cover
Contact Name
Nurjanah
Contact Email
alatfal@stainupwr.ac.id
Phone
+6285743364221
Journal Mail Official
alatfal@stainupwr.ac.id
Editorial Address
Jl. Pahlawan No.05, Rw. I, Kledung Kradenan, Kec. Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54171
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Al Athfal: Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 2615482X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini is research, study, and analysis related to early childhood include; cognitive development, language development, development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, artistic and creative development, parenting, early childhood education management, curriculum design, inclusive education in early childhood education, teacher competencies, multicultural education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, teaching methods, learning strategy, educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education, and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 80 Documents
MANAJEMEN KOMPENSASI GURU ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Abdul Aziz
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 2 No 1 (2019): Al-Athfal, Vol. 2, No. 1, Juli-Desember, 2019
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang konsep manajemen kompensasi guru anak usia dini dalam perspektif Islam. Selama ini pembahasan mengenai pendidikan Islam sudah cukup banyak. Namun mayoritas belum menelisik lebih dalam mengenai manajemen gaji guru, atau yang lebih dikenal dengan kompensasi pendidik. Dalam beberapa literatur kitab klasik kompensasi guru dihukumi haram, namun ada pula yang membolehkannya. Kedua pendapat ini memiliki dasar yang sama-sama kuat. Namun demikian, tulisan ini tidak akan membahas mengenai hukum tersebut. Pada esensinya guru merupakan pemberi, bukanlah penerima. Karena ia rela melimpahkan segala hal, baik materi, ‘ilmi, motivasi hingga inspirasi kepada anak didiknya. Oleh karena itu, walaupun secara moral guru sebaiknya tidak berharap akan kompensasi, namun di sisi lain sudah selayaknya pemerintah berkewajiban untuk memperhatikan nasib dan kesejahteraan mereka. Secara realita kompensasi guru anak usia dini di Indonesia sangatlah memprihatinkan. Kurangnya kesejahteraan para pendidik ini disebabkan oleh lemahnya manajemen kompensasi guru. Sehingga diperlukan strategi khusus dalam mengelolanya. Maka dari itu, bagaimana Islam memberikan solusi dalam pengelolaan kompensasi guru anak usia dini? Untuk menjawab problematika ini, penulis mengutip pemikiran dari tokoh Muslim yang terkenal dalam dunia pendidikan Islam, yaitu al-Ghazali. Ia merupakan salah satu tokoh yang mampu merepresentasikan pemikiran Islam pada masa kejayaan pendidikan Islam di era Dinasti Abbasiyah. Melalui pendekatan interpretasi teks dan analisis sejarah, tulisan ini setidaknya menghasilkan tiga hal penting; (1) Kompensasi guru menurut al-Ghazali adalah segala pemberian dari Allah SWT kepada manusia sebagai sebuah kenikmatan atas usahanya di dunia, baik yang dapat dirasakan secara langsung (misalnya upah, intensif, asuransi), maupun yang tidak dapat dirasakan secara langsung oleh penerimanya, misalnya pujian dari manusia dan Allah SWT, pemberian berbagai fasilitas dan tunjangan serta pahala (ganjaran) yang kelak akan diberikan di akhirat. Menurut al-Ghazali, guru tetap boleh menerima kompensasi asalkan mampu mengelolanya dengan baik dan benar sesuai dengan nilai-nilai etika dan prinsip Islam; (2) Manajemen kompensasi guru menurut al-Ghazali memiliki fungsi untuk keadilan dan kesejahteraan sosial, yaitu melalui manajemen kompensasi guru yang terencana (planning), terorganisasi (organizing), terlaksana (actuating) dan terkendali (controlling); (3) Sedangkan relevansi dari konsepsi manajemen kompensasi guru menurut al-Ghazali di era kontemporer adalah dilihat dari segi fungsi kompensasi, yang dalam pandangan al-Ghazali sebagai kesejahteraan sosial dalam hierarki utilias individu dan sosial.
MENGEMBANGKAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN SEJAK DINI: KONSEP INTEGRASI ANTARA AGAMA DAN SAINS SERTA PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN AUD Najanuddin .
