=0.000 (p<0.05), sedangkan Rata – rata penurunan antara kelompok ekstrak buah naga merah 90mg/200gbb (45,95mg/dl) dengan fermentasi buah naga merah dosis 90mg/200gbb (32,02mg/dl) memiliki perbedaan bermakna dengan p=0.000 (p<0.05). Simpulan: Ekstrak buah naga merah memiliki kemampuan menurunkan LDL tikus putih lebih efektif dibandingkan dengan fermentasi buah naga merah. Kata kunci: Ekstrak buah naga merah, fermentasi buah naga merah, kolesterol LDL  Background: Low density lipoprotein (LDL) is a type harmful cholesterol and most abundant in blood. LDL cholesterol can be scaled with plenty of antioxidant fruit. I choose red dragon fruit because it has a high antioxidant. Red dragon fruit extract and fermented red dragon fruit has a high antioxidant compared with red dragon fruit unprocessed. Objective: To have evidence different of effectiveness extract and fermented red dragon fruit on decrease of LDL cholesterol. Methods: Experimental research with pre and posttest control group design. This study used six groups, namely the negative control group, a positive control group were given simvastatin, the first treatment group was given a red dragon fruit extracts 60 mg, second treatment group was given a red dragin fruit extract 90 mg, third treatment group was given fermented red dragon fruit 60 mg, and the last treatment group were given fermented red dragon fruit 90 mg Results: The negative control group showed a significant decrease of LDL compared with the treatment group p=0.00 (p<0.05). the treatment group with extract red dragon fruit 60mg200gbb (26.06mg/dl) compared with the group with fermentation of red dragon fruit 60mg/200gbb (9.71mg/dl) showed a significant decrease of LDL p=0.00 (p<0,05).then the treatment group with extract red dragon fruit 90mg/200gbb (45.95mg/dl) compared with the group with fermentation of red dragon fruit 90mg/200gbb (32.02mg/dl) showed a significant decrease of LDL p=0.00 (p<0,05). Conclusion: Red dragon fruit extract had a greater effect than fermentation of red dragon fruit to decrease LDL level.  Keywords: Cholesterol LDL, fermented red dragon fruit, Red dragon fruit extract.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Penanganan Dismenore Dengan Perilaku Saat Dismenore (Studi Pada Siswi SMP Negeri 1 Sumber) Defa Rahmatun Nisa&#039;a; Destiyana Dirgantari
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Prevalensi dismenore di Indonesia cukup tinggi yaitu 60-70% dan 15 % diantaranya mengalami nyeri yang hebat dengan komplikasi syok dan penurunan kesadaran akibat penanganan yang salah, pada umumnya terjadi pada usia remaja dan dewasa. Pemahaman tentang menstruasi sangat diperlukan untuk dapat mendorong remaja mengambil sikap yang terbaik mengenai permasalahan reproduksi yang mereka alami yang berhubungan dengan menstruasi yaitu  dismenore. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang penanganan dismenore dengan perilaku saat dismenore pada siswi di SMPN 1 Sumber. Metode : Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional, populasi adalah siswi SMPN 1 Sumber yang sudah mengalami menstruasi. Jumlah sampel 96 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling Data diperoleh menggunakan kuesioner. Hasil : hubungan tingkat pengetahuan tentang penanganan dismenore dengan perilaku saat dismenore yang diuji menggunakan korelasi pearson diperoleh nilai ρ value = 0,000, dengan besar korelasi 0,681Simpulan : Karena ρ value < 0,05 artinya ada hubungan antara pengetahuan tentang penanganan dismenore dengan perilaku saat dismenore, sedangkan besar korelasinya termasuk ke dalam korelasi yang kuat antara pengetahuan tentang penanganan dismenore dengan perilaku saat dismenore di SMPN 1 Sumber Kabupaten Cirebon Tahun 2016. Semakin baik tingkat pengetahuan tentang dismenore, maka semakin baik pula perilaku saat dismenore.Kata Kunci  : Dismenore, Pengetahuan, PenangananABSTRACTBackground: The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is quite high, 60-70% and 15% of them experienced severe pain with complications