cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 319 Documents
Chronic Inflammation as a Central Driver of Disease Progression in Myeloproliferative Neoplasms (MPNs): A Narrative Review: Selvi Rahmawati Selvi Rahmawati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp49-57

Abstract

Myeloproliferative neoplasms (MPNs) are clonal hematologic disorders characterized by excessive proliferation of myeloid cells that potentially progress to bone marrow fibrosis and acute myeloid leukemia (AML). At the molecular level, MPNs are defined by the presence of driver mutations, particularly in the JAK2, CALR, and MPL genes, which lead to constitutive activation of the JAK–STAT signaling pathway. Activation of this pathway not only promotes hematopoietic cell proliferation but also induces inflammatory responses that play a crucial role in MPNs pathogenesis and progression. This review aims to summarize and evaluate the role of chronic inflammation in MPNs progression, including the interactions between genetic mutations, inflammatory signaling pathways, and the bone marrow microenvironment. Chronic inflammation contributes to disease progression through multiple mechanisms, including activation of signaling pathways such as JAK–STAT and NF-κB, increased production of proinflammatory cytokines, and the induction of oxidative stress that promotes genomic instability. In addition, inflammation drives remodeling of the bone marrow microenvironment into a profibrotic and immunosuppressive state, providing a selective advantage for clonal expansion and contributing to therapeutic resistance. The dynamic interplay between clonal cells, the immune system, and the microenvironment establishes a feed-forward loop that accelerates MPN progression toward leukemic transformation. The findings of this narrative review emphasize that therapeutic strategies in MPNs should not only target the genetic mutations but also need to consider the modulation of inflammation and bone marrow microenvironment as targeted-therapy complementary approaches.
Hubungan Stres Oksidatif dan Akumulasi Advanced Glycation End-Products (AGEs) terhadap Komplikasi Mikrovaskular Diabetes: Systematic Review: Sri Octa Handayani, Khorina Fatin Bilqis, Shellya Puti Sudesty Sri Octa Handayani; Khorina Fatin Bilqis; Shellya Puti Sudesty
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp58-66

Abstract

Abstrak Komplikasi mikrovaskular diabetes melitus (DM), termasuk retinopati, nefropati, dan neuropati, merupakan penyebab utama morbiditas kronik pada penderita diabetes secara global. Stres oksidatif dan akumulasi advanced glycation end-products (AGEs) melalui jalur biokimia akibat hiperglikemia berperan penting dalam patogenesis komplikasi tersebut. Systematic review ini bertujuan menganalisis bukti ilmiah terkini terkait hubungan mekanistik antara stres oksidatif dan AGEs terhadap komplikasi mikrovaskular diabetes. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan MDPI dalam rentang tahun 2018–2026 menggunakan kata kunci terkontrol. Dari 1.847 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 32 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa hiperglikemia kronik memicu peningkatan produksi spesies oksigen reaktif (ROS) melalui beberapa jalur utama, termasuk aktivasi NADPH oksidase, disfungsi rantai transport elektron mitokondria, dan jalur poliol. AGEs yang terbentuk berikatan dengan reseptor RAGE, mengaktivasi jalur NF-κB yang memperburuk inflamasi kronik, disfungsi endotel, serta perubahan struktur jaringan mikrovaskular. Sebanyak 28 dari 32 studi menunjukkan korelasi signifikan antara kadar AGEs dan derajat keparahan komplikasi. Intervensi yang menargetkan stres oksidatif dan jalur AGEs–RAGE menunjukkan potensi dalam memperlambat progresi komplikasi, menegaskan pentingnya pendekatan terapi berbasis mekanisme biokimia. Temuan ini juga menyoroti perlunya penelitian lanjutan berbasis uji klinis untuk mengevaluasi efektivitas intervensi antioksidan dan inhibitor AGEs dalam praktik klinik sehari-hari yang lebih luas populasi. Kata Kunci: Advanced Glycation End-Products; Diabetes Melitus; Komplikasi Mikrovaskular; Stres Oksidatif; RAGE Oxidative Stress and Accumulation of Advanced Glycation End-Products (AGEs) in Relation to Diabetic Microvascular Complications: A Systematic Review Abstract Microvascular complications of diabetes mellitus (DM), including retinopathy, nephropathy, and neuropathy, are major causes of chronic morbidity worldwide. Oxidative stress and the accumulation of advanced glycation end-products (AGEs), driven by hyperglycemia-related biochemical pathways, play key roles in the pathogenesis of these complications. This systematic review aims to analyze current scientific evidence regarding the mechanistic relationship between oxidative stress and AGEs in diabetic microvascular complications. Literature searches were conducted in PubMed, Scopus, ScienceDirect, and MDPI databases from 2018 to 2026 using controlled keywords. Of 1,847 identified articles, 32 met the inclusion criteria. The findings indicate that chronic hyperglycemia increases the production of reactive oxygen species (ROS) through several major pathways, including NADPH oxidase activation, mitochondrial electron transport chain dysfunction, and the polyol pathway. AGEs interact with their receptor (RAGE), activating the NF-κB pathway, which exacerbates chronic inflammation, endothelial dysfunction, and structural changes in microvascular tissues. A total of 28 out of 32 studies reported a significant correlation between AGE levels and the severity of complications. Interventions targeting oxidative stress and the AGEs–RAGE pathway show promise in slowing disease progression, highlighting the importance of mechanism-based therapeutic strategies. These findings also underscore the need for further clinical trials to evaluate the effectiveness of antioxidant and AGE-inhibiting therapies in broader clinical settings. Keyword: Advanced Glycation End-Products; Diabetes Mellitus; Microvascular Complications; Oxidative Stress; RAGE
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS VOICE HANDICAP INDEX-10 (VHI-10) ADAPTASI BAHASA INDONESIA DI BAGIAN T.H.T.K.L RSUP DR MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG: Fivien Fedriani, Lisa Apri Yanti, Abla Ghanie, Erial Bahar Fivien Fedriani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp67-77