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 2 No 1 (2019): Al-Athfal, Vol. 2, No. 1, Juli-Desember, 2019
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh prilaku manusia kian hari kian mencemaskan. Kerusakan lingkungan telah menimbulkan banyak bencana alam, salah satunya adalah banjir. Lembaga pendidikan, utama mulai sejak dini, perlu menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini. Artikel ini membahas tentang pentingnya menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui metode pembelajaran, terutama yang berkaitan dengan tema lingkunganku.
Motorik Kasar Anak Usia Dini Nurul Arifiyanti; Rifka Fitriana; Rina Kusmiyati; Novi Kurnia Sari; Siti Usriyah
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 2 No 1 (2019): Al-Athfal, Vol. 2, No. 1, Juli-Desember, 2019
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Physical development is one of the core component for achieving the next level. When the child’s physical develop well, they can develop by themself. This paper is a literature review which try to discuss about early childhood, gross motor, gross motor’s level, factor, and the benefit.
Teknik dan Instrumen Asesmen Ranah Psikomotorik Pada Pendidikan Anak Usia Dini Nurjanah .
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 2 No 1 (2019): Al-Athfal, Vol. 2, No. 1, Juli-Desember, 2019
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penilaian dalam ranah keterampilan. Dalam pelaksanaan penilaian hasil belajar psikomotor dapat dilakukan dengan tes perbuatan atau tes unjuk kerja (performance test) atas keterampilan yang telah dikuasai peserta didik. Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik sholat, praktik olahraga, bermain peran. Teknik dan instrumen evaluasi hasil belajar psikomotor yakni skala penilaian, daftar cek, dan Anecdotal Record (Catatan Kejadian). Analisis instrumen evaluasi hasil belajar psikomotor dapat juga dianalisis secara teoriti (analisis kualitatif) maupun secara empirik (analisis kuantitatif).
EFEKTIVITAS BERMAIN PASARAN MENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS PADA ANAK KELOMPOK B TK PERTIWI KRAMATAN WONOSOBO Hidayatu Munawaroh; Vava Imam Agus Faisal; Salis Wahyu Hidayati; Farah Maulida Maura
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 5 No 1 (2022): Al Athfal: Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52484/al_athfal.v5i1.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan bermain pasaran, efektivitas bermain pasaran dalam upaya peningkatan kemampuan berpikir logis dan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir logis antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kelompok B TK Pertiwi Kramatan Wonosobo. Dari pelaksanaan pembelajaran, diperoleh skor tertinggi untuk kelompok eksperimen 46 dan skor terendahnya 33 dengan rata-rata 39,67. Sedangkan untuk kelompok kontrol diperoleh skor tertinggi 37 dan skor terendah 26 dengan rata-rata 32,87. Efektivitas di uji menggunakan uji gain dan didapatkan nilai sebesar 0,63 dengan kriteria Sedang dan persentase 63,46% yang masuk dalam kategori Cukup Efektif. Perbedaan peningkatan di uji menggunakan uji t dan analisis uji t dengan taraf signifikansi 1% dan 5% menunjukkan bahwa hasil dari thitung sebesar 3,071, ttabel 1% = 2,97 dan ttabel 5% = 2,144, berarti thitung > ttabel. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan peningkatan kemampuan berpikir logis anak kelompok B TK Pertiwi Kramatan yang menggunakan pelaksanaan bermain pasaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis dengan metode konvensional
MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI PAUD NDASARI BUDI KRAPYAK YOGYAKARTA Nur Tanfid
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 5 No 1 (2022): Al Athfal: Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52484/al_athfal.v5i1.287

Abstract

Faktor pembiayaan sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya pada pendidikan anak usia dini sebagai akar keberhasilan pendidikan tahap selanjutnya. Berkaitan dengan penjelasan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendanaan di pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus di PAUD nDasari Budi Krapyak Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendanaan pada pendidikan anak usia dini di PAUD nDasari Budi Krapyak Yogyakarta bersumber dari pemerintah pusat, yayasan dan pribadi atau orang tua murid. Sekolah ini tidak pernah mendapat dana dari instansi atau dunia usaha.