of shock and loss of consciousness due to incorrect handling, generally occurs in adolescence and adulthood. An understanding of menstruation is necessary so that teenagers could handle their respective problems which associated with dysmenorrheal in the right way. Objective: To analyze the relationship of knowledge about the handling of dysmenorrhea treatment dysmenorrhea in adolescent girls in SMP N 1 Sumber. Method: it was an analytical research with cross-sectional design, using sample of 96 respondents using total sampling techniques sampling, Data were obtained using a questionnaire . Results: the relation between the knowledge of dysmenorrhea with the behavior when dysmenorrhea was analyze using the pearson test with ρ value = 0,000, and the correlation  0,681 Conclusion: There was a positive correlation between knowledge about the handling of dysmenorrhea with the behavior when dysmenorrhea in SMP Negeri 1 Sumber Cirebon 2016. Keywords: Awareness, Dysmenorrhea, Treatment
Hubungan antara Akseptabilitas X-Ray Servikal Lateral dengan Tingkat Kesadaran dari Pasien Cedera Kepala di RS Hasan Sadikin Taufan Herwindo Dewangga; Venansius Herry Perdana Suryanta; Herry Herman
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LATAR BELAKANG Fraktur, subluksasi dan dislokasi servikal sering luput akibat dari gambaran xray servikal yang tidak adekuat sehingga pentingnya memahami korelasi antara akseptabilitas x-ray servikal lateral dengan tingkat kesadaran dari pasien-pasien cedera kepala adalah agar dapat menghindari hasil xray servikal lateral yang tidak adekuat, terutama pada pasien cedera kepala. Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui hubungan antara akseptabilitas x-ray servikal lateral dengan tingkat kesadaran dari pasien-pasien cedera kepala METODE Analisa retrospektif pada pasien-pasien trauma yang datang ke RS Hasan Sadikin pada periode waktu Januari 2016 – Januari 2017. Akseptabilitas dari x-ray servikal lateral berdasarkan tampaknya dari seluruh tulang servikal dan celah C7-T1. Pasien-pasien cedera kepala dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan skor GCS (Ringan, sedang, dan berat). Hubungan antara akseptabilitas hasil x-ray servikal dengan tingkat kesadaran pasien diukur menggunakan tes Chi-square dengan SPSS 24 untuk Windows. HASIL Terdapat 137 sampel, dengan dominasi laki-laki (78.50%) dan rerata usia 44 tahun. Pasien umumnya memiliki GCS > 13 (76 pasien). X-ray servikal lateral yang akseptabel sebanyak 39 (28% dari seluruh kasus cedera kepala; ringan (35) 90%, sedang (4) 10% dan berat (0) 0%. X-ray servikal lateral yang tidak akseptabel sebanyak (98) 72%; ringan (76) 78%, sedang (19) 19% dan berat (3) 3%. SIMPULAN Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara akseptabilitas x-ray servikal lateral dengan tingkat kesadaran pasien cedera kepala (p=0.072) pada penelitian ini. Beberapa faktor seperti kesalahan teknis saat pemeriksaan radiografi dan keberagaman postur pasien mungkin berperan.Kata Kunci:  Xray Servikal Lateral, Akseptabilitas, Cedera Kepala, Tingkat Kesadaran BACKGROUND Cervical fractures, subluxation and cervical dislocation are often missed due to inadequate cervical xray images, thus the importance of understanding the correlation between acceptability of the lateral cervical x-ray with the level of awareness of head injury patients is to avoid the results of inadequate cervical xray, especially in patients with head injuries. The purpose of this study was to determine the relation between acceptability of lateral cervical x-ray with the level of awareness of head injury patients METHODS Retrospective analysis in trauma patients who came to Hasan Sadikin Hospital in the period of January 2016 - 2017. Acceptability of x-ray Lateral cervical based on the view of the entire cervical bone and C7-T1 space. Head injury patients were divided into 3 groups based on GCS scores (mild, moderate and severe). The relation between acceptability of lateral cervical x-ray with the level of awareness of head injury patients