cover
Contact Name
Taufik Agung Pranowo
Contact Email
taufikagung@upy.ac.id
Phone
+6287719079467
Journal Mail Official
gcounsbkupy@upy.ac.id
Editorial Address
gcounsbkupy@upy.ac.id
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25416782     EISSN : 25806467     DOI : https://doi.org/10.31316/g.couns.v4
Core Subject : Science, Education,
Diterbitkan sebagai media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling sebagai upaya meningkatkan dan mengimplementasikan teori serta praktik layanan Bimbingan dan Konseling. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan rujukan media publikasi ini untuk menyebar luaskan hasil karya ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling khususnya dan bidang psikologi pendidikan pada umumnya. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Desember dan Juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 997 Documents
Hubungan Antara Self-Esteem dengan Fear of Missing Out (FoMO) Siswa SMA Urifan, Mohammad Fajar; Pravesti, Cindy Asli
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6265

Abstract

Tekanan terhadap rasa takut tertinggal menjadikan jatuhnya rasa harga diri pada diri remaja. Wujudnya tidak terlepas dari aktivitas orang lain akan menjadi kebiasaan yang buruk apabila hanya untuk menghindari jatuhnya harga diri. Sehingga penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji hubungan dua variabel yakni self-esteem dan fomo pada siswa kelas XII SMAN 1 Menganti Gresik. Jenis Penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data dua skala. Sampel penelitian diujikan kepada 389 siswa kelas XII. Hasil penelitian terlampir secara positif dan signifikan antara self-esteem dan fomo, dengan nilai Thitung 4,654 lebih besar dari Ttabel 1,996 dan signifikansi 0,000 lebih rendah dari 0,05. Selain itu, tersimpulkan hasil korelasi linier antara self-esteem dan ketakutan kehilangan sesuatu, dengan nilai Thitung 4,654 lebih besar dari Ttabel. Untuk itu, hubungan harga diri dengan fomo menjadi penambah wawasan bagi remaja dalam berbagi informasi yang positif, serta membawa dampak berupa citra diri yang baik bagi siswa.  Kata kunci: harga diri, FoMO, hubungan
Peningkatan Kepercayaan Diri Korban Bullying Melalui Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Asertive Training Yula Wardani, Silvia; Pramudia Trisnani, Rischa
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6299

Abstract

Bullying memberikan dampak negatif pada kepercayaan diri korban. Layanan konseling kelompok teknik asertive training menjadi salah satu solusi efektif untuk membantu korban bullying meningkatkan kepercayaan diri. Tujuaan penelitian untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri korban bullying dan efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik pelatihan asertif. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dimana siswa menjadi korban bullying. Metode pengumpulan data pada penelitian melalui angket kepercayaan diri korban bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, tepatnya penelitian eksperimen. Teknik analisis data menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan sebelum diberi perlakuan dengan konseling kelompok dan setelah diberi perlakuan konseling kelompok dengan teknik latihan asertif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil uji SPSS menggunakan uji t menunjukkan nilai sebesar 0,00. Kesimpulan penelitian adalah layanan konseling kelompok dengan teknik pelatihan asertif efektif meningkatkan rasa percaya diri korban. Kepercayaan diri korban bulllying dapat meningkat setelah mendapatkan layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training. Kata kunci: kepercayaan diri, bullying, konseling kelompok, assertive training
Kebersyukuran dan Intensi Berselingkuh di Usia Dewasa Madya Kusumiati, Ratriana Yuliastuti Endang; Wahyuningrum, Enjang; Christina, Yemima Joy; Gratia, Yessika Sola
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6505

Abstract

Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab terkuat terjadinya perceraian. Intensi merupakan faktor motivasional yang berpengaruh besar terhadap perilaku dan dapat digunakan sebagai indikator untuk memprediksi perilaku. Kebersyukuran memiliki korelasi terhadap intensi melakukan perselingkuhan. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasional untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dengan intensi perselingkuhan dan uji beda untuk mengetahui perbedaan intensitas berselingkuh pada pria dan wanita. Berdasarkan hasil perhitungan uji korelasi diperoleh nilai sebesar -0,134 dengan sig. = 0,007 (p<0,05). Uji komparatif terhadap pria dan wanita tentang intensi berselingkuh menunjukkan ada perbedaan intensi berselingkuh antara pria dengan wanita dan dari kedua kelompok tersebut, intensi berselingkuh pria cenderung lebih tinggi dibanding wanita. Dengan demikian, diharapkan para pasangan dapat meningkatkan kebersyukurannya agar relasi dengan pasangan semakin baik dan kecenderungan berselingkuhnya rendah. Kata kunci: perselingkuhan, kebersyukuran, dewasa madya
Strategi Guru Dalam Pelaksanaan Bimbingan Dan Konseling Pada Anak Autis Di SLB TKLB Negeri Ternate Fatoni Achmad; Yulia Novita Sari; Dhanang Suwidagdho; Nurlian Doofa; Mulyanti Muin
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6568

