cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 294 Documents
Demam Berdarah Dengue dengan Warning Sign pada Anak Perempuan 7 Tahun dengan Gizi Kurang : Laporan Kasus: Tias Adhe Setyaningrum, Oktadoni Saputra Adhes, Tias; dr Oktadoni Saputra, Sp.A
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp238-242

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Setelah penurunan kasus selama pandemi COVID-19, terjadi peningkatan kembali melonjak tajam jumlah kasus DBD pada tahun 2024, termasuk di Provinsi Lampung. Dalam laporan kasus ini, anak perempuan usia 7 tahun dengan demam hari ke-5 disertai mimisan, nyeri perut, petekie, dan edema palpebra. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukopenia, trombositopenia, dan peningkatan hematokrit. Pemeriksaan serologi dengue IgM dan IgG menunjukkan hasil positif. Pemeriksaan radiologis menunjukkan efusi pleura. Sehingga, pasien di diagnosis DBD dengan warning sign. Deteksi dini terhadap DBD dengan warning sign serta pemberian cairan sesuai kebutuhan sangat penting dalam mencegah komplikasi. Pemeriksaan laboratorium dan serologi mendukung diagnosis, sedangkan pemantauan klinis berperan dalam menentukan penatalaksanaan selanjutnya. Kata kunci : Anak, Demam Berdarah Dengue, Warning sign
Literatur Review : Analisis Perbandingan Kejadian Drug Related Problems (DRPs) Antara Pelayanan Kesehatan Primer Dan Sekunder Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-2: Ayu Kristin Manik, Citra Yuliyanda Pardilawati, Ervina Damayanti, Fitra Wardhana Sayoeti Manik, Ayu Kristin
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp243-252

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) merupakan salah satu permasalahan utama pada terapi pasien diabetes melitus tipe 2 (DM tipe-2) yang berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien. Perbedaan sistem dan fasilitas antara pelayanan kesehatan primer dan sekunder diduga memengaruhi karakteristik serta frekuensi kejadian DRPs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kejadian DRPs antara pelayanan kesehatan primer dan sekunder pada pasien DM tipe-2 di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi tinjauan literatur dengan pendekatan deskriptif-komparatif terhadap sepuluh artikel penelitian yang diterbitkan pada rentang tahun 2017–2025, terdiri dari lima artikel dari fasilitas primer dan lima artikel dari fasilitas sekunder. Data dianalisis berdasarkan frekuensi, jenis, serta penyebab DRPs yang dilaporkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejadian DRPs di pelayanan sekunder cenderung lebih tinggi, yaitu antara 53,8% hingga 96%, dengan interaksi obat sebagai jenis DRP yang paling dominan. Sedangkan pada pelayanan primer, kejadian DRPs berkisar antara 28% hingga 94%, dengan dominasi masalah kebutuhan terapi belum terpenuhi, terapi tidak diperlukan, dan pemilihan obat yang tidak tepat. Perbedaan ini terkait dengan kompleksitas kasus, jumlah obat yang digunakan, serta keterbatasan sumber daya dan sistem monitoring di masing-masing tingkat pelayanan. Kesimpulan dari studi ini adalah DRPs ditemukan signifikan di kedua tingkat pelayanan dengan pola berbeda. Penguatan layanan farmasi klinik dan kolaborasi interprofesional diperlukan untuk meminimalkan DRPs dan meningkatkan efektivitas terapi pasien DM tipe-2.
PERCUTANEOUS TRANSLUMINAL ANGIOPLASTY IN CHRONIC KIDNEY DISEASE PATIENTS WITH CENTRAL VEIN STENOSIS POST HEMODIALYSIS CATHETER IMPLANTATION darwis, iswandi; hariawan, hariadi; ismail, muhammad taufik
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp334-346