METODE STEAM UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK PERTIWI 4 GIRIPURNO KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG Novi Kurnia Sari; Yuli anto
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 5 No 1 (2022): Al Athfal: Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52484/al_athfal.v5i1.289

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui metode STEAM di TK Pertiwi 4 Giripurno Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas . Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampel 1 kelas penuh. Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan tentang kajian STEAM dan kognitif pada anak usia dini. Secara Praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dan pengetahuan lebih dalam mengenai metode STEAM yang berhubungan dengan kognitif anak sehingga mampu menambah wawasan yang lebih luas lagi. Dalam penelitian ini menggunakan tiga siklus, dengan hasil nilai rata-rata kemampuan kognitif siswa siklus I yaitu 2,69, Siklus II yaitu 2,86 dan Siklus III yaitu 3, 55. Hasil penelitian yang diperoleh: 1) Penerapan metode STEAM dapat mengembangkan kognitif anak , 2) Pembelajaran menggunakan metode STEAM mampu mengasah saintifik, teknologi, engineering dan art pada anak yang mampu berhubungan dengan kemampuan yang ada pada diri anak, 3) Penerapan metode STEAM menambah wawasan guru dalam memilih strategi dan metode pembelajaran yang tepat untuk diterapkan pada saat pembelajarn di dalam kelas dan disesuaikan dengan tujuan dari setiap pembelajaran yang diadakan selain itu juga dapat melatih keterampilan guru dalam mengelola kelas.
PERAN ORANG TUA YANG SIBUK BEKERJA DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI (USIA 4-5 TAHUN) SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI RA MUSLIMAT NU KEBONREJO 2 SALAMAN MAGELANG Wahyu Putriyanti Kusumo
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 4 No 1 (2021): Al Athfal: Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa pandemi covid-19 menyebabkan anak-anak lebih banyak belajar dari rumah bersama kedua orangtua. Bahwasanya sebelum masa pandemi orangtua sangat mendukung kegiatan anak baik yang didapatkan dari sekolah maupun ketika anak berada di rumah tetapi setelah masa pandemi ini terjadi orangtua banyak yang mengeluh dalam memberikan pembelajaran kemandirian kepada anak karena mereka termasuk orangtua yang sibuk bekerja. Mereka mengeluhkan repotnya mereka melakukan rutinitas utamanya juga harus mengajarkan anak belajar dari rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orangtua, faktor yang dihadapi dalam membentuk kemandirian serta bentuk-bentuk kemandirian selama masa pandemi covid-19 yang ada di RA Muslimat NU Kebonrejo 2 Salaman Magelang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kualitatif, sedangkan cara untuk pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa bentuk-bentuk kemanadirian yang ada selama masa pandemi covid-19 di RA Muslimat NU Kebonrejo 2 Salaman Magelang mengarah pada kemandirian emosional (kedekatan anak dengan orang tua), kemandirian tingkah laku (tanggung jawab pada diri anak) dan kemandirian nilai (anak bisa mengetahui benar dan salah). Peran orang tua dalam membentuk kemandirian anak selama masa pandemi covid-19 di RA Muslimat NU Kebonrejo 2 Salaman Magelang dapat dilihat pada peran orang tua sebagai fasilitator (orang tua terlibat dan ikut serta dalam kegiatan anak), peran orang tua sebagai motivator (pemberian motivasi dengan memberikan reward/hadiah dan juga punishment/hukuman) dan peran orang tua sebagai pengajar (membantu kesulitan anak, memberikan contoh dan nasehat pada anak). Faktor pendukung orang tua dalam membentuk kemandirian anak selama masa pandemi covid-19 di RA Muslimat NU Kebonrejo 2 Salaman Magelang antara lain (1) faktor internal yang terdiri dari kondisi fisiologi (kesehatan dan jenis kelamin) dan kondisi psikologi kecerdasan (mampu berpikir dengan baik), (2) faktor eksternal yang terdiri dari lingkungan yang baik dan rasa cinta dan kasih sayang. Faktor penghambat orang tua dalam membentuk kemandirian anak selama masa pandemi covid-19 di RA Muslimat NU Kebonrejo 2 Salaman Magelang antara lain terlalu melindungi anak, perhatian berlebih dari orang tua dan berpusat pada diri sendiri (sifat egois pada diri anak).