was measured using the Chi-square test with SPSS 24 for Windows. RESULTS There were 137 samples, with male dominance (78.50%) and average age of 44 years. Patients generally have GCS> 13 (76 patients). Acceptable lateral cervical x-rays are 39 (28% of all cases of head injury; mild (35) 90%, moderate (4) 10% and severe (0) 0%. Non-acceptable lateral cervical x-rays (98) 72%; mild (76) 78%, moderate (19) 19% and severe (3) 3% CONCLUSION There is no significant correlation between acceptability of lateral cervical x-ray with the level of awareness of head injury patients (p = 0.072) on this study: Several factors such as technical errors during radiographic examination and diversity of patient postures may play a role.Keywords: Lateral Cervical Xray, Acceptability, Head Injury, Level of Awareness
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Akseptor Kb Dalam Pemilihan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Atau 1 Bulan Deni Wirhana Surjono; Nurhidayah Nurhidayah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Banyak alat kontrasepsi yang dipakai saat ini dan salah satunya adalah kontrasepsi hormonal suntikan yaitu suntik tiga bulan atau suntik satu bulan. Berbagai faktor yang menentukan dalam pemilihan kontrasepsi suntik tersebut diantaranya yaitu faktor pasangan, faktor kesehatan, faktor metode kontrasepsi dan kondisi ibu menyusui bayi usia 0-24 bulan. Metode: Penelitian ini  menggunakan survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dan menggunakan teknik sampel total sampling pada  akseptor KB di Bidan Praktek Swasta. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah umur, pendidikan, pengetahuan, dukungan suami, efek samping, riwayat haid, biaya, riwayat kesehatan, dan usia bayi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pemilihan kontrasepsi suntik tiga bulan atau satu bulan. Hasil: Hasil penelitian diketahui bahwa faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan jenis KB suntik yaitu, umur (p=0.031) (OR=12,6), pengetahuan (p=0.026) (OR=17,3), dukungan suami (p=0.016) (OR=24,5), pengalaman buruk (p=0.022) (OR=13), riwayat haid (p=0.031) (OR=12,6), biaya  (p=0.011) (OR=21,6), riwayat kesehatan (p=0.037) (OR=10,5), usia bayi (p=0.022) (OR=13). Faktor yang tidak berpengaruh terhadap pemilihan jenis KB suntik yaitu pendidikan (p=0.731) dan efek samping (p=0.214). Faktor yang paling dominan mempengaruhi pemilihan jenis KB suntik yaitu dukungan suami dengan (p=0,008) OR (0.005), biaya dengan (p=0,016) OR (0.012)  dan usia bayi dengan (p=0,026) OR (0.024). Untuk kesesuaian pemilihan jenis KB suntik 38 responden sesuai, dan 14 responden tidak sesuai Kesimpulan: Ada pengaruh faktor umur, pengetahuan, dukungan suami, pengalaman, riwayat haid, biaya riwayat kesehatan, dan usia bayi terhadap pemilihan jenis KB suntik. Faktor pendidikan dan efek samping tidak mempengaruhi pemilihan jenis KB suntik. Faktor yang paling dominan mempengaruhi pemilihan jenis KB suntik yaitu dukungan suami, biaya dan usia bayi. Pemilihan jenis kontrasepsi suntik yang digunakan akseptor KB secara garis besar sudah sesuai.Kata Kunci: akseptor KB, faktor pasangan, faktor kesehatan, faktor metode kontrasepsi, bayi usia 0-24 bulan, suntikan satu bulan  atau tiga bulan.ABSTRACT Background : Many contraceptives are use and one of them is a hormonal contraceptive injection that is three month injection or  one month injection. Various factors are decisive in the selection of the injection contraceptive them among which factor pair, health factors, factors of contraceptive methods and conditions lactating mothers of infants aged 0-24 months. Methods: The study used survey research analytic and cross-sectional study design and total sample using sampling technique acceptor  injection who did  in private  practice midwife. The independent variables in this study are age, knowledge, education, husband, support side effects, menstrual history, costs, medical history, and age of the baby . The dependent variable in this study is the selection of injection contraceptives three month or one month.  