G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Diterbitkan sebagai media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling sebagai upaya meningkatkan dan mengimplementasikan teori serta praktik layanan Bimbingan dan Konseling. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan rujukan media publikasi ini untuk menyebar luaskan hasil karya ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling khususnya dan bidang psikologi pendidikan pada umumnya. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Desember dan Juli.
Articles
997 Documents
Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Kecemasan Berbicara Pada Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6533
Mahasiswa dituntut untuk memiliki berbagai kompetensi, salah satunya adalah mahir berbicara di depan umum. Kemampuan ini seringkali terhambat oleh kecemasan berbicara yang muncul dan dapat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa Teknik Mesin. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik sampling insidental. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dari beberapa universitas di Indonesia dengan beberapa kriteria tertentu. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala kepercayaan diri untuk mahasiswa dan skala PRCA-24. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik uji korelasi Spearman Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri menjadi salah satu faktor rendahnya kecemasan berbicara di depan umum yang dialami oleh mahasiswa Teknik Mesin. Kata kunci: kepercayaan diri, kecemasan berbicara di depan umum, mahasiswa, teknik mesin
Adaptasi dan Standarisasi Multidimensional Aptitude Battery-II (Performa Tes) Sebagai Tes Intelegensi Bagi Siswa SMA Menggunakan Analisis RASCH Model
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6593
Multidimensional Aptitude Battery-II (MAB-II) adalah salah satu tes yang telah digunakan secara luas untuk menilai kemampuan intelektual. Penelitian ini bertuuan untuk menguji efektivitas Multidimensional Aptitude Battery-II yang telah diadaptasi sebagai tes kecerdasan untuk siswa SMA, SMK dan MA. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran dengan menggabungkan elemen utama dari tiga metode penelitian secara hierarki dan berkesinambungan, yaitu penelitian eksploratif, deskriptif-verifikatif, dan pengembangan. Penelitian dilakukan di beberapa SMA, SMK dan MA di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, dengan subjek penelitian siswa kelas X, XI dan XII yang dipilih menggunakan teknik probability sampling, yaitu stratifield random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Multidimensional Aptitude Battery-II. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara empiris, Multidimensional Aptitude Battery-II layak digunakan sebagai alat ukur kecerdasan untuk siswa SMA, SMK dan MA di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan uji empiri menggunakan analisis Rasch Model dengan sampel yang telah ditentukan. Kata kunci: multidimensional aptitude battery-II, intelegensi, RASCH model
Keefektifan Konseling Kelompok Rational Emotive Behavior (REB) Berbasis Ayat Al-Qur’an Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Waktu Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6608
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efekktivitas konseling kelompok rational emotive behavior (REB) dengan teknik dispute Irrational Beliefs (DIBS) berbasis ayat Al Qur’an untuk meningkatkan kedisiplinan waktu siswa di SMAN3 Probolinggo. Perspektif perilaku emosional rasional (REB) dengan memperkuat ayat-ayat Alquran. Sasaran penelitian SMAN 3 Probolinggo class XI dengan delapan kelas paralel sejumlah 275 siswa. Desain penelitian adalah quasi-eksperimen, dengan kelompok eksperimen dan Kontrol disusun oleh peneliti mengacu pada teori kedisiplinan waktu Corey dikembangkan oleh peneliti sesuai dengan konteks kedisiplinan waktu siswa perspektif REBT (empat pandangan Irrational Belief dari Elis): 1) Low Frustration Tolerance, 2) Catastrophising, 3) Demandingnes, dan 4) Self Depreciation. Instrumen penelitian ini menggunakan skala kedisiplinan waktu. Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan bahwa nilai sig. 0,043 dan hasil uji mann whitney adalah sig. 0.138. hasil analisis tersebut didapatkan teknik dispute Irrational Beliefs (DIBS) berbasis ayat Al Qur’an efektif untuk meningkatkan disiplin waktu siswa SMAN 3 Probolinggo. Kata kunci: REBT, konseling kelompok, Al-Quran, kedisiplinan waktu
Layanan Bimbingan Kelompok Dalam Mengembangkan Self-Awareness Siswa di Sekolah Inklusi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6696
