cover
Contact Name
Ahmad Fatah
Contact Email
fatahkudus1@gmail.com
Phone
+6281228228123
Journal Mail Official
fatahkudus1@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Kudus Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Telp. (0291) 432677 Fax. (0291) 441613 Kudus 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian
ISSN : 16936019     EISSN : 24776580     DOI : 10.21043/jp
Core Subject : Religion,
Focus: Jurnal Penelitian fokus pada penyediaan artikel ilmiah sosial keagamaan berbasis pada tema-tema yang berkembang yang hadir melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. Scope: Jurnal Penelitian mengkhususkan diri dalam studi sosial keagamaan, yang meliputi islamic studies, tarbiyah, syariah, ushuluddin, dakwah, sosiologi agama, antropologi agama, serta disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan disiplin keagamaan.
Articles 329 Documents
LEGAL POSITIVISM DALAM HUKUM ISLAM (Studi Kritis Terhadap Epistemologi Hukum Mazhab Hanbali) Aris, Nur
Jurnal Penelitian Vol 11, No 2 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v11i2.3487

Abstract

This study aims to understand the structure of logical system in the Hanbali School and trace the existence of the ideas of legal positivism in it. This study focusedon the Hanbali School of Jurisprudence, since it is often referred to as the textual-inclined Jurisprudence. The ideas of legal positivism are very close to textualism. The primary source of data in this research is the books of fiqh that related to the Hanbali school category. The data collection and the analysis technique were adopted from the content analysis method systematicallyto deeply describe the epistemological structure of the Hanbali School and the ideas of the legal posistivism in it.
PEMIKIRAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF SUNNI DAN SYI’AH Itmam, Muh. Shohibul
Jurnal Penelitian Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v7i2.817

Abstract

THE ISLAMIC THINKING IN SUNNI AND SYI’AH PERSPECTIVES. This paper attempts to describe the problems associated with Islam in particular with regard to Sunni and Syi’ah teachings. The number of  streams that developed in Islam today has resulted Islam got claims from various clerical community, such as terrorism and others, resulting in the ruination image of  Islam in the constellation of  the religions of  man. As the flow and the teachings of  the most dominating civilization of  the world religions, Sunni and Syiah, including the Wahhabi, are necessary to clarify the existence or clarified the diversity in the constellation of  Islam, considering the number of streams that are currently claiming truth on themselves. Iran as the country becoming a reference in the world of  developing Syi’ah should be used as a reference in the study of  understanding associated with Sunni and Syi’ah. From this country, the world of  Islam knows the concept ofgoverning “Wilayatul Faqih”. The concept was pioneered by the government of Imam Khomeini who became known after Islamic Revolution in Iran 1979 and continues to be developed up to now. Every year Iran is celebrated with a huge demonstration with the slogan in Persian, “Islam Pyruz ast, ast Nabud Istikbar”, Islam is victorious, crushed the vanity of the islam enemy.keywords: Islam, Sunni, Syi’ah, Perspective, Differences, Similarities.Tulisan ini mencoba mengurai persoalan yang berhubungan dengan Islam secara khusus yang berkaitan dengan ajaran Sunni dan Syi’ah. Banyaknya aliran yang berkembang dalam Islam dewasa ini telah mengakibatkan Islam mendapat klaim dari berbagai komunitas agamawan, seperti teroris dan lainnya, yang mengakibatkan redupnya citra Islam dalam percaturan agama-agama manusia. Sebagai aliran dan ajaran yang paling mendominasi peradaban agama dunia, Sunni dan  Syi’ah,  termasuk  Wahabi,  perlu  memperjelas  eksistensinya atau diperjelas keberagamaannya dalam percaturan agama Islam, mengingat banyaknya aliran yang dewasa ini mengklaim kebenaran atas dirinya. Iran sebagai negara yang menjadi rujukan dunia dalam mengembangkan ajaran Syi’ah patut dijadikan rujukan dalam studi pemahaman yang berhubungan dengan Sunni dan Syi’ah. Dari negara Iran, dunia Islam mengenal konsep pemerintahan “Wilayatul Faqih”. Konsep pemerintahan ini dipelopori oleh Imam Khumaini yang mulai dikenal setelah Revolusi Islam Iran pada tahun 1979 dan terus dikembangkan hingga sekarang. Setiap tahun di Iran diperingati dengan demonstrasi besar-besaran dengan semboyan dalam bahasa Persia, “Islam Pyruz ast, Istikbar Nabud ast”, Islam jaya, hancur kesombongan musuh Islam.kata kunci: Islam, Sunni, Syi’ah, Perspektif, Perbedaan, Persamaan.
Hubungan Kerukunan Antara Umat Beragama Dengan Pembentukan Perilaku Sosial Warga Perumahan PT Djarum Singocandi Kudus Umar, Umar; Hakim, M Arif
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4898

Abstract

Bagi para penganutnya, agama berisikan ajaran-ajaran mengenai kebenaran tertinggi dan mutlak tentang eksistensi manusia dan petunjuk-petunjuk untuk selamat di dunia dan akhirat, yaitu sebagai manusia yang bertaqwa terhadap Tuhannya, beradab, dan manusiawi, yang berbeda dari cara-cara hidup hewan atau makhuluk lainnya.Agama sebagai sistem keyakinan dapat menjadi bagian dan inti dari sistem-sistem nilai yang ada dalam kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan dan menjadi pendorong atau penggerak serta pengontrol tindakan para anggota masyarakat tersebut untuk tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan, pranata sosial masyarakat yang bersangkutan, maka nilai pranata sosial itu terwujud sebagai simbol suci dan maknanya bersumber pada ajaran-ajaran agamanya yang menjadi kerangka acuannya.Di sebuah negara yang pluralis dalam kehidupan agama seperti Indonesia ini, pemerintah tidak bisa tinggal diam, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama didukung oleh tiga macam motif. Pertama, motif historis, bahwa menurut sejarah, bangsa Indonesia dari zaman ke zaman urusan hidup beragama menjadi urusan pemerintah pusat. Kedua, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama dalam bentuk lembaga kenegaraan dimaksud juga untuk memenuhi keingginan golongan Islam yang merupakan mayoritas dan menurut keyakinan golongan ini agama tidak bisa dipisahkan dari negara. Ketiga, motif politik, pemerintah mempunyai jaminan yng kuat bahwa dengan ikut sertanya dalam masalah ini akan dapat diciptakan kerukunan dan keamanan nasional yang merupakan syarat mutlak untuk keberhasilan pembangunan bangsa dan negara.
Identifikasi Nilai-nilai Pendidikan Islam Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pada PNPM Mandiri Taufiq, Bekti
Jurnal Penelitian Vol 11, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v11i1.2171

Abstract

Di era reformasi seperti sekarang banyak pihak mulai mempertanyakan tentang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang  berdasarkan pengalaman yang terjadi menunjukkan bahwa selama ini Indonesia yang merupakan salah satu Negara berkembang belum pernah terbebas dari kemiskinan, keterbelakangan dan pengangguran yang pada dasarnya kondisi tersebut sesuatu yang ditolak manusia tetapi sulit untuk dihindarkan,yang kemudian masyarakat kita mengalami perubahan yang sangat pesat tetapi belum menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan. Dalam pembelajaran pada masyarakat tentunya tidak terlepas dari nilai-nilai pendidikan Islam yang pada saat sekarang banyak pembelajaran yang dilaksanakan melalui pendidikan-pendidikan non formal dengan berbagai macam model maupun bentuk misalnya pembelajaran bagi masyarakat  dengan program pemberdayaan yaitu melalui PNPM mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam apa saja yang terkandung dalam PNPM Mandiri?.   Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, serta menggunakan metode telaah dokumen dalam mengumpulkan data deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur tentang pemberdayaan masyarakat dan PNPM mandiri. Karena datanya berupa deskriptif, maka teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah contens analysis yaitu menganalisa isi dari data yang diperoleh. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : dalam PNPM mandiri mengajarkan nilai-nilai pendidikan Islam, nilai- nilai tersebut adalah nilai khuluqiyah (jujur, amanah, ikhlas, adil ) dan nilai amaliyah ( kesetaraan, kesatuan dalam keberagaman, demokrasi, transparansi, partisipasi). Semua nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip dasar dalam pemberdayaan masyarakat. Kata kunci : Nilai-nilai Pendidikan Islam, Pemberdayaan Masyarakat, PNPM Mandiri 
Desentralisasi Pendidikan dan Peran Aktif Masyarakat Menuju Pendidikan Berkualitas Ervannudin, Nur; Widodo, Bimo Wahyu
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i1.1334

Abstract

Transidentalisme Seni dan Budaya: Kajian Apresiasi Kritis Estetika Islam Waluyo, W.
Jurnal Penelitian Vol 12, No 1 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v12i1.4130

Abstract

This article discusses about art from the point of view of Islamic spirituality. This is a study of the most important aspects of an art inspired by Islamic values, including literature, music, and other forms of art. Thus the deeper a person penetrates the meaning of Islamic art, the wider one understands of the relationship between art and Islamic spirituality. Arts are then refined by Islamic conception. Islam blesses every work of art that is in compliance with the Islamic teaching. The blessed works form a unique way of life that is in accordance with the norms of Islamic values. Acculturation of arts and local culture according to Islam is not value free, rather it is value bound.
EVALUASI PROGRAM PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MUSLIM INTEGRAL (P3KMI) DI JURUSAN PENDIDIKAN GURU RAUDHATUL ATHFAL FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN SURAKARTA TAHUN 2016 Junanto, Subar
Jurnal Penelitian Vol 10, No 2 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i2.1780

Abstract

AbstractProblems in the study faced by Program Pendampingan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI), which is the implementation of learning that sometimes does not correspond to the learning schedule that includes the implementation time and duration, in addition to the program material is sometimes not in accordance with the target implementation P3KMI. So it is necessary to evaluate for Program Pendampingan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI). The purpose of this study was to evaluate Program Pendampingan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI) in Raudhatul Athfal Departement At Tarbiyah And Teacher Training Faculty  IAIN Surakarta in 2016 using CIPP MODEL.This study uses a mix method, which incorporates quantitative and qualitative research. This research was conducted in evaluating Program Pendampingan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI). Raudhatul Athfal Departement At Tarbiyah And Teacher Training Faculty  IAIN Surakarta in 2016. mentee and mentor of P3KMI. Data collection techniques using observation, interviews, documentation and questionnaire. The focus of the evaluation in the form of context, input, process and product of P3KMI. Data were analyzed using qualitative analysis and statistical analysis.              
EKSISTENSI HARTA DALAM ISLAM (SUATU KAJIAN ANALISIS TEORITIS) Rizal, Rizal
Jurnal Penelitian Vol 9, No 1 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i1.853

Abstract

 THE EXISTENCE OF PROPERTY IN ISLAM (A Study of  Theoretical Analysis). Humans have a natural tendency trying to take control and own property as much as possible. In a hadith of the Prophet, explained that the man was not satisfied with his wealth despite a valley-shaped gold so that he died. In fact, al-Quran and al- Sunnah forcefully argued that the property should not move from one person to another, but in a way that justified by syarak namely through trades or transactions based on consensual. The use of property in Islam should always be in the service of God and utilized in order taqarrub (closer) to Allah. Utilization of personal property must not only for the owner’s personal possessions, but also used for social functions in order to help fellow human beings. Islam has given special attention to the property in terms of both how to obtain and use that property owned it has a value of worship with Allah in order to achieve a happier life in the hereafter. A Muslim is commanded to make a living and generate wealth by striving mightily. Islam has given special attention to the property in terms of  both ways. How actually the concept of  property in Islam, then the following study will explain it.keywords: Hidden Existence, Ownership, Happiness.Manusia memiliki fitrah berupaya untuk menguasai dan memiliki harta sebanyak mungkin. Dalam sebuah hadith Rasulullah saw., dijelaskan bahwa manusia itu tidak akan puas dengan hartanya walaupun berbentuk satu lembah emas sehingga dia mati. Malahan al-Quran dan al-Sunnah dengan tegas menjelaskan bahwa harta tidak boleh berpindah milik dari seorang kepada orang yang lain melainkan dengan cara yang dibenarkan oleh syarak yaitu melalu perdagangan atau transaksi yang didasari atas suka sama suka. Penggunaan harta dalam ajaran Islam harus senantiasa dalam pengabdian kepada Allah dan dimanfaatkan dalam rangka taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Pemanfaatan harta pribadi tidak boleh hanya untuk pribadi pemilik harta, melainkan juga digunakan untuk fungsi sosial dalam rangka membantu sesama manusia. Islam telah memberikan perhatian khusus terhadap harta baik dari segi cara mendapatkannya maupun penggunaannya sehingga harta yang dimiliki itu mempunyai nilai ibadah di sisi Allah dalam rangka pencapaian kehidupan yang lebih bahagia di akhirat. Seorang Muslim diperintahkan untuk mencari nafkah dan menghasilkan harta dengan berjuang sekuat tenaga. Islam telah memberikan perhatian khusus terhadap harta baik dari segi cara Bagaimanakah sebetulnya konsep harta dalam Islam, maka kajian berikut akan menjelaskannya.kata kunci: Eksistensi Harta, Kepemilikan, kebahagiaan.
MODEL BIMBINGAN AGAMA ANAK JALANAN DI JALUR PANTURA Mubasyaroh, Mubasyaroh
Jurnal Penelitian Vol 8, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i1.1344

Abstract

RELIGIOUS GUIDANCE MODEL OF STREET CHILDREN IN PANTURA, The phenomenon of street children in Indonesia is a complex social issue. In every year of their existence are constantly undergoing significant development. Their existence has raised a new round of social exploitation by making them human periphery. Street children is a reality that is continuous to be examined. Their existence was always present as a problem that no end of its roots. The reality was very complex so that demands careful handling, serious, focused and continuous. The result of this research shows that the model of religious guidance in the area of the former County of Pati use fusion model because it was implemented by TKSK (Sub-district Volunteers Welfare Labor) under the Social Service and integrated with educational activities and exercise, as well as by volunteering independently. The third model of the religious guidance of street children that is in Kudus, Pati and Rembang, the religious guidance model in Kudus implemented by volunteers independently that have a uniqueness and advantages. In addition to the hours of work done by following street children and carried out in the places where they make a living, the guidance which was held in Kudus took place in a relaxed atmosphere, and performed by the teens so that authors call it peer counseling. As for the impact of religious guidance against street children; increased understanding of their religion, but not so significantly affect behavior change and their religiosity.
Pesantren Sebagai Habitus Peradaban Islam Indonesia Ma'rifah, Siti; Mustaqim, Muhamad
Jurnal Penelitian Vol 9, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i2.1325

Abstract