Abstract

Background. The use of central venous catheters as temporary vascular access is found in 20% of CKD patients undergoing routine hemodialysis. Apart from having benefits, the use of a central venous catheter also has risks. One of the complications of using a central venous catheter is central venous stenosis. Central vein stenosis is associated with the placement of a subclavian catheter as a hemodialysis access. Case Report. Three cases of central venous stenosis after placement of a hemodialysis catheter in the subclavian vein were reported. Complaints of swelling on the side where the hemodialysis catheter is inserted are felt 1-2 months after removing the hemodialysis catheter. Apart from that, a complaint that often arises is that there are obstacles to the flow during the hemodialysis process. The subclavian vein is a common site for hemodialysis catheter implantation, but the incidence of central vein stenosis is consistent with these three patient cases. Doppler ultrasonography is the initial examination and is important for detecting central vein stenosis even though it cannot make a definitive diagnosis. Venography and Digital Subtraction Angiography examinations are the gold standard examinations for confirming central vein stenosis. These three patients were found to have stenosis and total occlusion of the central vein. The patient underwent percutaneous transluminal angioplasty but the vein patency was still low so a stent was placed. To prevent intrastent stenosis, antiplatelets are given for life. The patient underwent an evaluation after stent installation and found clinical improvement in the form of reduced swelling. Conclusion. Central venous stenosis that occurs in patients with chronic kidney disease due to complications after installing temporary access for hemodialysis using a central venous catheter is effective for percutaneous transluminal angioplasty and stent installation.
Ctenocephalides felis sebagai Ektoparasit: Biologi dan Potensi Zoonosis: Putri Damayanti, Nur Bebi Ulfah Irawati Damayanti, Putri
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp252-255

Abstract

Ctenocephalides felis merupakan ektoparasit yang paling umum ditemukan pada kucing dan anjing dengan kemampuan adaptasi yang tinggi dan distribusi yang luas pada lingkungan peridomestik. Review ini membahas tentang aspek biologi dan morfologi C. felis termasuk perkembangan telur, larva, pupa dan dewasa, serta peranannya sebagai vektor berbagai patogen. Secara klinis, infestasi C. felis dapat menyebabkan pruritus, dermatitis alergi (FAD), lesi kulit, dan anemia pada kasus berat. Selain dampak langsung pada kesehatan C. felis berpotensi sebagai vektor dalam penularan patogen zoonotik seperti Rickettsia spp. dan Bartonella spp. Pentingnya pendekatan pengendalian terpadu yang mencakup terapi pada hewan, sanitasi lingkungan, dan pemantauan kesehatan pada hewan peliharaan (kucing dan anjing).
GASTROINTESTINAL STROMAL TUMOR (GIST) GASTER STADIUM LANJUT DENGAN INFILTRASI ORGAN SEKITAR DAN METASTASIS HEPAR: PENATALAKSANAAN BEDAH RADIKAL MULTIORGAN: Risal wintoko, Yovan Dwi Prakoso Wintoko, Risal
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp256-260

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Gastrointestinal stromal tumor (GIST) merupakan tumor mesenkimal paling umum di saluran cerna, dengan insidensi tertinggi pada lambung. Terapi standard untuk GIST metastasis atau tidak resectable adalah imatinib mesylate sebagai tyrosine kinase inhibitor (TKI). Namun, resistensi primer atau sekunder terhadap imatinib masih menjadi tantangan, terutama pada GIST lanjut dengan infiltrasi organ dan metastasis hepar. Tujuan: Melaporkan penatalaksanaan kasus GIST gaster lanjut yang menunjukkan progresivitas klinis dan radiologis meskipun telah diberikan terapi imatinib maksimal, serta upaya kontrol local melalui tindakan pembedahan radikal multiorgan. Deskripsi Kasus: Seorang perempuan usia 64 tahun dating dengan hematemesis dan melena, disertai massa abdomen dan gejala anemia berat. Riwayat menunjukkan GIST gaster yang telah diterapi dengan imatinib 400 mg/hariselama 6 bulan, dilanjutkan 800 mg/hari karena progresivitas penyakit. CT scan menunjukkan massa besar pada curvature mayor gaster dengan infiltrasi ke limpa, distal pankreas, kolon transversum, serta metastasis kehepar segmen 2 dan 3. Dilakukan total gastrektomi, distal pankreatektomi, splenektomi, hemikolektomi kiri, dan segmental hepatektomi, disertai rekonstruksi esophago jejunostomi J-pouch Roux-en-Y. Kesimpulan: Tindakan pembedahan radikal pada kasus GIST lanjut dengan progresi terapi TKI dapat dipertimbangkan sebagai upaya control lokal, terutama pada kasus dengan gejala perdarahan aktif atau kompresi organ. Penanganan GIST lanjut memerlukan pendekatan multidisiplin dan rencana terapi sistemik lanjutan berbasis profil molekular. Kata kunci: GIST, imatinib, resistensi, metastasis hepar, operasi multiorgan, J-pouch.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Status Gizi pada Remaja Puteri: Sugirah Nour Rahman , Hezron Alhim Dos Santos, Hasra Ryska Rahman, Sugirah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp261-265

