cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 294 Documents
Peran Gizi dalam Mencegah Stunting dan Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Menuju Bonus Demografi di Indonesia Rahman, Sugirah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp178-193

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat berdampak langsung pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, serta berpotensi menghambat pencapaian kualitas sumber daya manusia yang unggul di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) meliputi masa kehamilan hingga usia dua tahun, yang mengarah pada gangguan pertumbuhan linear dan perkembangan otak yang tidak optimal. Stunting tidak hanya mempengaruhi tinggi badan, tetapi juga berimplikasi pada penurunan kemampuan kognitif, prestasi belajar, serta peningkatan risiko penyakit tidak menular di usia dewasa. Intervensi gizi yang tepat, seperti pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MP-ASI) bergizi, serta suplementasi zat besi, asam folat, dan mikronutrien lainnya, sangat penting dalam pencegahan stunting dan peningkatan kecerdasan anak. Penurunan prevalensi stunting yang signifikan membutuhkan pendekatan multisektoral yang melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, keluarga, dan pemberdayaan masyarakat. Program yang mengintegrasikan stimulasi kognitif dengan asupan gizi yang adekuat terbukti efektif dalam meningkatkan perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak. Kajian ini bertujuan untuk mengulas dan menelaah berbagai temuan ilmiah mengenai peran gizi dalam pencegahan stunting sekaligus kontribusinya dalam meningkatkan kecerdasan anak. Dengan memahami temuan yang ada diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan intervensi gizi yang tepat guna mengatasi masalah stunting dan mendukung kualitas sumber daya manusia sejak usia dini di Indonesia. Kata kunci: Stunting, Gizi, Anak,Kognitif, Kesehatan.
Peran Antioksidan Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Mencegah Kerusakan Folikel Ovarium: Literature Review Bilqis, khorina Fatin
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp184-190

Abstract

Ovarium merupakan organ reproduksi utama pada wanita yang sangat rentan terhadap kerusakan oksidatif akibat akumulasi radikal bebas. Kondisi ini dapat memicu apoptosis sel granulosa, peroksidasi lipid, serta penurunan kualitas dan jumlah folikel, sehingga mengganggu fungsi reproduksi. Moringa oleifera (daun kelor) menjadi fokus penelitian karena kandungan polifenol dan flavonoidnya, seperti Kaempferol dan quercetin , yang berperan sebagai penangkap radikal bebas serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD dan GSH. Berbagai studi in vivo dan in vitro menunjukkan bahwa ekstrak daun M. oleifera mampu menurunkan kadar MDA, ROS, dan caspase-3, memperbaiki histologi folikel ovarium, serta menurunkan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-8). Mekanisme molekulernya melibatkan aktivasi jalur Nrf2 yang meningkatkan ekspresi gen protektif seperti NQO1 dan HO-1 serta memperkuat sistem glutation, sehingga menstabilkan redoks seluler dan melindungi jaringan ovarium. Pada model PCOS, evaluasi morfometri menunjukkan peningkatan diameter folikel Graaf, bobot ovarium, dan penurunan degenerasi lapisan theca. Empat studi terbaru (2025) mengonfirmasi efek antioksidan, anti-inflamasi, dan anti-apoptotik M. oleifera yang meningkatkan viabilitas sel granulosa. Meskipun menjanjikan, sebagian besar bukti masih berasal dari model hewan, sehingga diperlukan penelitian lanjutan pada manusia untuk menentukan dosis, keamanan, dan efektivitas. Temuan ini mendukung potensi Moringa oleifera sebagai agen pelindung folikel ovarium bagi kesehatan reproduksi wanita
Adaptasi Fisiologi Kardiometabolik Pada Pola Aktivitas Weekend Warrior: Literature Review Bukti Mekanistik Dan Respon Organ-Sistem (2023-2025) Sudesty, Shellya Puti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp191-202

