cover
Contact Name
Aldian Hudaya
Contact Email
oichidan@ap3si.org
Phone
+6285861655587
Journal Mail Official
public@ap3si.org
Editorial Address
Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI) Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 235B RT002/005 Bandung, Jawa Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Sociology, Education and Development (IJSED)
ISSN : 2685483X     EISSN : 2685483X     DOI : -
Indonesian Journal of Sociology, Education and Development (IJSED) merupakan jurnal yang bertujuan untuk memungkinkan publikasi penelitian terkini dan aktual di bidang Sosiologi, Pendidikan, dan Pembangunan. Kami menerima kiriman dari pendidik Sosiologi dan peneliti dari institusi manapun, baik di dalam maupun luar negeri. Fokus dan Ruang Lingkup IJSED mewujudkan artikel penelitian dengan cakupan berikut, tetapi tidak terbatas pada: Sosiologi Analitik Sosiologi Terapan Sosiologi Arsitektur Sosiologi Behavioral Sosiologi Tionghoa Perilaku Kolektif Sosiologi Komparatif Sosiologi Komputasional Sosiologi Kritis Sosiologi Budaya Sosiologi Digital Sosiologi Dramaturgi Sosiologi Ekonomi Sosiologi Pendidikan Sosiologi Lingkungan Sosiologi Empiris Sosiologi Evolusioner Sosiologi Feminis Sosiologi Figurasional Sosiologi Historis Sosiologi Humanistik Sosiologi Industri Sosiologi Internet Sosiologi Interpretatif Makrososiologi Sosiologi Marxist Sosiologi Matematika Sosiologi Medis dan Kesehatan Mesososiologi Mikrososiologi Sosiologi Militer Sosiologi Sumber Daya Alam Sosiologi Fenomenologis Sosiologi Kebijakan Publik Sosiologi Politik Sosiologi Psikoanalitik Sosiologi Publik Sosiologi Murni Sosiologi Utopia Murni Sosiologi Desa-Kota Kesenjangan Sosial Psikologi Sosial Sosiologi Kelompok Usia Sosiologi Agrikultur Sosiologi Arsitektur Sosiologi Seni Sosiologi Autisme Sosiologi Anak Sosiologi Konflik Sosiologi Budaya Sosiologi Ranah Siber Sosiologi Penyimpangan Sosiologi Pembangunan Sosiologi Kebencanaan Sosiologi Pendidikan Sosiologi Emosi dan Perasaan Sosiologi Finansial Sosiologi Makanan Sosiologi Gender Sosiologi Globalisasi Sosiologi Pemerintahan Sosiologi Penyakit Masyarakat Sosiologi Imigrasi Sosiologi Ilmu dan Pengetahuan Sosiologi Bahasa Sosiologi Literatur Sosiologi Hukum Sosiologi Pasar Sosiologi Pernikahan Sosiologi Musik Sosiologi Organisasi Sosiologi Perdamaian, Peperangan, dan Konflik Sosial Sosiologi Filsafat Sosiologi Hukuman Sosiologi Hubungan Ras dan Etnis Sosiologi Agama Sosiologi Perubahan Sosial Sosiologi Pergerakan Sosial Sosiologi Olahraga Sosiologi Teknologi Sosiologi Keluarga Sosiografi Sosiologi Sturktural Teori Sosiologi Sosiologi Visual
Articles 95 Documents
Strategi Adaptasi Siswa Minoritas dalam Mempertahankan Budaya pada Masyarakat Koja Imam Malik; Ananda Wahidah; Happri Novriza Setya Dhewantoro; Janah Puji Astuti
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 5 No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v5i1.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang strategi adaptasi siswa minoritas komunitas kampung pekojan di kota Semarang. Khususnya untuk mengetahui pengalaman akulturasi dan upaya anak keturunan dalam menjaga kebudayaan yang diwariskan. Hal ini penting kaitannya dengan banyaknya kasus bullying yang terjadi di kalangan siswa. Beberapa kasus bullying diantaranya terjadi karena adanya dominasi oleh kelompok mayoritas terhadap minoritas atas dasar kesukuan. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa atau siswi di Kota Semarang yang merupakan keturunan komunitas Pekojan. Pengumpulan data kualitatif melalui tindakan observasi dan wawancara terhadap narasumber yang terkait. Hasil penelitian menunjukan siswa keturunan dapat melakukan adaptasi dengan baik dilihat dari segi kontak dan juga pemeliharaan budaya kelompok. Kontak sosial dijalin melalui pertemanan dengan teman kelas tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip budaya kelompok. Mereka tidak mengalami kesulitan karena budaya yang ada disekitar mereka sudah lama mengalami akulturasi. Pada penelitian ini tidak ditemukan adanya perilaku bullying yang dialami oleh siswa keturunan karena suku mereka yang berbeda. Penelitian ini memberikan informasi baru mengenai masyarakat kampung Pekojan dari sudut pandang remaja individu minoritas dalam menjalin kontak dengan masyarakat sekitar
Motivasi Belajar Peserta Didik Pasca Pandemi Covid-19 Putri Tunggal Dewi
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 5 No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v5i1.96