Abstract

Masalah gizi pada remaja puteri berdampak pada kesehatan jangka panjang. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) penting untuk mencapai status gizi optimal yang mendukung pertumbuhan fisik dan Kesehatan remaja puteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara PHBS dan status gizi pada remaja puteri di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 86 remaja puteri yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi remaja putri berusia 12-15 tahun dan sudah mengalami menstruasi. Status gizi diukur menggunakan indikator Indeks Massa Tubuh (IMT) yang dikategorikan sebagai gizi kurang, gizi baik, gizi lebih, dan obesitas, sementara PHBS dikategorikan sebagai baik, cukup, dan kurang. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat dengan menggunakan uji uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 17% remaja puteri dengan status gizi baik menunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat yang baik, sedangkan 21% remaja puteri dengan status gizi cukup menunjukkan perilaku hidup sehat yang cukup. Sementara itu, remaja puteri dengan perilaku hidup sehat kurang menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi pada kategori gizi kurang 7% dan Obesitas 8%. Uji statistik diperoleh nilai p = 0,009 yang menunjukkan hubungan signifikan antara PHBS dan status gizi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan PHBS untuk meningkatkan status gizi dan mencegah masalah gizi lebih pada remaja puteri. Kata kunci: Status_gizi, Remaja, PHBS, Kesehatan
Literature Review: Peran Aseptik dan Antiseptik Dalam Pencegahan Infeksi Daerah Operasi: Muhammad Geges Afrila, Nanda Fitri Wardani, Giska Tri Putri Wardani, Nanda Fitri
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp266-272

Abstract

Prinsip septik dan antiseptik merupakan landasan penting dalam praktik kedokteran yang bertujuan untuk melindungi pasien dari infeksi terkait pelayanan kesehatan. Meskipun demikian, kepatuhan terhadap prinsip-prinsip ini tetap menjadi tantangan global yang signifikan. Tinjauan pustaka ini menyintesis dan menganalisis bukti-bukti ilmiah untuk menegaskan kembali peran krusial dari praktik aseptik dan antiseptik. Analisis menunjukkan bahwa kebersihan tangan adalah intervensi tunggal yang paling efektif dan hemat biaya dalam mencegah transmisi patogen, meskipun kepatuhan yang rendah masih menjadi masalah yang persisten. Kegagalan dalam sterilisasi peralatan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak tepat terbukti menyebabkan berbagai kerugian, termasuk wabah infeksi dan kerugian hukum yang besar. Lebih jauh lagi, ketidakpatuhan menimbulkan beban klinis dan ekonomi yang sangat besar, yang dimanifestasikan oleh peningkatan morbiditas, mortalitas, perpanjangan masa rawat inap, dan biaya perawatan yang membengkak. Pada akhirnya, disimpulkan bahwa praktik aseptik dan antiseptik bukan sekadar prosedur teknis, melainkan pilar esensial dalam membangun budaya keselamatan pasien yang kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan komitmen berlapis dari praktisi klinis, manajemen fasilitas kesehatan, dan pembuat kebijakan untuk memastikan implementasi yang ketat dan mengatasi tantangan yang ada. Kata Kunci: Aseptik, Antiseptik, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan (HAIs), Kebersihan Tangan, Infeksi Daerah Operasi (IDO), Budaya Keselamatan Pasien.
Mikroplastik pada Manusia: Rute Paparan, Mekanisme Toksikologi, dan Risiko Kesehatan: M. Aditya Permana Permana, M Aditya
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp273-283

