cover
Contact Name
Andhy Surya Hapsara
Contact Email
jurnalideguru@gmail.com
Phone
+628984400401
Journal Mail Official
jurnalideguru@gmail.com
Editorial Address
SMA Negeri 7 Yogyakarta, Jl. M.T. Haryono 47 Yogyakarta 55141
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru
ISSN : 25275712     EISSN : 27222195     DOI : https://doi.org/10.51169/ideguru
Core Subject : Education,
"Ideguru" means the overall thought conducted by teachers, in the form of classroom action research as well as scientific papers. The vision of Ideguru is to be one of the main references for teachers in planning, implementing and evaluating learning inovation in Yogyakarta Special Province (DIY), Indonesia. The mission of Ideguru is becoming a media for actualization and dissemination of scientific works for teachers in the region of DIY in particular and Indonesia in general.
Articles 964 Documents
Analisis Penyebab Tindakan Bullying dengan Pendidikan Karakter Cinta Damai di Sekolah Dasar Sabbihisma Maydita Dewantari; Humairah Humairah; Ahmad Ipmawan Kharisma
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.700

Abstract

Bullying merupakan tindak kekerasan yang diperbuat seseorang kepada orang lain bertujuan untuk menyakiti orang tersebut baik fisik maupun non fisik dan dilakukan secara berulang-ulang. Pendidikan karakter telah diterapkan di lembaga pendidikan sejak tahun 2010. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab tindakan bullying terjadi dengan pendidikan karakter di sekolah dasar. Pada penelitian kali ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dan bertempat di 2 sekolah dasar di Lamongan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5, guru kelas 5, orang tua siswa kelas 5, dan juga kepala sekolah dari SD yang diteliti. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, angket, dan wawancara sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles, Huberman, & Saldana. Untuk mengecek keabsahan data yang diambil, digunakanlah teknik triangulasi metode. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah 39,43% siswa mengalami tindakan bullying verbal, 8,86% bullying fisik, dan 5,71% mengalami bullying relasional. Faktor penyebab seseorang melakukan tindakan bullying didapatkan dari faktor keluarga, pola asuh, dan lingkungan pergaulan. Pendidikan karakter memiliki keterkaitan dengan tindakan bullying. Melalui pendidikan karakter siswa mampu mengetahui hal yang baik dan kurang baik.
Upaya Meningkatkan Kesiapan Karier Siswa melalui Bimbingan Teman Sebaya (BTS) Pasca Pandemi Covid-19 Fuad Aminur Rahman
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.701

Abstract

Tujuan dari penulisan adalah untuk mengetahui apakah layanan Bimbingan Teman Sebaya (BTS) dapat meningkatkan kesiapan karier (career readiness) siswa pasca pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan, melalui penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK) dengan 2 (dua) siklus dimana setiap siklus terdiri dari 2 (dua) pertemuan. Strategi pengumpulan informasi menggunakan lembar observasi dan hasil tes yang dianalisis melalui Microsoft Excel 2016. Subyek berjumlah 14 siswa kelas XI SMAN 1 Cihara. Dilihat dari hasil pelaksanaan, menunjukkan adanya peningkatan skor persiapan karier siswa kelas XI setelah melaksanakan layanan bimbingan teman sebaya (BTS) yang semula pada pertemuan ke-1 pada siklus I untuk rata-rata skor aktivitas yakni 27 poin dan pertemuan ke-4 pada siklus ke II menjadi 62 masuk kategori baik, lalu pada pertemuan ke-1 pada siklus I untuk rata-rata skor antusias yakni 28,25 poin dan pertemuan ke-4 pada siklus ke II menjadi 58,75 sehingga masuk kategori baik. Selanjutnya, hasil tes kesiapan karier, adanya peningkatan data hasil skor tes kesiapan karier siswa dimulai dari pra tindakan, pasca siklus I dan pasca siklus II, Dilihat dari pra tindakan yang awalnya mendapat skor 49 dengan kategori cukup, selanjutnya, pada pasca siklus I terjadi peningkatan 11 poin yaitu dengan skor 60 dan masuk kategori baik, dan terakhir pada pasca siklus II terjadi peningkatan skor sebesar 11 poin sehingga skor menjadi 71 dan masuk kedalam kategori baik.
Implementasi Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal “Manurih Gatah” melalui Teori Belajar Humanistik bagi Siswa Sekolah Dasar Sukma Ayu Kharismawati
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.706

Abstract

Kajian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan teori belajar humanistik dalam hubungannya dengan kearifan lokal, khususnya melalui pengenalan fungsi manurih gatah, sebagai sarana memanusiakan individu. Kemanjuran upaya pendidikan bergantung pada pemahaman peserta didik sehubungan dengan lingkungan dan identitas pribadi mereka. Dalam proses pembelajaran, siswa diharapkan secara bertahap mencapai aktualisasi diri secara cakap. Penelitian dilakukan di SDN Remo yang terletak di Desa Remo, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar. Metodologi yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, termasuk observasi dan wawancara. Temuan studi menunjukkan bahwa penerapan teori belajar humanistik, ditambah dengan penggabungan kearifan lokal dalam proses pengajaran, dapat secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa. Pendekatan pembelajaran IPS yang memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar terbukti dapat menumbuhkan pembelajaran kontekstual dan mengutamakan kemampuan memanfaatkan potensi kearifan lokal. Memasukkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam pembelajaran IPS diwujudkan dengan menanamkan nilai-nilai etika, moral, dan agama melalui keteladanan, nasihat, dan bimbingan. Hal ini dilengkapi dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis budaya sekolah.
Tinjauan Komprehensif Sociopreneurship dalam Konteks Pendidikan: Suatu Analisis Bibliometrik Rizki Oktavianto
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.711

Abstract

Survei angkatan kerja nasional yang diselenggarakan oleh BPS tahun 2023 menunjukkan bahwa lulusan pendidikan menengah cenderung mendominasi tingkat pengangguran terbuka. Penguatan kewirausahaan pada peserta didik melalui social entrepreneurship (sociopreneurship) dapat menjadi alternatif solusi peningkatan keterserapan lulusan di dunia kerja. Ragam kebijakan dan praktik baik dalam penguatan sociopreneurship pada ranah pendidikan tentunya memerlukan dukungan dari hasil-hasil riset agar tercapai tujuannya secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis berbagai literatur ilmiah menggunakan analisis bibliometrik untuk menemukan topik utama, sumber, penulis, artikel yang banyak dikutip, dan negara-negara yang membahas tentang sociopreneurship dalam ranah pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan memahami struktur konseptual, intelektual, dan sosial dari literatur terkait sociopreneurship dalam pendidikan. Analisis bibliometrik dalam penelitian ini difokuskan pada artikel jurnal terindeks Scopus yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2013 hingga 2023. Hasil penelitian disajikan dalam dua bagian. Pertama, analisis kuantitatif terkait gambaran umum sociopreneurship dalam konteks pendidikan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan pemetaan. Pada analisis ini ditemukan sebanyak 610 artikel terpublikasi. Kedua, melakukan kajian literatur dari lima literatur yang memiliki sitasi terbesar. Hasil penelitian bermuara pada suatu konklusi bahwa prospek riset ke depan terkait sociopreneurship dalam pendidikan masih relatif tinggi. Penelitian terkait pengembangan model, strategi, dan media pembelajaran yang mengintegrasikan konten sociopreneurship baik secara intrakurikuler maupun ekstrakurikuler dapat menjadi topik yang relevan untuk kajian-kajian selanjutnya.
Pengembangan Media Permainan Ular Tangga untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik pada Keragaman Pakaian Adat Daerah Mega Damayanti; Zerri Rahman Hakim; Reksa Adya Pribadi; Sigit Setiawan
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.733

Abstract

The development of this research media was used to study the diversity of regional traditional clothing which was given the name "LAGA PATI (Indonesian Traditional Clothing Snakes and Ladders)" for class IV-B students at SDN Pluit 03. The aim of this research was to obtain information regarding teacher involvement in the development process learning media for the snakes and ladders game, information regarding students' responses to the learning media for the snakes and ladders game, information about increasing students' understanding of the diversity of regional traditional clothing after using the learning media for the snakes and ladders game, and information about the feasibility of learning media for the snakes and ladders game. This research uses the R&D (Research and Development) research method using the 4D development model (define, design, develop, disseminate). Collecting data in this study using observation, interviews, questionnaires, tests and documentation. The results of this research show that (1) Involving class teachers can help students to find learning style characteristics that suit their needs; (2) The response of class IV-B students at SDN Pluit 03 has an impact on the social aspects and attitudes of students; (3) The understanding of class IV-B students at SDN Pluit 03 has increased with an average pre-test result of 59 in the "Needs Guidance" category, increasing after the post-test obtained an average of 98 in the "Very Good" category, and ( 4) The average expert validation test results obtained a feasibility percentage score of 90.75% in the "Very Eligible" category.
“Reunian” Perencanaan Hunian Nyaman, Inovasi Pembelajaran melalui Project Based Learning Anik Rahmawati Wahyuningsih
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i1.520

Abstract

Education is a planned effort to create a learning atmosphere that supports the learning process, so that students are motivated to explore their potential actively. During the Covid 19 pandemic, limited time for face-to-face meetings meant that the curriculum achievements were not optimal and subject matter could not be fully conveyed. Some of the material in APLPIB (Software Application and Building Interior Design) subjects can only be conveyed in theory, students do not have time to practice performance. This prompted the author to apply the project-based learning model by implementing good practices REUNIAN, Comfortable Residential Planning: Learning Innovation through Project Based Learning. The purpose of this study was to describe the application of the project-based learning model and the results of its implementation. . The research was conducted at State Vocational School 2 Klaten on DPIB expertise competency (Building Modeling and Information Design), with a qualitative descriptive research method. The application of project-based learning was carried out for 72 class XII DPIB students, who were divided into 15 groups. The results showed that 78.9% of the students looked active and enthusiastic in working on the project given by the teacher. As many as 82.7% of students can show ideas from learning outcomes independently in solving problems in a given project. The results of the project, in the form of 3-dimensional animated pictures of residential houses, are uploaded on social media as a form of appreciation for the students' work.
Upaya Meningkatkan Fisik dan Kelincahan Siswa dengan Metode Ilinois Run pada Ekstrakurikuler Futsal Olivia Dwi Cahyani; Aris Prasetyo; Heru Hermawan
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i1.622

Abstract

Futsal sport is one of the activities that require good techniques, tactics and physical conditions in futsal extracurricular activities requires good physical condition in order to have an effect on the players. This study aims to find out the physical condition of futsal extracurricular participants at SMPN 2 Padangan. The research technique used in this study is a survey technique in the form of descriptive research in the form of quantitative data collection, testing and measurement using the ilinois agility runs method on 25 students who participated in extracurricular futsal with a research duration of one week. The results of this study classified futsal participants into the categories of "good" speed, "good" mobility, and "good" cardiorespiratory endurance. In the formula for categorizing futsal extracurricular participants, the category is sufficient so that it can be concluded that futsal extracurricular participants have sufficient category physical conditions. Based on the results of calculations and data analysis, it can be concluded that there have been changes in students due to the influence of the direct class learning model on Ilinois and skill learning.
Efektivitas Blended Learning pada Pembelajaran Teknologi Pendidikan Mahasiswa Semester 4 Prodi PAI Mohammad Ilham; Sri Mujiyati; Ahmad Saefudin
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i1.692

Abstract

Pembelajaran berbasis teknologi telah menjadi tren utama dalam pendidikan tinggi di era digital saat ini. Artikel ini menjelaskan efektivitas metode pembelajaran blended learning pada mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Nahdlatul Ulama Jepara. Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Metode analisis deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner menjadi teknik pengumpulan data dengan 39 mahasiswa PAI sebagai responden. Data yang dikumpulkan melibatkan persepsi mahasiswa terhadap efektivitas pembelajaran blended learning dalam mencapai tujuan pembelajaran mereka. Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pembelajaran blended learning. Hasilnya, mayoritas mahasiswa menilai pembelajaran blended learning di Universitas Nahdlatul Ulama Jepara efektif dalam meningkatkan hasil belajar mereka. Namun, ada juga sebagian mahasiswa yang merasa masih terdapat beberapa kekurangan dalam metode ini. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan wawasan tentang penerapan blended learning dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan lebih lanjut guna meningkatkan efektivitas pembelajaran bagi mahasiswa PAI. Kesimpulannya, metode blended learning dapat dijadikan alternatif yang efektif dalam konteks pembelajaran mahasiswa PAI, dengan tetap memperhatikan perbaikan dan penyesuaian yang diperlukan.
Fenomena Digital Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Memaksimalkan Potensi Peserta Didik Bermetode Brackinalyde Berbasis Tensesdukling Hartini Dewi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i1.714

Abstract

Akibat dari dampak kebijakan zonasi yang diterapkan di sekolah pada kurikulum merdeka belajar, ditemukan perbedaan fisik, kesehatan, dan prilaku yang tak mampu ditolak oleh lemabaga. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana deskripsi peserta didik yang mengalami perbedaan dalam belajar sehingga menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di SMAN I Tumpang? Bagaimana pola dan model belajar yang digunakan oleh guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi? Bagaimana dampak yang terjadi akibat penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada peserta didik di kelas X berkurikulum merdeka belajar? Berapa prosentase ketuntasan belajar fisika yang diperoleh akibat model belajar yang digunakan dalam pembelajaran berdiferensiasi? Tujuan penelitian mendeskripsikan peserta didik yang mengalami perbedaan kondisi dengan teman lainnya, mendeskripsikan pola dan model belajar yang digunakan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, mendeskripsikan dampak yang terjadi akibat penerapan pembelajaran berdiferensiasi, menghitung prosentase ketuntasan belajar fisika dalam kelas pembelajaran berdiferensiasi. Jenis penelitian deskriptif kualitatif disertai kuantitatif sederhana, teknik analisa data menggunakan fenomenologi bermetode brackinalyde. Teknik pengambilan data selain wawancara juga dokumentasi nilai formatif maupun sumatif. Instrument pembelajaran berdiferensiasi berbasis Tensesdukling. Simpulan ditemukan peserta didik yang berbeda dengan kondisi disabilitas kognitif, sensorik, fisik, dan peserta didik dengan perbedaan emosional atau sosial. Pola dan model pembelajaran berdiferensiasi meliputi pola model belajar online atau berbantuan teknologi, pembelajaran berbasis minat, role playing, pembelajaran dalam kelompok fleksibel. Dampak positif yang ditemukan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan kemampuan kepada peserta didik yang berbeda untuk memaksimalkan potensinya menjadi tuntas pada pembelajaran fisika. Dampak negative bagi lingkungan proses belajar mengajar. Lingkungan akan memberikan stigma bahwa guru memperlakukan korban sebagai anak emas. Prosentase kentutasan fisika rata-rata pada kelima kelas sebesar 98,8%.
Dorsata si Ilmuwan: Mengungkap Kejadian Sains di Sekitar Kita dengan Media Eksperimen Virtual Berbasis Game Edukasi Marcelino Budi Prakasya; Nathanael Bisma Narayan; Akhmad Bagus Nuryanto
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i1.748

Abstract

In the era of the 4.0 industrial revolution, learners are required to possess innovative and characteristic skills. However, there are some schools that do not have adequate standards in preparing students to face the era of the 4.0 industrial revolution. This results in a low level of understanding and skills among the students. Moreover, boring teaching methods and materials, along with the ongoing COVID-19 pandemic, are also contributing factors to the low level of understanding and skills. As time goes on, technology is advancing, and it has the potential to pique the interest of students for learning and honing their skills. Therefore, an application has been developed to support the understanding and skills of students. This research aims to: 1) Determine how to improve the quality of students' skills. 2) Identify the necessary features to enhance the effectiveness of students in improving their understanding and skills in the subject of physics. 3) Evaluate the effectiveness of the Dorsata learning media in enhancing the understanding and skills of students. This research was conducted through an experimental method, where the first step involved the examination of content and questions by subject matter experts. Subsequently, a practicality questionnaire was administered to assess the practicality of the media. Following this, the media was reviewed by three media experts. Only then was data collected at KT High School, including an assessment of the initial capabilities of the students through a pre-test, an evaluation of the students' experimental skills, and an assessment of their understanding of the learning media. From this research, it can be concluded that the Dorsata Learning Media can assist students in improving the quality of their skills. The necessary features include a digital laboratory, learning materials, laboratory practice worksheets, demonstration videos, and student comprehension tests. The Dorsata Learning Media is also effective in enhancing the understanding and skills of students.