cover
Contact Name
Gumono
Contact Email
jurnal.wacana@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.wacana@unib.ac.id
Editorial Address
Jalan W.R. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Wacana : Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 27464652     DOI : 10.33369
Wacana : Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran , Terbitan ini berisi artkel tentang bidang ilmu Bahasa, Sastra dan Pengajaran diterbitkan secara berkala 6 bulanan
Articles 122 Documents
KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA BERDASARKAN CERITA RAKYAT REJANG DI KELAS XI IPA SMAN 4 REJANG LEBONG BENGKULU Budiharto Budiharto
Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 16, No 1 (2018): Wacana, Vol. 16, No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jwacana.v16i1.6697

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui kemampuan menulis naskah drama berdasarkan cerita rakyat Rejang di kelas XI IPA SMA Negeri 4 Rejang Lebong. Metode penelitian ini adalah penelitian analisis deskriftif kuantitatif untuk mengetahui kemampuan menulis naskah drama berdasrakan cerita rakyat rejang pada siswa kelas XI IPA SMAN 4 Rejang Lebong Bengkulu. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA. Sampel yang digunakan adalah random sampling, instrumen penelitian yang digunakan berupa hasil tes siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan menulis naskah drama berdasarkan cerita rakyat Rejang. Hasil penelitian dapat dikemukakan berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, menunjukan bahwa kemampuan menulis naskah drama berdasarkan cerita rakyat Rejang di kelas XI IPA SMAN 4 Rejang Lebong berkategori baik. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa 76,5.Kata kunci:  Menulis Naskah Drama, Berdasarkan Cerita Rakyat Rejang
PATUN DALAM BUDAYA REJANG SEKAYUN KABUPATEN BENGKULU TENGAH Yulyam Farida
Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 15, No 2 (2017): Wacana, Vol. 15, No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jwacana.v15i2.6674

Abstract

This research is to describe “Patun” in Rejang Sekayun Culture of Center Of Bengkulu Regency. It researched according to direcpion is ucer the use and patun function. Menthod uced in this research is sastra approach. Datas analyced acchording who is tuturan patun Rejang Sekayun of center of Bengkulu ucer, how to use tuturan paun in Rejang Sekayun Center Of Bengkulu Regency? And tuturan patun social function in Rejang Sekayun culture in center of Bengkulu Rejang? From the result of research tound by researcher is patun Rejang Sekayun of center Bengkulu user consist or: (1) patun user by lower social level people to usual people, (2) patun user by lower social level people to top social people, (3) patun user by old people to the youger, (4) patun user by youger to older people. While the uses ol of patun in Rejang Sekayun of center Bengkulu Regency consist or (1) patun of youfh, (2) patun of child, (3) patun pf old people. From patun social function consist of (1) patun function youft relationship, (2) patun function of communication side, elemend and whishes, and (3) patun function of enterrainsmen, while for patun function of related with people’s believes one not found.Kata Kunci: dialog, patun, dan Rejang culture
KAJIAN HISTORIS KUMPULAN PUISI TIRANI DAN BENTENG KARYA TAUFIQ ISMAIL Martalena Martalena
Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 15, No 1 (2017): Wacana, Vol. 15, No. 1, Januari 2017
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jwacana.v15i1.6664

Abstract

The purpose of this research aim to know the representation of historical event and historical fact in Tirani dan Benteng poem anthology by Taufiq Ismail. The background of the study was the researcher’s interest on poems by Taufiq Ismail which were anthology in Tirani and Benteng. The poems told about the historical events at the end of Soekarno era. This study used historical approach. The method used in this study was content analysis. The scope of the study was the analysis toward of the historical event representations and historical facts representation in the anthology. The focuses of this study were: (a) historical event representations, (b) artifact representations, (c) sociofact representation, and (d) mentifact representation. The results show that: (1) the event historical reprentations were: G30S/PKI event, collapse of Indonesian economic joint, event demonstration student in Tritura action causing to die Arief Rachman Hakim, (2) the artifact representations were: jacket covered with blod, rumpled banner, flag at half mast, weapon and steel bayonet, (3) sociofact representations were poverty and vertical as well as horizontal class conflicts, (4) mentifact representations were the spirit to defend truth and justice and the aspiration of the youths involved in Tritura action.Kata Kunci: historical study, poem, representation, historical fact, sociofact
SENTENCE STRESS OF NATIVE AND NON-NATIVE SPEAKERS IN DELIVERING SPEECH: A COMPARATIVE STUDY Witari Aisyah
Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 15, No 1 (2017): Wacana, Vol. 15, No. 1, Januari 2017
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jwacana.v15i1.6655