Abstract

Mikroplastik merupakan kontaminan lingkungan yang telah terdeteksi di berbagai sistem biologis manusia, menimbulkan kekhawatiran terhadap risiko kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rute paparan, mekanisme toksikologi, dan dampak kesehatan mikroplastik pada manusia melalui studi literatur. Metode penelitian menggunakan pencarian literatur melalui basis data PubMed, Scopus, Web of Science, dan ScienceDirect untuk publikasi tahun 2020–2025 dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan manusia terpapar mikroplastik melalui tiga jalur utama: inhalasi, ingesti, dan kontak dermal, dengan partikel mampu menembus penghalang biologis dan terakumulasi di berbagai organ termasuk paru-paru, jantung, usus, plasenta, dan organ reproduksi. Mekanisme toksisitas mencakup stres oksidatif, peradangan kronis, gangguan fungsi organ, serta potensi transfer lintas generasi melalui plasenta dan air susu ibu. Kesimpulannya, bukti menunjukkan risiko kesehatan multiorgan yang signifikan dari paparan mikroplastik, meskipun pemahaman dampak spesifik pada manusia masih fragmentaris dan memerlukan penelitian sistematis lebih lanjut.
Peran Umur dan Tingkat Pendidikan sebagai Determinan Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur : Suryani Agustina Daulay daulay, suryani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp283-288

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan dan masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Berbagai faktor risiko telah diidentifikasi, termasuk umur dan tingkat pendidikan yang berperan dalam kerentanan terhadap infeksi HPV dan keterlambatan deteksi dini. Penelitian ini bertujuan menganalis hubungan umur dan tingkat pendidikan terhadap kejadian kanker serviks pada wanita usia subur di RSUD Abdul Moeloek. Penelitian menggunakan desain case-control dengan jumlah sampel 112 responden (56 kasus dan 56 kontrol). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukkan bahwa umur berisiko (<20 atau >35 tahun) berhubungan signifikan dengan kanker serviks (p=0,007; OR=0,19; CI95% 0,06–0,62). Pendidikan rendah juga berhubungan signifikan (p=0,035; OR=0,25; CI95% 0,077–0,837). Kedua variabel tetap signifikan pada analisis multivariat setelah dikontrol dengan variabel lain. Kesimpulannya, umur berisiko dan pendidikan rendah merupakan determinan penting kanker serviks pada wanita usia subur. Peningkatan edukasi, promosi kesehatan, dan pemerataan akses skrining IVA/Pap Smear di kelompok rentan sangat diperlukan.
Fasilitasi Pembelajaran Kelas Besar di Pendidikan Kedokteran Tingkat Sarjana: Merry Indah Sari, Dian Isti Angraini Sari, Merry Indah; Angraini, Dian Isti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp288-292

Abstract

Perkembangan pendidikan kedokteran dan peningkatan kebutuhan tenaga kesehatan menyebabkan semakin meningkatnya jumlah mahasiswa kedokteran. Pertambahan jumlah mahasiswa menyebabkan pembelajaran kelas besar menjadi pilihan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran kelas besar memilki tantangan dalam hal keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran dan pemberian umpan balik serta penerapan student centered learning. Dalam proses pembelajaran kelas besar, dosen bukan hanya penyampai informasi namun fasilitator pengalaman belajar bagi mahasiswa. Strategi pembelajaran aktif, kolaboratif dalam fasilitasi kelas besar yang dapat menjadi alternatif diantaranya adalah team-based learning, flipped classroom, case-based learning, jigsaw technique dan project-based learning. Integrasi teknologi seperti penggunaan audience response system Mentimeter, dan Kahoot! dalam berbagai strategi ini meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran dan memberi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan pemberian umpan balik. Kesiapan dosen untuk merancang desain instruksional yang sesuai dan menggunakan teknologi, kesiapan mahasiswa untuk belajar mandiri dan turut berpartisipasi, serta kesiapan institusi untuk mendukung sarana prasarana dan manajemen sumber daya manusia merupakan faktor yang memiliki peran dalam mendukung keberhasilan fasilitasi kelas besar. Penerapan segera fasilitasi pembelajaran kelas besar yang mendukung student-centered learning ini dengan menggunaan desain terstruktur yang jelas dapat meningkatkan peran aktif mahasiswa dan keberhasilan pembelajaran mahasiswa