cover
Contact Name
Yassyir Maulana
Contact Email
yassyir_maulana@uniska-bjm.ac.id
Phone
+6281545773317
Journal Mail Official
jieom.journal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adhyaksa No. 2, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM)
ISSN : -     EISSN : 26208148     DOI : -
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) merupakan Jurnal Ilmiah Teknik Industri yang diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan November. Bidang fokus Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) adalah sebagai berikut : Supply Chain Management Research and Development Design Layout Quality Control Industrial Simulation Ergonomy Production Management Design Product (Tool, machine, etc) Project Management Maintenance Productivity Service Quality Management
Articles 197 Documents
FRONT MATTER (COVER, DEWAN DIREKSI, KATA PENGANTAR DAN DAFTAR ISI) Journal Jieom
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.24961

Abstract

ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI PT. KILANG PADI MAJU JAYA KABUPATEN BATU BARA Diana Khairani Sofyan; A Amri; Bakhtiar Bakhtiar; Riki Saputra
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.20818

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya persaingan antarperusahaan, sehingga PT. Kilang Padi Maju Jaya di Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, perlu menerapkan strategi efektif untuk menjaga kualitas produk. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengendalian persediaan bahan baku padi menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data pemasukan gabah dan penjualan beras tahun 2024 melalui wawancara dengan pemilik serta rekapitulasi data perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan EOQ dengan kapasitas lebih sebesar 8.815 kg (atau 8,915 kg sesuai teks asli), safety stock sebesar 216 kg, dan reorder point sebesar 2.124 kg. Berdasarkan hasil tersebut, perusahaan disarankan meninjau kembali kebijakan manajemen persediaan saat ini dan mempertimbangkan penggunaan gudang sementara untuk menampung bahan baku yang melebihi kapasitas.Kata Kunci: (Rice Milling), Economic Order Quantity (EOQ), supplier, safety stock, reorder point.
Usulan Interval Waktu Preventive Maintenance Pada Work Station Granulation Unit System Di PT. OPQ Muhammad Inal Ilham; Sri Meutia; Syarifuddin Syarifuddin
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.16494

Abstract

Work Station Granolation Unit System merupakan sebuah work station yang berfungsi sebagai tempat finishing urea seed menjadi urea granule. Perusahaan sering mendapati masalah pada work station ini, permasalahan itu berupa terhambat atau bahkan berhentinya proses produksi. Hal ini disebabkan karena seringnya terjadi kerusakan tiba-tiba pada mesin operasi. Salah satu penyebabnya, dalam rentang waktu 2016 s/d 2023 terdapat 143 kerusakan yang terjadi dan menyebabkan downtime sebesar 1550 jam dengan rata-rata 10,839 jam/kerusakan. Kerusakan tersebut menyebabkan kerugian berupa kegagalan produksi urea granule sebesar 100.856,165 ton per periode 2016 s/d 2023 atau 45,16% per kerusakan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan preventive maintenance agar mencegah terjadinya kerusakan yang menyebabkan kegagalan produksi secara tiba-tiba. Berdasarkan pengolahan data, didapati interval waktu preventive maintenance, waktu perawatan yang optimum terhadap 25 komponen kritis.Kata Kunci:  Maintenance, Mean Time to Failure, Pareto, Preventive Maintenance
OPTIMALISASI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UNTUK DISTRIBUSI PRODUK PERTANIAN MENGGUNAKAN METODE AHP DAN TOPSIS Asrul Fole; Khoerun Nisa Safiri; Yan Herdianzah
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.19195

Abstract

Distribusi produk pertanian sangat penting untuk menjaga mutu dan ketepatan waktu pengiriman ke pasar. Wilayah X, sebagai sentra pertanian, menghadapi tantangan dalam memilih moda transportasi yang tepat akibat keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis, dan sifat produk yang mudah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan moda transportasi paling optimal dengan menggunakan pendekatan gabungan AHP dan TOPSIS. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara dengan 30 responden, termasuk petani, pengusaha transportasi, anggota koperasi, dan pejabat terkait. Enam kriteria evaluasi digunakan: biaya pengiriman, kecepatan distribusi, kapasitas angkut, ketepatan waktu, aksesibilitas, dan tingkat keamanan. Hasil AHP menunjukkan bahwa biaya pengiriman (0,301) dan kecepatan distribusi (0,224) adalah kriteria paling dominan. Hasil TOPSIS menunjukkan nilai preferensi 0,721 untuk moda darat, 0,593 untuk moda udara, dan 0,422 untuk moda laut, yang menunjukkan bahwa moda darat adalah pilihan optimal untuk Wilayah X.Kata Kunci:  Moda Transportasi, Distribusi Produk Pertanian, AHP, TOPSIS, Efisiensi Logistik.
PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI TAHU MENGGUNAKAN METODE FUZZY SUGENO UNTUK MEMINIMASI PERSEDIAAN (STUDI KASUS: PABRIK TAHU HE SUPER SAYANG CIANJUR) Iklima Diladiva Tresna Anwar; Asep Anwar
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.20149

Abstract

Industri tahu di Indonesia memiliki permintaan tinggi namun masih banyak yang menjalankan produksi secara manual tanpa dasar data akurat, sehingga sering terjadi overproduksi. Pabrik Tahu HE Super Sayang mengalami kelebihan produksi 200–250 pcs per hari akibat tidak adanya sistem prediksi produksi berbasis data. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan jumlah produksi harian dengan menggunakan sistem inferensi fuzzy metode Sugeno. Input sistem berupa data permintaan dan persediaan, sedangkan output-nya adalah jumlah produksi. Metode Fuzzy Sugeno dipilih karena mampu menangani ketidakpastian data dan menghasilkan output yang realistis. Proses mencakup fuzzifikasi, pembentukan aturan fuzzy, perhitungan α-predikat dan konsekuen, defuzzifikasi, serta implementasi dengan MATLAB. Hasil menunjukkan sistem memiliki akurasi tinggi dengan nilai MAPE 4,8% dan mampu meningkatkan efisiensi persediaan sebesar 36%. Sistem ini juga adaptif terhadap prediksi permintaan dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan produksi harian maupun perencanaan jangka panjang. Kata Kunci:  Fuzzy Sugeno, Perencanaan Produksi, Kapasitas Produksi, Overproduksi, Produksi, Permintaan, Persediaan.
Analisis Kualitas Pelayanan Menggunakan Metode IPA dan ZOT Terhadap Kepuasan Penumpang Di PT. ABC Sri Meutia; Diana Khairani Sofyan; Imroatul Fakhro Santoni
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.20301

Abstract

PT ABC merupakan BUMN yang bergerak di bidang jasa transportasi laut, melayani perjalanan ke wilayah terpencil, perbatasan, dan pulau-pulau jauh. Namun, terjadi penurunan jumlah penumpang secara signifikan dari 25.289 menjadi 12.237 (turun 51,63%) dalam rentang Januari hingga Desember. Kondisi ini menjadi dasar penting bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan dari segi kenyamanan, keandalan, dan kepuasan pelanggan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan 100 responden dan diolah menggunakan analisis kuadran IPA untuk mengetahui prioritas perbaikan, serta metode ZoT untuk mengevaluasi kesesuaian layanan dengan ekspektasi minimum dan harapan pelanggan. Hasil analisis menunjukkan tingkat kesesuaian pelayanan terhadap kepuasan penumpang sebesar 57,8%. Melalui metode IPA, ditemukan delapan atribut yang masuk kuadran I (prioritas utama perbaikan), yaitu R8, E10, E12, RS13, A20, H21, P25, P28.  Sedangkan metode ZOT, menunjukkan bahwa tidak ada satu pun indikator yang berada di dalam zona toleransi, apalagi melebihi ekspektasi terutama pada atribut E10, RS15, dan H22.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Penumpang, Metode Importance Performance Analysis (IPA), Metode Zone of Tolerance (ZOT).
TABU SEARCH-BASED OPTIMIZATION PADA RUTE DISTRIBUSI PUPUK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Siti Dinar Rezki Ramadhani; Riri Nasirly; Cecep Ijang Wahyudi; Eko Jaya Siallagan
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.20671

Abstract

Distribusi pupuk pada perkebunan kelapa sawit memiliki peran strategis dalam menjaga produktivitas, namun sering menghadapi kendala berupa keterbatasan armada, lokasi pelanggan yang tersebar, serta biaya transportasi. PT. XYZ sebagai perusahaan yang bergerak di bidang distribusi pupuk menghadapi permasalahan Vehicle Routing Problem (VRP) dengan kapasitas kendaraan terbatas. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan rute distribusi pupuk menggunakan algoritma Tabu Search. Metode penelitian meliputi pengumpulan data jarak, permintaan konsumen, serta kapasitas armada, kemudian dilakukan pemodelan dan pengolahan data menggunakan perangkat lunak MATLAB 2016. Solusi awal ditentukan dengan metode Nearest Neighbor sebelum dilakukan iterasi menggunakan Tabu Search. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total jarak distribusi awal perusahaan sebesar 4.287 km dapat ditekan menjadi 3.618,5 km setelah optimasi, sehingga terjadi penghematan sebesar 668,5 km atau 15,59% dari rute awal. Hal ini membuktikan bahwa penerapan Tabu Search efektif dalam meningkatkan efisiensi distribusi pupuk, menurunkan biaya transportasi, serta mendukung ketepatan waktu pengiriman ke perkebunan kelapa sawit.Kata Kunci:  Distribusi Pupuk, Vehicle Routing Problem (VRP), Tabu Search, Optimasi Rute, Perkebunan Kelapa Sawit.   
PENERAPAN VALUE STREAM MAPPING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN MENGURANGI PEMBOROSAN PADA PRODUKSI SEPATU OLAHRAGA Esa Pratiwi; Ronald Sukmadi; Niera Feblidiyanti
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.20680

Abstract

Industri manufaktur sepatu olahraga menghadapi tantangan dalam meningkatkan efisiensi produksi, terutama dalam mengurangi lead time dan pemborosan. Penelitian ini menggunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk menganalisis aliran nilai dalam proses produksi. Berdasarkan observasi, ditemukan bahwa lead time produksi mencapai 15,6 hari (374,4 jam), namun waktu yang digunakan untuk aktivitas bernilai tambah hanya 3.218,7 detik (0,894 jam). Hal ini menunjukkan ketimpangan signifikan antara waktu total produksi dan waktu yang memberikan nilai tambah. Rasio waktu bernilai tambah terhadap total lead time hanya 0,24%, mengindikasikan lebih dari 99% waktu digunakan untuk aktivitas non-value add, seperti waktu tunggu antar proses, pemindahan material, penyimpanan sementara (WIP), dan pergerakan operator yang tidak efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui Future Value Stream Map (FVSM), lead time dapat ditekan dari15,6 hari menjadi 7 hari tanpa mengurangi nilai tambah, dengan pengendalian WIP menggunakan daily production control, kanban system, dan line balancing pada proses bottleneck. Penerapan ini berhasil mengurangi waktu tunggu dan inventori berlebih, serta meningkatkan konsistensi output harian sesuai takt time yang ditetapkan. Dengan demikian, FVSM tidak hanya mengurangi pemborosan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam aliran produksi sepatu olahragaKata Kunci:  Value Stream Mapping, Efisiensi Produksi, Lead Time, Pengendalian WIP, Pemborosan 
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA COFFEE SHOP MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN AHP (STUDI KASUS: KEDAI RUMAH SEARAH) Aulia Febriyanti; Dharma Widada; Dutho Suh Utomo
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.20860

Abstract

Kedai Rumah Searah merupakan coffee shop yang terletak di Jalan Raudah III, No. 38, Kota Samarinda. Strategi pemasaran yang ada dirasa kurang optimal, lokasi yang kurang strategis, dan kurangnya pemanfaatan media promosi mengakibatkan penurunan pendapatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran dalam meningkatkan pendapatan menggunakan SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Formulasi strategi dimulai dengan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal ke dalam matriks IFE dan EFE. Tahap selanjutnya yaitu pencocokan dengan matriks IE dan SWOT untuk merumuskan alternatif strategi. Tahap terakhir yaitu pengambilan keputusan menggunakan AHP untuk mengetahui urutan prioritas sebagai rekomendasi strategi. Berdasarkan analisis posisi, Kedai Rumah Searah berada pada sel 5 yaitu hold and maintain. Sehingga didapatkan prioritas utama yaitu menyusun sistem promosi terjadwal walaupun sederhana (misalnya, promo jumat atau diskon khusus untuk pembelian pertama). Prioritas kedua mengurangi ketergantungan pada pelanggan setia dengan merancang program referral atau loyalty untuk pelanggan baru. Prioritas ketiga membagikan konten edukatif atau interaktif secara berkala.Kata Kunci:  IFE, EFE, IE, SWOT, Analytical Hierarchy Process
EVALUASI SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN PASIF SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN DI GEDUNG B PLN UID JAWA TIMUR Bastyo Tafano; Endang Dwiyanti; Deny Nurcahyo Hari Prastya
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.20962

Abstract

Keselamatan bangunan merupakan hal yang sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama di gedung perkantoran yang menyimpan barang berharga. Gedung B PLN UID Jawa Timur, yang merupakan bangunan heritage dari era kolonial, memiliki potensi terhadap risiko kebakaran yang perlu ditinjau secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa keadaan sistem perlindungan kebakaran aktif dan pasif, menilai kecocokannya dengan Pedoman Pemeriksaan Keselamatan Kebakaran Gedung Pd-T-11-2005-C, serta mengusulkan perbaikan yang diperlukan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi pengamatan langsung, daftar penilaian, dan analisis data menggunakan metode pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa elemen dari proteksi aktif, seperti detektor asap dan sistem alarm, belum beroperasi dengan baik, sedangkan pada proteksi pasif terdapat masalah dalam hal kompartemenisasi dan pintu evakuasi yang tidak memenuhi standar yang ditentukan. Tingkat keseluruhan keandalan sistem perlindungan dinyatakan baik, namun ada beberapa bagian yang perlu untuk diperbaiki. Sebagai kesimpulan, sistem proteksi aktif dan pasif di Gedung B PLN UID Jawa Timur masih memerlukan peningkatan agar sesuai dengan standar keselamatan kebakaran yang berlaku, guna melindungi para pekerja, aset, serta kelangsungan operasi perusahaan.Kata Kunci: Proteksi Aktif, Proteksi Pasif, Kebakaran