cover
Contact Name
Eny Qurniyawati
Contact Email
eny.qurniyawati@fkm.unair.ac.id
Phone
+6285785028088
Journal Mail Official
mgk@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Media Gizi Kesmas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23017392     EISSN : 27458598     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Media Gizi Kesmas (MGK) is a scientific journal under the auspices of Universitas Airlangga that uses a peer review system and is published by the Faculty of Public Health, Universitas Airlangga. It is published twice a year, in June and December. Articles published in MGK include original research articles, literature reviews, and case studies. The scope of MGK includes Nutrition (Public Health Nutrition, Community Nutrition, Clinical Nutrition, Dietetics, Food and Nutrition, Food Service Management), Public Health (Health Policy and Administration, Occupational Health and Safety, Environmental Health, Biostatistics, Epidemiology, Health Promotion and Behavioral Science, Reproductive Health), and current issues in nutrition and public health.
Articles 459 Documents
Are Eating Habits Associated with Overweight/Obesity among Indonesian Women Adults? Based on The Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 in 2014 octarine, Sabitha Wina; Mahmudiono, Trias
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.174-181

Abstract

Background: Eating habits were often linked with overweight or obesity. Several types of food that are often consumed by the public were known to be associated with the occurrence of being overweight/obesity. But information about the association of each type of food is lacking especially in young adults.   Objectives: This study aimed to analyze the association between eating habits with overweight status among women young adults in Indonesia.   Methods: This study analyzed 4966 adults from the fifth waves of the Indonesian Family Life Survey (IFLS5) in 2014. Eating habits are measured by the frequency of consumption of each type of food. A chi square test and logistic regression were used to explore the association between the variables with the overweight status among women young adults. Results: The prevalence of overweight and non-overweight were known to be 41.1% and 59.9%. Milk; cheese; and others consumption (p=0.006) and rice consumption (p=0.017) had negative correlation with overweight/obesity meanwhile sweet foods consumption was associated with overweigh/obesity (p=0,034). On the other hand, it is shown that there is no association between egg consumption, meat consumption, soft drink consumption, and fast food consumption with overweight status among women young adult (p>0,05). Conclusions: It was concluded that the consumption of sweet foods was associated with a higher likelihood of being overweight or obese. In addition, the consumption of rice and milk; cheese; butter; and others that were less frequent associated with a lower likelihood of being overweight or obese. Therefore, the consumption of sweet foods among adult needs to be limited in order to reduce and prevent the problem of being overweight.
Back Matter Vol 11 No 1 Kesmas, Media Gizi
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.%p

Abstract

Edukasi Emotional Demonstration dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu terhadap Pencegahan Stunting Amri, Anisa Fizrul
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.341-350

Abstract

Latar Belakang: Stunting atau anak pendek merupakan masalah gizi yang sedang dihadapi oleh dunia, termasuk Indonesia. prevalensi stunting dalam lingkup nasional adalah sebesar 30,8%. Dengan rincian prevalensi pendek sebesar 19,3% serta 11,5% prevalensi sangat pendek. Kekurangan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan menjadi penyebab dari kejadian stunting. Salah satu faktor yang memengaruhi pemenuhan gizi pada 1000 HPK adalah pengetahuan, sehingga sehingga perlu dilakukan upaya edukasi salah satunya adalah melalui Emo-Demo.Tujuan: Penulisan ini bertujuan untuk melihat perbedaan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting setelah dilakukan edukasi Emo-Demo melalui pretest dan posttest.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan One Group Experiment Pre Test Post Test. Penelitian ini dilakukan pada hari Selasa, 21 Januari 2020 di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo tepatnya ibu baduta dan ibu hamil di wilayah RW 06 Kelurahan Ampel. Populasi ibu hamil dan ibu yang mempunyai baduta sebanyak 25 orang dan jumlah sampel sebanyak 19 orang. Teknik pengambilan menggunakan teknik purposive sampling. Peningkatan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dibuktikan dengan Paired T Test dan kemudian dilakukan perhitungan N-Gain untuk melihat efektifitas penggunaan metode Emo-Demo.Hasil: Pengetahuan ibu hamil dan ibu baduta di RW 6 Kelurahan Ampel mengalami peningkatan setelah dilakukannya edukasi dengan metode Emo-Demo. Berdasarkan hasil uji statistik yaitu Paired T Test didapatkan hasil bahwa ada perbedaan yang signifikan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan Emo-Demo dengan nilai signifikansi sebesar 0.000. Hasil perhitungan N-Gain menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan Emo-Demo dalam kategori sedangKesimpulan: Edukasi dengan metode Emo-Demo cukup efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting dengan tingkat efektifitas dalam kategori sedang, sehingga kegiatan Emo-Demo ini perlu dilanjutkan oleh kader setempat.
Evaluasi Kegiatan Sub Bagian Data dan Informasi Pada Gugus Tugas COVID 19 di Kabupaten Tulungagung Tyas, Ratih Cahyaning
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.479-487

Abstract

Background: Coronavirus Disease 19, commonly dubbed as COVID-19, has been widely spread across the globe since March 2020, and WHO has declared it a Pandemic. In Indonesia, the disease began to spread in June 2020. The spreading rate was so fast that it reached every part of the country, including the Tulungagung district in East Java. The Government of Tulungaggung has tried to curb the rapid spread of COVID-19 cases by establishing the "COVID-19 Handling Task Force Team”. The author was assigned in Data and Information in the task force, and of course, the performance is far from perfect. Therefore, an evaluation to measure the success rate of the programs conducted by the Sub Department of Data and Information of the COVID-19 Handling Task Force Team in Tulungagung District was made.Objectives: The purpose of this study was to evaluate the activities of the data and information sub-section on the Covid-19 task force in Tulungagung Regency.Methods: The works performed by volunteers in the COVID-19 Handling Task Force Team of Tulungagung District were observational participative, where the students are actively involved in controlling the cases. The students were given the task of the data and information. The primary responsibility of the data and information department is the evaluation of monitoring, information systems, and press release activities.Results: This final assignment/mini-thesis covers the implementation of activities at the Sub Department of Data and Information contains ten measured activities. The measurement was made by comparing the actual performance with the guideline in place.Conclusions: In conclusion, the analysis of activities at the Sub Department of Data and Information was made to 10 activity indicators. The result is that each indicator are consistent and aligned with the prevailing guidelines such as Ministry of Health Regulation number 45 of 2014 concerning Health Surveillance Implementation, COVID-19 Prevention and Control Guideline of 2020, and Behavior Change Communication (KPP) strategy in COVID-19 preventions.
Efektivitas Media Sosial Instagram Milik Rumah Sakit di Kabupaten Serang Dalam Promosi Kesehatan COVID-19 Vionita, Luthfia; Prayoga, Diansanto
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.437-444

Abstract

Latar Belakang: Dalam pemutusan rantai penyebaran COVID-19 maka dilakukan promosi kesehatan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas dalam meningkatkan kualitas kesehatan. Dalam promosi kesehatan ini diperlukan media untuk menyampaikan pesan. Salah satu media sosial tersebut ialah Instagram. Instagram merupakan salah satu media sosial yang banyak digunakan masyarakat khususnya kalangan muda. Banyak organisasi layanan kesehatan yang menggunakan media sosial salah satunya rumah sakit.Tujuan: Pada penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas dari media sosial dalam mempromosikan kesehatan terkait COVID-19 pada rumah sakit di Kabupaten Serang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan data sekunder. Data berasal dari hasil pengamatan akun media sosial Instagram yang dimiliki oleh rumah sakit dengan berbagai tipe yang berada di Kabupaten Serang, total terdapat 3 akun media sosial Instagram. Data dikumpulkan berdasarkan postingan pertama yang terbit pada bulan Maret 2020 – 19 Oktober 2020. Data yang dikumpulkan untuk mengetahui engagement account yaitu dengan melihat total followers,  likess, dan comments.Hasil: Semua rumah sakit yang tersebar di Kabupaten Serang bertipe C. Rumah sakit di Kabupaten Serang memberikan pelayanan yang melibatkan teknologi dan informasi salah satunya penggunaan media sosial Instagram. Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Serdang tidak memilik postingan selama periode Maret 2020 – Oktober 2020, postingan pada akun Instagram rumah sakit Hermina Ciruas dan akun Instagram rumah sakit Kurnia Serang mempunyai topik dalam penyampaian pesan terkait COVID-19 sangat beragam. Engagement rate RS Hermina Ciruas yaitu sebesar 1,86%, engagement rate RS Kurnia Serdang sebesar 1,28%, dan engagement rate RSIA Permata sebesar 0%.Kesimpulan: Media sosial instagram bisa digunakan sebagai media promosi kesehatan terkait COVID-19 yang efektif bagi segmentasi usia muda.
BUDIKDAMBER Sebagai Upaya Pengembangan Potensi Ekowisata Bukit Pertapaan, Desa Bagelenan, Kabupaten Blitar Haliman, Chika Dewi
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.371-378

Abstract

Latar Belakang: Kearifan dan kekayaan kawasan wisata sejarah Bukit Pertapaan menjadikan tempat wisata tersebut sangat potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi berbasis ekowisata. Namun, diperlukan adanya terobosan baru yaitu dengan memadukan wisata sejarah dengan agrowisata, mengingat kurang optimalnya pemanfaatan dan pengelolaan potensi yang ada di kawasan wisata tersebut. Konsep BUDIKDAMBER (Budidaya Akuaponik dalam Ember) menjadi salah satu alternatif dalam upaya pengembangan Bukit Pertapaan menjadi kawasan ekowisata. Dimana BUDIKDAMBER memiliki keunggulan diantaranya adalah tidak diperlukan adanya aliran listrik dan lahan yang luas, serta proses budidaya yang sederhana. Dengan demikian BUDIKDAMBER ini sangat cocok untuk diterapkan di kawasan tempat wisata Bukit Pertapaan yang memiliki topografi perbukitan dan tidak rata.Tujuan: Edukasi polikultur BUDIKDAMBER bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kepedulian pengelola dan warga sekitar terkait pentingnya pengembangan potensi ekowisata di kawasan wisata sejarah Bukit Pertapaan.Metode: Dalam pelaksanaannya, edukasi dan sosialisasi terkait pengembangan kawasan wisata Bukit Pertapaan melalui konsep BUDIKDAMBER dilaksanakan melalui seminar online. Metode pendekatan yang digunakan berupa penyerahan prototype BUDIKDAMBER kepada ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Bukit Pertapaan untuk selanjutnya dapat dikelola dan dikembangkan pada kawasan Bukit Pertapaan maupun  setiap rumah warga setempat.Hasil: Pengembangan ekowisata di Wisata Bukit Pertapaan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar adalah dengan memberikan edukasi mengenai pengembangan potensi desa ekowisata melalui seminar online dengan mengusung tema "Planting Habits, Many Benefits” yang membahas mengenai pembuatan BUDIKDAMBER (Budidaya Akuaponik dalam Ember), yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan prototype dari konsep BUDIKDAMBER tersebut kepada ketua POKDARWIS.Kesimpulan: Kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait BUDIKDAMBER disampaikan melalui seminar online dan publikasi melalui Youtube, serta penyerahan prototype media BUDIKDAMBER. Melalui upaya ini, diharapkan warga sekitar Wisata Sejarah Bukit Pertapaan dan pengelola khususnya dapat menambah pengetahuan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian dalam upaya mewujudkan Bukit Peretapaan sebagai destinasi Ekowisata yang nantinya akan sekain membawa dampak positif bagi Bukit Pertapaan maupun masyarakat sekitarnya.
How and Where the Birth Delivery Taking Place Matter towards the Success of Exclusive Breastfeeding Roseprilla, Adamina Dinda; Mahmudiono, Trias; Rachmah, Qonita
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.327-334