Abstract

Latar Belakang: Disfonia merupakan istilah umum untuk setiap gangguan suara yang disebabkan kelainan pada organ-organ fonasi, terutama laring maupun diluar organ fonasi. Baik yang bersifat organik maupun fungsional. Saat ini didapatkan beberapa instrument pemeriksaan disfonia. Pengembangan alat ukur tersebut bertujuan untuk menilai tingkat kecacatan yang diakibatkan oleh disfonia. Voice Handicap Index-10 merupakan salah satu jenis kuisioner yang terbukti valid untuk mengetahui pengaruh perubahan suara terhadap terhadap fungsi, fisik dan fungsional penderita. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan adaptasi VHI-10 bahasa Indonesia serta melakukan uji validasi dan reliabilitas agar VHI-10 versi bahasa Indonesia. Metode: Penelitian ini dibagi menjadi dua studi yakni studi validitas dan studi reliabilitas. Studi validitas dilakukan dengan uji validasi transkultural WHO . Studi reliabilitas menggunakan metode potong lintang dalam bentuk guide interview dan pengisian kuisioner. Sampel penelitian terdiri dari 50 sampel non disfonia yang terdiri dari dokter muda dan dokter residen dan 36 sampel dengan keluhan disfonia yang berobat di bagian THT KL RSMH. Penelitian dilakukan pada bulan November 2017 sampai dengan Februari 2018. Hasil: Hasil analisis statistik mendapatkan bahwa kuisioner ini valid (Pearson’s r to r moment 0,502-0,854 dan p< 0,05) dan reliabel (Cronbach α 0,78). Kesimpulan: Kuisioner Voice Handicap Index-10 adaptasi bahasa Indonesia valid dan reliabel.
Knowledge, Attitudes, and Practices Toward Typhoid Fever Prevention Among Islamic Boarding School Students: A Cross-Sectional Study in Bandar Lampung, Indonesia: Sutarto, Nanda Frisila Rajagukguk, Nanda Fitri Wardani, dan Indri Windarti sutarto sutarto; Nanda Frisila Rajagukguk; Nanda Fitri Wardani; Indri Windarti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp78-87

Abstract

Typhoid fever remains a major public health concern in developing countries, including Indonesia, particularly in communities characterized by inadequate sanitation and high population density, such as Islamic boarding schools. Knowledge, attitudes, and practices (KAP) play a crucial role in preventing infectious diseases, including typhoid fever. This study aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes and typhoid fever prevention practices among students of Madarijul Ulum Islamic Boarding School in Bandar Lampung, Indonesia. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted involving 142 students selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using a structured questionnaire assessing respondents’ knowledge, attitudes, and preventive practices regarding typhoid fever. The instrument had been tested for validity and reliability prior to data collection. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses, with the Chi-square test applied to examine associations between variables at a 95% confidence level. The results showed that 51.4% of respondents had poor knowledge, 59.9% demonstrated positive attitudes, and 62.0% exhibited inadequate typhoid fever prevention practices. Significant associations were found between knowledge and preventive practices (p=0.007; OR=2.57) and between attitudes and preventive practices (p=0.007; OR=2.27). Students with better knowledge and more positive attitudes were more likely to engage in appropriate typhoid fever prevention practices. In conclusion, knowledge and attitudes were significantly associated with typhoid fever prevention practices among Islamic boarding school students. Strengthening health education and promoting positive health behaviors are essential to improving disease prevention efforts and reducing the risk of typhoid fever transmission in boarding school settings.
Perilaku Pemeliharaan Kesehatan (Health Maintenance) Pada Masyarakat Agrikultur: Literature Review: Suharmanto suharmantoarman suharmanto
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp88-94

