cover
Contact Name
diah sudiarti
Contact Email
bbioshell@gmail.com
Phone
+6281236716433
Journal Mail Official
bbioshell@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kyai Mojo No. 101 Kaliwates, Jember 68133
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL BIOSHELL
ISSN : 23014105     EISSN : 26230321     DOI : -
Jurnal Bioshell bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara penelitian dan praktik, memberikan informasi, ide dan pendapat, selain ujian kritis kemajuan penelitian, pengajaran, pembelajaran biologi, Biologi, dan Pembelajaran IPA. Melalui cakupan kebijakan dan pengembangan kurikulum, hasil penelitian terbaru tentang pengajaran, pembelajaran dan penilaian biologi dikedepankan. Jurnal Bioshell menerima dan menerbitkan artikel dalam bentuk penelitian dan kajian (artikel ilmiah) di bidang pendidikan biologi dan pemanfaatan penelitian biologi dalam proses belajar mengajar. Semua artikel diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan menjalani proses penilaian sejawat. Ruang lingkup Jurnal Bioshell difokuskan pada penelitian / review pendidikan biologi, Biologi, dan Pembelajaran IPA.
Articles 193 Documents
Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid pada Materi Sistem Ekskresi Miftakhul Jannah; Miftahul Hakim; Beny Afandi; Haqqi Anajili Setyanto
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 2 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i2.5634

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mengatasi permasalahan rendahnya hasil belajar IPA pada materi sistem ekskresi murid kelas VIII B MTs Bustanul Ulum Panti. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya hasil belajar murid dikarenakan kurangnya keterlibatan murid dalam proses pembelajaran dan belum terlaksananya pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan dengan dua siklus. Siklus pertama dan kedua dilaksanakan masing-masing dua kali pertemuan Setelah penelitian dilakukan maka diperoleh hasil belajar murid pada pra siklus yaitu 46,15% (19,23% visual, 3,85% auditori, dan 23,07% kinestetik). Kemudian pada siklus pertama diperoleh hasil belajar secara klasikal sebanyak 57,68% (26,92% visual, 7,69% auditori dan 23,07% kinestetik) dengan rata-rata sebanyak 54,2307 sedangkan pada siklus kedua mencapai nilai 80,76% (38,46% visual, 15,38% auditori dan 26,92% kinestetik) dengan rata-rata sebanyak 71,5384. Dari hasil penelitian terjadi peningkatan hasil belajar murid setelah dilakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran berdiferensiasi dengan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi sistem ekskresi.
Pengembangan Modul Pembelajaran Bermuatan Prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) Pada Materi Ekosistem di SMA Relsas Yogica; Permata Nilam Sari; Muhyiatul Fadilah; Fitri Olvia Rahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 2 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i2.5797

Abstract

Pembelajaran biologi pada materi ekosistem di SMA masih menghadapi kendala karena bahan ajar belum mengintegrasikan prinsip SDGs secara optimal. Materi ekosistem yang bersifat abstrak menyebabkan peserta didik kesulitan dalam memahami materi pembelajaran dan mengaitkannya dengan isu lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran biologi bermuatan prinsip SDGs pada materi ekosistem di SMA yang valid dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan model Four-D yang terdiri atas tahap define, design, dan develop. Tahap disseminate tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya. Subjek penelitian adalah 2 orang dosen dan 1 orang guru serta 30 murid fase E SMA. Data diperoleh melalui angket validitas dan praktikalitas, kemudian dianalisis secara deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dibuat mencapai rata-rata validitas yaitu 96,82%, yang masuk dalam kategori sangat valid. Rata-rata praktikalitas dari guru yaitu 97,85%, sedangkan rata-rata praktikalitas dari peserta didik yaitu 90,68%. Kedua rata-rata tersebut masuk dalam kategori sangat praktis.Temuan ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran biologi bermuatan prinsip SDGs pada materi ekosistem layak digunakan untuk mendukung pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Analisis Kebutuhan Modul Terintegrasi Sustainable Development Goals (SDGs) pada Pembelajaran Biologi Relsas Yogica; Raysha Humaida Andriani; Zulyusri Zulyusri; Fitri Olvia Rahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 2 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i2.6123

Abstract

Pembelajaran biologi di SMA belum mengintegrasikan isu Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada materi sistem pencernaan manusia, sehingga pembelajaran belum kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul pembelajaran biologi terintegrasi SDGs pada materi sistem pencernaan manusia di SMA. Penelitian deskriptif dengan pendekatan mixed methodes pada tahap analyze dari model ADDIE. Subjek penelitian melibatkan satu guru biologi dan 74 murid kelas XI Fase F Peminatan Biologi di SMA Negeri 1 Ampek Angkek yang dipilih dengan teknik puposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan angket observasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase indeks kebutuhan. Hasil menunjukkan tingkat kebutuhan pengembangan bahan ajar terintegrasi SDGs pada materi sistem pencernaan manusia berada pada kategori “Sangat Tinggi” (98,6%). Angka ini dilatarbelakangi oleh kondisi lapangan di mana 74,3% murid belum mengenal konsep SDG, serta 98,6% murid kesulitan membaca label gizi dan sering mengonsumsi makanan cepat saji. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, 32,4% murid secara spesifik menyatakan membutuhkan modul pembelajaran. Temuan ini mempertegas urgensi pengembangan modul pembelajaran biologi terintegrasi SDGs sebagai bahan ajar mandiri untuk mengedukasi murid sekaligus mendukung target SDG-2, SDG-3, dan SDG-6 pada tahun 2030.