Abstract

The aim of this research to investigate the comparison of sentence stress used by native and nonnative speaker. This research was descriptive comparative research. The subject of this research were Barack Obama Speech and Susilo Bambang Yudhoyono speech. The data in the research were collected by checklist and documentation. The result of the research show that, the majority sentence stress used by Barack Obama was high sentence stress. The majority sentence stress used by Dr. Susilo Bambang Yudhoyono was middle sentence stress. And there are several presumptions that cause the differences; the situation of location when delivering speech, the emotional condition of the speaker, the status class of speakers and listeners, and the interferences of mother language.Kata Kunci: Sentence Stress
THE EFFECT OF STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TECHNIQUE TOWARD STUDENTS’ SPEAKING SKILL AND CLASS PARTICIPATION Ildi Kurniawan
Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 14, No 2 (2016): Wacana, Vol. 14, No. 2, Juli 2016
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jwacana.v14i2.6646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifkasi pengaruh teknik STAD terhadap keterampialn berbicara dan partisipasi siswa di kelas. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 11 SMAN 5 Kota Bengkulu tahun ajaran 2010/2011 yang terdiri dari 168 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas IPA 4 dan IPA 5 yang masing-masing terdiri 27 siswa. Sampel penelitian ini dipilih dengan mengunakan teknik cluster random sampling. Data penelitian diperoleh melalui tes berbicara dan lembar observasi partisipasi kelas. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan uji-t dan analisis varians. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan teknik STAD memberikan pengaruh signifikan terhadap (1) pencapaian keterampilan berbicara siswa; (2) partisipasi siswa di kelas; (3) keterampilan berbicara siswa dan partisipasinya di kelas. Jadi, dapat disimpulkan bahwa teknik STAD memberikan pengaruh signifikan terhadap keterampilan berbicara siswa dan partisipasinya di kelas XI SMAN 5 Kota Bengkulu tahun ajaran 2011/2012.Kata Kunci: STAD Technique, Speaking Skill, Class Participation.
STUDI AWAL SEBARAN BAHASA-BAHASA ETNIK DI PROVINSI BENGKULU Ngudining Rahayu
Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 16, No 1 (2018): Wacana, Vol. 16, No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jwacana.v16i1.6693

Abstract

This preliminary study is intended to describe the distribution of languages of ethnic groups in Bengkulu Province. This research is based on geographic linguistics in the province of Bengkulu. The basic vocabulary instrument is 300 (Swadesh and Kern) and 150 cultural vocabularies. Data collection is carried out at a number of observed villlages proportionally. Data analysis was performed with lexicostatistics and dialectometry. The results show the following. With the exception of Enggano and the languages of ethnic immigrants, the Rejang, Lembak, Serawai, Pasemah, and Mukomuko languages are related to each other. The differences between these ethnic languages are mostly at the level of vowel sounds /a/, /o/ or /aw /, /é/ and /ê/, diphthong, nasal clusters such as /mp/, /nt/, /nc/, and /ngk/ on the one hand and /p/, /t/, /c/, /k/ on the other. Rejang language has 4 dialects, that are Lebong, Musi, Keban Agung and Pesisir. The distribution of Rejang ethnic languages covers Lebong District, part of Rejang Lebong, parts of Kepahiang, parts of Bengkulu Utara, and parts of Bengkulu Tengah Regency, while Mukomuko ethnic language distribution covers some areas of Mukomuko Regency. The spread of Lembak language covers Padang Ulak Tanding and Padang sub-districts in Rejang Lebong, and in some villages in Bengkulu and Bengkulu  Tengah Regency. Serawai language has distribution in  of Seluma and Bengkulu Selatan Regencies, in addition to some villages in Kepahiang Regency. Pasemah ethnic language has distribution in some areas of Kabupaten Kaur. The Lembak, Serawai, and Pasemah languages are used in the written tradition of the Ulu script. Some specimens of Ulu Lembak, Serawai, and Pasemah texts are preserved as family heirlooms or village heirlooms in the area of the ethnic language in question.Keywords: linguistics geography, ethnic language, Bengkulu
PROFIL GURU BAHASA INDONESIA DI PROPINSI BENGKULU Muhammad Arifin
Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 14, No 1 (2016): Wacana, Vo. 14, No. 1, Januari 2016
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jwacana.v14i1.868

