cover
Contact Name
Acep Aripudin
Contact Email
staialfalah19@gmail.com
Phone
+6222-7948748
Journal Mail Official
staialfalah19@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kapten Sangun No.6, Panenjoan, Bandung, Jawa Barat 40395
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS)
ISSN : 00000000     EISSN : 27155374     DOI : -
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dengan tema kajian keislaman pendekatan sejarah, sosial, budaya, pendidikan, sains, politik dan ekonomi dan kajian Quran. AJIQS menerapkan sistem Double Blind Peer Review dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Cicalengka Bandung dua kali terbit setiap tahunnya. Tujuan AJIQS untuk memfasilitasi dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel dari para peneliti dalam maupun luar negeri. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, Indonesia atau Arab yang mengacu pada aturan penulisan yang dijadikan pijakan AJIQS.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2022): Asyahid" : 5 Documents clear
Religious Relations on Social Media: Hadith Verification, Hoax News and Forward Quote of Religious Advice Saebani, Beni Ahmad; Gunawan, Adib
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 4 No. 2 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays there is a phenomenon, where there is news or chain reports circulating in the media whose truth is invalid. This invalidity can be in the form of content that is not in accordance with the original, whether in the form of what, where, when, and who was involved in the reporting. Not only that, sometimes the title seems to have bias in it. This is from the side of the news source. It doesn't stop there, in terms of people's behavior it also shows its own uniqueness, namely that they easily pass on the news without first checking and checking the truth of the news. Finally, the invalid news, which we call a hoax, spread very quickly via FB, Twitter, IG, WAG, etc. How Islamic caution first used to verify and convey news. Apart from that, we will also invite readers to see the method of practicing good and evil, preaching in accordance with the recommendations of religious scholars based on the Koran and Alhadist. The results obtained are that passing on religious content advice on social media is not as easy and simple as the intention to preach and preach good and evil, because in it there are religious boundaries that must be taken into account, including whether the religious content is valid or not, and the party giving advice has done so or not. Keywords: Hoax, Islam, social media   Abstrak Dewasa ini ada fenomena, di mana ada berita atau kabar berantai yang beredar di media yang kebenarannya tidak sahih. Tidak sahih tersebut bisa dalam bentuk isi yang tidak sesuai dengan aslinya, baik berupa apa, di mana, kapan, dan siapa yang terlibat dalam pemberitaan tersebut. Tidak hanya itu, terkadang judul yang dibuat terkesan ada bias di dalamnya. Ini dari sisi sumber berita. Tidak berhenti di situ, dari sisi perilaku masyarakat juga memperlihatkan keunikan tersendiri, yaitu dengan mudahnya meneruskan berita tersebut tanpa terlebih dahulu memberikan cek dan ricek akan kebenaran berita tersebut. Akhirnya, berita yang tidak sahih tersebut yang kita sebut sebagai hoax tersebar begitu cepatnya menyebar via FB, twitter, IG, WAG, dan lain-lain. Bagaimana kehati-hatian Islam pertama dulu memverifikasi dan menyampaikan berita. Selain itu kami juga akan mengajak pembaca untuk melihat bagaimana metode dalam beramar ma’ruf nahi munkar, berdakwah yang sesuai dengan anjuran dari para alim ulama berdasarkan Alquran dan Alhadist. Diperoleh hasil bahwa meneruskan nasihat-nasihat konten agama dalam media sosial tidak semudah dan sesederhana dengan alasan niat untuk berdakwah dan beramar ma’ruf nahi munkar, karena di dalamnya ada batas-batas agama yang harus diperhatikan, diantaranya adalah konten agama tersebut sahih atau tidak, dan pihak yang memberi nasihat sudah melakukan atau belum. Kata kunci: Hoaks, Islam, media sosial
Disorientation of Religious Sacred Values in Religious Content on Youtube Kuswana, Dadang; Rohendi, Leon
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 4 No. 2 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/ajiqs.v4i2.1

