cover
Contact Name
Eny Qurniyawati
Contact Email
eny.qurniyawati@fkm.unair.ac.id
Phone
+6285785028088
Journal Mail Official
mgk@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Media Gizi Kesmas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23017392     EISSN : 27458598     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Media Gizi Kesmas (MGK) is a scientific journal under the auspices of Universitas Airlangga that uses a peer review system and is published by the Faculty of Public Health, Universitas Airlangga. It is published twice a year, in June and December. Articles published in MGK include original research articles, literature reviews, and case studies. The scope of MGK includes Nutrition (Public Health Nutrition, Community Nutrition, Clinical Nutrition, Dietetics, Food and Nutrition, Food Service Management), Public Health (Health Policy and Administration, Occupational Health and Safety, Environmental Health, Biostatistics, Epidemiology, Health Promotion and Behavioral Science, Reproductive Health), and current issues in nutrition and public health.
Articles 459 Documents
Association of High Calorie Food and Coffee Consumption Pattern, Sleep Duration and Stress Level with Nutritional Status in Final Year Students Putri, Permata Aprilia
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.464-474

Abstract

Background:The habit of consuming high-calorie foods and drinking coffee with high sugar level  is a habit that many final year students have, which is related with the duration of sleep and the burden of high academic demands that they have, so they are at risk of experiencing nutritional problems that end up affecting their nutritional status such as increasing the risk obesity.Objectives: The purpose of this study was to analyze the association between the habit of drinking coffee and high-calorie foods consumption, sleep duration and stress levels with nutritional status in final year studentsMethods:This research was using a case-control research design. The sample size used in this study was 50 final year students at Faculty of Public Health Universitas Airlangga which were categorized into 2 group with 25 respondent in each group. Sample selected by simple random sampling method. The data obtained were analyzed using the independent t-test, and logistic regression test followed by the received dataResults: The results of this study showed there is relation between the habit of drinking espresso-based coffee (p = 0.000), the frequency of drinking coffee (p = 0.018), the volume of drinking coffee (p = 0.046), the habit of drinking coffee at night (p = 0.008), consumption of high-calorie foods (p=0.000), intake from high-calorie foods [energy (p=0.000), carbohydrates (p=0.000), protein (p=0.000), fat (p=0.002)], nutrient adequacy level from high-calorie foods [energy (p=0.000), carbohydrates (p=0.000), protein (p=0.000), fat (p=0.000)], sleep duration (p=0.048) with nutritional status. However, there was no relation was found between stress level with nutritional status (p=0.646).Conclusions:Obese respondents tend to have a habit of drinking coffee frequently with high sugar content, and often consuming high-calorie foods and having a short sleep duration compared to the non-obese group. But both groups of respondents have moderate levels of stress. Dietary regulation and sleep duration are recommended for respondents in an effort to reduce the risk of obesity
Pemberian Diet Tinggi Kalori Dan Rendah Protein Pada Pasien Covid-19 Dengan Gagal Ginjal Kronis Dan Penyakit Jantung: Sebuah Laporan Kasus Pristyna, Greena; Mahmudiono, Trias; Sari, Yuyun Eka
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.407-415

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yangmana merupakan jenis coronavirus baru dan belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Adanya riwayat penyakit seperti tekanan darah tinggi, gangguan fungsi jantung, dan ginjal dapat meningkatkan risiko yang lebih besar untuk mengalami keparahan. Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) dilakukan dengan pemberian diet tinggi kalori dan rendah protein.Tujuan: untuk mengetahui tata laksana asuhan gizi terstandar pada pasien dengan pemberian diet tinggi kalori dan rendah protein pada pasien COVID-19 dengan riwayat penyakit gagal ginjal kronis dan jantung.Metode: Studi kasus dilakukan pada bulan Maret 2021 pada pasien RSI Jemursari Surabaya.Hasil: Setelah dilakukan monitoring dan evaluasi didapatkan hasil bahwa hasil laboratorium memiliki perubahan yang fluktuatif, terjadi perubahan jenis makanan dan cara pemberian yang diberikan sejalan dengan dilakukan hemodialysis pada pasien, fisik/klinis belum mulai membaik, serta asupan pasien meningkat dari hari ke hari namun terdapat beberapa pemenuhan zat gizi makro belum dapat mencapai target (<80%).Kesimpulan: pemulihan kondisi pasien tidak terbilang cukup baik, hasil pemantauan biokimia dan fisik/klinis secara masih menunjukkan perubahan yang fluktuatif, namun pada asupan makanan terjadi peningkatan meskipun target asupan beberapa zat gizi makro belum tercapai.
Analysis between Vaccination Status and Gender with Level of Confidence to Use of Covid-19 Vaccination in Community Wasi, Athiya Adibatul; Prayoga, Diansanto; Lailiyah, Syifaul; Sari, Jayanti Dian Eka; Fatah, Mohammad Zainal; Rahayu, Ajeng Febrianti
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.358-364

Abstract

Background: The cases of Covid-19 in Indonesia continues to increase, various policies have been set by the government to prevent cases increase, one of which is the implementation of the vaccination program. However, there are still people who are hesitant or afraid to COVID-19 vaccination. Based on a survey conducted by the Indonesian Ministry of Health in 2021, some of the most common reasons for refusing the COVID-19 vaccine are related to vaccine safety (30%); doubts about the effectiveness of the vaccine (22%); distrust of vaccines (13%); concern about side effects such as fever and pain (12%); and religious reasons (8%).Objectives: To Analyze the relationship between vaccination status and gender with level of confidence to use of Covid-19 vaccination in the community.Methods: Observational research using a survey approach, cross-sectional study design. The population is adults who access the Healthy People Mall program in Banyuwangi, with a total sample of 437. Conducted from March to October 2021. Collecting data by studying literature and distributing online questionnaires using google forms. The level of confidence is obtained from the total score of 3 confidence indicators. Processing and analysis of research data using the Chi-square test.Results: 87.8% of females and 82% of males were vaccinated. A significant relationship between the level of confidence to use of the Covid-19 vaccine and vaccination status (P-value = 0.000), and no relationship between the level of confidence to use of the Covid-19 vaccine and gender (P-value = 0.124).Conclusions: The Majority of people who access the Healthy People Mall in Banyuwangi are vaccinated. The proportion of vaccinated, women is higher than men. The variable that has a relationship with the level of confidence in the use of the Covid-19 vaccine is vaccination status, while gender does not have a relationship.
Gambaran Higiene dan Sanitasi Jasa Boga di "K” Catering Kabupaten Banyuwangi Mathofani, Shelviana
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.561-571

Abstract

Latar Belakang: Makanan merupakan sumber energi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Seiring berkembangnya teknologi dan aktivitas serta mobilitas yang tinggi, membuat semua orang lebih memilih untuk mengolah makanan secara praktis. Hal ini mendorong tumbuhnya bisnis jasaboga diberbagai penjuru dunia. Bisnis jasaboga harus diawasi dan dikontrol secara rutin penerapan hygiene sanitasinya guna mencegah terjadinya penyakit seperti keracunan makanan yang diakibatkan oleh kontaminasi pada makanan.Tujuan: Gambaran penerapan hygiene sanitasi jasa boga di "K” catering di Kabupaten Banyuwangi. Metode: Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitian observasional deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara dengan pemiliki atau pihak marketing dari "K” Catering, serta mengamati langsung keadaan tempat catering. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi (checklist) yang terdiri dari 8 variabel yang telah disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Hasil penelitian kemudian dikelompokkan menjadi 2 yaitu tidak laik hygiene sanitasi (0-74%) dan laik hygiene sanitasi (75-100%)Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa "K” Catering tidak memenuhi syarat laik hygiene sanitasi sesuai dengan Pedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011 Tentang Higiene Sanitasi Jasaboga, karena mendapatkan skor sebesar 72,68% atau ≤74%Kesimpulan: Secara keseluruhan penerapan hygiene sanitasi di "K” Catering sudah cukup baik, mengingat skor yang diperoleh sudah mencapai belum memenuhi standar pedoman yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan pada beberapa kriteria pada masing-masing variable guna meningkatkan nilai skor minimal yang harus dicapai oleh pihak "K” catering.
Tinjauan Literatur: Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat Indonesia Selama Pandemi COVID-19 Prafena, Priskila Kris; Nadhiroh, Siti Rahayu; Rifky, Mahmud Aditya
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.604-614

Abstract

Latar Belakang: Ketidakstabilan kondisi perekonomian akibat pandemi COVID-19 semakin dirasakan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya rumah tangga. Ketahanan pangan meliputi tiga aspek yaitu ketersediaan, konsumsi, dan akses pangan. Adanya peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan serta kenaikan harga pangan saat pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap akses pangan masyarakat sehingga dapat terjadi kerawanan pangan rumah tangga. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap status kesehatan dan gizi masyarakat sehingga menjadi rentan terhadap penyakit tersebut.Tujuan: Artikel ini membahas upaya-upaya dalam mendukung ketahanan pangan pada masyarakat Indonesia selama pandemi COVID-19 melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.Metode: Literature Review dilakukan dengan mengkaji beberapa artikel yang membahas upaya ketahanan pangan rumah tangga masyarakat Indonesia selama pandemi COVID-19. Dari 44 artikel yang diperoleh dari jurnal nasional, terdapat 20 artikel yang ditinjau dipilih berdasarkan kesesuaian dengan tujuan penulisan artikel.Ulasan: Pemberdayaan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga selama pandemi COVID-19 di kalangan masyarakat Indonesia berfokus pada pemanfaatan lahan pekarangan termasuk lahan yang sempit. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain edukasi, penyuluhan/sosialisasi, pelatihan dan pendampingan budidaya tanaman dan ikan. Budidaya tanaman meliputi metode tanam menggunakan pupuk dan teknik hidroponik atau akuaponik. Tanaman yang digunakan seperti melon, mentimun, cabai merah, cabai rawit, bayam, kangkung, sawi, kacang panjang, jahe, cincau, dan kunyit. Adapun untuk BUDIKDAMBER biasanya menggunakan ikan lele dan sayur kangkung. Edukasi dan penyuluhan atau sosialisasi mengenai budidaya tanaman dan BUDIKDAMBER telah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hal tersebut. Adanya pelatihan dan pendampingan tentang budidaya tersebut menghasilkan kemampuan untuk melakukan budidaya bahan pangan berkualitas yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun menjadi usaha dalam menambah penghasilan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat dalam rangka mencapai ketahanan pangan rumah tangga selama pandemi COVID-19.Kesimpulan: Upaya ketahanan pangan rumah tangga dalam menghadapi pandemi COVID-19 dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi dan pelatihan mengenai budidaya tanaman dan BUDIKDAMBER telah meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat mampu melakukan budidaya secara mandiri dan menghasilkan bahan pangan berkualitas yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun menjadi usaha dalam menambah penghasilan sehingga ketahanan pangan rumah tangga tetap tercapai selama masa pandemi.
Hubungan Aktivitas Fisik, Asupan Kalsium dan Lemak dengan Obesitas Sentral pada Tenaga Kerja Perkantoran Rahayuningsih, Aries Nilla; Muniroh, Lailatul
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.351-357

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi obesitas sentral terus mengalami peningkatan seiring berjalannya waktu. Hingga saat ini tercatat sebanyak 31% masyarakat Indonesia mengalami obesitas sentral. Obesitas sentral dapat disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik, tingginya asupan lemak, dan rendahnya asupan kalsium. Obesitas sentral menjadi salah satu permasalahan gizi yang rentan terjadi pada tenaga kerja khususnya tenaga kerja perkantoran.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara aktivitas fisik, asupan kalsium, dan lemak dengan obesitas sentral pada tenaga kerja di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Malang.Metode :  Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan menggunakan desain studi cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 tenaga kerja dan diambil secara proportional random sampling. Pengumpulan data terdiri dari pengukuran lingkar pinggang, wawancara food recall 2 x 24 jam, dan pengisian kuesioner BPAQ (Baecke Physical Activity Questionnaire). Data yang berdistribusi normal dianalisis menggunakan uji korelasi pearson, sedangkan data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan uji korelasi spearman.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalsium (p=0,002) dan lemak (p=0,000) dengan obesitas sentral. Sementara itu tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan obesitas sentral (p=0,275).Kesimpulan : Penurunan asupan lemak dan peningkatan asupan kalsium dapat menurunkan risiko terjadinya obesitas sentral. Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengingat mayoritas reponden dalam penelitian ini tergolong memiliki tingkat aktivitas fisik berat dan tingkat konsumsi lemak yang cenderung kurang.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia Berdasarkan Analisa Data Sekunder SDKI Tahun 2017 Yuwana, Noki Rieke Diah Ayu; Mahmudiono, Trias; Rifqi, Mahmud Aditya
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.451-457

Abstract

Latar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab utama angka kematian neonatal di Indonesia yang tergolong tinggi yaitu 15/1000 kelahiran hidup. Beberapa provinsi di Indonesia belum memenuhi target nasional untuk BBLR yang didominasi oleh provinsi dengan mayoritas wilayah perdesaan. Kejadian BBLR berhubungan dengan banyak faktor risiko baik dari karakteristik ibu, bayi dan sosio-demografi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan BBLR di Indonesia.Metode: Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dengan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2017. Jumlah responden yaitu 13.473 wanita berusia 15-49 tahun yang melahirkan dalam 5 tahun sebelum survei dan memenuhi semua variabel penelitian. Analisis yang dilakukan meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden serta uji regresi logistik dan chi-square  untuk menentukan faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian BBLR.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yaitu pendidikan ibu (OR=1,3; 95%CI=1,16-1,53; p<0,01), frekuensi kunjungan antenatal/K4 (OR=1,59; 95%CI=1,25-2,02;p<0,01) dan tempat tinggal (OR=0,86; 95%CI=0,75-0,99;p=0,03). Akan tetapi hasil tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas, jarak kehamilan, jenis kelamin bayi, pekerjaan ibu dan kunjungan antenatal pertama/K1.Kesimpulan: Pendidikan ibu, K4 dan tempat tinggal berhubungan dengan kejadian BBLR di Indonesia sehingga diperlukan program untuk memperbaiki pelayanan antenatal terutama pada ibu yang tergolong pendidikan rendah pada wilayah pedesaan.
Literature Review: Hubungan Pajanan Benzena, Usia, dan Masa Kerja dengan Kadar Trans, Trans – Muconic Acid (ttMA) Urin pada Pekerja Terpapar Benzena Christiansi, Welldelin Yufuria
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.633-642

Abstract

Latar Belakang: Benzena adalah salah satu zat atau bahan kimia yang sering ditemukan dan digunakan di dalam bidang perindustrian, baik di dalam industri percetakan, pengeleman, obat-obatan, plastik, karet buatan, pewarna hingga bensin. Hal ini menyebabkan paparan benzena yang diterima manusia atau pekerja yang bekerja dekat dengan sumber benzena rentan menerima risiko atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh benzena. Salah satu metabolit yang dapat diukur sebagai tanda dari adanya paparan benzena di dalam tubuh adalah ttMA dalam urin.Tujuan: Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pajanan benzena dengan kadar ttMA urin pada pekerja berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.Metode: Metode penelitian ini adalah literature review yang dimana digunakan untuk mengkaji, memahami, dan menafsirkan penelitian-penelitian yang ada yang sesuai dengan topik yang diambil dengan bersumber dari artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 5 tahun.Hasil: Hasil dari literature review menunjukkan bahwa hampir seluruh penelitian (75%) yang dirangkum menyatakan adanya hubungan antara pajanan benzena dengan kadar ttMA urin. Sedangkan variabel seperti usia dan masa kerja mayoritas (>50%) tidak berhubungan dengan kadar ttMA urin.Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini yang dapat diambil adalah pajanan benzena berhubungan dengan kadar ttMA urin seseorang atau pekerja yang bekerja dekat atau sering terpapar dengan benzena di lingkungan kerjanya. Sedangkan variabel lain seperti usia dan masa kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan.Kata kunci: pajanan benzena, usia, masa kerja, kadar ttMA urin
Analysis of the Influence of Motivation Factors on Employee Performance at KMU Gresik Clinic wibowo, pitra aries
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.475-478

Abstract

Background: The level of challenge of an organization with increasing time becomes large, but if later it will not be even greater, then it is certain that it will not follow and will be eaten by time itself or die. As a health facility that focuses mainly on eye and cataract surgery, the Utama Eye Clinic must be able to demonstrate the existence of its organization in responding to these bigger challenges. Now the biggest challenge is the quality of human resources working to reduce the rate of blindness due to cataracts which is increasing every day.Objectives: Analyzing the effect of the relationship between employee motivation on their performance at work at KMU Gresik.Methods: This research is a descriptive analytic study which was conducted using a quantitative cross sectional approach. The statistical test used was the Chi Square test. The number of respondents for filling out the questionnaire was 35 respondents. When the research was conducted in January 2018.Results: The statistical test of this study shows that there is a significant relationship between motivation and employee performance working at KMU Gresik with a correlation value of 15.251 and p-value = 0.000.Conclusions: The influence relationship between employee performance variables and employee motivation variables working at KMU Gresik is very significant, so it is recommended for employee motivation at KMU Gresik to be recognized and improved so that employee performance results increase.
Hubungan antara Ketahanan Pangan Rumah Tangga, dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan febriyanti, anggy; Isaura, Emyr Reisha; Farapti, Farapti
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.335-340

Abstract

Latar Belakang; Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (Bayi bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Balita yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan yang tidak maksimal, menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit, dan pada saat dewasa dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktivitas . Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja melainkan lebih dari satu faktor (multifaktor) diantaranya adalah kondisi ekonomi keluarga, pendidikan orang tua, pendapatan orangtua, ketahanan pangan rumah tangga, nutrisi ibu saat hamil, nutrisi 1000 HPK, asupan makanan dan penyakit infeksi.Tujuan: untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sumberaji, Kabupaten Lamongan.Metode: Penelitian cross sectional ini melibatkan 83 balita yang dipilih secara sengaja didasarkan pada pemilihan suatu karakteristik dengan teknik purposive sampling. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara untuk variabel ketahanan pangan rumah tangga dan pengukuran antropometri untuk variabel stunting. Analisis data yang digunakan yaitu dengan uji statistik regresi logistik. Variabel bebas dari penelitian ini yaitu ketahanan pangan rumah tangga sedangkan variabel terikat dari penelitian ini yaitu stunting.Hasil: Hasil penelitian didapatkan 29 balita memiliki status gizi stunting (34,9%) dan 54 balita memiliki status gizi normal (65,1%). Selain itu, juga didapatkan jumlah rumah tangga tahan pangan 51,8%, rawan pangan tanpa kelaparan 28,9%, dan rawan pangan dengan kelaparan 18,1%. Berdasarkan uji regresi logistik rumah tangga rawan pangan tanpa kelaparan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting (p= 219). Sedangkan pada rumah tangga rawan pangan dengan kelaparan berhubungan positif signifikan dengan kejadian stunting (p<0,001), baik pada model yang tidak disesuaikan maupun pada model yang disesuaikan (β-Koefisien: 77,14 (95%CI: 8,72-682,53) ke (β-Koefisien: 87,70 (95%CI: 9,57-804,12) ke (β-Koefisien: 153,41 (95%CI: 11,46-2053,61).Kesimpulan: penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting. Oleh karena itu, perlu diberikan pendidikan gizi tentang pencegahan stunting, khususnya bagi masyarakat dengan kerawanan pangan rumah tangga. Kata Kunci: stunting, ketahanan pangan, balita