Results: The results reveal that the factors that influence the choice of injections is, age (p=0.031) (OR=12,6), knowledge (p=0.026) (OR=17,3), support the husband (p=0.016) (OR=24,5), bad experience (p=0.022) (OR=13), menstrual history (p=0.031) (OR=12,6), costs (p=0.011) (OR=21,6), medical history (p=0.037) (OR=10,5), age infants (p=0.022) (OR=13). Factors that do not affect the selection of the injections of education (p=0.731) and side effects (p=0.214). The most dominant factor influencing the choice of injections is her husband support with (p=0,008) (OR=0.005),cost  with (p=0,016) (OR=0,012) and infant age with (p=0,026) OR (0.024). For the selection of conformity inject 38 respondents fit, and 14 respondents did not fitConclusion: There is the influence of the age,knowledge, husband support, experience, menstrual history, the cost, medical history and the age of the baby on the choice of injections. Educational factors and side effects do not affect the choice of injections. The most dominant factor influencing the choice of injections that her husband support, cost and infant age. Family  acceptors use injection contraceptive is appropriate to plan.Keywords: family planning acceptor, factor pair, health factors and factors of contraceptive methods, infants aged 0-24 months, one month injection contraceptive or three month injection contraceptive.
Hubungan Pengetahuan Gerakan 3m Plus dengan Densitas Larva Aedes aegypti di Desa Kedungjaya Kedawung Cirebon Pahmi Budiman Saputra Basyir; Idrus Fauzan Irfani
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit demam berdarah dengue di Indonesia cenderung semakin meningkat jumlah penderita serta semakin meluas penyebarannya dengan meningkatnya mobilitas kepadatan penduduk. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi peningkatan kasus demam berdarah dengue dan yang paling utama dengan memberdayakan masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M plus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gerakan 3m plus dengan dengan densitas larva Aedes aegypti. Metode:  Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. teknik pengambilan sampel adalah sampel acak sederhana dengan jumlah 88 responden. Uji statistik menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar tingkat pengetahuan responden  adalah sedang (45.5%), tingkat pengetahuan baik (22.7%) dan tingkat pengetahuan kurang (31.8) sedangkan untuk tingkat densitas dengan kepadatan sedang (63.6%) dan kepadatan rendah (36.4%). Berdasarkan hasil uji korelasi diperoleh hasil p value=0.034 dan Rs= -0.23 dimana semakin tinggi tingkat pengetahuan maka semakin rendah densitas larva aedes aegypti. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan gerakan 3M plus dengan densitas larva aedes aegypti.Kata Kunci: Gerakan 3M plus, Densitas Aedes aegypti, Demam berdarah dengue Backgound: Dengue hemorrhagic fever in Indonesia sufferer are increasing and spreading widely along with the intensity of people population. Some effort has been done to decrease the number of dengue hemorrhagic fever and the most important thing is to make the people join into the mosquito breeding eradication by doing 3M plus. Objective: This study intent on to know relationship between knowledge of 3M plus activity and the density of Aedes aegypti larva. Method: The method of this study is an observational analytic with the cross sectional design, this study used simple random sample as technique of selected sample with 88 the number of respondent. The statistic test used Spearman’s rho. Result: The result of this study show the level of respondent’s information are: medium (45,5%),  good (22,7%), and low (31,8%) whereas for the level density of mosquito are: middle (63,6%) and low (36,4%). Based on the result of correlation test, the p value=0.034 and Rs= -0.23. Conclusion: There is relationship between knowledge of 3M plus activity and density of Aedes aegypti larva.Keyword: 3M plus , Density of Aedes aegypti, Dengue hemorrhagic fever.