Abstract

Religious content on YouTube is increasingly popular and provides an opportunity for individuals and organizations to spread religious teachings and practices to a global audience. However, this platform has the potential risk of disorienting religious sacred values. This article aims to identify the factors that cause disorientation of religious sacred values in religious content on YouTube. A literature study with a qualitative approach was carried out to analyze the content of several religious contents selected purposively from YouTube. The article shows that commercialization, violence and extremism give rise to an attitude of indifference to the social and cultural context, and a lack of knowledge about religion (permissiveness) is the cause of disorientation and desacralization of religious values in religious content on YouTube. The role of producers who produce, consume and publish religious content is central in avoiding the production of religious content that has the potential to trigger conflict and tension between people of different religions. Keywords: value disorientation, religious sacredness, religious content, Youtube   Abstrak Konten keagamaan di Youtube semakin populer dan memberikan kesempatan bagi individu dan organisasi untuk menyebarkan ajaran dan praktik keagamaan pada audiens global. Namun, platform itu memiliki potensi risiko terjadinya disorientasi nilai-nilai sakralitas agama. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya disorientasi nilai-nilai sakralitas agama pada konten keagamaan di Youtube. Studi literatur dengan pendekatan kualitatif dilakukan guna menganalisis konten terhadap beberapa konten keagamaan yang dipilih secara purposive dari Youtube. Dalam artikel ditunjukkan bahwa komersialisasi, kekerasan dan ekstremisme menimbulkan sikap tidak peduli terhadap konteks sosial dan budaya, dan kurangnya pengetahuan tentang agama (permisif) menjadi sebab terjadinya disorientasi dan desakralisasi nilai-nilai agama pada konten keagamaan di Youtube. Peran produsen yang memproduksi, mengonsumsi, dan memublikasikan konten-konten agama menjadi sentral posisinya dalam menghindari produksi konten-konten agama yang berpotensi memicu konflik dan ketegangan antarumat berbeda agama. Kata kunci: disorientasi nilai, sakralitas agama, konten keagamaan, Youtube
Equality Between Muslims and Christians in Tolerant Inter-Religious Dialogue in Bekasi Aripudin, Acep; Firdaus, Luthfi Riza
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 4 No. 2 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/ajiqs.v4i2.2

Abstract

Indonesian society is known as a plural, plural and heterogeneous society. This heterogeneity is manifested by the many ethnicities, cultures, religions, and customs. This pluralism places Indonesia as a conflict-prone society as well as a portrait of harmony between people of different religions. This article constructs the effectiveness of equality in dialogue between Islam and Christianity in realizing harmonious and equal relations between people of different religions through tolerant dialogue between Islam and Christianity. The practice of equality in this dialogue can be seen in the process of interaction and communication between Muslims and Christians in Kampung Sawah Bekasi in realizing a harmonious life despite different beliefs. Tolerant dialogue is carried out at moments of hospitality and religious events, such as sharing at Eid and Christmas events. Keywords: Equality, Islam, Christianity, Tolerant Dialogue   Abstrak Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang plural, majemuk, dan heterogen. Heterogenitas tersebut berwujud dengan banyaknya etnis, budaya, agama, dan adat istiadat. Kemajemukan tersebut menempatkan Indonesia sebagai masyarakat yang rentan konflik sekaligus potret kehidupan harmoni antarumat berbeda agama. Artikel ini mengontruksi efektivitas kesetaraan dalam dialog di antara Islam dan Kristen dalam mewujudkan relasi antarumat berbeda agama yang harmoni, dan setara melalui dialog yang toleran antara Islam dan Kristen. Praktik equality dalam dialog tersebut nampak pada proses interaksi dan komunikasi antara umat Islam dan Kristen di Kampung Sawah Bekasi dalam mewujudkan kehidupan harmonis meskipun berbeda keyakinan. Dialog toleran dilakukan pada momen-momen silaturahmi dan event keagamaan, seperti saling berbagi pada acara Lebaran dan Natal. Kata Kunci: Equality, Islam, Kristen, Dialog Toleran
Religious Aggressiveness In Scales of Interfaith Communication Rosyad, Rifki; Iskandar, Amin Rais; Mamin, Mamin
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 4 No. 2 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aggressive behavior (aggressiveness) often appears to trigger conflicts between religious communities. Conflicts occur that are triggered by aggressive attitudes in verbal and nonverbal forms. The response to uncontrolled verbal aggressiveness increases in the form of physical aggressiveness and/or nonverbal communication. This article aims to reveal and analyze how to control aggressive behavior in relationships between different religions between Muslims, Jews and Christians. Referring to the results of the review, it shows that one effective way to control aggressive behavior is through implementing inter-religious dialogue and giving punishment as a consequence of this aggressive attitude. The results of the analysis also show the importance of improving the image of religion from hostility, disputes and disputes that lead to conflict between people of different religions through a cross-cultural communication approach. Keywords: aggressiveness, religious conflict, interfaith communication   Abstrak Perilaku agresif (agresivitas) seringkali muncul menjadi pemicu konflik antar umat beragama. Konflik terjadi muncul dipicu oleh sikap agresif dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Respon atas agresivitas verbal tersebut yang tidak terkontrol meningkat pada bentuk agresivitas fisik, dan atau komunikasi nonverbal. Artikel ini bertujuan mengungkap dan menganalisis bagaimana mengendalikan perilaku agresif dalam relasi kehidupan berbeda agama antara Islam, Yahudi, dan Kristen. Mengacu pada hasil review menunjukkan bahwa salah satu cara efektif dalam mengendalikan perilaku agresif melalui pelaksanaan dialog antarumat beragama serta memberi hukuman (punishment) sebagai konsekuensi sikap agresif tersebut. Hasil analisis juga menunjukkan pentingnya memperbaiki citra agama dari permusuhan, perselisihan dan pertikaian yang menjurus pada konflik antarumat berbeda agama melalui pendekatan komunikasi lintas budaya. Kata Kunci: agresivitas, konflik agama, komunikasi lintas agama
Jihad: Meaning, Essence, and Contextualization of Revolutionary Experience Hadratussyaikh K.H. Hasyim Ash'ari Taufiqurrohman, Muhammad; Islami, Aprilia Nur; Muhaemin, Muhaemin; Hasanah, Sri Nur
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 4 No. 2 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The term jihad has various meanings, not only connoting the meaning of "physical movement" and homogeneity. However, it can be meaningful according to the context of social and mental change, both evolution and revolution. The socio-political and ideological context therefore greatly influences the meaning of jihad which has implications for behavior and actions, such as its relationship with fighting for human rights and freedom. In this article, it is concluded that jihad (struggle) is one of the three important components according to Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy'ari. First, the momentum of the Netherlands and its status as a non-Muslim who wants to control Indonesia after declaring independence. Second, Hadratussyaikh's extensive mass mobilization structure, both official and unofficial. Third, framing dissatisfaction with the presence and policies of the Netherlands with the belief that maintaining independence is part of jihad fi sabilillah as well as a spirit of da'wah that is equivalent to revolution. Keywords: Da'wah, Social Change, jihad fi sabilillah, revolution   Abstrak Istilah jihad memiliki makna beragam, bukan hanya berkonotasi makna “gerakan fisik” dan homogen. Namun, dapat bermakna sesuai konteks perubahan sosial maupun mental, baik evolusi maupun revolusi. Konteks sosio-politik maupun ideologi karenanya sangat mempengaruhi makna jihad yang berimplikasi pada perilaku dan tindakan, seperti hubungannya dengan memperjuangkan hak-hak asasi dan kemerdekaan manusia. Pada artikel ini, disimpulkan bahwa jihad (perjuangan) menjadi salah satu dari tiga komponen penting menurut Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari. Pertama, momentum Belanda dan statusnya sebagai non-muslim yang ingin menguasai Indonesia pasca memproklamasikan kemerdekaan. Kedua, struktur  mobilisasi massa Hadratussyaikh yang luas, baik yang resmi maupun tidak resmi. Ketiga, framing ketidakpuasan terhadap kehadiran dan kebijakan Belanda dengan berkeyakinan bahwa mempertahankan kemerdekaan merupakan bagian dari jihad fi sabilillah sekaligus spirit dalam dakwah yang disetarakan dengan revolusi. Kata Kunci: Dakwah, Perubahan Sosial, jihad fi sabilillah, revolusi

Page 1 of 1 | Total Record : 5