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motivasi belajar peserta didik pasca pandemi, dan selanjutnya menemukan beragam solusi untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Kibin dengan menggunakan kualitatif, metode deskriptif. Dengan sumber data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kesiswaan, guru mata pelajaran, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasca pandemi covid-19 motivasi belajar peserta didik mengalami penurunan. Yang dapat tercermin dari beragam sikap peserta didik dalam proses pembelajaran, diantaranya: acuh terhadap tugas, selalu telat datang ke sekolah, tidak terlibat aktif dalam pembelajaran, dan tidak lagi memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Hal ini terjadi dikarenakan selama pembelajaran daring, peserta didik tidak memperoleh pengalaman yang bermakna, dan minimnya interaksi. Sehingga pembelajaran daring terkesan lebih membosankan.
Restorasi Identitas Masyarakat Maluku melalui Pendekatan Berbasis Kearifan Lokal Sih Natalia Sukmi; Christian H.J de Fretes; Elly Esra Kudubun; Roberto Octaviaus Cornelis Seba; Ferdy Karel Soukotta
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 5 No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v5i1.97

Abstract

Abstrak Globalisasi dan postmodernitas menawarkan konsep berpikir dan praktek yang berimbas pada cara hidup masyarakat secara berbeda. Euforia gelombang budaya Korea dan Jepang, sedikit menggeser budaya barat (dewesterinisasi) yang telah mengkooptasi budaya anak muda di Indonesia, menjadi salah satu bukti bagaimana kontestasi kepentingan terjadi pula dalam era kini. Terlebih ketika isu ini kemudian melekat dengan persoalan pergeseran identitas anak muda, pun yang terjadi di Maluku, dimana lokus penelitian ini akan dilakukan. Dalam kondisi tersebut, berbagai gerakan diinisiasi oleh beberapa kelompok untuk mempertahankan identitas subkultur yang dimiliki. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (a) mendeskripsikan identitas kultural yang dipahami penggiat seni di Maluku; (b) menjelaskan upaya restorasi identitas subkultur masyarakat Maluku dilakukan oleh para penggiat seni; dan (c) mendeskripsikan tantangan yang dihadapi dalam restorasi tersebut. Penelitian akan dilakukan menggunakan metode kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam terhadap 6 orang seniman Maluku, observasi, serta menggunakan proses analisis yang diperkuat dengan dokumen-dokumen karya yang mereka ciptakan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penggiat seni di Maluku memandang identitas kultural merupakan kekhasan budaya Maluku yang bersifat statis dan harus dipertahankan. Upaya restorasi mereka lakukan menggunakan medium karya seni berupa musik (baik lirik maupun instrument) dan karya foto dan audio visual. Tantangan penggiat seni di Maluku adalah rendahnya penerimaan masyarakat lokal terhadap karya seni berbasis identitas lokal dan keberlangsungan pelaku sendiri dalam mempertahankan ideologi mereka terhadap eksistensi budaya lokal. Kata kunci: Restorasi, identitas, Maluku, sustainabilitas Abstract Globalization and postmodern society have provided a way of thinking and pragmatism aspect that yields diverse impacts. The euphoria of Korea and Japan's cultural wave has shaped the de-westernization that has coopted Indonesian youth. The issue influenced by identity shifting includes the youth of Molluca where this research is conducted. This condition ignited several community groups to preserve their subculture. According to the above background, this study aims to (a) describe the cultural identity of Mollucan artists, (b) describe the challenges in the culture restoration process, and (c) explain the restoration efforts to preserve Mollucan subculture identity by the Mollucan artist. The research used a qualitative method which conducted Focus Group Discussion (FGD) and in-depth-interview with 6 Mollucan artists and observation. In the analysis process, we strengthened the secondary data including their artworks. The results conclude that Mollucan artists perceive that cultural identity is Molucca cultural peculiarities that tend to be static and need to be maintained. They have undertaken cultural restoration through artwork, such as music (lyrics and instruments), photos, and audio-visual. Their challenges are local people's rejection of art based on local identity and the sustainability of artist livelihood in the art ecosystem to keep their ideology of local culture. Keywords: Restoration, identity, Molluca, sustainability
Analisis Sosiologi Hukum Maraknya Siswa di Amurang yang Membawa Kendaraan ke Sekolah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu-Lintas Pasal 77 Ayat 1 Merry Lenda Kumajas; Stince Sidayang; Marven A. Kasenda; Romi Mesra
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 5 No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v5i1.103

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sosiologi hukum tentang siswa Amurang yang membawa motor ke sekolah berdasarkan Pasal 77 ayat 1 Undang-Undang Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan data metode pengumpulan berupa observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan mereduksi data berupa pencatatan atau klasifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara sosiologis orang tua sebagaian membutuhkan keahlian anaknya yang sesuai sekolah itu untuk bisa mengendarai motor sedangkan secara hukum hal tersebut tidak dibolehkan karena anak sekolah tersebut belum memenuhi syarat serta belum memiliki surat izin mengemudi. Berapa faktor yang menjadi hasil Analisis Sosiologi Hukum Meningkatnya Siswa-siswi Amurang Berkendara ke sekolah berdasarkan pasal 77 ayat 1 uu no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas yaitu: supaya siswa tidak terlambat dan mengurangi biaya ke sekolah, siswa membantu orang tua dengan bisa membawa motor, dan sebagian orang tua sudah melarang anaknya membawa motor ke sekolah
Perilaku Menyimpang Anak Buruh Migran Indonesia di Desa Sidaharja Kabupaten Ciamis Tresna Nurida; Rakhmat Hidayat
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 5 No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v5i1.113

Abstract

Indonesian women migrant workers are women workers who work abroad, working in the domestic sphere such as domestic servants. The majority of working women are married and have a husband and children, mothers work to meet the economic needs of the family. In this condition there is a mathematical between the role of women as a mother and wife and as the backbone of the family. There are several obstacles that occur due to mothers working abroad and being away from families, especially children, namely deviant behavior. The purpose of this study is to describe the deviant behavior of the children of Indonesian migrant workers in Sidaharja Village, Lakbok District, Ciamis Regency. In this study using a qualitative approach with descriptive methods, collecting data through observation, interviews and documentation studies. The results of his research include 1) the causes of migrant workers' children having deviant behavior, namely internal factors a) children feel lonely and lack of affection, b) children feel less attention from the family, especially mothers and c) children feel inferior because mothers work as migrant workers while external factors namely the community perspective on migrant workers' children; and social environment. 2) The form of deviant behavior is skipping school to dropping out of school,; wandering until late at night; and smoking and refuting parents. 3) Strategies for implementing character education in the family, which are to instill the values and norms that apply; and apply good parenting. 4) Solution of deviant behavior, namely the family as an agent in implementing character education in children, schools as a facilitator for children to apply the value of character education; and community leaders function to improve social control in children.
Peran Sekolah Terhadap Penanaman Kepada Siswa Mengenai Pentingnya Kesadaran Pajak Gading Indah Pravitasari
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 4 No 2 (2022): Juli-Desember 2022
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v4i2.66

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga pendidikan sekolah dalam menanamkan pentingnya kesadaran pajak sejak dini kepada siswa. Metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka (library research) merupakan metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini . Studi pustaka yaitu dengan mengumpulkan sejumlah informasi yang bersumber dari artikel penelitian dan media massa yang akan mendukung penelitian ini. Pajak adalah pungutan yang bersifat wajib bagi setiap warga negara dengan syarat tertentu yang dibayarkan kepada negara untuk memenuhi kesejahteraan rakyat melalui pembiayaan belanja negara yang harus dipenuhi. Membayar pajak sangatlah penting karena manfaatnya akan dirasakan kembali oleh semua masyarakat. Namun, pada kenyataannya sekarang ini masih banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap pembayaran pajak. Maka dari itu, penanaman sejak dini kepada siswa sangat diperlukan. Harapannya, rasa kesadaran pajak dapat tumbuh dengan mudah dalam diri tiap individu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan sekolah memiliki peran yang cukup penting dalam menanamkan kesadaran pajak pada siswa. Rasa kepedulian dan kepatuhan terhadap pajak ini kedepannya akan lebih mudah muncul jika sudah ditanamkan sejak masa sekolah secara bertahap. Selain itu, sekolah merupakan lembaga pendidikan kedua setelah keluarga sehingga berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter siswa.
Upaya Industri Kecil Batik dalam Meningkatkan Pendapatan Melalui Pemasaran Online di Desa Gemeksekti Kebumen Putri Indah Laras Ati; Atika Wijaya
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 4 No 2 (2022): Juli-Desember 2022
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v4i2.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang upaya industri kecil batik di sentra batik Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen dalam meningkatkan pendapatan mereka melalui pemasaran berbasis online. Persaingan dunia usaha yang sangat kompetitif menuntut pelaku usaha untuk mencoba berbagai metode yang sebelumnya asing bagi mereka yaitu pemasaran online melalui media social. Terlebih ketika pendapatan industri batik semakin menurun karena perubahan perilaku belanja konsumen yang lebih nyaman berbelanja dari jauh. Penelitian ini dilakukan di Dukuh Tanuraksan Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang komprehensif. Adapun teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dengan pelaku usaha batik, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif pelaku usaha kecil batik beralih ke pemasaran online adalah untuk meningkatkan produksi dan penjualan produk, serta memperkenalkan batik Kebumen ke pasar yang lebih luas, selain juga mengikuti perkembangan teknologi informasi. Dengan metode pemasaran online ini terdapat peningkatan pendapatan sekitar 50% dari sebelumnya. Keuntungan penjualan digunakan untuk moal kembali, selain itu untuk memenuhi kebutuhan primer serta investasi masa depan. Penelitian ini berkontribusi pada informasi bagi pelaku usaha kecil yang masih mengandalkan pemasaran offline agar dapat mempertimbangkan pemasaran online yang lebih mengikuti permintaan pasar masa kini.
Civil Society dan Multikulturalisme dalam Pendidikan Islam Azzah Sholihah; Imam Syafi'i
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 4 No 2 (2022): Juli-Desember 2022
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v4i2.79

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan globalisasi semakin mengguncang tatanan masyarakat Indonesia. Negara yang memiliki keragaman budaya, etnik, suku, agama, dan bahasa. Indonesia juga dikenal akanakemajemukannya, di sisi lainnya keberagaman ialah suatua kebanggaan dan di sisialain keberagaman merupakan pemicu terjadinya perpecahan. Jika pada zaman pra-Islam (jahiliyah) stratifikasi sosial lah yang menjadi pemicu terjadinya perpecahan. Kini problematika yang terjadipun semakin kompleks. Wacana Civil society dan Multikulturalisme sangat cocok dibahas dalam rangka meminimalisir terjadinya gesekan yang memicu perpecahan di Indonesia. Menjunjung tinggi hak asasi manusia dengan mengharagai dan menghormati setiap perbedaan. Serta memandang, perbedaan adalah suatu anugrah, kekayaan, dan kebanggan tersendiri. Perbedaan bukanlah sekat yang menjadi penghalang untuk persatuan. Menghargai Hak Asasi Manusia, kesetaraan, dan menghormati keberagaman merupakan poin penting daripada wacana civil societyadan Multikulturalisme dalamaPendidikan Islam. Dalamakonteks pendidikan, Islam yang mengajarkan umat-Nya untuk saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan, hal ini menunjukkan adanya keselarasan antara pendidikan Islam dengan terwujudnya civil society.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan BUMDes Edupark di Kabupaten Grobogan Erika Nada Arwana; Atika Wijaya
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 4 No 2 (2022): Juli-Desember 2022
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v4i2.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mendorong perekonomian Desa Cingkrong. Strategi tersebut dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui wisata desa bernama De Bale Cingkrong. Selain itu, untuk mengetahui prinsip BUMDes dalam pemberdayaan masyarakat, dan kendala yang dihadapi BUMDes dalam pemberdayaan masyarakat dan solusi yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat oleh Prijono dan Pranarka dilengkapi pemikiran Najiati. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia, pengembangan kelembagaan kelompok, pengembangan usaha produktif, dan penyediaan informasi tepat guna. Kemudian, prinsip pemberdayaan masyarakat yang ada meliputi kesetaraan, partisipasi, kemandirian, dan keberlanjutan. Adapun kendala yang dihadapi yaitu aspek sosial-budaya meliputi rendahnya kepercayaan diatasi dengan meyakinkan manfaat wisata De Bale, aspek ekonomi berupa kekurangan modal diatasi dengan penggunaan Penghasilan Asli Desa dan pinjaman, aspek lingkungan berupa Covid-19 diatasi dengan pemutusan hubungan kerja sementara, penyemprotan disinfektan, dan protokol kesehatan.
Pemaknaan Konsep Nrimo bagi Masyarakat di Wilayah Banjir Dusun Biting, Desa Kutorenon, Lumajang Aisha Vierginia; Baiq Lily Handayani
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 4 No 2 (2022): Juli-Desember 2022
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v4i2.81

Abstract

Dusun Biting merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Lumajang yang sering dilanda banjir karena letak geografisnya yang berada ditengah-tengah aliran anak sungai Bondoyudo. Pernyataan tersebut diperkuat dengan rekor baru banjir terbesar di Kabupaten Lumajang yang terjadi di Dusun Biting dan sekitarnya pada tahun 2021. Akibatnya, masyarakat mengalami kerugian mulai dari segi ekonomi, fisik, hingga psikis. Akan tetapi, meski mengetahui bahwa wilayah tempat tinggalnya merupakan daerah rawan banjir, warga tetap memilih untuk bertahan dengan menghadapi kemungkinan banjir yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pemaknaan falsafah Jawa nrimo bagi masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Biting yang didominasi etnis Jawa memiliki sikap batin yang kuat sebagai bentuk resiliensi pasca bencana. Sikap tersebut merupakan bagian dari falsafah Jawa nrimo yang yakini sebagai petunjuk arah dalam menjalani kehidupan di dunia sesuai dengan nilai-nilai yang dianggap baik.

Page 6 of 10 | Total Record : 95