Kesadaran diri (self-awareness) merupakan pemahaman akan diri sendiri yang berkaitan dengan emosi, kekuatan, kelemahan, kebutuhan, dorongan, nilai dan tujuan hidup. Kesadaran diri di sekolah inklusi merupakan salah satu keterampilan akan kesadaran bahwa mengenal diri sendiri dapat berdampak pada interaksi sosial. Kesadaran diri (self-awareness) di sekolah inklusi memainkan peran penting untuk meminimalisir problematika yang ada pada lingkup inklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji layanan bimbingan kelompok dalam mengembangkan self-awareness siswa di sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Literatur didapatkan dengan jumlah 86 dari 62 jurnal nasional dan 24 jurnal internasional yang dikumpulkan, kemudian dihasilkan 10 jurnal yang dipilih melalui model PRISMA. Hasil dari kajian literatur ini adalah layanan bimbingan kelompok mampu untuk mengembangkan self-awareness siswa di sekolah inklusi. Penelitian ini memiliki dampak guna menjadi landasan ilmiah serta dapat memberikan kontribusi sebagai literatur dalam mengembangkan serta menguji keefektifan layanan bimbingan kelompok untuk mengembangkan sel-awareness siswa di sekolah inklusi. Kata kunci: bimbingan kelompok, self-awareness, sekolah inklusi
Integrasi Nilai Sumang Gayo Dalam Bimbingan Kelompok Teknik Biblioedukasi untuk Mengelola Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa SMP
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6701
Keterampilan komunikasi interpersonal adalah kecakapan individu dalam membangun hubungannya baik dengan orang lain melalui proses komunikasi, baik komunikasi verbal maupun non verbal. Namun kenyataannya masih banyak individu yang memiliki keterampilan komunikasi interpersonal belum optimal. Keterampilan komunikasi interpersonal bukan merupakan bawaan dari lahir, sehingga perlu dilatih dan dikembangkan, salah satunya melalui layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini mengkaji layanan bimbingan kelompok berpadukan teknik biblioedukasi dan nilai sumang gayo. Penelitian ini menggunakan metode literature riview menggunakan PRISMA model. Hasil yang didapat berupa 14 artikel yang relevan dari 43 artikel yang diidentifikasi terkait bimbingan kelompok, teknik biblioedukasi, nilai sumang gayo dan keterampilan komunikasi interpersonal. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kesesuaian layanan bimbingan kelompok teknik biblioedukasi berbasis sumang gayo untuk mengelola keterampilan komunikasi interpersonal siswa. Hasil penelitian menyebutkan bahwa layanan bimbingan kelompok teknik biblioedukasi bermuatan nilai sumang gayo dipandang tepat dalam membimbing siswa dalam mengelola keterampilan komunikasi interpersonalnya agar lebih optimal. Kata kunci: bimbingan kelompok, biblioedukasi, sumang gayo, keterampilan komunikasi interpersonal
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Motivasi Belajar Pada Siswa SMA
Isrofi, Warsita;
Ghozali Rusyid Affandi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6961
Motivasi belajar merupakan salah satu komponen paling penting untuk menunjang kesuksesan belajar dari siswa sekaligus dapat memiliki pencapaian yang memuaskan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan motivasi belajar pada siswa SMA X Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA X Sidoarjo dengan jumlah sebanyak 852 Siswa. Selanjutnya bedasarkan tabel Isaac Michael dengan taraf kesalahan 5% didapatkan jumlah sampel sebanyak 260 siswa menengah pertama melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan skala psikologi dukungan sosial teman sebaya dan motivasi belajar. Skala berjenis likert dengan 4 alternatif jawaban yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa pearson product moment correlation. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan motivasi belajar (r = 0,141, p-value = 0,023). Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya terciptanya lingkungan sosial yang baik bagi siswa, sehingga dukungan sosial antar siswa dapat terbentuk. Kata kunci: dukungan sosial teman sebaya, motivasi belajar, siswa SMA
Metode Pembelajaran Dalam Pengelolaan Kelas Berbasis Karakter Plegmatis Pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Indriani Eka Putri;
Danny Abrianto
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6131
