cover
Contact Name
Sentra Cendekia
Contact Email
info@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
info@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur I, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sentra Cendekia
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27223094     DOI : https://doi.org/10.31331/sc
Core Subject : Education,
The focus of Sentra Cendekia is research, study, and analysis that related to early childhood include.
Articles 88 Documents
Upaya Menumbuhkan Enterpreneurship Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Market Day pada Kelompok B TK Aqila Yasmin Ceper Klaten Sari Sugianti; Radeni Sukma Indra Dewi; Siti Maemunah
Sentra Cendekia Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sc.v1i2.1296

Abstract

Pelaksanaan pengembangan nilai-nilai kewirausahaan di TK diintegrasikan sesuai tema dan kegiatan di sekolah. Nilai-nilai kewirausahaan sangat penting dikembangkan pada anak usia dini karena pada masa tersebut mereka berada pada golden age (masa keemasan), sehingga segala sesuatu yang ditanamkan pada diri mereka dapat mempengaruhi perkembangan hidup di masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena dilakukan dalam kondisi alami, Penelitian kualitatif berfokus pada bagaimana masalah yang ada dapat terjadi dari pada berfokus pada hasil yang ada.
Penggunaan Permainan Tradisional Bakiak untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun di KB Tunas Marenggeng Desa Sindangwangi Kabupaten Brebes Maria Denok; Fifti Istiklaili; Cucu Nuryati
Sentra Cendekia Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v2i2.1766

Abstract

Kemampuan motorik adalah salah satu kemampuan yang wajib untuk distimulasi dengan benar, salah satu cara untuk menstimulasi kemampuan motorik anak usia 4-5 tahun adalah melalui berbagai macam permainan, maka memilih bentuk permainan yang aman dan bermanfaat menjadi tugas orangtua dan guru. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan motorik kasar anak khususnya koordinasi gerakan mata dan kaki keseimbangan, dan kelincahan serta kekuatan kaki pada anak usia 4-5 tahun di kelompok bermain Tunas Bangsa Marenggeng desa Sindangwangi kabupaten Brebes melalui permainan bakiak. Adapun manfaat dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun melalui permainan bakiak sesuai kemampuan yang dimiliki anak, sehingga kemampuan keseimbangan, dan kelincahan serta kekuatan kaki dapat terstimulasi dengan baik. Subjek penelitian ini adalah usia 4-5 tahun di kelompok bermain Tunas Bangsa Marenggeng desa Sindangwangi kabupaten Brebes, yang berjumlah 6 anak, 3 laki-laki dan 3 perempuan. Hasil peneltian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun, nampak pada siklus I nilai keseimbangan 45% menjadi 65%, kekuatan kaki 50% menjadi 60%, kelincahan 40% menjadi 60%. Pada Siklus II, keseimbangan naik menjadi 85%, kekuatan kaki naik menjadi 80%, kelicahan naik menjadi 80%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa permainan bakiak mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun di kelompok bermain Tunas Bangsa Marenggeng kabupaten Brebes.
Keluarga: Pendekatan Teoritis Terhadap Keterlibatan Orangtua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini Hardiyanti, Dwi; Santoso, Didik Ardi; Ratno, Ratno
Sentra Cendekia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v2i1.1618

Abstract

Pendidikan harus dianggap sebagai program komprehensif yang mencakup siswa, orang tua, guru, personel pendukung, dan anggota masyarakat. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan merupakan komponen penting untuk keberhasilan semua anak. Keterlibatan orang tua selama prasekolah telah dikaitkan dengan keterampilan literasi yang lebih kuat, keterampilan matematika, keterampilan sosial yang berkembang dengan baik, dan sikap positif terhadap sekolah (Arnold, Zeljo, Doctoroff, & Ortiff, 2008; Powell, Son, File, & San Juan, 2010). Dimensi keterlibatan orangtua dapat dibedakan menjadi enam dimensi yaitu mengasuh anak, berkomunikasi, menjadi sukarelawan atau mendukung sekolah, belajar dukungan orang tua di rumah, pengambilan keputusan, dan bekerja sama komunitas. Hal lain yang perlu ditekankan adalah keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak akan optimal tanpa adanya dukungan dari guru atau sekolah
Problem With Parents In Online Learning Assistance For Children Aged 4-5 Years During The COVID-19 Pandemic Budi Dyah Lestari; Hanifatun Nisak; Sri Setiyo Rahayu; Elizabet Petra Fridolina
Sentra Cendekia Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v2i2.1767

Abstract

Permasalahan dunia pendidikan adalah proses pembelajaran yang belum seragam, baik standar maupun kualitas hasil belajar yang diinginkan. Hal ini tentu dirasakan berat oleh pendidik dan peserta didik. Khusus bagi pendidik dituntut untuk kreatif dalam menyampaikan materi melalui media pembelajaran online. Hal ini perlu disesuaikan pula dengan tingkat pendidikan dalam kebutuhannya. Hasil survei di 98 negara mengidentifikasi prioritas sebagai berikut: memastikan pembelajaran bagi anak-anak, memberikan dukungan kepada anak-anak yang tidak mendapatkan fasilitas, memberikan dukungan kepada guru dalam bentuk kedokteran dan kesehatan mental, merevisi prosedur kelulusan, memastikan integritas penilaian, menentukan kurikulum yang sesuai, dan memberikan bantuan sosial. dan makanan untuk anak-anak. Penelitian ini menjadi solusi yang sangat penting dilakukan dalam memahami bagaimana memahami kebutuhan orang tua dalam mendampingi anaknya belajar di rumah menggantikan peran guru di masa pandemi Covid-19 dengan metode pembelajaran online dan variasi pembelajaran lainnya, salah satunya solusinya adalah melalui kunjungan rumah.
Efektivitas Dana Desa Terhadap Pembangunan Sumber Daya Manusia Pedesaan Melalui Pendidikan Anak Usia Dini Nurtanggono Pamungkas
Sentra Cendekia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v2i1.1619

Abstract

Desa memiliki peran strategis sebagai lokus pembangunan terkecil, atau dengan kata lain pembangunan nasional dimulai dari desa. Desa diindentikan sebagai ibu kandung suatu negara, yang berarti nuansa kehidupan masyarakat desa mencerminkan gambaran nyata kehidupan masyarakat pada suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan efektivitas Dana Desa terutama dalam bidang pembangunan sumber daya manusia pedesaan terutama bidang pendidikan melalui Program Pendidikan Anak Usia Dini sebagai salah satu aspek untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan sebagaimana konsep SDGs Desa yang dicanangkan saat ini
Bermain: Perspektif Tentang Pengalaman Bermain Guru PAUD dan Praktik Bermain Pada Pembelajaran di PAUD Hardiyanti, Dwi; Santoso, Didik Ardi; Ratno, Ratno
Sentra Cendekia Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v2i2.1762

Abstract

Studi deskriptif ini dibingkai dalam iklim akademik saat ini di mana bermain telah berkurang di ruang kelas anak usia dini (Falk, 2012; Hirsh-Pasek, Golinkoff, Berk & Singer, 2009; Miller & Almon, 2009). Bermain di pembelajaran juga harus dipahami bukan sebagai ancaman, tetapi alat untuk konten akademik dan persiapan untuk pembelajaran di masa depan. Pernyataan tersebut jika benar diterapkan maka guru, sekolah dan orangtua tidak akan merasa benar saat proses bermain itu sendiri didorong keluar dari kurikulum prasekolah karena berbagai alasan, termasuk kebutuhan untuk mempersiapkan anak-anak untuk penilaian standar (Chervenak, 2011; Drew, Christie, Johnson, Meckley & Nell, 2008). Hal lain yang perlu diingat adalah, jika guru merupakan bagian kunci dalam apa yang dianggap sebagai pengalaman bermain berkualitas untuk anak-anak (Hadley, 2002; Hirsh-Pasek, Golinkoff, Berk & Singer, 2009; Jones & Reynolds, 2011; Kontos, 1999; Korat, Bahar & Snapir, 2003), maka persepsi dan pengalaman guru dengan bermain menjadi bagian penting dari apa yang dianggap sebagai "pedagogi bermain"(Ryan & Northey-Berg, 2013, hal. 4). Pengalaman dan perspektif guru terhadap bermain yang akan memainkan peranan penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran pada AUD.
Penerapan Permainan Tradisional Boy-Boyan Untuk Mengembangkan Motorik Kasar Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Al-Ichsan Kenjeran Kota Surabaya Ida Rachmayanti; Sunanto Sunanto; Nanang Rachman Saleh; Mahmudah Mahmudah
Sentra Cendekia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v2i1.1615

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran tematik terintegrasi kurikulum 2013 (kurtilas) dengan menggunakan tema dan model permainan tradisional sebagai salah satu pembelajaran yang menyenangkan, aktif, efektif, dan bermakna bagi anak didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model permainan tradisional boy-boyan dalam pembelajaran tematik terintegrasi terhadap hasil belajar tema “diriku”. Peneliti memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif mengenai masalah yang diteliti. Hasil penelitian diperoleh anak-anak mampu mengasah kemampuannya untuk membuat strategi di dalam bermain boy-boyan.Kesimpulannya adalah terdapat keefektifan model permainan tradisional boy-boyan dalam mengembangkan motorik kasar anak didik kelompok B di TK Al-Ichsan Kenjeran kota Surabaya.
Improving Interpersonal Intelligence Through Hompimpa Games in Children at 4 – 5 Years Old at Annida Ya Fatimah Kindergarten Tayu Pati Luluk Elyana; Soraya Rosna Samta
Sentra Cendekia Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v2i2.1764

Abstract

Tujuan penelitian ini mendiskripsikan peningkatan kecerdasan interpersonal anak melalui permainan hom pim pa di TK Annida Ya Fatimah Tayu Pati. Adapunpendekatan yang diterapkandalampenelitianiniadalahpendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif, hal ini disesuaikan dengan tujuan pokok penelitian yang ingin dicapai yaitu untuk mediskripsikan dan menganalisa peningkatan kecerdasan interpersonal anak melalui permainan hom pim pa. Subyek penelitian adalah seluruh peserta didik TK Annida Ya Fatimah Tayu Pati dengan jumlah 18 anak, yang terdiri dari 8 anak perempuan dan 11 anak laki-laki. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan permainan hom pim pa dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak 89 %, peningkatan ini melampaui standar keberhasilan yang ditetapkan yaitu 80%. Peningkatan keberhasilan kecerdasan interpersonal anak tersebut didasarkan pada hasil penelitian siklus I dan siklus II dengan indicator capaian peserta didik (1) sikap mampu bekerjasama dengan teman (2) sikap mampu berinteraksi dalam bermain (3) sikap mampu beradaptasi dengan teman berbeda kelompok (4) sikap mampu menyelesaikan pekerjaan bersama teman – temannya.
Manajemen Teknomedia PAUD era Pandemi Covid 19 Luluk Elyana; Radiana Fitriati
Sentra Cendekia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v2i1.1616

Abstract

Era pandemi covid 19 mengharuskan semua lembaga pendidikan melaksanakan Strategi – strategi pembelajaran khususnya Pendidikan Anak Usia Dini memerlukan spesifikasi khusus pada proses pembelajaran. Stimulasi penting anak pada lingkungannya salah satunya melalui penggunaan teknomedia sebagai media pembelajaran daring atau online. Teknomedia merupakan media pembelajaran berkonsep teknologi informasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi salah satu komponen yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas pendidikan dan pengajaran. Dalam situasi Pandemi Covid-19 sangat berdampak ke segala aspek tidak terlepas kepada aspek proses belajar mengajar, sehingga memaksa peserta didik untuk mengikuti proses belajar dari Rumah. Dunia teknologi terus berkembang dengan pesat. Prosesnya memperhatikan tumbuh kembang anak menyesuaikan tahapan usianya. Pengelolaan teknomedia AUD terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi
Peningkatan Kesadaran Diri Pada Makanan Bergizi Melalui Metode “Isi Piringku” Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di TK PGRI Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang Irna Anjarsari; Peni Listyaningsih; Ririn Linawati; Radeni Sukma Indra Dewi
Sentra Cendekia Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sencenivet.v2i2.1765

Abstract

Anak-anak di TK PGRI Payungan mengalami kesulitan untuk membedakan atau menggelompokkan jenis makanan pokok dan lauk pauk, kurangnya kesadaran anak untuk mengomsumsi sayur atau lauk pauk yang sehat saat membawa bekal, dan anak jarang menghabiskan sayur atau buah yang tersedia saat makan bersama. Metode “Isi Piringku” merupakan kegiatan yang dilakukan dengan bermain yang menggunakan media dari piring plastik yang aman untuk anak dan divisualkan secara menarik dengan warna. Tujuan penilitian ini adalah meningkatkan kesadaran diri pada makanan bergizi dengan menggunakan metode “isi piringku” pada anak usia 4-6 tahun. Jenis penelitian ini adalah Penelitian tindakan kolaboratif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan kepala sekolah, teman sejawat dan wali murid, observasi kesadaran diri anak pada makanan bergizi dan dokumentasi. Data Siklus I hanya mencapai 40 % dari kriteria indikator keberhasilan 75%. Data Siklus II telah mencapai keberhasilan 75% dari 20 anak. Penelitian tindakan kolaboratif ini mampu untuk meningkatkan kesadaran diri anak pada makanan sehat yang dilakukan dengan metode “isi piringku” dimana anak dengan tanpa dipaksa untuk mengkonsumsi dan mampu menyebutkan makanan sehat tersebut.