Pengaruh Tingkat Pengetahuan tentang Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 dan Sosial Ekonomi Terhadap Gaya Hidup Penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Jalan Kembang Kota Cirebon Isma Aulia Gustawi; Dini Norviatin; Ricardi W Alibasyah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu dari empat prioritas Penyakit Tidak Menular (PTM). World Health Organization (WHO) memprediksi adanya peningkatan jumlah penyandang DM yang menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Sample Registration Survey (SRS) 2014 menyatakan DM menempati peringkat ke dua dari 10 penyebab kematian di Indonesia. Penelitian sebelumnya menyatakan tingginya jumlah penderita DM yang akhirnya mengakibatkan kematian antara lain disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakat, untuk itu penelitian ini ditujukan untuk melihat apa saja yang mempengaruhi gaya hidup penderita DM. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan tentang DM tipe 2 dan sosial ekonomi terhadap gaya hidup penderita DM tipe 2 di Puskesmas Jalan Kembang Kota Cirebon. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 119 pasien DM tipe 2 di Puskesmas Jalan Kembang Kota Cirebon dengan menggunakan consecutive sampling. Hasil : Hasil uji koefisien antara tingkat pengetahuan dan gaya hidup adalah p=0,000, pendidikan dan gaya hidup adalah p=0,046, pekerjaan dan gaya hidup p=0,031, pendapatan dan gaya hidup adalah p=0,045. Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukan bahwa pengetahuan (OR:8,708) berpengaruh kuat terhadap gaya hidup penderita DM tipe 2 Simpulan : Tingkat pengetahuan tentang DM tipe 2 dan sosial ekonomi berpengaruh terhadap gaya hidup penderita DM tipe 2 di Puskesmas Jalan Kembang Kota Cirebon.Kata Kunci : Tingkat pengetahuan tentang DM tipe 2, Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan, Gaya Hidup penderita DM tipe 2 ABSTRACT Introduction: Diabetes Melitus (DM) is one of the four priorities for Non- Communicable Diseases. World Health Organization (WHO) predicts an increase in the number of people with DM which is one of the global health threats. Sample Registration Survey (SRS) 2014 stated that DM was ranked second out of 10 causes of death in Indonesia. previous research have shown that the high number of people with diabetes mellitus, which ultimately resulted in death, among others, was caused by changes in people's lifestyles, by this reason the research was aimed for looking at  what affected the lifestyle of people with DM type 2.Aim : To analyze the influence of the knowledge level of DM type 2 and social economy towards DM type 2 lifestyle at Public Health Center Jalan Kembang Cirebon city.Method : The research used observational analytic with cross-sectional design. Sampling technique by consecutive sampling of 119 DM type 2 patients in Public Health Center Jalan Kembang Cirebon city. Result : The result of coefficient test showed that there was significant correlation (p<0.05) between knowledge level of DM type 2, education, work and revenue with DM type 2 lifestyle. Multivariate analysis with logistic regression showed that knowledge level of DM type 2 (OR:8,708) had the strongest influence on DM type 2 lifestyle.Conclusion : the influence of the knowledge level of DM type 2 and social economy towards DM type 2 lifestyle at Public Health Center Jalan Kembang Cirebon city.Keywords : Knowledge level, Education, Work, Revenue, Lifestyle
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keluarga Pasien Tuberkulosis Paru dengan Upaya Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kesunean dan Pegambiran Kota Cirebon Catur Setiya Sulistiyana; Susi Susanti
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Prevalensi penyakit TB semakin meningkat tercatat di Puskesmas Kesunean pada tahun 2013 sebesar 1,5% dan di Kelurahan Pegambiran angkat kejadian Tuberkulosis paru tinggi. Hal ini terjadi karena upaya pencegahan TB paru belum dilaksanakan secara maksimal.  Tujuan  : Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga Paien TB paru terhadap upaya pencegahan penyakit tuberkulosis.  Metode Penelitian: Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel dalam penelitian ini adalah 32 keluarga pasien TB paru yang berada di wilayah puskesmas Kesunean dan Pegambiran yang didapat dengan teknik simple random sampling . Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan mengisi kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi spearman dan uji regresi logistic Hasil : Analisis univariat menunjukan bahwa pengetahuan cukup didapatkan 17 responden (53,1%), sikap cukup 20 responden (62,5%) dan upaya pencegahan baik 23 responden (71,9%). Analisis bivariat dengan uji korelasi spearman. pada taraf kepercayaan 95%, pengetahuan memiliki hubungan dengan upaya pencegahan penyakit tuberkulosis (p= 0,010) dengan Correlation Coefficient : 0,446, sikap memiliki hubungan dengan upaya pencegahan penyakit tuberkulosis (p= 0,019) dengan Correlation Coefficient : 0,414. Analisis multivariat dengan analisis regresi logistik di dapatkan bahwa variabel yang paling mempengaruhi upaya pencegahan penyakit TB adalah pengetahuan dengan nilai p= 0,040 dengan nilai (OR = 0,096).Kesimpulan : Semakin baik pengetahuan dan sikap keluarga pasien TB paru maka akan semakin baik pula upaya pencegahannya.Kata Kunci :Pengetahuan, Sikap dan Upaya Pencegahan Penyakit TB  Background : Tuberculosis (TB) is an infection disease which it caused by Mycobacterium tuberculosis. Prevalence increased in 2013 at Kesunean primary health care reported 1,5% cases and also at  Pegambiran. This happen doe to the prevention hasn’t done optimally by citizen from Kesunean dan Pegambiran district. Purpose : The purpose of this research was determine the relationship of the level of knowledge and family TB patient’s attitudes due the effort from prevention tuberculosis disease. Methods       : This research is quantitative analysis with cross sectional design. The sample of this research was 32 respondents (family TB patient’s) from Kesunean region and Pegambiran primary health care with simple random sampling. The instruments use a questionnaire with deep interview. Bivariat Analysis used is Spearman Correlation Test and Ordinal Regression.  Result : The result of univariat analysis showed 17 respondents ( 53,1%) of have enough knowledge about the prevention of TB,  20 respondents (62,5%) of  have  enough attitude about the prevention of TB and 23 respondents(71,9%) have good effort  of preventing TB disease. Bivariat analysis with Spearman Correlation Test with 95% confidence level, the result found that there a relationship between knowledge and the prevention of TB (p = 0.010) with Correlation Coefficient = 0, 446, and there were a relationship between family TB patient’s attitude and (p = 0.019) with Correlation Coefficient: 0,414. The multivariate analysis with logistic regression showed that variables that most influence the prevention of TB disease is knowledge with (p=0,040) with (OR=0,096). Conclusion : the better of knowledge level and family tuberculosis patient attitude, the better of family’s effort about preventing tuberculosisKeywords: Knowledge, Attitude and Prevention Tuberculosis Disease 
Hubungan Pencahayaan, Jarak dan Lamanya Paparan Cahaya Komputer Terhadap Visus Konsumen di Penyedia Jasa Warung Internet (Warnet) di Wilayah Kabupaten Kuningan Asep Anang Surya; Risnandya Primanagara; Thysa Thysmelia Affandi
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Istilah “penglihatan kurang” mencakup suatu kisaran yang luas. Seseorang dengan tahap dini penyakit mata mungkin memiliki penglihatan mendekati normal, selebihnya mungkin mengalami penurunan penglihatan yang sedang hingga berat. Kehidupan manusia saat ini nampaknya sudah tidak dapat lagi dilepaskan dari teknologi, khususnya Komputer. Bahkan, banyak peralatan berbasis komputer saat ini yang umum digunakan dan dimiliki oleh masyarakat, misalnya personal data assistant (PDA), Global Position System (GPS), mobile computer (desktop, laptop), mobile phone (HP), translator, dan sebagainya.Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pencahayaan, jarak dan lamanya paparan cahaya terhadap visus.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Gamma.Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara lamanya paparan dengan visus (P Value = 0,018). Sedangkan untuk pencahaan tidak terdapat hubungan dengan visus (P Value = 0,614) dan jarak juga tidak menunjukkan adanya hubungan dengan visus secara signifikan. (P Value = 0,181). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara lamanya paparan dengan visus. (P Value < 0,05)Kata Kunci: Pencahayaan, Jarak, Lamanya paparan, VisusABSTRACTBackground: The term "poor vision" covers a wide range. A person with an early stage of eye disease may have near normal vision, the rest may experience moderate to severe visual impairment. With human life today seems to have been unable to be released from technology, especially computers. In fact, many computer-based equipment today is commonly used and owned by the public, such as personal data assistant (PDA), Global Position System (GPS), mobile computer (desktop, laptop), mobile phone, translator.Aim: This study aim to determine the correlation between lighting, distance, and duration of computer light exposure with consumer visus.Method: The study was an analytic observational with cross sectional design. The method for sample determination was using purposive sampling. Data analysis was using Gamma.Result: The research result showed there is a correlation between duration of computer light exposure with consumer visus (P Value = 0,018), while lighting (P Value = 0,614) and distance (P Value = 0,181) has no correlation.Conclusion: There is a correlation between duration of computer light exposure with consumer visus (P Value< 0,05), while lighting and distance has no correlation.Keywords: Lighting, Distance, Exposure duration, Visus
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Mengenai Hipertensi dengan Kepatuhan Diet Pasien Hipertensi di Puskesmas Jagasatru Kota Cirebon Aris Sunaryo; Novi Auliani Afiffah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup dominan dan perlu mendapatkan perhatian sebab angka prevalensinya yang tinggi. Faktor penyebab hipertensi dapat terjadi karena pola makan yang salah. Kepatuhan diet adalah suatu aturan perilaku yang disarankan oleh tenaga kesehatan terhadap diet yang dilaksanakan, kepatuhan pasien merupakan faktor utama penentu keberhasilan dalam suatu terapi. Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap pasien hipertensi atas kepatuhan menjalankan diet hipertensi di Puskesmas Jagasatru Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan deskriptif dengan metode penelitian cross-sectional. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 115 orang yang diambil pada bulan Februari 2016 dan hasilnya di uji analisis menggunakan  Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan mengenai hipertensi dengan kepatuhan diet hipertensi (p<0,05) dengan sifat korelasi positif 0,548. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat sikap terhadap hipertensi dengan kepatuhan diet hipertensi (p<0,05) dengan sifat korelasi positif 0,654. Semakin tinggi tingkat pengetahuan dan sikap, maka akan semakin tinggi pula kepatuhannya dalam menjalankan diet hipertensi.Kata Kunci: hipertensi, kepatuhan diet hipertensi, pengetahuan, sikap. ABSTRACT Hypertension is one of the dominant health issues and requires attention due to high prevalence. One of the causing factors of hypertension is bad diet. Adherence to strict diet is usually recommended by medical professional and adhering to a healthy diet is a key to success in treating hypertension. This study was conducted to analyze the level of knowledge and attitude of hypertensive patients towards adhering to healthy anti-hypertensive diet at Jagasatru public health center. The study was a quantitative study with descriptive design and cross sectional approach. The sample involved in the study was 115 patients recruited during February 2016 dan the result was analyzed using Spearman Rank analysis. The study showed that there was a significant correlation between level of knowledge and adherence to the anti-hypertensive diet (p<0.05) with a positive correlation of 0.654. In conclusion, the higher the level of knowledge and attitude, the higher the adherence to anti-hypertensive diet.Key words: hypertension, adherence to anti-hypertensive diet, knowledge, attitude 

Page 5 of 24 | Total Record : 236


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue