cover
Contact Name
Ahmad Fatah
Contact Email
fatahkudus1@gmail.com
Phone
+6281228228123
Journal Mail Official
fatahkudus1@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Kudus Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Telp. (0291) 432677 Fax. (0291) 441613 Kudus 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian
ISSN : 16936019     EISSN : 24776580     DOI : 10.21043/jp
Core Subject : Religion,
Focus: Jurnal Penelitian fokus pada penyediaan artikel ilmiah sosial keagamaan berbasis pada tema-tema yang berkembang yang hadir melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. Scope: Jurnal Penelitian mengkhususkan diri dalam studi sosial keagamaan, yang meliputi islamic studies, tarbiyah, syariah, ushuluddin, dakwah, sosiologi agama, antropologi agama, serta disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan disiplin keagamaan.
Articles 329 Documents
PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM (Konsep Pendidikan Hadhari) Bashori, Bashori
Jurnal Penelitian Vol 11, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v11i1.2031

Abstract

AbstrakPersoalan pendidikan islam sedari dahulu hingga sekarang menjadi kajian sosial yang menarik untuk tetap dikaji. Persoalan relevansi pendidikan islam, kurikulum pendidikan islam, hingga dikotomi pendidikan menjadi hal yang masih eksis dalam kajian akademik. Salah satu peran dalam melihat banyaknya persoalan tersebut, maka diperlukan pembaharuan strategi pendidikan yang membumi, dan untuk melakukan pembaharuan pendidikan Islam diperlukan paradigma pendidikan yang mampu mengarahkan pada tujuan dan sasaran pendidikan Islam. Islam sendiri tidak mengenal adanya dikotomi. Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber umat Islam telah memberikan penjelasan yang lugas adanya ilmu pengetahun (Science) dan pemahaman agama secara baik. Masalah dikotomi keilmuan pun menjadi persoalan yang tidak pernah habisnya diperdebatkan dalam pendidikan Islam. Dari uraian tersebut, secara fundamental pendidikan hadhari adalah pendidikan yang berupaya membangkitkan kembali spirit keilmuan Islam yang integratif tanpa dikotomi dengan menginternalisasikan prinsip-prinsip wahyu dan etika Islam tentang  pendidikan. Ketiga entitas yaitu hadharah al-nash, hadharah al-falsafah dan hadharah al-‘ilm adalah entitas yang tidak dapat berdiri sendiri.  Hadharah al-nash tidak bisa berdiri sendiri tanpa hadharah al-‘ilm dan  hadharah al-falsafah dan sebaliknya. Relevansi pendidikan hadhari dengan permasalahan pendidikan Islam saat ini adalah pendidikan Islam harus mampu menginternalisasikan sumber nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis dalam melihat permasalahan kontemporer sebagai landasan penyelesaian pendidikan Islam.Kata Kunci: Paradigma, Pendidikan Islam, Hadhari
Pembelajaran Kontekstual dalam Membangkitkan Kepemimpinan Transformatif Pramono, Nur Wahyu Eko
Jurnal Penelitian Vol 9, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i2.1320

Abstract

Teologi AhmAdiyAh dulu, SekArAng, dAn AkAn dATAng di indoneSiA A. malik, Ridwan
Jurnal Penelitian Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v7i2.749

Abstract

THE THEOLOGY OF AHMADIYAH IN THE PAST, PRESENT, AND FUTURE IN INDONESIA. In Indonesia, the existence of Ahmadiyah got the anarchist criticism from some quarters, although there is a small group that defends it. Among the cons against Ahmadis, who put forward the reason that Ahmadiyah includes the cult because it had violated the principles of Islam. Among people supporting Ahmadiyah are more likely to look at the human side, that is “man” Ahmadiyah has a right to breathe the air of freedom in Indonesia. In historical records, Ahmadiyah has two strongholds, the stronghold of Lahore which is still on the rack of islam and the stronghold of Qadyan that is beyond the principles of Islam. In Indonesia, it is unclearly identified which one is included stronghold of Lahore and whicah one is included the Qadyan camp. Attitudes and this research should be encouraged in order to establish a more objective assessment process against the Ahmadiyah. keywords: Ahmadiyah, Lahore, Qodyan, Indonesia.Abstrak Di Indonesia, eksistensi Ahmadiyah mendapat kecaman anarkis dari sebagian kalangan, walaupun masih ada sebagian kecil golongan melakukan pembelaan. Kalangan yang kontra terhadap Ahmadiyah, yang dikedepankan adalah alasan bahwa Ahmadiyah termasuk aliran sesat karena telah melanggar prinsip ajaran Islam. Adapun kalangan yang pro terhadap Ahmadiyah lebih cenderung melihat pada sisi kemanusiaan, yaitu “manusia” Ahmadiyah berhak menghirup udara kebebasan di Indonesia. Dalam catatan sejarah, Ahmadiyah memiliki dua kubu, yaitu kubu Lahore yang masih berada dalam jalur prinsip Islam dan kubu Qadyan yang berada di luar prinsip ajaran Islam. Di Indonesia, belum jelas teridentifikasi atau terinventaris mana yang termasuk kubu Lahore dan mana yang termasuk kubu Qadyan. Sikap dan penelitian inilah yang mesti digalakkan dalam rangka menuju proses penilaian yang lebih objektif terhadap aliran Ahmadiyah.kata kunci: Ahmadiyah, Lahore, Qodyan, Indonesia.
EVALUASI PENGAJARAN BAHASA ARAB DI STAIN KUDUS: UPAYA UNTUK MENEMUKAN BENTUK IDEAL PENGAJARAN BAHASA ARAB Sa’diyah, Zaimatus
Jurnal Penelitian Vol 10, No 2 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i2.1820

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan Islam, STAIN Kudus mempunyai tanggungjawab untuk menjaga keberlangsungan pengajaran bahasa Arab bagi mahasiswa.Hal ini terwujud dalam bentuk mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa di lingkungan STAIN Kudus.Meski mungkin bagi sebagian besar mahasiswa STAIN Kudus bahasa Arab bukan lagi menjadi hal yang baru, namun hal ini tidak menggugurkan beban kewajiban lembaga pendidikan ini untuk mengajarkan bahasa Arab pada mahasiswa.Hal ini tentu saja berdasar pada kesadaran atas hubungan yang erat antara bahasa dan kualitas hidup seseorang.Secara teoritis, bahasa berperan penting dalam menciptakan bangsa yang unggul.Keunggulan suatu bangsa bertumpu pada pencapaian prestasi generasinya, prestasi ini bertumpu pada keunggulan berpikir, dan keunggulan berpikir berbanding lurus dengan keunggulan berbahasa.
SPIRIT GUSJIGANG KUDUS DAN TANTANGAN GLOBALISASI EKONOMI Mustaqim, Muhamad; Bahruddin, Ahmad
Jurnal Penelitian Vol 9, No 1 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i1.848

Abstract

THE SPIRIT OF GUSJIGANG KUDUS AND THE ECONOMIC GLOBALIZATION CHALLENGES. This paper intends to reveal the role of  Gusjigang business spirituality in facing the global economy. Kudus society known to have unique typology in business and learning, it is known as “Gusjigang”, it stands for the good, recite the Qur’an, and trade. Studies on the relationship between spirituality and business have been conducted a lot, but the study of the ethical spirit that focuses on business behavior of Muslim community in the context of  the trend of  economic globalization would still limited. The unique format and typology resulting from this study is expected to be a new concept for the development of Islamic economics and business at a different time and space in the future. In general, the results of this study came to the conclusion that Gusjigang spirit as glokalitas in business behavior. Glokalitas is a local moral value that is expected to become a universal character. This universal value if applied in the free competition, it will generate business behavior which always brings the perpetrators to goodness.Keywords: Gusjigang, Globalization, Economics.Tulisan ini bermaksud mengungkap peran spiritualitas bisnis Gusjigang dalam menghadapi ekonomi global. Masyarakat Kudus dikenal memiliki tipologi unik dalam berbisnis dan belajar, yang dikenal dengan istilah “Gusjigang”, kepanjangan dari bagus, ngaji, dan dagang. Kajian tentang hubungan antara spiritualitas dan perilaku bisnis memang sudah banyak dilakukan, tetapi kajian tentang spirit etik yang berfokus pada perilaku bisnis masyarakat Muslim konteksnya dengan kecenderungan globalisasi ekonomi kiranya masih terbatas. Format dan tipologi unik yang dihasilkan dari kajian ini diharapkan mampu menjadi konsep baru untuk pengembangan ekonomi dan bisnis Islam pada ruang dan waktu yang berbeda di masa mendatang. Secara umum, hasil kajian ini sampai pada penyimpulan spirit Gusjigang sebagai glokalitas dalam perilaku bisnis. Glokalitas merupakan nilai kearifan lokal yang diharapkan mampu menjadi  karakter  universal.  Nilai  universal  ini  jika  diterapkan dalam persaingan bebas, maka akan menghasilkan perilaku bisnis yang senantiasa membawa pelakukunya kepada kebaikan.Kata Kunci: Gusjigang,Globalisasi, Ekonomi.
Pencegahan Perilaku Menyimpang melalui Pengendalian Gawai pada Siswa Madrasah Fatimah, Siti; Miftahuddin, Miftahuddin Miftahuddin
Jurnal Penelitian Vol 14, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v14i1.7383