Abstract

This study aimed at describing comprehensively the profile of Indonesian Language teachers in Bengkulu Province. The focus of the study were the educational background, school levels where the teachers currently teach, employment rank, gender, and age. Descriptive qualitative method was used in this research. From the data analysis, it is found that 98,97% of Indonesian Language teachers have bachelor degree; 65,64% of teachers teach in junior high school level; 34,96% of teachers are in Iva rank; 66,03% of teachers are female; and 89,76% of teachers are in the productive age (30-50 years-old).
ARAH PENGEMBANGAN MODEL STRUKTUR RETORIKA TEKS BAGIAN PENDAHULUAN ARTIKEL JURNAL PENELITIAN (AJP) BIDANG ILMU SASTRA PADA JURNAL “BISA” FKIP UNIVERSITAS BENGKULU Hermen Gusri
Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 15, No 2 (2017): Wacana, Vol. 15, No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jwacana.v15i2.6669

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menemukan arah pengembangan model struktur retorika teks bagian pendahuluan artikel jurnal penelitian (AJP) bidang ilmu sastra yang dimuat dalam jurnal BISA FKIP Unib berdasarkan model desain pengembangan. Model desain pengembangan merupakanhasil analisis berdasarkan model Problem Justifying Project (PJP) terhadap struktur retorika teks bagian pendahuluan artikel jurnal penelitian bidang ilmu sastra dalam jurnal terakreditasi nasional “Bahasa dan Seni” IKIP Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian pengembangan (Research and Development) model Sugiyono. Data dalam penelitian ini adalah tuturan penulis dalam teks berupa tahapan (move) dan langkah (steps), sedangkan sumber data berupa bagian pendahuluan artikel jurnal penelitian bidang ilmu sastra dalam jurnal “Bahasa dan Seni” IKIP Malang dan jurnal “BISA” FKIP Unib. Hasil penelitian menemukan desain pengembangan berupa langkah-langkah (steps) yaitu : mendefinisikan istilah penting (1A), menjelaskan sejarah singkat bidang penelitian (1C), , membuat klaim umum (1E), memperkenalkan topik penelitian (2A), mengidentifikasi masalah penelitian (2B), merefiu literatur terkait (2C), menunjukkan ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu (3A), menyatakan bahwa topik tersebut penting diteliti (3C), menjelaskan tujuan penelitian (4A), menyatakan pertanyaan penelitian (4B), menyatakan manfaat penelitian (4D), menyatakan hipotesis penelitian (4F). Hasil uji coba desain menemukan langkah yang paling banyak digunakan dalm artikel jurnal penelitian bagian pendahuluan bidang ilmu sastra jurnal “BISA” yaitu langkah 1E,2A, 2B, dan 4B dan 1 langkah yang tidak ditemukan yaitu langkah 3A. Dalam kegiatan pengembangan terdapat langkah yang paling sering dibutuhkan oleh ?50% AJP bidang ilmu sastra dalam jurnal “BISA” FKIP Unib yang diteliti yaitu langkah, mendefenisikan istilah penting (1A), menjelaskan sejarah singkat bidang penelitian (1C), menunjukkan ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu (3A), menyatakan bahwa topik tersebut penting diteliti (3C), , menyatakan manfaat penelitian (4D), menyatakan hipotesis penelitian (4F).Kata Kunci: Pengembangan, Struktur, Retorika, Artikel Jurnal Penelitian
NALISIS STRUKTUR DAN NILAI BUDAYA LEGENDA BATU PANCO KECAMATAN CURUP UTARA KABUPATEN REJANG LEBONG Destriyeni Destriyeni
Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 15, No 1 (2017): Wacana, Vol. 15, No. 1, Januari 2017
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jwacana.v15i1.6660

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui/mendeskripsikan Struktur intrinsik yang terkandung dalam legenda Batu Panco , dan untuk mengetahui nilai-nilai budaya dalam legenda Batu Panco di desa Batu Panco kecamatan Curup Utara kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini merupakan penetitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan teknik dokumentasi ( rekam catat). Sumber penelitian diambil dari dua nara sumbe yaitu: Nara sumber (1) Bapak Ismen Kadmi umur (57). Nara sumber (2), Bapak H. Ahmad Riadi Imam Batu Panco umur (55) tahun. Metode Penelian yang digunakan adalah metode deskriptif, hanya menggambarkan apa adanya tentang sesuatu variabel, gejala atau keadaan. Metode ini merupakajn penelitian lapangan.Dari hasil analisis penelitian terbukti bahwa struktur legenda Batu Panco mencakup (1) tema, (2) alur/plot (3) penokohan (4) latar/setting, (5) sudut pandang, (6) amanat. Nilai-nilai budaya yang terdapat dalam legenda Batu Panco. yang berorientasi pada 5 masalah pokok dalam kehidupan. Peneliti hanya menemukan 2 masalah dasar dalam hidup yaitu: (1) Hakikat karya (MK), indikatornya (a) karya itu untuk nafkah, (b) karya itu untuk kedudukan, kehormatan, dan sebagainya, (c) karya itu untuk menambah karya.(2). Hakekat hubungan antara manusia dengan sesamanya (MM) indikatornya (a). Orientasi kolateral (horisontal), rasa ketergantungan pada sesamanya (berjiwa gotong-royong. (b). Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh atasan dan berpangkat.Kata Kunci: Struktur, Nilai Budaya, legenda Batu Panco.
FUNGSI PEMARKAH MORFEMIK-I DALAM KATA TURUNAN BAHASA INDONESIA Marina Siti Sugiyati
Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 14, No 2 (2016): Wacana, Vol. 14, No. 2, Juli 2016
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jwacana.v14i2.6651

Abstract

Makalah ini bertujuan mendiskripsikan fungsi pemarkah morfemik-i dalam kata turunan Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan metode kepustakaan, yang berupa majalah’ femina‘ 29 Maret 2014, surat kabar mingguan’ minggu pagi’ 20 April 2014, surat kabar harian’ kedaulatan rakyat’ 26 Agustus 2015’ dan penulis sendiri sebagai penutur bahasa Indonesia. Selanjutnya data yang berupa pemarkah morfemik-i dalam kata turunan di analisis menggunakan teknik distribusional yang di lanjutkan dengan dua teknik lanjutan, yaitu teknik ekspansi dan teknikparafrase. Prasil yang di peroleh dalam makalah ini, secara marfologis afiks-i mempunyai fungsi gramatik sebagai pembentuk pokok kata, dan membentuk suatu kata apabila mendapat prefiks men-, di- dan bentuk diri, serta mempunyai fungsi semantik a. Perbuatan dilakukan secara berulang-ulang, b. memberi apa yang tersebut pada bentuk dasar, c. mencabut atau mengupas apa yang tersebut pada bentuk dasar, d. Memasukkan sesuatu apa yang tersebut pada bentuk dasar, e. Menjadi apa yang tersebut pada bentuk dasar, dan f. Menyatakan makna kausatif. Selanjutnya secara sintaksis afiks-i mempunyai fungsi gramatik sebagai pembentuk a. Kata kerja transitif dan b. Sebagai pembentuk kata kerja dwitransitif. Dan mempunyai fungsi semantik a. Obyeknya menyatakan makna tempat, b. Obyeknya menyatakan makna penderita, c. Obyeknya menyatakan makna penerima, d. Obyeknya menyatakan makna tujuan, e. Obyeknya menyatakanmakna perserta, dan f. Obyeknya menyatakan makna perihal apa yang tersebut pada prasa/ kata yang mengikutinya (obyek).Kata Kunci: fungsi, pemarkah morfemik-i, kata turunan, dan bahasa indonesia

Page 5 of 13 | Total Record : 122