KESADARAN ORANG TUA TENTANG PENTINGNYA PENDIDIKAN POLA ASUH UNTUK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DI RA MUSLIMAT ADIKARTO MUNTILAN MAGELANG Annis Maftuchatunni'mah; Mahmud Nasir
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 5 No 1 (2022): Al Athfal: Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52484/al_athfal.v5i1.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) tingkat kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan pola asuh untuk perkembangan anak usia dini di RA Masyitoh Adikarto Muntilan Magelang. 2) faktor penghambat dan pendukung orang tua dalam nilai penerapan pendidikan pola asuh untuk perkembangan anak usia dini di RA Masyitoh Adikarto Muntilan Magelang. Penelitian ini disebut penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan secara Online saat pandemi yang membuat keterbatasan antara peneliti dengan subjek. Subyek data penelitian ini yaitu orang tua/wali murid di RA Muslimat Adikarto Muntilan Magelang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis untuk membuat data yaitu dengan pengumpulan data,reduksi data, penyajian data dan penyimpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa kesadaran orang tua murid di RA Muslimat Adikarto Muntilan Magelang baik. Mereka menyadari memberikan pendidikan pengasuhan yang baik kepada anaknya dilakukan sejak anak berada didalam kandungan, melakukan pembiasaan jalan pagi, membaca sholawat, berdoa. Menegur anak saat melakukan kesalahan, memberikan nasehat baik, membimbing, sabar dan mendoakan. Faktor pendukung dalam memberikan pengasuhan yaitu lingkungan, komunikasi yang baik dengan anak dan sifat sabar orang tua sedagkan faktor penhghambatnya yaitu lingkungan, emosi anak dan pekerjaan orang tua.
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI TK MASYITHOH PUCANGAGUNG KECAMATAN BAYAN KABUPATEN PURWOREJO Rifka Fitriana
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 4 No 1 (2021): Al Athfal: Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52484/al_athfal.v4i1.293

Abstract

Kehadiran gadget pada zaman sekarang ini sudah tidak asing lagi bagi semua kalangan khususnya pada anak-anak. Selain membantu gadget juga sangat dibutuhkan. Gadget dapat membantu untuk pembelajaran anak. Anak yang berlebihan bermain gadget maka akan malas untuk belajar, tidak konsentrasi dalam belajar, dan juga malas bergerak. Kondisi saat ini mengharuskan orangtua mampu menjadi guru bagi anak-anaknya, karena adanya masa pandemi covid-19. Oleh sebab itu orang tua harus memiliki kemampuan mendidik dengan media pembelajaran terbatas yang ada di rumah. Dengan adanya pembelajaran daring, banyak orang tua yang mengeluhkan dan bingung terkait pembelajaran secara jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh untuk anak usia dini sangat tidak efektif karena anak belum mengenal dan memahami sekolah itu apa dan seperti apa. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan gadget. Sehingga banyak orang tua yang mengeluhkan akibat anaknya lebih suka bermain gadget dari pada untuk belajar. Ada dua masalah yang dikaji dalam penelitian ini: Pertama, bagaimana intensitas dan bentuk penggunaan gadget anak usia 5-6 tahun ketika berada di rumah. Kedua, dampak penggunaan gadget dalam perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun pada masa pandemi covid-19 di TK Masyithoh Pucangagung Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang didasarkan pada pandangan bahwa pengalaman manusia diperoleh interpretasi suatu objek atau situasi sosial. Teknik pengumpulan data menggunakan beberapa teknik seperti teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak penggunaan gadget memilki dua dampak, yakni dampak positif dan dampak negatif. Untuk dampak positifnya adalah sebagai sarana informasi segala hal, sebagai sarana edukasi untuk siswa, sebagai sarana pembelajaran secara daring. Adapun dampak negatif penggunaan gadget antara lain; menjadikan siswa ketergantungan dengan gadget, mengganggu kesehatan untuk siswa, banyak situs atau konten dewasa yang dapat merusak sistem syaraf otak, menjadikan siswa malas untuk bergerak, menganggu interaksi sosial siswa, dan menjadikan siswa malas belajar dan mudah marah.