Abstract

Era Industri 4.0 dengan ditandai perkembangan industri dan salah satu hasil perkembangan yang sangat familiar dengan masyarakat adalah gawai. Pola atau gaya hidup masyarakat yang sudah semakin dinamis menjadi pemicu terjadinya faktor-faktor yang mempengaruhi pola perilaku. Kebiasaan menggunakan perangkat digital ini juga salah satu penyebabnya pada siswa karena penyediaan ragam permainanserta belajar yang minim membuat pola perilaku tersebut berubah karena penggunaan gawaiyang berlebihan. Tujuan penelitian untuk menjelaskan perilaku siswa dalam menggunakan gawai,membuktikan dampak penggunaan gawai terhadap penyimpangan perilaku siswa,menemukan upayapengendalian guru terhadap penggunaangawai, mendeskripsikan dampak pengendalian gawai terhadap perilaku siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan design studi kasus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua siswa MI kelas V mempunyai gawai sendiri. Perilaku mereka dalam menggunakan gawai sebanyak 44% game online, 31% youtube, 19% instagram, 3% whatsapp, dan 3% facebook. Durasi mereka bermain gawai sebanyak 11% ≤ 1 jam, 42% 1-2 Jam, dan 47% ≥ 2 jam. Dampak negatif penggunaan gawai:sering main game online/offline, malas belajar, bermain dengan teman yang sama-sama mempunyai gawai, berteman dengan teman yang punya gawai, tidak mau bermain dengan teman sebaya secara umum, suka berkumpul hanya untuk mabar (main bareng) game online, marah ketika gawai diminta oleh orang tua, gawaidianggap merupakan sumber utama untuk belajar sehingga sumber lain dianggap tidak perlu, gawaidianggap merupakan sumber kebahagiaan, gawaidianggap satu-satunya teman bermain, meminta gawai agar sama dengan temannya, dan meminta gawai karena barang dianggap keren. Upaya guru mengendalikannya: edukasi mengenai gawai, sanksi tegas,dan koordinasi dengan para orang tua. Dampakpengendalian gawai terhadap perilaku siswa: bersikap positif dalam menggunakan gawai, fokus belajar, bersosialisasi langsung dengan teman sebaya, dan siswa suka melakukan kegiatan positif.
Rekonstruksi Dimensi Transendental dan Sosial Generasi “Z” Masyarakat Gunung Kemukus Sragen Pasca Penutupan Lokalisasi Miftah, Muhammad
Jurnal Penelitian Vol 12, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v12i2.4141

Abstract

Mindset is formed from the pattern of interaction among the individualswhose habit and daily behavior,then it is always repeatedso it becomes a character. The leverage level of generation Z mindset is still very vulnerable because they are influenced by environment and technological developments. They are literate and always interact with technology in life activities. The environmental urge and patterns of interaction within a community in various researches play the most vital role in human behavior change. This theory is used as the foundation of the writer to conduct research in the area of Mount Kemukus which has become a place of ritual "lokalisasi" that impersonate religion for many years.This condition gets big attention from local governments and world. However, the stigma began to erode through government policy toclose those places and save Mount Kemukus from immoral practices. This research will focus on examining how the local government's education policy reconstructs the generation Z mindset without excluding the ancestral culture (local wisdom) as the regional distinction compared to other regions. The government policy in reconstructing the millennial mindset can be seen from policies in social, educational, economic and religious dimensions.
Pendidikan Islam Berbasis Inklusifisme dalam Kehidupan Multikultur Kurniallah, Nasri; Suharti, Sri
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i1.1337

Abstract

PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TERHADAP KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM (KUH) PERDATA PASAL 1467 TENTANG LARANGAN JUAL BELI ANTARA SUAMI ISTRI Santoso, Santoso
Jurnal Penelitian Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i2.839

