cover
Contact Name
Ahmad Fatah
Contact Email
fatahkudus1@gmail.com
Phone
+6281228228123
Journal Mail Official
fatahkudus1@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Kudus Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Telp. (0291) 432677 Fax. (0291) 441613 Kudus 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian
ISSN : 16936019     EISSN : 24776580     DOI : 10.21043/jp
Core Subject : Religion,
Focus: Jurnal Penelitian fokus pada penyediaan artikel ilmiah sosial keagamaan berbasis pada tema-tema yang berkembang yang hadir melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. Scope: Jurnal Penelitian mengkhususkan diri dalam studi sosial keagamaan, yang meliputi islamic studies, tarbiyah, syariah, ushuluddin, dakwah, sosiologi agama, antropologi agama, serta disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan disiplin keagamaan.
Articles 329 Documents
Problem Keilmuan Pendidikan Agama Islam Muchith, M Saekan
Jurnal Penelitian Vol 9, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i2.1327

Abstract

ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA LULUSAN TERHADAP ALUMNI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM IAIN PAREPARE Jayanti, Sulvina; Iskandar, Iskandar; Hayat, Nahrul
Jurnal Penelitian Vol 13, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i2.6002

Abstract

AbstrakEksitensi lulusan di masyarakat atau pasar akan selalu menjadi atribut penilaian masyarakat terhadap perguruan tinggi asalnya. Jika alumni terserap pasar dengan baik maka perguruan tinggi akan mendapatkan kredit positif. Setiap perguruan tinggi berkepentingan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna lulusannya sebagai bagian instrumental evaluasi dan proyeksi institusi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pengguna lulusan program studi KPI memiliki kepuasan yang tinggi pada kualitas profesionalisme kerja lulusan. Adapun tujuh kriteria penilaian kualitas kinerja lulusan KPI, peringkat kepuasaan pengguna lulusan dari yang tertingi ke yang terendah yaknik kemampuan integritas, kemampuan kerjasama tim, kemampuan teknologi informasi, kemampuan pengembangan diri, kemampuan komunikasi, kemampuan profesionalisme, kemampuan bahasa inggris. Selain itu terdapat rekomendasi pengguna lulusan terhadap pengelolaan program studi Komukasi dan Penyiaran Islam IAIN Parepare di antaranya: perbanyak mata kuliah praktikum pada semester akhir, perbanyak pelatihan dalam bidang teknologi informasi dan bahasa asing, mengadakan pembekalan soft skill dan hard skill sesuai bidang ilmu, merintis kerjasama dengan pemerintah daerah tana toraja, meningkatkan kompetensi kepemimpinan mahasiswa, serta melaksanakan kajian ilmu terintegrasi. 
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS PEMBENTUKAN KARAKTER: DARI KONSEP MENUJU INTERNALISASI NILAI-NILAI AL-QURAN Karolina, Asri
Jurnal Penelitian Vol 11, No 2 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v11i2.2841

Abstract

REKONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS PEMBENTUKAN KARAKTER: DARI KONSEP MENUJU INTERNALISASI NILAI-NILAI AL-QURANAbstractThis paper examined the reconstruction of Islamic education which is still facing various problems. Educational outcomes also still do not meet the expected of Islamic education goals. Beside of that, the classroom learning also has not been able to produce the young generation which has personalities that reflect a value of Muslim character. The process of Islamic education now is still focused and concentrated on the achievements of cognitively only without caring out the affective aspect which has a strong provision to socialize with the community. The implementation of Islamic education itself is still in the level of concept, not on the internalization of the Qur'an values which is the true basis of its. Furthermore, when we talking about the formation of morals related to the educational goals, especially Islamic education. As for the increasingly worrisome problem is the rise of cases of moral decadence.  Some cases about the degradation of the human beings dignity which has flourished in society even in the world of education were undertaken by learners, such as the destruction of Islamic values, the outbreak of bullying cases, and the rising of immoral cases. This phenomenon seems to re-question of Islamic education role in the shaping of the learner's character. Therefore, it is necessary to reconstruct the Islamic education based on character formation with the concept of internalization of Al-Quran values. The results of this paper explained that there were 3 things that can be done in reconstructing Islamic education-based on the character formation with the concept of internalization of Al-Quran values were: first, educators must make personal recognition with learners. Second, all parties involved in educational institutions should present themselves as role models for learners. Third, in applying the education based on Al-Quran there are 4 stages that have to imply first that are: the learning experience, reflection, action, and evaluation. Keywords: Islamic Education, Character Building,Quranic Values
MENYINGKAP HUBUNGAN AGAMA DAN FILSAFAT: MERENDA KESESATAN FILSAFAT AL-GHAZALI, MERESPONS KETERHUBUNGAN FILSAFAT DAN AGAMA IBNU RUSYD Mas'udi, Mas'udi
Jurnal Penelitian Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v7i2.816

Abstract

THE RELATIONSHIP BETWEEN RELIGION AND PHILOSOPHY (Searching the Fallacy Philosophy of  al-Ghazali, Responding the Connection between Philosophy and Religion of  Ibn Rushd). Philosophy and religion are considered as the two entities as if  different. Religion is indicated on revelation as the primary foundation and affiliated to the principles of  normativity. Meanwhile, the philosophy is more leaning on the principles of rationality embodies the values of divinity rububiyyah in the historical domain. Necessarily, the two aspects above adhere to the principles of  various viewpoints. From these points, both of  them want to achieve the ultimate truth in interpreting the texts of  the Lord that is still abstract. Textuality and contextuality become the important determinants ultimately carried by the two segments of  thought. The originality of  religious doctrine becomes an important aspect which was presented by al-Ghazali in order to confront the world of philosophy-laden fiction. Philosophy and religion in the view of  al-Ghazali are the two different entities and existences. Meanwhile, Ibn Rushd struggled to establish the two entities and the existences of  this ijtihad which become an aspect that can be integrated. Both are struggling to find the truth.keywords: Philosophy, Religion, Theology, Logic, Confusion,.Filsafat dan agama dinilai sebagai dua entitas yang “seakan-akan” berbeda. Agama lebih berindikasi pada wahyu sebagai landasan primernya dan berafiliasi pada prinsip-prinsip normativitas. Sementara itu, filsafat yang lebih berhaluan pada prinsip-prinsip rasionalitas mewujudkan nilai-nilai ketuhanan rububiyyah dalam domain historis. Secara niscaya, kedua aspek di atas menganut prinsip-prinsip sudut pandang angle yang bervariasi. Dari variasi sudut pandang keduanya ingin mencapai suatu kebenaran hakiki dalam menafsirkan teks-teks Tuhan yang masih bersifat absrak. Tekstualitas dan kontekstualitas menjadi dua determinasi penting yang akhirnya diusung oleh kedua segmentasi  pemikiran  tersebut.  Pengusungan  orisinalitas  doktrin agama  menjadi  aspek  penting  yang  diketengahkan  al-Ghazali guna  mengkonfrontasi  dunia  filsafat  yang  sarat  rekaan.  Filsafat dan agama dalam pandangan al-Ghazali merupakan dua entitas dan eksistensi yang berbeda. Sementara itu, Ibnu Rusyd berjuang untuk mengukuhkan bahwa kedua entitas dan eksistensi ijtihad ini merupakan aspek yang dapat dipadukan. Keduanya berjuang untuk mencari suatu kebenaran.kata kunci: Filsafat, Agama, Teologi, Logika, Kerancuan, Hukum, Fikih.
Strategi Pembelajaran Inovatif dalam Pembelajaran Thaharah Umamah, Risa; Shalihatun, Hani; Purnomo, Sigit; Nur`aini, Septina; Ramadhasari, Rizki
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4645