Penelitian ini mengkaji metode yang digunakan oleh guru agama dalam mengelola kelas berbasis karakter plegmatis di SMK Negeri 1 Pancur Batu, dengan fokus pada pengembangan kesabaran, konsistensi, dan ketenangan siswa kelas XI TAV. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pendekatan dan strategi pembentukan karakter plegmatis, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan bagi praktisi pendidikan tentang integrasi nilai karakter dalam pembelajaran dan meningkatkan pengelolaan kelas di sekolah vokasi. Faktor pendukung dalam pengelolaan kelas meliputi dukungan kepala sekolah dan komunikasi efektif, sementara faktor penghambat mencakup kurangnya motivasi siswa dan kendala waktu. Kata kunci: guru agama, mengelola kelas, karakter plegmatis
Efektivitas Konseling Kelompok dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Mereduksi Prokrastinasi Akademik Siswa SMA
Prasetiyowati, Tri;
Dimas Ardika Miftah Farid
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6141
Prokrastinasi Akademik merupakan perilaku menunda yang terjadi pada siswa. Dampak dari perilaku tersebut Siswa mengalami gangguan belajar dan penurunan nilai akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif untuk mereduksi prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA Sejahtera. Dalam penelitian ini prokrastinasi yang ditemukan antara lain: menunda-nunda tugas karena sulit memahami pelajaran dan mengerjakan kegiatan seperti bermain voli, bermain ponsel, menonton anime. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan design pre-eksperimental one-group pre-test & post-test. Penelitian ini menggunakan skala pengukuran. Diketahui jumlah populasi adalah 116 siswa dengan sampel yang berjumlah 6 siswa. Terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 1 siswi perempuan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa uji wilcoxon menunjukkan penurunan pada skor pre-test dan post-test, dengan nilai Asymp Sig (2-tailed) sebesar 0,027 menunjukkan bahwa hipotesis diterima (Ha) dengan alasan 0,027 kurang dari 0,05. Siswa yang memiliki penurunan prokrastinasi akademik akan mudah menentukan skala prioritas dan memiliki manajemen waktu yang baik, dan sebaliknya. Kata kunci: konseling kelompok, restrukturisasi kognitif, prokrastinasi akademik
The Existence of Career Guidance and Counseling In The Era Of The Fourth Industrial Revolution 4.0
Putri Angelina Ginting;
Taufiq, Agus;
Supriatna, Mamat
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6192
This article examines the existence of career guidance and counseling in the era of the Fourth Industrial Revolution. The significant growth of science and technology has made guidance and counseling an integral component of education. Using the method of critical appraisal and literature review, this study explores career guidance and counseling in the era of the Fourth Industrial Revolution. The results show that the existence of career guidance and counseling in the Fourth Industrial Revolution has significant implications for the increasing need for career guidance and counseling services, utilizing electronic information and communication technology devices, such as career e-counseling and career coaching. It can be concluded that individuals who participate in career guidance and counseling will be better prepared to face challenges and navigate their careers adaptively in response to future career changes. Keywords: career guidance and counseling, the era of the industrial revolution 4.0, adolescent
Resiliensi Dan Work-Family Conflict Pada Orang Tua Single Parent
Sabanari, Enjelita Putri;
Huwae, Arthur
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6199
Menjalankan peran sebagai orang tua single parent, tampaknya diperhadapkan pada berbagai situasi atau kondisi yang menyulitkan. Keadaan ini membuat orang tua single parent berada pada situasi konflik peran ganda. Terjadinya peningkatan maupun penurunnya konflik peran ganda, dapat disebabkan oleh tinggi dan rendahnya kemampuan resiliensi yang dibentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan work-family conflict pada orang tua single parent. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain korelasional bivariat. Partisipan penelitian ini adalah 125 orang tua single parent dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran penelitian menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (α = 0,871) dan Work Family Scale (α = 0,898). Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara resiliensi dengan work family conflict (r = -0,483 dan sig = 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa resiliensi menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan work-family conflict. Artinya, ketika terjadi peningkatan atau penurunan resiliensi, ada kaitannya dengan penurunan atau peningkatan work-family conflict padan orang tua single parent. Kata kunci: resiliensi, work family conflict, orang tua single parent