Abstract

Background: Breast milk is the best nutrition for babies. The coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia in 2017 was still low. However, there are many factors that contribute to low rates of exclusive breastfeeding including socio-cultural factors, factors related to the health system, market, environment, and knowledge. Recent studies have shown that there was a relationship between the place and type of delivery with exclusive breastfeeding.  Objectives: This study aimed to analyze the correlation between the place and type of delivery with the success of exclusive breastfeeding practice in Indonesia among mothers of infants 0-6 months.Methods: This study was a secondary data analysis using data from the results of the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS), conducted in 34 provinces in Indonesia with a total sample of 1810 infants aged 0-6 months. The dependent variable was the exclusive breastfeeding. Independent variables were mother's age, mother's level of education, parity, place of delivery, and type of delivery. Data collection was carried out for all variables by interviewing using a reproductive woman questionnaire. Data were analyzed using chi square test.Results: The results showed that 48.2% of mothers gave exclusive breastfeeding. The results of the bivariate analysis showed that the variables of place of delivery (p-value=0.045), type of delivery (p-value<0.001), and mother's age (p-value=0.048) were related to the practice of exclusive breastfeeding.Conclusions: The conclusion of this study was the factors that affecting exclusive breastfeeding in were place of delivery, type of delivery, and mother's age.Keywords: exclusive breastfeeding, place of delivery, type of delivery, early life nutrition
Strategi Pemasaran di RSI Surabaya Ahmad Yani Berdasarkan Pendekatan New Wave Marketing Masithoh, Annisa Alfinur
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.514-527

Abstract

Latar Belakang:Penurunan jumlah kunjungan pasien di rumah sakit merupakan salah satu tanggung jawab unit pemasaran. Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien adalah dengan menyusun strategi pemasaran yang baik.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan 12 elemen new wave marketing dan menjelaskan secara komprehensif analisis TOWS di RSI Surabaya Ahmad Yani sebagai upaya penyusunan strategi peningkatan jumlah kunjungan pasien.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode in-depth interview dan analisis data sekunder.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSI Surabaya Ahmad Yani telah menerapkan konsep pemasaran 12 elemen new wave marketing dalam kegiatan pemasarannya. Dari hasil temuan isu strategis dan analisis TOWS, diketahui bahwa ancaman terhadap RSI Surabaya Ahmad Yani berada pada elemen coding dan commercialization, untuk peluang terdapat pada elemen clarifying; co-creation; currency; conversation; dan collaboration, untuk kelemahan terdapat pada elemen confirming; communal activation; dan caring, serta untuk kekuatan terdapat pada elemen communitization dan character. Posisi RSI Surabaya A. Yani sendiri berada pada kuadran satu diagram TOWS, sehingga dari hasil temuan tersebut dapat disusun strategi pemasaran yang sesuai.Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini secara umum adalah pada tiap elemen new wave marketing terdapat berbagai hal yang dapat menjadi ancaman, peluang, kelemahan, dan kekuatan rumah sakit.
Analisis Customer Value Pelayanan Kesehatan Terhadap Loyalitas Pasien di Poliklinik UNESA Wulandari, Laura
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.537-547

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan pasien Poliklinik UNESA cenderung fluktuatif bahkan dapat dikatakan mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun 2018 pertumbuhan pelayanan pasien Poliklinik UNESA menurun dari tahun sebelumnya dengan persentasi sebesar -5,20 %. Pada tahun 2019 pertumbuhan pelayanan pasien Poliklinik UNESA merosot tajam yaitu sebesar -30,32 % dari tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi penurunan jumlah kunjungan pasien di tahun 2019 yang sangat tajam dibandingkan periode tahun sebelumnya..Tujuan: Menganalisis Customer Value terhadap kepuasan pasien yang berdampak pada penurunan kunjungan pasien di Poliklinik UNESA.  Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan rancang bangun cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode online menggunakan google formulir. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 137 orang yang terdiri dari mahasiswa yang masih aktif kuliah saat penelitian ini dilakukan, pegawai yang masih aktif bekerja di UNESA dan masyarakat umum yang pernah mendapatkan pelayanan kesehatan di Poliklinik UNESAHasil: Hasil dalam penelitian ini adalah sebanyak 83 orang responden (60,6%) memiliki penilaian yang cukup baik terhadap emotional value, 79 orang responden (57,7%) memiliki penilaian yang cukup baik terhadap social value, 95 orang responden (69,3%) memiliki penilaian yang cukup baik terhadap quality/performance value dan 99 orang responden (72,3%) memiliki penilaian yang cukup baik terhadap price/value of money. Sebanyak 98 orang responden (71,5%) cukup puas terhadap pelayanan di Poliklinik UNESA dan sebanyak 98 orang responden (71,5%) cukup loyal terhadap pelayanan di Poliklinik UNESA. Karakteristik pasien memiliki signifikasi lebih kecil dari pada alpha terhadap costumer value, Customer value memiliki signifikasi lebih kecil dari pada alpha terhadap kepuasan pasien. Selain itu, kepuasan pasien memiliki signifikasi lebih kecil dari pada alpha terhadap loyalitas pasienKesimpulan: Karakteristik pasien memiliki signifikansi yang lebih kecil dari alpha pada Customer Value, Customer Value memiliki signifikansi yang lebih kecil dari alpha pada kepuasan pasien. Selain itu, kepuasan pasien memiliki signifikansi yang lebih kecil daripada alpha terhadap loyalitas pasien. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa karakteristik pasien mempengaruhi Customer Value, Customer Value mempengaruhi kepuasan pasien dan kepuasan pasien mempengaruhi loyalitas pasien.
Pengaruh Faktor Maternal Ibu terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah kerja UPT Puskesmas Sopaah Kabupaten Pamekasan Wardani, Dewi Kusuma
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.386-393

Abstract

Background: The incidence of stunting  still being a major nutritional problem for toddlers around the world. Stunting occurs due to various factors that hinder the baby's growth process during first 1000 days of life or from the time the baby is in the womb until he is 24 months after birth, but the occurrence is only seen after the toddler is 24 months old. Stunting has a short-term impact in the form of disturbances in cognitive development and long-term effects that can be permanent.Objectives: The purpose of this study was to analyze the influence of maternal factors on the incidence of stunting in toddlers among 24-59 months in the Working Area of Sopaah Primary Health Care on 2021.Methods: This type of research was observational analytic with a case control research design. The research sample was 54 consisting of 27 case samples and 27 control samples. The data used are primary data obtained from interviews with respondents and secondary data sourced from the respondent's MCH Handbook. Analysis of research data using the SPSS program to perform statistical tests of chi-square and Odds Ratio.Results: The results of this study indicate that there is a significant effect between maternal height during pregnancy (p-value = 0.000 ; OR = 16.000) and Hypertension (p-value = 0.021; OR = 4.086) with the incidence of stunting in toddlers among 24-59 months in Indonesia. The Working Area of the Sopaah Primary Health Care. Meanwhile, maternal age during pregnancy (p-value = 1,000) and interval of pregnancy (p-value = 0.776) had no effect on the incidence of stunting in toddlers among 24-59 months.Conclusions: the prevalence of stunting in the Work Area of the Sopaah Primary Health Care on 2021 has increased compared to 2019 and the maternal factors that influence the incidence of stunting in toddlers are maternal height and hypertension, while maternal age and interval of preganancy do not have a significant influenceKeywords: stunting, maternal height, maternal age, interval of pregnancy, hypertension