Abstract

AbstrackA learning done in school requires improvement or renewal that can help the learning process become interesting and not monotonous, because students need a pleasant learning atmosphere that can be easy in understanding the material delivered by educators according to the discussion of existing learning. through this innovative learning strategy the learning atmosphere becomes fun and is able to make students more motivated in learning. This paper explains or provides an overview of the innovative learning style in tharahah learning, this innovative learning includes unclean, hadast (large, medium, small) and ablution procedures, tayamum, and large baths. Thaharah learning with innovative learning strategies by using games, displaying videos and practices that make students better understand what they are learning and increase interest in learning. AbstrakSebuah pembelajaran yang dilakukan di sekolah membutuhkan perbaikan atau pembaharuan yang dapat membantu proses pembelajaran menjadi menarik dan tidak monoton, karena peserta didik membutuhkan suasana pembelajaran menyenangkan yang dapat mudah dalam memahami materi yang disampaikan pendidik sesuai pembahasan pembelajaran yang ada. melalui strategi pembelajaran inovatif inilah suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan mampu membuat peserta didik lebih termotivasi dalam belajar. Tulisan ini menjelaskan atau memberikan gambaran tentang stratrengi pembelajaran inovatif dalam pembelajaran tharahah, pembelajaran inovatif ini mencakup najis, hadast (besar, sedang, kecil) serta tatacara wudlu, tayamum, dan mandi besar. Pembelajaran thaharah dengan strategi pembelajaran inovatif dengan menggunakan game, menampilkan video dan praktik yang membuat peserta didik semakin paham apa yang dipelajarinya dan meningkatkan minat dalam belajar. 
INTERNALISASI NILAI-NILAI AKHLAQUL KARIMAH SISWA PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAQ DI MADRASAH IBTIDAIYAH KECAMATAN WINDUSARI KABUPATEN MAGELANG Utomo, Sigit
Jurnal Penelitian Vol 11, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v11i1.2170

Abstract

Internalisasi atau penanaman nilai akhlaqul karimah terhadap peserta didik menjadi sangat penting dalam era globalisasi seperi sekarang ini, karena moral semakin tergerus adanya gesekan kamajuan zaman. Peran pendidik dan sistem pendidikan serta metode dalam pembelajaran perlu diupayakan seoptimal mungkin agar tujuan pendidikan dapat tercapai sesuai yang diharapakan.Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif deskriptif dengan metode dalam memperoleh data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam analisis data dengan menggunakan reduksi data, karena pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan Internalisasi Nilai-Nilai Akhlaqul Karimah dalam hal ini siswa Kelas V pada Pembelajaran Akidah Akhlaq di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Windusari kabupaten Magelang studi kasus di MI Al-Islam Balesari, MI Al-Islam Kembangkuning, dan MI Nurul Huda Candisari. penelitian ini merupakan penelitian lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kelas V pada Pembelajaran Akidah Akhlaq di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Windusari kabupaten Magelang studi kasus di MI Al-Islam Balesari, MI Al-Islam Kembangkuning, dan MI Nurul Huda Candisari.  meliputi beberapa tahapan seperti: (a) tahapan pengenalan dan pemahaman terhadap materi yang diajarkan, (b) tahap penerimaan dengan menginginkan proses belajar merasakan berkaitan konteks lingkungan seperti dalam kegiataan keagamaan, keteladanan, pembiasaan  seta motivasi, (c) tahapan pengintegrasian, yaitu seorang pelajar mulai memasukkan nilai ke dalam keseluruhan sistem nilai yang di anutnya.  2) Kelas V pada Pembelajaran Akidah Akhlaq di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Windusari kabupaten Magelang studi kasus di MI Al-Islam Balesari, MI Al-Islam Kembangkuning, dan MI Nurul Huda Candisari.  meliputi: strategi transinternal, yaitu strategi yang melibatkan guru dan siswa dalam komunikasi yang aktif, baik verbal, fisik maupun batin. Selain itu juga terdapat faktor pendukung, seperti adanya penambahan jam mata pelajaran pada kegiatan keagamaan dengan materi tersendiri, kemudian sekolah berada di lingkungan pedesaan yang strategis untuk proses belajar, kegiatan-kegiatan keagamaan, tata tertib, situasi lingkungan sekolah, keteladanan dan pembiasaan secara bersama-sama telah mengarah pada internalisasi nilai-nilai akhlaqul karimah. Adapun faktor penghambatnya meliputi tingkat pemahaman siswa terhadap ajaran Islam yang berbeda.
Ayat al-Qur’an dan Hadis Nabi Tentang Prinsip Penyampaian Pelajaran Sesuai Kemampuan Siswa Hidayat, Aat
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i1.1335

Abstract

Status Hukum Wali Nikah bagi Ayah Pelaku Incest terhadap Anak Kandung: Tinjauan Empat Mazhab dan Kompilasi Hukum Islam Fatah, Ahmad; Utami, Sri
Jurnal Penelitian Vol 12, No 1 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v12i1.4125

Abstract

The purpose of this study was to describe the legal status of the guardian of marriage for the father of the incest against the biological child. This study is limited to a review of four schools and the Compilation of Islamic Law (KHI). This study is a library research, which is to examine several basic and secondary references to discuss the subject matter of the study. The results of this study state that guardian marriage is one of the pillars of marriage and there is no marriage if there is no guardian. A marriage is considered invalid if there is no guardian who allows the bride to leave the bridegroom. Thus the presence of guardians in marriage can play a role in protecting women from possible disadvantages in their marital life. As for the marriage guardian, it is regulated in Article 19 to Article 23 Compilation of Islamic Law. Imam Maliki, Shafi'i, and Hambali argue that guardians are a legitimate condition of a marriage, while Imam Abu Hanifah argues that a woman may marry herself without a guardian. The legal basis of the opinions of Imam Maliki, Shafi'i, and Hambali are several hadiths. The opinion of Imam Abu Hanifah based on the hadith of the Prophet narrated by Bukhari and Muslim from Ibn Abbas r.a.
PENDIDIKAN ISLAM DI KELUARGA DALAM PERSPEKTIF DEMOKRASI (Studi Pemikiran Hasan Langgulung dan Abdurrahman an Nahlawi) Musmualim, Musmualim; Miftah, Muhammad
Jurnal Penelitian Vol 10, No 2 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i2.1781

Abstract

ISLAMIC EDUCATION IN FAMILY IN THE PERSPECTIVE OF DEMOCRACY (Study Thought and Abdurrahman Hasan Langgulung an Nahlawi),       The family as a pillar of society has an important position in building civilization. In Islam, family educational responsibilities given to parents as control over the development of the child's personality, which has the function of education to foster children. Given the current social problems that occur in the community originate from the interaction of the family. If a good family, the community would be good as well and vice versa. Islamic education in the family then become the focus for assessment as a fundamental means of educating children. Study thinking and Abdurrahman Hasan Langgulung an Nahlawi on Islamic education in the family do to get the formulation of Islamic education to address the challenges of the future. Study these two men thought sharpened with the perspective of democracy to be more focus on getting the formulation of Islamic education in the family. This study is a literature study (library research) or the study of literature (literature research). Data collection techniques with documentation data analysis using descriptive analysis (descriptive analysis), a content analysis (content analysis) and a comparative analysis (comparative analysis). The approach used is hermeunetik, philosophical and democracy.      Keywords: Islamic Education, Family and Perspectives of Democracy. 
Keberbakatan Anak Berkebutuhan Khusus di SD LB Purwosari Kudus Rahman, Muzdalifah M
Jurnal Penelitian Vol 9, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i2.1322

Abstract

Page 9 of 33 | Total Record : 329