Abstract

Angka kesakitan pada masyarakat agrikultur umumnya tinggi, dengan tren prevalensi bervariasi. Sektor pertanian menyumbang sekitar 17,3% dari total kejadian Penyakit Akibat Kerja (PAK) di Indonesia. Mayoritas risiko mencakup bahaya ergonomis, paparan kimia, dan infeksi lingkungan tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mensintesis hasil penelitian mengenai perilaku pemeliharaan kesehatan pada masyarakat agrikultur serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar pada publikasi tahun 2020–2026. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi diekstraksi dan dianalisis menggunakan metode narrative thematic synthesis. Kajian menunjukkan bahwa perilaku pemeliharaan kesehatan pada masyarakat agrikultur meliputi penggunaan alat pelindung diri, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, pemeriksaan kesehatan berkala, pengelolaan stres, pola hidup sehat, serta pemanfaatan pelayanan kesehatan preventif. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa masyarakat agrikultur masih menghadapi risiko gangguan muskuloskeletal, penyakit tidak menular, cedera kerja, gangguan kesehatan pernapasan, dan masalah kesehatan mental. Faktor yang memengaruhi meliputi tingkat pengetahuan, sikap terhadap kesehatan, kondisi ekonomi, akses pelayanan kesehatan, budaya, dan lingkungan kerja. Kata Kunci: masyarakat agrikultur, pencegahan penyakit, perilaku pemeliharaan kesehatan
Perilaku Konsumsi Jamu Masyarakat Agrikultur: Literature Review: Suharmanto suharmantoarman suharmanto
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp95-101

Abstract

Masyarakat agrikultur, terutama petani, rentan mengalami berbagai penyakit tidak menular akibat pola kerja, paparan lingkungan, dan perubahan gaya hidup. Prevalensi asam urat (gout) pada masyarakat pedesaan Indonesia mencapai sekitar 44%–47,5%, gangguan kolesterol (dislipidemia) dialami sekitar 48,7%–50% petani, sedangkan prevalensi Diabetes Melitus (DM) pada penduduk usia ≥15 tahun terus mengalami peningkatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan meminimalkan risiko penyakit tersebut adalah melalui konsumsi jamu sesuai aturan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perilaku konsumsi jamu pada masyarakat agrikultur serta faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan scoping review. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar pada publikasi tahun 2020–2026. Data dianalisis menggunakan metode narrative thematic synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku konsumsi jamu dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kepercayaan terhadap manfaat dan keamanan jamu, budaya dan tradisi keluarga, ketersediaan tanaman obat, serta faktor ekonomi. Jamu dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan, meningkatkan stamina, mencegah penyakit, dan membantu pemulihan kesehatan. Penguatan edukasi kesehatan, penggunaan jamu secara rasional, serta pengembangan budidaya tanaman obat diperlukan guna mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat agrikultur secara berkelanjutan. Kata Kunci: konsumsi jamu, masyarakat agrikultur, tanaman obat
The Importance of Stem Cells as Praxis in the Development of Current Regenerative Medicine: Soraya Rahmanisa, Evi Kurniawaty, Rika Lisiswanti Soraya Rahmanisa; Evi Kurniawaty; Rika Lisiswanti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp102-109

Abstract

ABSTRACT For almost a century, the foundation of modern medicine has been the same: determine the underlying cause of the illness, then prevent or treat it. Antibiotics kill bacteria. Beta-blockers inhibit adrenergic receptors. Insulin replaces the hormone that is not produced. This approach is extraordinarily effective — but it has a fundamental limitation: it does not restore the damaged biological capacity, it manages it. Stem cells offer something categorically different: the ability to regenerate damaged tissues and organs from the most fundamental level — the cellular level. This is not a difference of degree, but a difference of kind. Stem cells occupy a central position in the revolution of regenerative medicine — a paradigm aimed at restoring the function of damaged tissues and organs, rather than merely managing symptoms. This review presents recent evidence (2019–2026) on the role of stem cells as praxis — scientific actions informed by values and oriented toward the restoration of human capabilities. This article examines the applications of stem cells in the fields of neurology, cardiology, oncology, endocrinology, and tissue engineering, as well as mapping the translational challenges and their implications for global health policy.
Hubungan Uang Saku dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Kedokteran: Suryani Agustina Daulay, Hesti Yuningrum suryani daulay
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp110-115