Abstract

ISLAMIC   LAW   PERSPECTIVE   TO   THE   CIVIL BOOK OF LAW STATUTE ARTICLE 1467 ABOUT PROHIBITION OF SALE AND PURCHASE BETWEEN HUSBAND AND WIFE. Islamic law is regarded as an important part of  the religion teaching in Muslims’ point of view, and Islamic law is the main expression space of  religious experience and become determination of continuity and historical identity. In tune with the increasing awareness to return to the pure and original religion as well as the appearance of  desire to harmonize contemporary life with the provisions of  sharia, Islamic law in modern era received a lot of  attention from the supporting community itself  or from other communities that make it as an object of  study. The deeper knowledge a person about the essence of  his Muslim law, the greater the value of kindness and also the benefit that will be acquired. Therefore, this article is to answer the perspective of Islamic law on the book of  law statute (KUH) Civil Article 1467 on the prohibition of the sale and purchase between husband and wife. The Islamic scholars in his book described the discussions about the sale and purchase law which agreed to be allowed and forbidden, and there is also debatable about the prohibition law. In addition, there is also a transaction that has particular form and situation allowed because there is an exception from general arguments, as well as customs.keywords: Islamic Law, Civil Book Of  Law Statute, Sale And Purchase.Hukum Islam dianggap sebagai bagian penting dari ajaran agama dalam  pandangan  orang  Muslim,  dan  sebagai  demikian  hukum Islam merupakan ruang ekspresi pengalaman agama yang utama dan menjadi diterminan kontinyuitas dan identitas historis. Selaras dengan meningkatnya kesadaran untuk kembali kepada agama yang murni dan orisinal serta muncunnya keinginan untuk menyelaraskan kehidupan   kontemporer   dengan   ketentuan-ketentuan   syariah, hukum Islam di zaman modern mendapat banyak perhatian baik dari masyarakat pendukungnya sendiri maupun dari masyarakat lain yang menjadikannya sebagai suatu objek studi. Hukum Islam adalah hukum yang diturunkan Allah kepada manusia untuk menjamin terwujudnya kemaslahatan bagi manusia itu sendiri, baik didunia maupun di akhirat kelak. Semakin mendalam pengetahuan seseorang akan hakekat hukum Islam yang dianutnya, maka akan semakin  besar  pulalah  nilai  kebaikan  dan  kemaslahatan  yang akan didapatkannya. Oleh karena itu, tulisan ini adalah untuk menjawab perspektif  hukum Islam terhadap kitab undang-undang hukum  (KUH)  Perdata  pasal  1467  tentang  larangan  jual  beli antara suami istri. para ulama dalam kitabnya merinci pembahasan mengenai hukum jual beli yang sepakat diperbolehkan juga sepakat diharamkan, dan terdapat pula yang diikhtilafkan (diperdebatkan) mengenai hukum keharamannya. Di samping itu, terdapat pula jual beli yang memiliki bentuk dan situasi khusus yang diperbolehkan karena ada pengecualian dari dalil-dalil umum, juga karena adat kebiasaan (‘urf).kata kunci: Hukum Islam, KUH Perdata, Jual Beli Suami Istri.
ISLAM DAN MODAL SOSIAL ORANG MINANGKABAU DI PERANTAUAN Naldo, Jufri Naldo
Jurnal Penelitian Vol 13, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i2.5617

Abstract

Islam memiliki landasan yang kuat terhadap kontrak sosial dan norma yang telah disepakati umatnya. Orang Minangkabau di perantauan berusaha mengoptimalkan wujud nyata dari ajaran Islam tersebut. Sehingga Islam sangat berpengaruh dan mewarnai modal sosial mereka. Hal ini terlihat ketika organisasi-organisasi kelompok etnis Minangkabau yang terbentuk di perantauan tidak hanya menafsirkan ajaran Islam hanya sebatas pada ibadah rutinitas biasa, akan tetapi Islam telah ikut serta dalam dialektika kapital sosial organisasi yang pada gilirannya mengarahkan kegiatan komunitas etnis itu kepada gerakan-gerakan sosial yang produktif dan positif untuk membangun kehidupan masyarakat yang ideal. Dalam pandangan orang Minangkabau, Islam tidak hanya sebagai referensi perilaku sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Islam juga merupakan salah satu identitas etnis. Dalam perspektif antropologis, antara Islam dengan orang Minangkabau merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kedua unsur tersebut saling menentukan dan keanggotaan seseorang dalam komunitas sangat ditentukan oleh kelekatan identitas tersebut. Kata kunci: Islam, Modal Sosial, Orang Minangkabau

Page 11 of 33 | Total Record : 329