Abstract

Pola aktivitas fisik weekend warrior yang merupakan pemenuhan ≥150 menit moderate to vigorous physical activity (MVPA) dalam satu hingga dua sesi perminggu, menjadi strategi popular bagi populasi dewasa muda pekerja kantoran dengan keterbatasan waktu. Literature review ini mengevaluasi bukti tahun 2023-2025 mengenai adaptasi fisiologi kardiometabolik dan respon organ-sistem pada pola weekend warrior. Pencarian basis data dilakukan menggunakan PubMed, Scopus, Web of Science, dan ScienceDirect dengan ditemukan 21 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa pola weekend warrior memberikan penurunan signifikanpada risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, penyakir ginjal kronis, dan gangguan neurologis jika total MVPA tercapai. Uji intervensi melaporkan peningkatan VO2max yang tidak inferior dibanding latihan frekuensi tinggi, ini menunjukkan bahwa stimulus aerobic terfokus sudah cukup untuk memicu adaptasi kardiorespirasi. Bukti mekanistik mengindikasikan potensi aktivitas jalur AMPK-PGC-1α, perbaikan fungsi endotel, dan peningkatan kualitas mitokondria, meskipun studi eksperimental khusus weekend warrior masih terbatas. Respon biomarker metabolik lebih bervariasi, dengan hasil yang cenderung lebih stabil pada pola aktivitas terdistribusi. Secara keseluruhan, pola weekend warrior merupakan strategi efektif dan realistis untuk pekerja kantoran Indonesia, namun penelitian intervensi jangka Panjang diperlukan untuk memperjelas mekanisme spesifik organ dan dosis optimal untuk pola aktivitas fisik pada akhir pekan.
P Peran Edukasi dan Konseling Terhadap Kepatuhan dan Kualitas Hidup Pasien Artritis Reumatoid Puspita, Bella
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp198-207

Abstract

Artritis reumatoid merupakan penyakit kronis yang menyebabkan penurunan fungsi fisik, penurunan kualitas hidup (QoL), dan penurunan kemampuan kerja pasien, serta peningkatan biaya sosial ekonomi. Ketidakpatuhan pengobatan merupakan salah satu faktor yang dapat memperburuk penyakit artritis reumatoid. Kajian literatur ini bertujuan untuk membahas peran intervensi edukasi dan konseling terhadap kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup pada pasien artritis reumatoid. Studi tinjauan literatur ini dilakukan melalui penelusuran daring menggunakan database seperti PubMed, DOAJ (Directory Of Open Access Journals) dan Google Scholar, dengan kata kunci yang telah ditentukan. Didapatkan 11 artikel yang menunjukkan peran intervensi edukasi dan konseling terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien artritis reumatoid. Pendekatan intervensi edukasi dan konseling memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan kepatuhan pengobatan pada pasien artritis reumatoid, dan berdampak positif terhadap respon terapi dan kualitas hidup (QoL) pasien. Peran intervensi edukasi dan konseling, baik melalui media cetak, teknologi digital, maupun pendekatan langsung oleh tenaga kesehatan terbukti mampu meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien artritis reumatoid. Kepatuhan yang baik dapat menekan risiko progresivitas penyakit serta mendukung perbaikan kondisi klinis. Kata Kunci: Artritis Reumatoid, Edukasi dan Konseling, Kepatuhan Pengobatan, Kualitas Hidup
Hubungan Motivasi, Efikasi Diri dan Kondisi Psikologis Dengan Kepatuhan Diet Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Angraini, Dian Isti; Ernawati, Tutik; Sari, Merry Indah; Harmaina
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp208-213

Abstract

ABSTRACT The prevalence of diabetes mellitus has increased over time. Patient compliance in taking medication and meal planning (diet) plays a very important role in the success of treatment and controlling blood glucose. The study aims was to determine the association between motivation, self-efficacy and psychological conditions with diet compliance in patients with type 2 diabetes mellitus. This study is an analytical observational study with a cross-sectional approach and conducted from April to October 2023. The research sample was 95 diabetes mellitus type 2 patients in the work area of ​​the Kalirejo Pesawaran Lampung Health Center. The sample was taken using a purposive sampling technique that met the inclusion and exclusion criteria. Data on motivation, self-efficacy and psychological conditions were taken using a validated questionnaire, and data on diet compliance was assessed by comparing food intake with the nutritional needs of patients with type 2 diabetes mellitus based on the 2x24h food recall questionnaire. Data were analyzed using chi square. The results showed that non-compliance diet in patients with type 2 diabetes mellitus was 80%. Motivation, self-efficacy and psychological condition are associated to diet compliance in diabetes mellitus patients (p=0.026; p=0.019; p=<0.001). Compliance with diet in type 2 diabetes mellitus patients is very necessary in controlling blood sugar in order to prevent complications. Motivation, self-efficacy and psychological condition of patients play an important role in diet compliance in type 2 diabetes mellitus patients.
Faktor Sosial Ekonomi dan Perilaku Makan Balita: Kajian Hubungan antara Pekerjaan Ibu dan Pendapatan Keluarga Eka Putri Rahmadhani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp214-218

Abstract

Eating behavior in toddlers is an essential factor in supporting the growth and development of early childhood, as this period represents the golden age that determines a child’s future health and intelligence. Poor eating patterns and behaviors may lead to nutritional problems, including both undernutrition and overnutrition, which can have long-term impacts on children’s health. One of the factors influencing toddlers’ eating behavior is the family’s socioeconomic condition, particularly the mother’s employment status and family income level. Mothers play a central role in regulating meal patterns and providing nutritionally balanced food for their children. This study aimed to determine the relationship between maternal employment and family income with eating behavior among toddlers aged 6-59 months in Pekon Klaten, Gadingrejo Subdistrict, Pringsewu Regency. The research employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. The independent variables included maternal employment and monthly family income, while the dependent variable was toddler eating behavior. The data analysis showed a significant relationship between maternal employment and toddler eating behavior (p = 0.013), but no significant relationship between family income and toddler eating behavior (p = 0.442). These findings indicate that maternal involvement in childcare and feeding practices has a greater influence on toddlers’ eating behavior than family economic factors. Keywords: eating behavior, toddlers, maternal employment, family income, socioeconomic factors
Potensi Kandungan Batang Pisang (Musa paradisiaca) sebagai Anti-Diabetik: Sebuah Tinjauan Pustaka: Andriansyah Andri, Andriansyah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp219-224

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Peningkatan jumlah kasus diabetes di Indonesia berdampak pada meningkatnya penggunaan obat antidiabetes, yang secara tidak langsung turut meningkatkan risiko terjadinya efek samping, terutama pada pasien lanjut usia. Berbagai golongan obat seperti metformin, sulfonilurea, inhibitor alfa-glukosidase, tiazolidindion, serta agonis GLP-1 sering digunakan sebagai terapi lini utama, namun telah dilaporkan menimbulkan efek samping mulai dari mual, diare, hipoglikemia, penambahan berat badan, hingga gangguan fungsi organ tertentu. Kondisi tersebut menjadi alasan perlunya dilakukan peninjauan kembali terhadap keamanan terapi farmakologis jangka panjang dan pentingnya eksplorasi alternatif pengobatan yang lebih aman. Salah satu sumber bioaktif alami yang berpotensi dikembangkan adalah batang pisang (Musa paradisiaca L.). Bagian tanaman ini diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, steroid, dan kuinon. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan kemampuan memperbaiki fungsi sel β pankreas melalui mekanisme perlindungan terhadap kerusakan oksidatif. Flavonoid juga diketahui dapat menghambat enzim α-glukosidase, sehingga mampu mengurangi penyerapan glukosa di usus dan menurunkan kadar glukosa postprandial. Dengan kombinasi efek biologis tersebut, batang pisang memiliki potensi yang signifikan sebagai sumber bahan aktif antidiabetes. Kajian ini bertujuan menyoroti keterbatasan terapi farmakologis serta potensi pemanfaatan batang pisang sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang lebih aman, efektif, dan berpotensi mendukung pengembangan obat antidiabetes berbasis herbal. Kata Kunci: Diabetes melitus, Terapi Non Farmakologis, Tanaman Terbal, Aktivitas Antidiabetik
Mekanisme Respons Imun terhadap Infeksi Sekunder pada Severe Dengue: Sebuah Tinjauan Pustaka Ulfah, Maya
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp318-327

Abstract

Dengue merupakan salah satu penyakit infeksi arbovirus (arthropod-borne virus) yang ditemukan pada sekitar 100 negara baik tropis maupun subtropis di seluruh dunia. Mekanisme yang menyebabkan timbulnya keparahan bahkan berujung pada kematian dalam infeksi DENV (severe Dengue) masih belum dipahami secara baik. Meskipun demikian, beberapa penelitian yang berkaitan dengan respons imun di dalam tubuh dan peranannya dalam infeksi severe Dengue telah banyak dilakukan. Hipotesis umum yang paling dapat diterima untuk terjadinya severe Dengue adalah infeksi sekunder yang disebabkan oleh serotipe DENV yang berbeda. Sel-T memori yang terbentuk selama infeksi primer dapat bereaksi dengan cepat, tetapi memiliki efektivitas yang lebih rendah daripada sel-T naïve selama proses infeksi sekunder non-spesifik terjadi. Proses tersebut mengakibatkan terjadinya respons imun yang tidak efisien dengan deregulasi produksi cytokine. Teori tersebut juga dikenal dengan istilah original antigenic sin. Hipotesis lainnya yang juga masih berkaitan dengan original antigenic sin, yaitu Antibody Dependent Enhancement (ADE). Berdasarkan teori ADE, non-spesifik antibodi yang diproduksi selama proses infeksi sekunder dengan serotipe heterologous mengakibatkan serapan dan replikasi virus yang lebih tinggi di dalam sel target, seperti yang terjadi pada sel monosit melalui reseptor Fc. Pemahaman yang baik mengenai kedua hipotesis tersebut dapat sangat bermanfaat untuk memahami kejadian DHF/DSS pada infeksi DENV.
Interaksi Mikrobiota dan Otak Melalui Vagus, Sistem Imun, dan Metabolik: Ayu Tiara Fitri, Dwi Widyawati Ayu Tiara FItri
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp225-231

Abstract

Interaksi antara microbiota di usus dan sistem saraf pusat atau sering di sebut gut brain axis melibatkan jalur saraf vagus, sistem imun mukosa dan sinyal metabolik mikroba. Tinjauan ini merangkum mekanisme dan bukti fisiologis pada manusia mengenai bagaimana ketiga jalur tersebut saling bekerja sama untuk memengaruhi fungsi kognitif, integrasi neurobiologis dan adektif. Hasil metabolit utama dari microbiota usus terdiri dari Short Chain Fatty Acid (SFCA), asam empedu sekunder, dan turunan triptofan yang nantinya dapat masuk kedalam sirkulasi dan memodulasi fungsi dari epitel, jalur saraf aferen, dan respon imun. Saraf vagus memiliki peran sebagai rute cepat untuk mentransmisikan sinyal mekanosensorik dan kimiawi dari mukosa menuju pusat otak. Sedangkan imun mukosa seperti GALT, sel dendritic, IgA, dan sitokin akan menerjemahkan perubahan komposisi mikroba menjadi sinyal sistematik yang dapat mempengaruhi mikroglia dan blood brain barrier. Sumber literatur yang dianalisis di dalam tinjauan ini berasal dari jurnal terindeks scopus dengan rentang tahun 2017-2025. Bukti pra-klinis dan beberapa laporan awal klinis menunjukkan adanya potensi intervensi untuk memodulasi jalur tersebut, namunbukti klinis yang terstandar masih terbatas. Kata Kunci: Imun mukosa, Metabolit Mikroba, Mikrobiota usus, Saraf Vagus
Remediasi Pencapaian Mahasiswa di Pendidikan Kedokteran: Rika Lisiswanti, Oktafany, Dewi Rusnita, Selfi Renita Rusdi, Rizki Anisa Lisiswanti, Rika
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp232-237

Abstract

Setiap institusi pendidikan akan dihadapkan dengan adanya mahasiswa yang belum mencapai standar pendidikan yang sudah ditetapkan. Mahasiswa pencapaian rendah saat awal pendidikan menentukan keberhasilan mahasiswa untuk tahap selanjutnya sehingga diperlukan remediasi untuk mendukung mahasiswa mencapai standar yang sudah ditetapkan tersebut. Berbagai metode remediasi diusulkan oleh para ahli pendidikan. Metode yang digunakan antara lain dengan refleksi, keterampilan pembelajaran sepanjang hayat, identifikasi mahasiswa, professional development comitte, student support system dan sebagainya. Institusi pendidikan dapat mengembangkan metode remediasi berdasarkan kerangka konsep pendidikan yang sesuai.