cover
Contact Name
Andhy Surya Hapsara
Contact Email
jurnalideguru@gmail.com
Phone
+628984400401
Journal Mail Official
jurnalideguru@gmail.com
Editorial Address
SMA Negeri 7 Yogyakarta, Jl. M.T. Haryono 47 Yogyakarta 55141
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru
ISSN : 25275712     EISSN : 27222195     DOI : https://doi.org/10.51169/ideguru
Core Subject : Education,
"Ideguru" means the overall thought conducted by teachers, in the form of classroom action research as well as scientific papers. The vision of Ideguru is to be one of the main references for teachers in planning, implementing and evaluating learning inovation in Yogyakarta Special Province (DIY), Indonesia. The mission of Ideguru is becoming a media for actualization and dissemination of scientific works for teachers in the region of DIY in particular and Indonesia in general.
Articles 977 Documents
The Role of Artificial Intelligence in Enhancing Students’ Digital Literacy: A Systematic Literature Review Manganju Manik; Zelhendri Zen; Sri Sa’adah Mardiah; Vinenda Paramita Sirait; Epi Suryani; Win Siti Suciati
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2183

Abstract

This study aims to systematically examine the role of artificial intelligence (AI) in supporting learning processes and strengthening digital literacy in secondary education. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PRISMA protocol, with articles retrieved from the Scopus database as the main data source. The selection process involved identification, screening, eligibility, and inclusion stages to ensure the quality and relevance of the selected studies. The findings indicate that AI plays a significant role in enhancing learning effectiveness, personalized instruction, adaptive assessment, and the development of students’ critical thinking and digital literacy skills. However, several major challenges remain, including limited infrastructure, unequal access to technology, teachers’ readiness, and issues related to ethics and data security. These results emphasize that the successful implementation of AI in education depends not only on technological advancement but also on human resource readiness and supportive educational policies. This study provides practical implications for educators and policymakers and serves as a foundation for future theoretical development and further research on AI integration in education.
Jebakan Pendekatan Produk dalam Pendidikan Karakter: Refleksi Kritis untuk Penerapan Kokurikuler di Sekolah Dasar Kharis Muhdi; Firmansyah Firmansyah
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2227

Abstract

Penelitian ini mengungkap paradoks fundamental dalam implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5): sekolah berhasil mencapai output fisik 96,46% namun pemahaman guru tentang dimensi karakter hanya 32,30%. Jebakan pendekatan produk terjadi ketika fokus pada metrik output visible mengabaikan proses pembelajaran bermakna dan internalisasi nilai. Menggunakan Discrepancy Evaluation Model dengan pendekatan mixed method, penelitian evaluatif ini melibatkan 226 siswa, 12 guru, dan 5 kepala sekolah dari lima sekolah dasar di Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Temuan menunjukkan gap ekstrem pada aspek "instalasi" (pemahaman guru) sebesar 67,70%, mengindikasikan bahwa pelatihan guru masih teknis-prosedural bukan filosofis-substantif. Jebakan produk bersifat sistemik: metrik keberhasilan yang fokus pada output visible, pelatihan guru yang belum memadai, struktur sekolah pedesaan yang overload, dan kultur “busy is good” saling memperkuat. Penelitian ini memvalidasi keputusan Kemendikdasmen 2025 mengganti P5 dengan kokurikuler bermakna dan merekomendasikan reorientasi pelatihan guru, perubahan sistem monitoring, serta penyederhanaan beban administratif untuk mewujudkan pendidikan karakter yang substansial dan berkelanjutan.
Kajian Simbolik Pakaian Adat Kesultanan Kutai Kartanegara sebagai Media Edukasi Publik Berbasis Kearifan Lokal Windu Setiawan; Suminto A Sayuti
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2281

Abstract

Penggeseran pemahaman dari masyarakat terhadap makna simbolik pakaian adat akibat arus modernisasi menyebabkan pakaian adat kerap dipahami hanya sebatas busana seremonial dalam sebuah upacara maupun ritual adat, termasuk pada Takwo Kustim dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Padahal, pakaian ini memuat sistem simbol budaya yang merepresentasikan identitas, struktur sosial, dan nilai kearifan lokal masyarakat Kutai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menafsirkan makna simbolik elemen pakaian adat Takwo Kustim serta menjelaskan potensinya sebagai media edukasi publik berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengombinasikan kajian semiotika Charles Sanders Peirce dan etnografi. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses klasifikasi, penafsiran, dan pemaknaan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen material, warna, motif, dan atribut Takwo Kustim mengandung makna simbolik yang merepresentasikan kewibawaan, legitimasi kekuasaan, spiritualitas, serta kesinambungan nilai adat Kesultanan Kutai. Temuan ini menegaskan Takwo Kustim tidak hanya sebagai artefak budaya, melainkan juga memiliki potensi besar sebagai media edukasi publik yang kontekstual. Simpulan penelitian menunjukkan pemanfaatan Takwo Kustim sebagai media edukasi publik dapat memperkuat literasi budaya, identitas kolektif, dan pelestarian kearifan lokal, serta berprospek dikembangkan sebagai sumber pembelajaran seni dan budaya di ruang pendidikan dan publik.
Pengembangan E-Modul Interaktif Pengolahan Kue Indonesia Berbahan Dasar Tepung Ketan untuk Siswa Nonformal Ramadhani Noor Fajrin; Marwanti Marwanti
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan produk e-modul interaktif pengolahan kue Indonesia berbahan dasar tepung ketan sebagai sumber belajar yang adaptif dan kontekstual bagi siswa pada satuan pendidikan nonformal; (2) menilai tingkat kelayakan e-modul melalui validasi ahli materi, ahli media dan respon siswa; (3) menguji efektivitas e-modul dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D. Hasil penelitian (1) E-modul yang sistematis dengan struktur materi yang lengkap, meliputi teori dasar, bahan dan alat, langkah pembuatan produk, video praktik, serta kuis interaktif, sehingga mampu memvisualisasikan proses pembuatan kue tradisional berbahan dasar tepung ketan secara konkret dan kontekstual. (2) Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul berada pada kategori sangat layak digunakan sebagai sumber belajar digital. Penilaian ahli materi memperoleh skor rata-rata 3,87–3,95 dari skala 4,00 dengan kategori sangat baik. Penilaian ahli media menunjukkan skor rata-rata 3,60–3,90 dengan kategori sangat baik (3) Efektivitas e-modul tergolong tinggi, ditunjukkan oleh hasil uji lapangan skala besar yang memperoleh 74,29% siswa pada kategori N-Gain tinggi dan 25,71% pada kategori N-Gain sedang, dengan rata-rata N-Gain 0.721 termasuk kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan e-modul interaktif pengolahan kue Indonesia berbahan dasar tepung ketan dinyatakan praktis, serta memberikan efektivitas yang baik sebagai sumber belajar bagi siswa.
Pengaruh Pembelajaran Technopreneur, Marketing dan Lingkungan Sosial terhadap Entrepreneurial intention melalui Inkubasi Bisnis Nur Laila Indra Sapitra Wahyu Ilyasari; Tuwoso Tuwoso; Wahyu Sakti Gunawan Irianto
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 11 No. 1 (2026): January 2026 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v11i1.2250

Abstract

This study aims to analyze the influence of technopreneur, marketing, and social linkage learning on entrepreneurial intention through business incubation in vocational school students in Lamongan Regency. This study uses a quantitative approach with an explanatory research design. In this study, a sample of 180 students consisting of classes XI and XII of fashion design skills was used in four vocational schools in Lamongan Regency. In this study, Partial LeastSquare Structural Equation Modeling (PLS-SEM) data analysis was used. The results of this study show that social business incubation has a positive and significant effect on entrepreneurial intention. The social and marketing environment also has a positive and significant effect on business incubation. However, technopreneur and marketing learning do not have a significant effect directly on entrepreneurial intention. Indirect effects testing showed that business incubation was able to mediate the influence of the social environment and marketing on entrepreneurial intention, but it was unable to mediate the influence of technopreneur learning. These findings confirm that real entrepreneurial experience through business incubation programs has a strategic role in shaping the entrepreneurial intentions of vocational school students. Therefore, strengthening entrepreneurship learning needs to be directed to an experience-based approach that is integrated with business incubation in order to be able to increase students' entrepreneurial readiness in a sustainable manner.
Pengolahan Data ke Pembentukan Pengetahuan: Literatur Review tentang Peran Deep Learning dalam Model Pembelajaran Konstruktivisme Anggi Prasetia; Zelhendri Zen; Ravsanjani Ravsanjani; Achsin Rosidi; Erwin Taufik; Indriya Farah Deasy
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 11 No. 1 (2026): January 2026 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v11i1.2252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki proses pembelajaran mendalam yang ditinjau dalam kerangka model konstruktivisme pada pendidikan dengan melakukan tinjauan pustaka yang sistematis. Terdapat 15 dari 150 naskah yang berhasil dievaluasi dan memerlukan analisis lebih lanjut. Studi ini menyimpulkan bahwa pembelajaran mendalam dapat meningkatkan kualitas pemrosesan informasi dengan mengikuti proses kognitif hierarkis pada Taksonomi SOLO yang dinyatakan pada landasan konsep pada teori pendekatan pembelajaran mendalam. Partisipasi dalam proyek dunia nyata yang mengharuskan siswa untuk berkolaborasi meningkatkan keterlibatan dan kemampuan untuk menciptakan pengetahuan yang bermakna di kelas konstruktivisme. Metakognisi, pengaturan diri, dan introspeksi adalah komponen internal yang memastikan pembelajaran yang mendalam dan berkelanjutan ini menghasilkan produk pembelajaran yang berorientasi pada kemandirian murid. Temuan ini menyoroti pentingnya menggabungkan konstruktivisme dengan pembelajaran mendalam untuk merancang ruang belajar yang mendorong siswa untuk memahami ide-ide kompleks dan memperoleh keterampilan modern. Tidak hanya demikian, namun secara esensial proses ini mengharapkan daya berpikir logis serta generasi pembelajar yang bersifat kontemporer.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Nearpod terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X di SMA Kecamatan Pontianak Selatan Flapiana Minanti; Muhammad Nursa'ban
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 11 No. 1 (2026): January 2026 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v11i1.2253

Abstract

Penerapan model konvensioanal dapat memberikan dampak terhadap rendahnya literasi peserta didik, sehingga berpengaruh pada hasil belajar geografi yang lemah. Model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Nearpod dapat menjadi solusi sebab kegiatan pembelajarannya mengarah pada proses analisis, diskusi, dan pengembangan argumentasi yang didukung dengan menggunakan teknologi digital sesuai dengan standar kurukulum merdeka saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk megevaluasi efektivitas penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan dukungan Nearpod pada kemampuan hasil belajar geografi peserta didik di kelas X SMA Kecamatan Pontianak Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif metode quasi-eksperimental dan menerapkan post-test only control group design. Berdasarkan hasil pengolahan data pada nilai posttest melalui uji independent sample T-test variable hasil belajar geografi peserta didik kelas X SMA Kristen Immanuel Pontianak, keduanya memperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dengan dukungan Nearpod terbukti memiliki dampak signifikan pada hasil belajar peserta didik kelas X SMA Kristen Immanuel Pontianak.
Paradoks Digital: Pengaruh ChatGPT dan Keaktifan Akademik terhadap Produktivitas Publikasi Mahasiswa Pascasarjana PAI Mahfudz Khudhori; Naomi Fahma; Benny Prasetya; Khoiriyah Khoiriyah
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 11 No. 1 (2026): January 2026 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v11i1.2293

Abstract

The phenomenon of Artificial Intelligence (AI) usage, particularly Chat Generative Pre-trained Transformer (ChatGPT), among postgraduate students is increasingly massive, yet its impact on the quality and quantity of scientific publications remains an academic debate. This study aims to analyze the influence of ChatGPT utilization and academic engagement on the scientific publication productivity of Master of Islamic Education students at the Ahmad Dahlan Institute (IAD) Probolinggo. This research employed a quantitative method with an associative approach. Data were collected from 66 respondents selected via simple random sampling technique and analyzed using multiple linear regression. The results reveal a digital paradox where ChatGPT utilization has a significant but negative effect on publication productivity (Sig. 0.017; coefficient -0.423), indicating that unfiltered technological dependency reduces research originality. Conversely, academic engagement has a significant positive effect (Sig. 0.001; coefficient 0.649), serving as the primary determinant of academic success. Simultaneously, both variables contribute 17.8% to productivity. This study concludes that high AI adoption must be balanced with academic integrity and muraqabah (self-surveillance) principles to avoid cognitive laziness. This study recommends the necessity of ethical regulations for AI usage in higher education to maintain scientific work quality.5
Pengembangan Media Pembelajaran Flash Card Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Gangguan Spektrum Autism (ASD) Megga Wati; Sukinah Sukinah
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 11 No. 1 (2026): January 2026 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v11i1.2297

Abstract

This study focused on the development of audiovisual flashcard learning media to address language limitations in children with Autism Spectrum Disorder (ASD). The research demonstrated that the created media was valid, practical, and effective in enhancing expressive language skills among children with ASD. This study used the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) development research model. The study subjects were two teachers and seven students in Dumai City. The limited trial was conducted by two teachers and two students. The effectiveness test was conducted by five teachers and seven students. The feasibility assessment was conducted by two material experts, one media expert, and two teachers. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and performance assessments. Data analysis used descriptive statistical techniques based on the mean and effectiveness testing using the Wilcoxon test. The results indicate that the audio visual flashcard learning media product produced is a hardware based expressive language learning tool for students with autism. The media is declared feasible in terms of material with an average feasibility score of 4.96 in the very feasible category. The media is declared feasible in terms of practicality test with an average feasibility score of 4.8 in the very feasible category. Audio visual flash card learning media demonstrated significant effectiveness, resulting in a 12.43% increase in learning outcomes.
Factors and Intervention to Improve Students 3-6 Grades Reading Comprehension : Systematic Literature Review Chrisnoldiyanto Lisabu; Anang Santoso; Shirly Rizki Kusumaningrum
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 11 No. 1 (2026): January 2026 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v11i1.2322

Abstract

This study aims to analyze various factors that influence reading comprehension skills in elementary school students in grades 3-6, and to test interventions that can be implemented to improve reading comprehension skills in elementary school students in grades 3-6. This study uses a systematic literature review method. 297 articles were found through searches on Scopus and Semantic Scholar using Publish or Perish software. Subsequently, article screening was carried out according to the research question provisions, resulting in 20 articles which were then analyzed. The results of the article analysis show that there are internal and external factors that affect students' reading comprehension abilities. Internal factors include anxiety, student gender, and student learning motivation. External factors are the student's environment which is closely related to vocabulary acquisition. Several interventions include appropriate strategies and approaches for reading comprehension abilities. The findings of factors and interventions in students' reading comprehension abilities provide a good overview for teachers to improve students' understanding when reading. Further research can be more focused on reviewing the suitability between appropriate interventions and factors that influence students' reading comprehension abilities.