cover
Contact Name
Hafizh Al Fikri
Contact Email
hafizalfikri@ikj.ac.id
Phone
+6281380151716
Journal Mail Official
jurnal@senirupaikj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta Kompleks Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya No. 73, Cikini Kec. Menteng Kota Jakarta Pusat, 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Senirupa Warna (JSRW)
ISSN : 23551682     EISSN : 26857618     DOI : https://doi.org/10.36806
JSRW supports the vision and mission of FSR-IKJ to publish works of a scientific nature within FSR-IKJ and beyond. Works published must discuss discourses of arts (either fine or applied) in the fields related to visual aspects, such as fine arts, design, craft, visual narratives, and forms of art that utilize the new media.
Articles 147 Documents
Perancangan Huruf dan Media Pembelajaran Aksara Sunda Muhammad Iqbal Firdaus; Cecil Mariani; Adityayoga
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 8 No. 2 (2020): Urban, Sejarah dan Kebudayaan (di) Indonesia
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v8i2.87

Abstract

Tahun 2013 aksara Sunda resmi menjadi konten kurikulum muatan lokal bahasa Sunda. Aksara Sunda diajarkan mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas. Setiap tingkatan pendidikan memberi materi pembelajaran aksara Sunda yang berbeda; dimulai dari pengenalan karakter aksara Sunda sampai dengan penggunaannya ke dalam media digital lewat media komputer. Pembelajaran aksara Sunda saat ini masih terbatas pada buku paket yang membuat murid cepat jenuh. Untuk itu, diperlukan pengembangan metode pembelajaran yang baru. Salah satu yang perlu dikembangkan adalah penggunaan huruf digital. Tulisan ini menjelaskan proses perancangan aksara Sunda dalam bentuk digital dengan tujuan pembelajaran aksara Sunda di sekolah lebih efektif dan menarik bagi siswa.
Urban Dynamic: Inspirasi Kemacetan Tanah Abang Jakarta Iqbal Maulana; Retno Andri Pramudyawardani; Yanni Rosalin
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 8 No. 2 (2020): Urban, Sejarah dan Kebudayaan (di) Indonesia
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v8i2.88

Abstract

Perkembangan varian trend fashion dapat dikembangkan melalui kombinasi antara situasi dan kondisi yang ada pada suatu daerah atau kota. Situasi Pusat Perbelanjaan Tanah Abang memberikan suatu ide tersendiri dalam membuat koleksi busana. Penelitian ini menjelaskan bagaimana implementasi dari suasana kemacetan yang terjadi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, ke dalam suatu koleksi busana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian adalah koleksi busana berjudul Urban Dynamic yang bergaya sporty dramatic dengan tampilan urban contemporary.
Menafsir Ulang Pemakaian Sneakers Berkain-Kebaya Nita Trismaya
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 8 No. 2 (2020): Urban, Sejarah dan Kebudayaan (di) Indonesia
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v8i2.89

Abstract

Sneakers menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban untuk beragam kegiatan, utamanya yang dilakukan di lapangan. Namun, ketika sneakers dipilih menjadi pelengkap busana bergaya etnik seperti kebaya, maka definisi sneakers bergerak menuju wilayah yang lebih luas. Ada gejala sosial dibalik alas kaki ini yang menyandang simbol modern (baca:Barat) yang mengglobal. Permasalahan ini dianalisa menggunakan teori transformasi budaya untuk menafsir ulang sneakers yang kini menjadi bagian dari identitas ke-Indonesia-an melalui berkain-kebaya.
Kulit Muka Majalah Djawa Baroe: Representasi Propaganda Pendudukan Jepang di Indonesia Shafaat Rouzel Waworuntu; Indah Tjahjawulan
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 8 No. 2 (2020): Urban, Sejarah dan Kebudayaan (di) Indonesia
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v8i2.90

Abstract

Di era pendudukan Jepang, majalah menjadi salah satu sumber arus informasi yang diatur dengan ketat. Konten dan gambaran yang diperlihatkan harus dalam konteks kepentingan Jepang. Majalah yang kemudian menjadi alat propaganda adalah Majalah Djawa Baroe. Penelitian ini mengambil objek literasi majalah Djawa Baroe sebagai studi kasus dengan batasan bahasan hanya pada kulit muka untuk mengetahui apakah agenda Jepang dapat terepresentasikan melalui kulit muka tersebut. Melalui metode penelitian kualitatif dengan tinjauan historis, dengan observasi langsung bentuk fisik Majalah Djawa Baroe, studi berbagai arsip dan literasi yang terkait konteks pendudukan Jepang ini, menghasilkan temuan bahwa kulit muka majalah Djawa Baroe merepresentasikan propaganda dari agenda eksploitasi Jepang terhadap Indonesia, yaitu Romusha; Pangan; Perempuan dan Hiburan; Agama dan Kebudayaan; Beasiswa; dan Pendidikan. Agenda dan representasi propaganda Jepang ini secara umum memiliki unsur yang sama yaitu Japanisasi, yang merupakan persiapan dari agenda yang lebih besar yaitu Persemakmuran Lingkup Asia Timur Raya, atau bisa dikatakan sebagai usaha Jepang menyatukan satu kawasan Asia yang berada di bawah kepemimpinan Jepang.
Perancangan Animasi 2D Mitos Hikayat Suku Bugis Makassar Berdasar Epik La Galigo Andi Anisa Amalia Marlina; Ehwan Kurniawan; Norman Adhy Maulana
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 8 No. 2 (2020): Urban, Sejarah dan Kebudayaan (di) Indonesia
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v8i2.91

Abstract

La Galigo merupakan epik mitos penciptaan dari peradaban Bugis di Sulawesi Selatan yang ditulis dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno. La Galigo yang merupakan karya sastra terpanjang sepanjang sejarah dunia dan mengalahkan Mahabarata ini telah dikukuhkan oleh UNESCO dalam Memory of The World tahun 2011 lalu. Sayangnya masih banyak generasi muda yang tidak mengetahui mengenai La Galigo, itu dikarenakan sudah jarangnya penutur asli, serta kurangnya adaptasi populer. Karena itulah, sebuah adaptasi populer dibutuhkan untuk mengenalkan La Galigo kepada masyarakat, terutama generasi muda Indonesia. Dengan animasi pendek yang bercerita mengenai La Galigo, diharapkan dapat menjadi solusi untuk membuat generasi muda lebih peduli dan ikut melestarikan La Galigo.
TRANSFORMASI VISUAL FASAD WARUNG TEGAL DI JAKARTA Rohadi
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.94

Abstract

Abstrak: Warung Tegal di kota Jakarta dan di Tegal saat ini bertransfomasi dengan pesat. Ada beberapa hal yang berubah pada warung Tegal dari waktu ke waktu, misalnya tampilan visual dan menu yang dihadirkan menjadi lebih lengkap dengan harga yang tetap terjangkau. Dari segi visual bagunannya, warung Tegal memiliki keunikan tersendiri yang tidak bisa dilepaskan dari bentuk fasad dan struktur bangunannya. Selain itu, berdasarkan analisis data yang dilakukan, tampilan fasad dan struktur bangunan itu ternyata memiliki banyak makna yang dapat digali tentang kehidupan orang Tegal, baik terhadap kehidupan orang-orang Tegal yang tinggal di daerah Tegal sendiri maupun yang tinggal di Jakarta. Lebih lanjut, dapat dinyatakan bahwa tampilan fasad dan stuktur (visual) warung Tegal sejatinya mengandung nilai-nilai sejarah, filosofi, dan sosial budaya masyarakat Tegal. Abstract: Warung Tegal in the city of Jakarta and in Tegal is currently transforming rapidly. There are a number of things that have changed at Tegal stalls from time to time, for example the visual display and menu presented become more complete with prices that are still affordable. In terms of visual buildings, Tegal stalls have their own uniqueness that cannot be separated from the shape of the facade and the structure of the building. In addition, based on the data analysis carried out, the appearance of the facade and structure of the building turned out to have many meanings that could be explored about the lives of the Tegal people, both for the lives of the Tegal people who lived in the Tegal area themselves and those who lived in Jakarta. Furthermore, it can be stated that the appearance of the facade and structure (visual) of the Tegal warung actually contains the historical, philosophical and socio-cultural values of the Tegal people.
KEBAYA DAN PEREMPUAN: SEBUAH NARASI TENTANG IDENTITAS Nita Trismaya
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.95

Abstract

Abstrak: Kebaya merupakan pakaian daerah yang banyak dikenal perempuan di Indonesia, umumnya dikenakan pada momen tertentu seperti wisuda, pernikahan dan acara resmi kenegaraan. Kebaya yang dikenakan perempuan urban menarasikan multi identitas yakni tidak saja sebagai busana nasional dan pakaian daerah tetapi juga merefleksikan identitas personal, identitas gender, identitas kelas dan identitas yang multikultural. Perempuan urban mengartikulasikan diri melalui kebaya yang mereka pilih untuk mereka kenakan sebagai wujud adanya dialektika dan negosiasi dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Berdasarkan tema ini, penulis menganalisis menggunakan teori identitas dan pakaian untuk memaparkan relasi antara kebaya dan perempuan. Abstract: Kebaya, an indigenous outfit of Indonesia, is generally worn at certain times such as graduations, weddings and official government events. Kebaya that worn by urban women narrates multi identities that it is not only as national dress and regional dress but also reflects the meaning about personal identity, gender identity, class identity and multicultural identity. Urban women also articulating themself through the kebaya that they choose to wear consisting their dialectic and negotiations with some values in their society. Based on this theme, I briefly analyze it using the theory of identity and women autonomy to their bodies and clothes as I want to explain about the relationship between kebaya and women.
PERBURUAN IKAN HIU Walid Syarthowi Basmalah
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.96

Abstract

Abstrak: Ikan-ikan hiu di laut Jawa memiliki peran penting sebagai penyeimbang ekosistem di laut dan di sisi lain bagi para nelayan karena ikan hiu memiliki nilai ekonomi. Nelayan menangkap dan menjual ikan hiu agar dapat terus bertahan hidup. Sementara, peran seni dalam kehidupan bermasyarakat sekarang ini semakin dibutuhkan. Seni dibutuhkan khususnya sebagai ruang penyadaran, di mana sekelompok masyarakat bisa menghargai dan berfikir betapa pentingnya kelangsungan hidup ataupun keseimbangan antara lingkungan dengan makhluk lainnya. Saat ini yang akan penulis lakukan adalah mengambil studi kasus tentang dampak eksploitasi ikan hiu. Penulis menampilkan karya instalasi dengan menggunakan benda-benda temuan. Karya penulis dapat dilihat sebagai data visual ataupun sebagai media berkesenian. Hal tersebut merupakan manifestasi sebagai bentuk dari dua pemikiran penulis yang dilematik. Abstract: The existences of sharks in the Java Sea have an important role as a counterweight to the sea ecosystem. On the other hand, sharks have economic value for fishermen. Fishermen catch and sell sharks as a mean to survive. Meanwhile, the role of art in social life is now increasingly needed. Art is needed specifically as a space for awareness, where a group of people can appreciate and think about the importance of survival or balance between the environment and other creatures. This is a case study about the impact of shark exploitation. The result of the study will be produced in an installation. The installation composed of scenes that show the cruelty of the fishing process and the impact on the environment. This is a manifestation of the artist’s dilemmas.
TINGKAT KETERBACAAN HURUF PADA RAMBU PETUNJUK JURUSAN DI JAKARTA Nicholas Wila Adi
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.98

Abstract

Abstrak: Rambu petunjuk jurusan sangat penting keberadaannya bagi pengendara di jalan raya. Rambu ini memandu pengendara dalam perjalanan. Sebuah rambu petunjuk jurusan yang baik harus memiliki tingkat keterbacaan huruf yang tinggi karena pesan informasi yang ada harus dapat diterima dalam waktu yang singkat dan cepat oleh pengendara. Peraturahn Menteri Perhubungan Republik Indonesia telah menetapkan penggunaan jenis huruf tertentu untuk dipakai pada rambu lalu lintas serta tata cara penulisannya.Penelitian dengan metode observasi langsung di lapangan ini memperlihatkan bahwa masih banyak rambu petunjuk jurusan di Jakarta yang belum menerapkan aturan mengenai jenis huruf serta tata cara penulisan. Abstract: Signs for directions are very important for motorists on the highway. This sign guides the driver on the way. A good direction signs must have a high level of readability because the information message must be received in a short and fast time by the driver.The Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia has determined the use of certain types of letters to be used on traffic signs and procedures for writing them. Research with direct observation methods in this field shows that there are still a lot of direction signs in Jakarta that do not apply rules regarding the type of letters and procedures for writing.
MANAJEMEN PEMBINAAN KEMAHASISWAAN MELALUI EKSTRAKURIKULER EKSKURSI/KARYAWISATA DI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT KESENIAN JAKARTA Mangesti Rahayu
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.99

Abstract

Abstrak: Kegiatan kemahasiswaan di perguruan tinggimenjadi sarana bagi pengembangan dan pembinaan mahasiswa ke arah peningkatan pengetahuan, memperluas pengalaman dan integritas kepribadianya. Visi dan misi pendidikan tinggi dilaksanakan dengan penuh kesadaran, terencana, teratur, terarah, berkesinambungan dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan melalui aktivitas ekskursi ke daerah yang memiliki potensi akan keragaman budaya dan seni. Keberhasilan sebuah program akan didukung oleh sistem manajemen yang sesuai dengan jenis kegiatan agar efektif dan efisien. Penelitian ini merupakan hasil penerapan sistem manajemen yang sudah ada dan pencarian model managemen yang sesuai dengan kegiatan berkesenian di Perguruan Tinggi Seni, khususnya Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta. Abstract: Student activities programs in universities have become a means for developing and fostering students towards increasing knowledge, broadening their experience and personal integrity. The vision and mission of the universities are planned and carried out in such a way that is very focused on achieving national education goals. One of the activitiesthat are carried out in term of this extra curricular program is Excursion. This program is potential in giving the students an insight of the nation cultural and artistic diversity. The success of a program depends on the support by the management system. This research is based on the implementation of an existing Excursion program and the search for a new Excursion management model that is suitable for artistic activities at the College of Art, especially the Faculty of Art, Jakarta Institute of the Arts.

Page 7 of 15 | Total Record : 147