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui strategi guru dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling anak autis di SLB TKLB Negeri Ternate. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subjek penelitian yaitu guru yang mengajar anak autis di SLB TKLB Negeri Ternate. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Strategi guru di SLB TKLB Negeri Ternate dalam membantu anak autis mengatasi kesulitan belajar dilakukan melalui identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Tahap identifikasi kebutuhan, menyoroti pentingnya penyediaan ruang dan fasilitas belajar khusus serta penyesuaian pembelajaran berdasarkan kemampuan dan kebutuhan anak. Perencanaan kegiatan bimbingan dan konseling menekankan pendekatan individual dan interaktif, memperhatikan minat dan kondisi emosional anak. Pelaksanaan bimbingan dan konseling melibatkan penyesuaian pembelajaran dengan kemampuan anak serta kerjasama dengan orang tua untuk latihan di rumah. Penilaian dilakukan melalui metode kreatif seperti permainan dan pengulangan materi untuk mengevaluasi perkembangan dan pemahaman anak.
Kerasnya Hidup Ditengah Keluarga Broken Home Perceraian: Pengaruh Religiositas Terhadap Psychological Distress Pada Remaja Pirade, Victoria Jeanet; Huwae, Arthur
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiositas terhadap psychological distress pada remaja keluarga broken home perceraian. Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dengan desain analisis regresi. Partisipan dalam penelitian ini sebanyakl 141 remaja broken home yang diambil menggunakan teknik snow ball sampling. Pengukuran menggunakan The Centrality of Religiosity Scale (CRS) (α=0,901) dan Kessler Psychological Distress Scale (α=0,909). Metode yang digunakan dalam analisis data penelitian menggunakan metode statistik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiositas tidak berpengaruh terhadap psychological distress (t = 1,197  dan sig. = 0,233). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor lain yang memengaruhi psychological distress remaja dari keluarga broken home. Implikasi dalam penelitian ini adalah perlu adanya tindakan yang dapat meningkatkan religiositas remaja dari keluarga broken home, supaya remaja broken home memiliki keseimbangan dalam pendidikan dan kehidupannya sehingga dapat menurunkan psychological distress yang dialaminya. Penelitian yang akan datang diharapkan dapat merancang cara menurunkan psychological distress pada remaja broken home dari keluarga yang bercerai. Kata kunci: religiositas, remaja, broken home, psychological distress, indonesia
Gambaran Penerimaan Diri Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Remaja di Yayasan Pelita Ilmu Asyafa Ainaya Safira; Hilya Aini Nurridha; Ghozali
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6656

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan yang dihadapi ODHA remaja dalam menerima kondisinya, yang diperburuk oleh stigma sosial dan diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri orang dengan HIV/AIDS (ODHA) remaja di Yayasan Pelita Ilmu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Partisipan yang terlibat sebanyak satu orang sesuai kriteria penelitian, yang merupakan remaja akhir usia 18 tahun yang mengidap HIV/AIDS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan studi kepustakaan. Untuk memastikan kredibilitas, peneliti menggunakan triangulasi sumber dengan melibatkan pengurus yayasan, konselor, dan keluarga ODHA sebagai informan untuk memverifikasi hasil wawancara. Untuk uji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki tingkat pemahaman diri yang cukup baik meskipun belum sepenuhnya dapat menerima dirinya. Penerimaan diri yang positif memberikan dampak yang signifikan terhadap kemampuan individu dalam mengelola diri dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Kata kunci: penerimaan diri, ODHA, remaja
Kontribusi Intensitas Penggunaan Media Sosial, Moral Disengagement, dan Deindividuasi Terhadap Perilaku Cyberbullying pada Remaja Meydiningrum; Adi Atmoko; M. Ramli
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6708

