cover
Contact Name
Umi Septia Rahayu
Contact Email
umi@iisip.ac.id
Phone
+6281584200741
Journal Mail Official
ejournal.iisip@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sekretariat Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta Jalan Lenteng Agung Raya No. 32, Jakarta Selatan 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal ISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
ISSN : 16939506     EISSN : 26551985     DOI : Prefik: 1036451
Focus : Jurnal ISIP: Jurnal Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik is to publish research articles and literature studies within the field of an advanced understanding and how share of knowledge, produce new finding, sharing and collaboration in field of Communication, Politics, International Relation, Social Welfare and Business Administration Science. Scope: Media studies, Journalism, Public-Relations, Advertising, Communication Management, Politics, Government, Policies, Elections, Political Parties, Conflics, Global Politic, Political thoughts, International Political Economy, Civic Empowerment, Diplomacy, Leadership, Enterpreneurship, Good – Corporate Governances, Organization Behavior, Social Welfare, Social Problem, Social Worker Practice and Community Development, Strategic Management and Marketing.
Articles 60 Documents
Pengaruh Servicescape terhadap Customer Satisfaction dan Customer Loyalty (Studi pada Konsumen Warung Nako Bogor Tahun 2019) Hasnah Fitri Yana; Ilham P. Hutasuhut
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 16, No 2 (2019): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v16i2.26

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Servicescape dan Customer Satisfaction terhadap Customer Loyalty (Studi Pada Konsumen Warung Nako Bogor Tahun 2019). Hasil Penelitian berdasarkan 100 responden konsumen yang pernah melakukan pembelian di Warung Nako Bogor. Hasil uji secara keseluruhan dimensi dan indikator memiliki standardized factor loading (SLF) ≥ 0,50, t-value ≥ 1,96 yang dinyatakan valid, serta setiap variabel memiliki nilai CR ≥ 0,70 dan VE ≥ 0,50 yang dinyatakan reliabel. Kesimpulan: Variabel Servicescape berpengaruh secara positif terhadap Customer Satisfaction, Variabel Servicescape berpengaruh secara positif terhadap Customer Loyalty, kemudian Variabel Customer Satisfaction berpengaruh secara positif terhadap Customer Loyalty. Pemilik Warung Nako Bogor perlu meningkatkan ambient conditions dengan memperhatikan temperatur ruangan agar konsumen merasa nyaman. Sehingga dapat mempertahankan customer satisfaction dan terciptanya customer loyalty.
Penggunaan Referensi Pronomina Demonstrativa dalam Wacana Novel Jejak Langkah Karya Pramoedya Ananta Toer dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Susanti Partiningsih
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 15, No 2 (2018): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v15i2.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi penggunaan referensi pronomina demonstrativa dalam Jejak Langkah, berdasarkan bentuk dan pola kemunculan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan tabel analisis kerja. Adapun data yang diambil adalah paragraf-paragraf yang terdapat dalam novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pronomina demonstrativa penunjuk umum itu lebih banyak digunakan, dibandingkan bentuk pronomina lain, sedangkan pola kemunculan yang lebih banyak muncul pola anaforis. Hal ini karena novel sebagai sebuah wacana naratif, pada umumnya mengacu pada hal yang pernah dilalui atau dikatakan oleh tokoh. Di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA penggunaan referensi pronomina demonstrativa dapat dijadikan pengembangan materi bagi guru, baik dariaspek kebahasaan ataupun keterampilan berbahasa.
Advokasi HAM People with Albanism (PWA) oleh Under the Same Sun (UTSS) di Tanzania Tahun 2010-2015 Salsabilla Siti Alifka; Rachmayani Rachmayani
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 17, No 1 (2020): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v17i1.38

Abstract

Tulisan ini menganalisis isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan peranan aktor non-negara dalam memperjuangkan HAM. Unit analisis penelitian ini adalah Under the Same Sun (UTSS), organisasi internasional non-state yang memiliki komitmen melindungi dan menghormati HAM orang-orang yang terdiskriminasi, yaitu People with Albanism (PWA), di seluruh dunia. UTSS menunjukkan upaya nyata dalam menangani kasus pelanggaran HAM yang menimpa orang-orang PWA di Tanzania, negara di kawasan Afrika Timur. Upaya perjuangan UTSS terhadap kasus pelanggaran HAM yang dialami oleh PWA, dilakukan dalam kerangka advokasi transnasional, mendekati aktor lain yang memiliki legalitas lebih kuat, yaitu organisasi PBB. Dalam pelanggaran HAM PWA terdapat indikasi keterlibatan elit-elit politik dan bisnis Tanzania baik secara langsung ataupun tidak langsung, berkaitan erat dengan sistem kepercayaan dan kebudayaan yang melekat di Tanzania. Strategi advokasi UTSS yaitu melakukan kampanye global, dengan target utama masyarakat internasional dan Organisasi Internasional PBB yang memiliki pengaruh kuat dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM PWA. Hasil perjuangan advokasi PWA oleh UTSS di Tanzania tahun 2010-2015 menunjukkan signifikansi peranan organisasi internasional non-state dalam memperjuangkan isu HAM secara global. UTSS berhasil mendorong PBB sebagai organisasi internasional paling legitimate, dengan beberapa kebijakan global untuk mendukung HAM PWA di dunia. Hal ini menunjukkan efektivitas jaringan advokasi yang dibangun UTSS secara global. This paper analyzes the issue of human rights violations and the role of non-state actors in fighting for human rights. The unit of analysis of this research is Under the Same Sun (UTSS), an international non-state organization that is committed to protecting and respecting the human rights of people who are discriminated against, namely People with Albanism (PWA), worldwide. UTSS shows real efforts in handling cases of human rights violations that befall PWA people in Tanzania, a country in the East African region. The UTSS struggle against human rights violations experienced by PWA is carried out within the framework of transnational advocacy, approaching other actors who have stronger legality, namely the United Nations organization. In PWA human rights violations there are indications that the involvement of Tanzania's political and business elites, directly or indirectly, is closely related to the belief system and culture inherent in Tanzania. UTSS advocacy strategy is to conduct a global campaign, with the main target of international communities and the UN International Organization which has a strong influence in resolving cases of violations of PWA human rights. The results of the PWA advocacy struggle by UTSS in Tanzania in 2010-2015 showed the significance of the role of international non-state organizations in fighting for human rights issues globally. UTSS has succeeded in pushing the UN as the most legitimate international organization, with several global policies to support PWA human rights in the world. This shows the effectiveness of the advocacy network developed by UTSS globally.
Efek Agenda Setting Media Online Terhadap Mahasiswa Udi Rusadi
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 14, No 2 (2017): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v14i2.6

Abstract

Studi tentang efek pengaturan media online masih dianggap baru sejalan dengan awal penggunaan jaringan internet sebagai platform media komunikasi. Tinjauan literatur menjelaskan bahwa studi tentang efek agenda pengaturan media online saat ini sama dengan studi media tradisional, karena pengembangan media berita online masih terkait dengan media tradisional. Artikel ini berisi hasil pemeriksaan efek dari agenda pengaturan media online, yaitu detik.com, untuk siswa IISIPJakarta. Hasilnya menyimpulkan bahwa agenda isu media nasional online memengaruhi ageda publik, mengkonfirmasikan hasil tinjauan pengaturan agenda studi di era digital.
Analisis Faktor-Faktor Pemasaran Pada Produk Keripik Maicih Di Wilayah Jabodetabek Renjana Renjana
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 14, No 1 (2017): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v14i1.31

Abstract

Perubahan selera konsumen serta perubahan strategi keripik Maicih menjadi masalah utama. Penurunan penjualan yang disertai penurunan permintaan konsumen terhadap produk keripik Maicih menjadi indikasi adanya masalah yang terjadi pada PT Maicih Inti Sinergi. Penelitian ini membahas mengenai analisis faktor-faktor pemasaran pada produk keripik Maicih di Wilayah Jabodetabek, yaitu faktor komunikasi, merek, produk, lingkungan konsumsi, kemasan, harga, dan interaksi dengan penjual. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor pemasaran pada produk keripik Maicih di Wilayah Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model analisis univariat. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 150 konsumen keripik Maicih di wilayah Jabodetabek dengan cara convenience sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor komunikasi yang paling dominan dalam perilaku pembelian konsumen terhadap produk keripik Maicih di wilayah Jabodetabek.
Politik dan Tradisi: Politik Uang dalam Pemilihan Kepala Desa Magda Ilona Dwi Putri; Nahdia Arifani; Dela ratnasari; Maurelia Vidiara Auliavia; Sinta Nuriyah
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 17, No 2 (2020): Jurnal ISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v17i2.46

Abstract

Pemilihan kepala desa merupakan pesta demokrasi bagi masyarakat seperti yang terjadi di Desa Kedungjati. Masyarakat Desa Kedungjati memiliki ikatan yang kuat sehingga mengenal calon kepala desa. Namun faktanya, kecurangan masih sering dijumpai salah satunya adalah praktik politik uang. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tindakan rasional masyarakat Desa Kedungjati mengenai penerimaan politik uang. Pemilihan calon Kepala Desa Kedungjati dimenangkan oleh calon dengan politik uang paling sedikit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Desa Kedungjati yang menerima politik uang saat pemilihan Kepala Desa Kedungjati sedang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan masyarakat Desa Kedungjati menerima politik uang didasari oleh tindakan rasional tujuan. Masyarakat menganggap politik uang sebagai tradisi. Masyarakat Desa Kedungjati akan datang ke TPS dengan membawa uang sangu atau uang pemberian calon. Politik uang diterima karena anggapan bahwa menolak rejeki bukanlah hal yang baik. Sejak awal masyarakat telah mengetahui adanya motif dan tujuan dari calon. Namun di sisi lain, masyarakat telah memiliki kriteria calon sendiri tanpa paksaan dari politik uangThe election of the village head is a democracy celebration for such communities as that in Kedungjati Village. The people of Kedungjati Village have strong ties among themselves so they know the prospective village head on a personal level. However cheating is still often encountered, one of whose elements is the practice of money politics. This study aims to explain the rational actions of the people of Kedungjati Village regarding the acceptance of money politics. The previous election of the candidate for Village Head of Kedungjati was won by the candidate with the least encounters of money politics. This study uses a qualitative approach with observations and interviews. The subjects of this research are the people of Kedungjati Village who accepted money politics when the election for the Village Head of Kedungjati was in progress. The results showed that the act of accepting bribes was based on a utilitarian mindset. People consider money politics as a tradition. The people of Kedungjati Village will come to the TPS with sangu money or money given by the candidates. Money politics is accepted because of the assumption that rejecting luck is not a good thing. Since the beginning, the community has known the motives and goals of the candidates. But on the other hand, society has its own criteria for candidates without coercion put in effect by money politics.
Retorika Populisme dalam Kontestasi Politik di Indonesia Daniel Deha
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 18, No 1 (2021): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v18i1.69

Abstract

Kontestasi Pemilihan Presiden tahun 2019 merupakan implikasi praktis dari tren populisme post-truth di Indonesia. Studi ini mengkaji persepsi milenial mengenai retorika populisme post-truth calon presiden pada Pilpres 2019. Teori yang digunakan adalah retorika post-truth dengan metode fenomenologi dan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa ada penolakan milenial terhadap retorika post-truth Prabowo karena tidak sesuai dengan watak politik, sosial, dan budaya Indonesia. Dalam konteks politik Indonesia, kemampuan retorika tidak menjadi tolak ukur yang terpenting adalah kredibilitas, integritas, dan rekam jejak aktor  politik. Ditemukan juga bahwa media cenderung mengeksklusi pesan populisme post-truth Prabowo. Namun pada prinsipnya, hampir tidak ada perbedaan mencolok antara retorika populisme Prabowo dan Joko Widodo pada Pilpres 2019. Keduanya sama-sama mengusung politik identitas (Islam) dan terafiliasi dengan elite dan oligarki, sehingga politik populisme kontradiktif dengan tubuh kandidat.The 2019 Presidential Election is a practical implication of the post-truth populist trends in Indonesia. This study aims to explore the Millennials’ perception on the post-truth rhetorics of presidential candidates in the 2019 Presidential Election. The theory used in this study is the theory of post-truth rhetorics, grounded on phenomenology and the descriptive-qualitative approach. The article finds that there was a rejection of Prabowo’s post-truth populist rhetorics because they were incompatible with Indonesia’s political, social and cultural characters. In the Indonesian political context, rhetorical ability is not a benchmark. The most important thing is the credibility, integrity, and track record of political actors. It was also found that the media tends to eschew Prabowo’s post-truth populist messages. But in principle, there is almost no stark difference among both candidates’  populist rethorics in the election. Both carry identity politics and are affiliated with elites and oligarchs, so the populist politics are contradictory to the candidates.
Rencana Aksi Nasional Memerangi Sampah Laut Sebagai Bentuk Implementasi SDGs 14: Kehidupan di Bawah Laut Shifa Melinda Naf'an; Nanda Iris Savana; Yusin Noviarin; Saurandri Putri Cahyati
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 17, No 2 (2020): Jurnal ISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v17i2.50

Abstract

Sampah laut merupakan masalah yang menimbulkan urgensi secara global maupun nasional sebagaimana Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut urutan kedua terbanyak di dunia setelah China. Dalam penelitian ini penulis berusaha mengkaji rencana aksi nasional 2017 Indonesia terhadap marine debris dan kebijakan tersebut sebagai penggerak dalam implementasi SDGs no. 14. Dalam menjawab permasalahan tersebut penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara menjabarkan data yang telah dikumpulkan sebelumnya kemudian disusun berdasarkan sistematika pembahasan. Temuan utama adalah rencana aksi nasional dinilai sebagai inisiatif dalam membendung kekhawatiran Indonesia dalam permasalahan sampah plastik, program ini belum bisa dikatakan efektif dikarenakan ada beberapa aspek yang perlu ditinjau ulang, namun dapat dikatakan efektif jika dilihat dari kepatuhan Indonesia terhadap rezim kelautan internasional. Marine debris is a problem that rises to global and national urgency, given the fact that Indonesia is the second largest contributor of plastic waste to the world after China. The author tries to examine Indonesia’s national action plan on marine debris and the policy as a driver in the implementation of SDGs no. 14. In answering these problems, the authors use descriptive qualitative method by describing the previously collected data which are then arranged to systematically discuss. The article finds that the national action plan is considered an initiative in stemming Indonesia’s concerns on the problem of plastic waste. This article also finds that this program cannot be said to be effective because there are several aspects that need to be reviewed; however, it can be said to
Penggambaran Karakteristik Maskulinitas pada Produk “Extra Joss” dalam Iklan Televisi Ivan Oktafianto
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 18, No 1 (2021): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v18i1.67

Abstract

Iklan merupakan salah satu formula pewujudan kepentingan produsen dengan menjalankan sebuah konstruksi pesan dalam iklan yang dibuatnya. Pada iklan televisi, penyusunan yang harmonis antara narasi, suara dan visual, menjadi tiga kekuatan utama untuk memunculkan penggambaran nilai maskulinitas kepada para pemirsanya. Dalam iklan televisi “Extra Joss” versi laki, produsen membangun gambaran maskulin produknya. Permasalahan yang diteliti adalah “Bagaimana penggambaran karakteristik maskulinitas pada produk ‘Extra Joss’ dalam iklan televisi?” Dengan menggunakan metode semiotika Roland Barthes yang menganalisis pemaknaan dua tahap tanda, tulisan ini mengkaji bagaimana karakteristik maskulinitas digambarkan pada produk “Extra Joss” dalam iklan televisi “Extra Joss” versi Laki. Hasilnya, ditemukan gambaran karakteristik maskulinitas tradisional dalam masyarakat pada produk “Extra Joss”, yaitu laki-laki tidak boleh mengeluh walaupun lelah, yang kedua adalah mitos kejantanan laki-laki dan yang terakhir adalah mitos kekuatan laki-laki, sedangkan karakteristik maskulin yang baru (new masculinity) tidak dijumpai dalam iklan ini. Advertising is one of the formulas for realizing the interests of producers by running a message construction in the advertisements they make. In television commercials, the harmonious arrangement of narratives, sounds and visuals are the three main forces to bring out the depiction of masculine values to the viewers. In the television commercial “Extra Joss versi laki”, producers construct a masculine image of their products. The research problem is "How are the depiction of masculinity characteristics in the 'Extra Joss' product in television commercials?" By using Roland Barthes' semiotic method which analyzes the meaning of two levels of signification, this paper examines how masculinity characteristics are depicted in the product "Extra Joss" in the television advertisement "Extra Joss versi laki". As the result, it is found that the characteristics of traditional masculinity in society in the "Extra Joss" product – namely, first, men should not complain even though they are tired; second, the myth of male virility; and last, the myth of male strength, while the new masculine characteristics (new masculinity) are not found in this ad
Pola Interaksi Virtual Guru dan Orang Tua Murid Selama Pembelajaran Jarak Jauh Fariza Anggraini; Asrul Mustaqim
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 17, No 2 (2020): Jurnal ISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v17i2.56

Abstract

Dalam masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), WhatsApp menjadi backbone dalam melakukan komunikasi antara guru dan murid yang dijembatani oleh orang tua. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi yang terjadi antara guru dan orang tua siswa melalui media sosial. Teori yang digunakan ialah teori interaksi konvensional, khususnya teori analisis proses interaksi dan analisis interaksi dan pengembangan kelompok. Metode yang digunakan ialah etnografi virtual. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pola interaksi dalam hal proses belajar mengajar yang dilakukan antara guru, orang tua, dan murid sedikit berbeda jika dilakukan melalui media online. Guru lebih banyak melakukan interaksi kepada orang tua murid secara dua arah, kemudian orang tua akan berinteraksi kepada murid untuk menyampaikan pesan dari guru. Interaksi yang dilakukan secara umum sama, yaitu dalam bentuk bidang tugas (task behaviors) dan bidang sosio emosional (socio e-motional behaviors). Interaksi yang muncul melibatkan enam fase, yaitu: orientasi, evaluasi, kontrol, pengambilan keputusan, tension management, dan integrasi. Terdapat keseimbangan interaksi antara bidang tugas dengan bidang sosio emosional.During the Distance Learning (DL) period, WhatsApp became the main communication medium between teachers and students, which is mediated by parents. This study aims to describe the interactions that occur between teachers and parents through social media. The study used the interaction theory, specifically the theory of interaction and interaction process analysis and group development. The method used is virtual ethnography. The study findings illustrate that interaction patterns between teachers, parents, and students for the teaching-learning process are slightly different when they are done through online media. Teachers are more likely to interact with parents in a two-way communication, where parents will then interact with students regarding the teachers’ messages. The interactions done are common, prominently in the form of task behaviors and socioemotional behaviors. The emerged interactions involved six phases: evaluation, control, decision making, tension management, and integration. There’s a balanced interaction ratio between the task field and the socio-emotional field.