Abstract

Stres merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering dialami mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran yang menghadapi tuntutan akademik tinggi. Selain faktor akademik, kondisi ekonomi seperti kecukupan uang saku juga dapat memengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Keterbatasan uang saku berpotensi menimbulkan tekanan psikologis akibat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan akademik maupun kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara uang saku dengan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung tahun 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 174 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen adalah uang saku, sedangkan variabel dependen adalah tingkat stres. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Besarnya risiko dinyatakan dalam bentuk Odds Ratio (OR) dan 95% Confidence Interval (95%CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stres normal yaitu sebanyak 168 mahasiswa (96,6%), sedangkan stres ringan dan sedang masing-masing sebanyak 4 mahasiswa (2,3%) dan 2 mahasiswa (1,1%). Berdasarkan variabel uang saku, mayoritas responden memiliki uang saku cukup sebanyak 159 mahasiswa (91,4%), sedangkan 15 mahasiswa (8,6%) memiliki uang saku kurang. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara uang saku dengan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (p=0,009). Mahasiswa yang memiliki uang saku kurang berpeluang mengalami stres sebesar 10,6 kali dibandingkan mahasiswa yang memiliki uang saku cukup (OR=10,600; 95%CI=2,341–47,993).Terdapat hubungan yang signifikan antara uang saku dengan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.
Peran Reactive Oxygen Species dalam Proses Penyembuhan Luka: Tinjauan Molekuler: Zahara Nurfatihah Z Zahara Nurfatihah Z
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp116-120

Abstract

Penyembuhan luka merupakan proses biologis yang berlangsung melalui empat fase terkoordinasi yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Reactive oxygen species (ROS) dihasilkan terutama oleh enzim NADPH oxidase (NOX) yang berperan sebagai regulator molekuler pada setiap fase. Tinjauan literatur ini bertujuan merangkum bukti ilmiah terkini mengenai peran molekuler ROS dalam proses penyembuhan luka. Pada fase hemostasis, ROS yang dihasilkan trombosit melalui jalur NOX dan cyclooxygenase memperkuat aktivasi dan agregasi trombosit serta mempersiapkan lingkungan mikro. Selama fase inflamasi, neutrofil menjalankan proses respiratory burst menghasilkan ROS untuk eliminasi patogen dan mengaktivasi jalur nuclear factor kappa B (NF-κB). Pada fase proliferasi, ROS menstabilkan hypoxia-inducible factor 1-alpha (HIF-1α) untuk mendorong angiogenesis melalui vascular endothelial growth factor (VEGF) serta mengaktivasi mitogen‐activated protein kinases (MAPK) yang mendukung re-epitelisasi. Pada fase remodeling, jalur NF-E2-related factor 2 (Nrf2) berperan sebagai sistem pertahanan antioksidan utama yang mencegah degradasi extracellular matrix (ECM) secara berlebihan. Ketidakseimbangan kadar ROS pada kondisi patologis seperti diabetes melitus menyebabkan gangguan regulasi seluler yang menghambat proses penyembuhan dan berkontribusi terhadap terbentuknya luka kronis sehingga modulasi ROS melalui target spesifik seperti NOX berpotensi besar sebagai strategi terapeutik dalam penanganan luka.
The Role of Physical Activity and Sedentary Behavior on VO₂max as an Indicator of Cardiorespiratory Fitness: A Literature Review: Ramadhana Komala, Wiwi Febriani Ramadhana Komala
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp121-127

Abstract

VO₂max is the primary indicator of cardiorespiratory fitness, reflecting the body's maximal capacity to uptake, transport, and utilize oxygen during physical activity. Physical activity and sedentary behavior are two important behavioral factors that influence VO₂max and cardiorespiratory fitness levels. This literature review aimed to examine the role of physical activity and sedentary behavior on VO₂max based on studies published over the last decade. The findings indicate that regular physical activity, particularly moderate-to-vigorous aerobic exercise, improves VO₂max through physiological adaptations in the cardiovascular, respiratory, and skeletal muscle systems. In contrast, high levels of sedentary behavior are associated with reduced aerobic capacity due to decreased muscular metabolic activity, impaired cardiovascular function, and an increased risk of metabolic disorders. Numerous studies have reported that individuals with higher levels of physical activity tend to have greater VO₂max values than those who are less active, whereas prolonged sedentary time is associated with lower cardiorespiratory fitness among children, adolescents, adults, and older adults. Furthermore, the negative effects of sedentary behavior may occur independently of physical activity, indicating that physically active individuals may still experience reduced fitness levels if they spend excessive amounts of time sitting. In conclusion, increasing physical activity and reducing sedentary behavior are essential strategies for improving VO₂max and cardiorespiratory fitness, thereby supporting long-term health and functional capacity.