Abstract

Perilaku cyberbullying merupakan masalah serius dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi intensitas penggunaan media sosial, moral disengagement, dan deindividuasi terhadap perilaku cyberbullying. Metode menggunakan kuantitatif dengan pendekatan korelasional, melibatkan 78 subjek berusia 15-17 tahun yang melakukan perilaku cyberbullying tinggi. Data dikumpulkan melalui empat skala terkait. Analisis data secara deskriptif serta regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan intensitas penggunaan media sosial, moral disengagement, dan deindividuasi memiliki hubungan positif dan signifikan dengan perilaku cyberbullying (sig.F (4,496) = 0.000 < 0.05). Ketiga faktor ini berkontribusi sebesar 51,5% terhadap perilaku cyberbullying. Penelitian ini mendukung pengembangan layanan bimbingan dan konseling dengan layanan preventif untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai risiko cyberbullying serta layanan kuratif untuk menurunkan perilaku tersebut serta meningkatkan empati. Kerjasama antara sekolah, keluarga, dan pembuat kebijakan sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman. Kata kunci: intensitas penggunaan media sosial, moral disengagement, deindividuasi, perilaku cyberbullying, remaja
Profil Kecenderungan Fear of Missing Out (FoMO) Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Wahyuningtyas, Indah; IM Hambali; Muslihati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6764

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan sosial media yang memunculkan kecenderungan Fear of Missing Out (FoMO) pada remaja. Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) adalah perasaan cemas atau khawatir ketika seseorang merasa melewatkan informasi yang menyenangkan dalam kehidupan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan Fear of Missing Out (FoMO) pada siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang melibatkan 226 siswa sebagai responden dengan menggunakan skala On-FoMO, kemudian data di analisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11,06% berada pada kategori tinggi, 56,64% berada pada kategori sedang, dan 32,30% berada pada kategori rendah. Siswa yang memiliki kecenderungan Fear of Missing Out (FoMO) dengan kategori tinggi perlu mendapatkan perhatian khusus dari konselor sekolah agar tidak semakin parah. Sehingga diperlukan intervensi Bimbingan dan Konseling yang tepat pada siswa SMA dengan kecenderungan Fear of Missing Out (FoMO) berkategori tinggi. Kata kunci: fear of missing out (fomo), media sosial, siswa SMA
Hubungan Regulasi Emosi Dengan Penerimaan Diri Pada Remaja Yang Mengalami Body Shaming Andriana, Priskila Rossi; Heru Astikasari Setya Murti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6775

Abstract

Pengalaman body shaming kerap dialami remaja yang lekat dengan perubahan fisik dan emosional yang berdampak pada penurunan penerimaan diri. Regulasi emosi berperan penting mengontrol reaksi emosional remaja terhadap pengalaman body shaming. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan regulasi emosi dengan penerimaan diri pada remaja yang mengalami body shaming. Sampel penelitian ini adalah remaja yang mendapatkan body shaming dalam 2 tahun terakhir, berusia 13-21 tahun, dan berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 134 responden. Pengumpulan data menggunakan Skala Penerimaan Diri dan Skala Regulasi Emosi dengan teknik purposive sampling. Metode analisis menggunakan Spearman Rho’ diperoleh nilai r sebesar 0,656 dengan sig = 0,000 (p<0,01) yang berarti hipotesis diterima atau terdapat hubungan positif dan signifikan dimana peningkatan atau penurunan regulasi emosi maka diikuti dengan peningkatan atau penurunan penerimaan diri pada remaja yang mengalami body shaming. Dengan demikian, regulasi emosi dapat mengatasi emosi yang dirasakan sehingga membantu remaja menerima diri dalam menghadapi perlakuan body shaming. Kata kunci: regulasi emosi, penerimaan diri, body shaming, remaja
Konseling Kelompok Pendekatan Behavioral Dengan Teknik Modeling Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama Ahmad Irfan Nurul Chairi; Kurniawan, Drajat Edy; Hartuti; Anita Dwi Safitri; Agung Slamet Kusmanto; Susilo Adi Pratomo
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6782

Abstract

Akar permasalahan siswa yang kurang disiplin dalam belajar adalah siswa lebih suka bermain dengan teman-temannya yang tidak berada di sekolah, hingga larut malam. Untuk itu diperlukan layanan konseling individu yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan konseling kelompok pendekatan behavioral dengan teknik modelling dalam mengubah perilaku kurang disiplin belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tepus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan satu kelompok eksperimen yang diberi perlakuan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tepus. Sementara itu teknik sampling yang digunakan yaitu teknik sampling purposive dengan memilih siswa yang memiliki tingkat kedisiplinan belajar yang rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok pendekatan behavioral dengan teknik modeling efektif untuk mengubah perilaku kurang disiplin belajar siswa. Dampaknya yaitu siswa menjadi lebih disiplin dalam melaksanakan aktifitas pembelajaran di sekolah. Kata kunci: terapi perilaku, teknik pemodelan, disiplin, pembelajaran siswa

Page 52 of 100 | Total Record : 997


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 03: Agustus 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 02: April 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 01: Desember 2022, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 1 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 5 No. 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 2 No. 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2016): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue