cover
Contact Name
Andhy Surya Hapsara
Contact Email
jurnalideguru@gmail.com
Phone
+628984400401
Journal Mail Official
jurnalideguru@gmail.com
Editorial Address
SMA Negeri 7 Yogyakarta, Jl. M.T. Haryono 47 Yogyakarta 55141
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru
ISSN : 25275712     EISSN : 27222195     DOI : https://doi.org/10.51169/ideguru
Core Subject : Education,
"Ideguru" means the overall thought conducted by teachers, in the form of classroom action research as well as scientific papers. The vision of Ideguru is to be one of the main references for teachers in planning, implementing and evaluating learning inovation in Yogyakarta Special Province (DIY), Indonesia. The mission of Ideguru is becoming a media for actualization and dissemination of scientific works for teachers in the region of DIY in particular and Indonesia in general.
Articles 964 Documents
Penerapan Model Contextual Teaching And Learning (CTL) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Sumiati Sumiati
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.546

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mempunyai tujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Contekstual Teaching Learning (CTL) dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit . Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap awal perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data penelitian sebagai berikut: pengamatan awal, observasi kegiatan guru dan angket untuk motivasi dan respon siswa. Teknik analisis data bersifat kualitatif. Hasil penelitian menggambarkan adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Kegiatan guru terlaksana dengan baik dari 83% (baik) menjadi 86,7% (sangat baik). Motivasi siswa mengalami peningkatan dari 83% motivasi tinggi menjadi 86% motivasi tinggi . Hasil belajar siswa meningkat dari 69,4% ( tuntas) menjadi 89% ( tuntas). Kesimpulan dari penelitian ini mendeskripsikan bahwa penerapan model pembelajaran Contekstual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X IPA 5 SMA N 1 Bantul secara efektif.
Menumbuhkan Budaya Literasi dengan School Strategic Discussion (SSD) Aryati Aryati
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.605

Abstract

Budaya literasi yang dilaksanakan di sekolah belum menggambarkan kerja sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang berupaya menciptakan semua entitas yang berbakat dalam membaca atau berpikir dasar untuk mendukung mereka sebagai peserta didik yang langgeng. Best practice ini bertujuan untuk mendeskripsikan School Strategic Discussion (SSD) dalam menumbuhkan budaya literasi di SD Negeri Dukuh. Teknik pengambilan data dengan wawancara dan observasi. Prosedur tindakan yang dilaksanakan penulis dalam kegiatan mewujudkan budaya literasi melalui School Strategic Discussion (SSD) yang melibatkan semua entitas pendidikan seperti guru, kepala sekolah, karyawan, komite sekolah, tokoh masyarakat, dan orang tua siswa. Langkah diskusi terpumpun yang penulis lakukan yaitu pemetaan sekolah, analisis kondisi, alternatif pemecahan, langkah perbaikan, dan komitmen bersama. Hasil SSD yang dibuat dapat menumbuhkan budaya literasi. Dampak adanya penerapan SSD adalah warga sekolah memanfaatkan waktu untuk membaca di pojok baca dan perpustakaan, meningkatnya prestasi yang diraih siswa, guru, dan sekolah, serta jumlah pengunjung perpustakaan meningkat. Dengan School Strategic Discussion (SSD) yang dilaksanakan di SD Negeri Dukuh dapat menumbuhkan budaya literasi.
Kompetensi Guru Meningkat melalui Supervisi Klinis Kolaboratif dalam Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Learning Suharsih Suharsih
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah supervisi klinis kolaboratif dapat meningkatkan kompetensi guru di SD Negeri 5 Wates. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan sekolah. Pelaksanaannya dilakukan dalam 2 (dua) siklus yang masing-masing terdiri dari 4 (empat) kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan refleksi. Tiga orang guru dipilih sebagai subjek penelitian dengan menggunakan pendekatan perbandingan, dibantu oleh seorang kolaborator untuk menilai efektivitas kegiatan penelitian. Alat yang digunakan adalah lembar observasi guru yang meliputi kemampuan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dengan model Inquiry Learning. Hasil olah data menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam menyusun RPP mengalami peningkatan nilai rerata dari 72 menjadi 74, lalu 76. Pada Siklus II menjadi 83. Kemampuan Guru melaksanakan proses pembelajaran mengalami peningkatan nilai rerata dari 70, naik menjadi 73, naik lagi menjadi 77, dan pada Siklus II menjadi 84. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa supervisi klinis kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan model Inquiry Learning di SD Negeri 5 Wates dan dapat ditentukan bagaimana supervisi klinis kolaboratif digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru di SD Negeri 5 Wates.
Peningkatan Kompetensi Penyusunan Soal Literasi melalui Pelatihan dengan Pola In-On-In Nurhidayati Nurhidayati
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.613

Abstract

Rapor Pendidikan SMP Negeri 3 Mlati pada indikator A.1 Kemampuan Literasi baru mencapai skor 2.41. Sementara target skor adalah 3,00. Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa kemampuan menyusun soal literasi guru SMP Negeri 3 Mlati perlu ditingkatkan agar dapat memperbaiki proses pembelajaran. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penyusunan soal literasi dan mendeskripsikan langkah-langkah penerapan pelatihan dengan pola In-On-In dalam meningkatkan kompetensi penyusunan soal literasi guru SMP Negeri 3 Mlati. Bentuk soal yang dipilih adalah pilihan ganda kompleks. Pelatihan dengan pola In-On-In terdiri atas tiga tahap, yakni In-service Learning 1 (In 1), On the Job Learning (On) dan In-service Learning 2 (In 2). Adapun subjek dari penelitian adalah guru-guru SMP Negeri 3 Mlati yang berjumlah 16 orang. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini terdiri atas dua siklus. Keberhasilan penelitian dilihat dari dua indikator, yakni indikator keberhasilan hasil dan proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 peserta pelatihan yang mencapai/melampaui ketuntasan minimal dalam menyusun soal literasi 11 peserta atau 68,75%. Pada siklus 2 sejumlah 14 peserta atau 87,5%. Sedangkan berdasarkan indikator keberhasilan proses, peserta yang mencapai kategori minimal Memuaskan pada siklus 1 sejumlah 12 peserta atau 75%. Pada siklus 2 sejumlah 15 peserta atau 93,75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan dengan pola In-On-In dapat meningkatkan kompetensi penyusunan soal literasi pada guru SMP Negeri 3 Mlati.
Penerapan Scaffolding sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII pada Materi Lingkaran Made Harum Astarini
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.620

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan scaffolding pada kegiatan belajar Matematika materi Lingkaran. Penelitian ini berjenis Penelitian Tindakan Kelas atau classroom action research. Subjek penelitian ini ialah 35 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan dengan hasil belajar sebagai objek penelitian. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus yang setiap siklus tersusun atas perencanaan pelaksanaan, observasi, evaluasi serta refleksi, dengan pelaksanaan sebanyak dua kali pertemuan di setiap siklusnya. Teknik pengumpulan data mempergunakan tes hasil belajar yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif guna mencari tahu klasifikasi hasil belajar di setiap siklusnya. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah terjadi peningkatan hasil belajar siswa di setiap siklusnya yakni mencukupi KKM yakni 75 serta memenuhi ketuntasan klasikal 75%. Penelitian ini memperoleh hasil adanya kenaikan hasil belajar siswa dari yang sebelumnya di Siklus I berkategori kurang dengan nilai rerata hasil belajar siswa 70,7 serta ketuntasan klasikal 54%, saat di Siklus II menjadi berkategori Baik dengan rerata 83,3 dan ketuntasan klasikal 77%. Oleh karena itu penerapan scaffolding dapat meningkatkan hasil belajar matematika.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Media Manik-Manik Maria Putri Arisanti; Marianus Yufrinalis; Lukas Bera
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.621

Abstract

The main problems in this study include teachers not being optimal in teaching, minimal creativity and innovation in compiling teaching materials and using learning media, so that learning feels boring for students. This study aims to determine the application of bead media and its impact on the understanding of grade II students of SDK Waiara in calculating multiplication. Quantitatively, data is collected from the results of learning tests, observations in class, rubrics of evaluation of results and evaluation of processes. On the contrary, it is qualitatively sourced from documentation and interviews. The information collected is analyzed quantitatively as well as qualitatively. Quantitative information is analyzed to explain students' success rates on multiplication operations. Qualitatively, information is analyzed to explain student learning activities as well as teacher teaching activities throughout the process. Based on research that has been carried out, it shows that the implementation of the STAD model combined with bead media can improve the learning outcomes of grade II students of SDK Waiara for the 2022/2023 academic year. The increase in learning outcomes during the research was the percentage of student completeness of 76.97% in cycle I increased to 94.11% in cycle II. The results of this study are expected to be a reference for teachers in organizing learning activities in the classroom, especially the implementation of interesting learning media and stimulating students to learn actively. In addition, the results of this study can be a reference for future research.
Evaluasi Pelaksanaan Asesmen Nasional Berstandar Komputer di Madrasah Ibtidaiyah Abdul Fitri Berlianto; Heldy Ramadhan Putra Pembangunan
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.623

Abstract

Improvement and evaluation of education is currently being carried out by the Indonesian government, namely by mapping the quality of education with a program called the National Assessment. The implementation of a computer-based National Assessment, abbreviated as ANBK (Computer-Based National Assessment) is an assessment of the quality of each education unit and equality program at the elementary and secondary levels with instruments in the form of Minimum Competency Assessment (AKM), character surveys, and learning environment surveys. The purpose of this study was to find out about the evaluation implementation of ANBK at the Tanjungsari Banyudono Muhammadiyah Elementary School. This research method uses a descriptive method with a qualitative approach. The results of this study are that the implementation of ANBK previously used the online ride-hailing mode which later became independent online the following year. After switching to independent online, it was accompanied by improvements in facilities and infrastructure such as increasing electrical power from originally 900 watts to 2,200 watts, internet speed from previously 10 Mbps to 20 Mbps and adding laptop devices, this was done for the smooth implementation of ANBK. The inhibiting factor for the implementation of ANBK is the limited number of laptops. Even though it had been attempted by borrowing the teacher's, it turned out that not all of the teacher's laptops were in good condition. While the supporting factors are the improvement of facilities and infrastructure such as increased power and internet speed, and students who have been provided with computer/laptop operation training long before the implementation of ANBK through ICT extracurricular activities.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan JB. Suhatmaji Sunaryo
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.627

Abstract

Craft and Entrepreneurship Learning or commonly called PKWU lessons is a lesson that provides discussion on a work that is made and entrepreneurship. To be able to understand material about crafts based on local cultural artifacts/objects, a method is needed, namely Project Based Learning (PjBL). This model is used because it involves student activities in learning that function to solve problems in understanding the subject matter. The subjects of this study were 36 students of class 10 IPS 4 SMA Negeri 1 Sedayu. The purpose of research using the Project Based Learning (PjBL) learning model is that students can understand the subject matter, so that student learning outcomes are better. The final result of the research value obtained by students less than 70 is 2.77% or as many as 1 student, students who get scores equal to 70 and less than 80 are 0% or as many as 0 students, then students who get scores of 80 and less than 90 are 61.11% or as many as 22 students, students who get scores equal to 90 to 100 are 36.11% or as many as 13 students. The Project Based Learning (PjBL) teaching method is very appropriate for improving student learning outcomes in class X IPS 4 SMA Negeri 1 Sedayu because the PJBL learning model is very enjoyable for students and later it is hoped that it will enable students to develop entrepreneurial abilities in the field of crafts in the community.
Upaya Meningkatkan Kinerja Guru melalui Kegiatan Supervisi Kelas dalam Proses Pembelajaran pada Satuan Pendidikan SMP Elya Ratna Hartawati; Saepul Ma'mun; Endi Rochaendi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.633

Abstract

This study aims to gain a thorough understanding of efforts to improve educator performance through classroom supervision in the learning process in junior high schools. The type of research used is classroom action research through Kemmis and Mc. Taggart with four activity stages: planning, action, observation, and reflection. This research began in September 2022 and ended in November 2022. The subjects studied were 17 SMP Negeri and 2 Kiarapedes teachers, consisting of 10 ASN teachers and seven honorary teachers. Data collection utilizes observation and interviews; then, the results are analyzed descriptively and presented as tables and graphs. The study results show that the teacher's performance has increased significantly in the learning process by implementing class supervision activities. This portrait of success is illustrated in the two cycles carried out; initially, in the first cycle, 29.42% of teachers still had less high performance, then in the next cycle, it became 0%. In the first cycle, only 23.53% of teachers had high performance; then, in the second cycle, there was a significant increase to 41.18% of teachers who had quite high performance. In addition, initially, only 47.05% of teachers had high performance (very high and high) in the first cycle and then increased to 58.82% of teachers who had high performance in the second cycle.
Penerapan Math Playground sebagai Penunjang Karakteristik Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 Via Haiyun Karimah; Andi Prastowo
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.637

Abstract

Pada era 4.0 hari ini, dunia pendidikan bersinggungan langsung dengan perkembangan teknologi yang pesat, sehingga hampir seluruh proses telah berbasis teknologi. Teknologi digunakan untuk menunjang seluruh kegiatan pembelajaran, salah satunya sebagai media pembelajaran. Bentuk media berbasis teknologi ini contohnya adalah Math Playground. Media ini mampu membentuk pengalaman belajar matematika yang menyenangkan dan bermakna bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana Math Playground diterapkan di kelas IV MIN Rejang Lebong (RL) serta untuk mengetahui apakah Math Playground mampu mendukung karakteristik pendidikan era 4.0. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan field research melalui wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Berdasarkan temuan penelitian, diketahui bahwa tahapan penggunaan Math Playground di MIN RL meliputi identifikasi kebutuhan, pengenalan kepada siswa, penerapan dalam pembelajaran, dan evaluasi. Kesimpulan yang kedua dari penelitian ini menunjukkan bahwa Math Playground mampu membentuk pengalaman belajar yang mengasyikkan dan menyenangkan sehingga dapat membantu siswa memahami konsep pembelajaran yang diajarkan oleh guru. Selain itu, Math Playground juga mampu meningkatkan karakteristik pendidikan 4.0. Karakteristik di bidang keterampilan digital karena melalui math playground intensitas siswa dalam menggunakan teknologi digital akan meningkat. Selanjutnya, pada bidang pendidikan khusus karena pada tahap pemilihan konten, guru dapat menyesuaikan konten matematika yang sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa yakni bermain sambil belajar.