cover
Contact Name
Fatkhul Arifin
Contact Email
jisalaqidah@gmail.com
Phone
+6285693117020
Journal Mail Official
jisalaqidah@gmail.com
Editorial Address
P3SDM STAI Al Aqidah AL Hasyimiyyah Jl. Kayumanis Barat No. 99 Matraman Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2621651     EISSN : 26561182     DOI : -
Jurnal studi islam Al Aqidah adalah jurnal yang berisi tentang berbagai disiplin keilmuan diantaranya pendidikan, hokum dan Dakwah. Jurnal ini terbit 1 tahun dua kali pada bulan Juli dan Januari. Adapun pengelola jurnal ini adalah STAI Al Aqidah Al Hasyimiah Jakarta yang beralamat di Jl. Kayu Manis No. 99, Matraman, Jakarta Timur. Jurnal ini terdiri dari berbagai disiplin karena memang jurnal ini dibawah Sekolah Tinggi Agama Islam sehingga tidak memungkinkan setiap program membuat jurnal sendiri-sendiri dengan pertimbangan penghematan sumber daya pengelola, pembiayaan dan kelangsungan jurnal ke depannya. Adapun dalam konten jurnal pengelola membatasi disiplin ilmu diantaranya memuat tentang Pendidikan, dalam jurnal ini penulis dapat memasukan kajian kategori pendidikan anak usia dini, pendidikan sekolah dasar, dan pendidikan agama Islam. Dalam bidang hukum penulis dapat mengali kajiannya berupa hukum Islam baik itu berupa hasil penelitian lapangan ataupun penelitian pustaka. Dakwah dalam tulisan ini dibatasi tentang komunikasi penyiaran Islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
IJTIHAD QIYASI: Dari Al-Shafi’i Hingga Bahtsul Masa’il NU Anas Shafwan
Al Aqidah (Jurnal Studi Islam) Vol. 3 No. 1 (2022): Al Aqidah (Jurnal Studi Islam)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam AL Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: dalam dikursus ushul fiqh, qiyas diposisikan dalam dua peran, yaitu sebagai dalil hukum yang mukhtalaf fihi, sekaligus sebagai dalil aqli yang bersifat metodik. Aritikel ini menitikberatkan pada peran kedua, yaitu melihat qiyas sebagai metode penelitian hukum secara epistemologis-filosofis. Penulis juga menggunakan pendekatan historis, untuk menekankan pada proses pertumbuhan ide-ide. Dinamika teoretik Qiyas dapat diperhatikan pada modifikasi metode tersebut dalam sidang bahtsul masa’il NU, yang mengalami adaptasi dengan tradisi intelektual mereka yang mengedepankan pandangan ulama salaf dalam al-kutub al-mu’tabarah. Key word: qiyas, ilhaq al-masa’il bi naza’iriha, asl, far’, illat, hikmah.
HARMONISASI KELUARGA DALAM SYIIR SEKAR KEDATON: Persepektif Nalar Budaya Anas Khalid
Al Aqidah (Jurnal Studi Islam) Vol. 1 No. 2 (2019): Al Aqidah (Jurnal Studi Islam)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam AL Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berusaha mengungkap nilai-nilai yang tercakup dalam syiir Sekar Kedaton karya Syaikh Abu Muhammad Sholih al-Hajawi yang dikenal juga sebagai Kiai Sholih Klaling. Metode Kualitatif-Deskriptif akan diterapkan dengan pendekatan content analysis guna menyingkap segenap gagasan yang termaktub di dalamnya. Secara garis besar, Sekar Kedaton fi Ta’nisi Ahl al-Wathan, berisikan hukum dan etika keluarga Islam sebagaimana dalam kitab-kitab fiqh. Dengan merebaknya wacana emansipasi dan perspektif feminis, kajian hukum Islam kerap dituduh menguatkan budaya patriarchal. Untuk itu, artikel ini juga menggunakan pendekatan nalar budaya guna menghindari jumping of conclusion karena orintasi wacana kekinian. Keyword: Sekar Kedaton, harmonisasi, patriarki, emansipasi
DAKWAH KULTURAL: RELEVANSI SENI SEBAGAI MEDIA DAKWAH KEKINIAN Amir Khoiri
Al Aqidah (Jurnal Studi Islam) Vol. 2 No. 1 (2019): Al Aqidah (Jurnal Studi Islam)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam AL Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi dakwah di era kekinian dan di masa mendatang akan semakin berkembang dan kompleks, sebab permasalahan yang dihadapi oleh juru dakwah atau muballigh juga akan semakin berkembang dan meningkat komplesitasnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa berbagai perubahan dalam masyarakat, baik dalam pola pikir, sikap, maupun perilaku, sehingga strategi dakwah yang diterapkan harus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dan pertumbuhan masyarakat sebagai obyek dakwah. Dakwah Islamiyah punya kaitan simbiosis dengan seni, dimana makna dan nilai-nilai Islam dapat dipadukan. Namun dalam hal ini perlu adanya konsep dakwah yang strategis, dengan pengelolaan secara profesional yang mampu mengakomodasi segala permasalahan sosial. Ketika dihadapkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka seni dalam kaitannya dengan dakwah Islamiyah dihadapkan pada kenyataan bahwa seni dapat menjadi metode atau media dakwah, namun juga menjadi sasaran antara bagi dakwah Islamiyah itu sendiri. Akibatnya, relevansi seni sebagai media dakwah di era kekinian turut dipertanyakan pada tatanan ilmplementasi dan strategi. Sebagai media atau metode, seni mempunyai proyeksi yang mengarah pada pencapaian kesadaran kualitas keberagamaan Islam yang pada gilirannya mampu mernbentuk sikap dan perilaku Islami yang tidak menimbulkan gejolak sosial, tetapi justru makin memantapkan perkembangan sosial. Sedangkan sebagai sasaran, dakwah Islamiyah diarahkan pada pengisian makna dan nilai-nilai Islami yang integratif ke dalam segala jenis seni dan budaya yang akan dikembangkan. Keyword: Dakwah, Kulturan, Media, Seni
STUDI ETNOGRAFI HUKUM DALAM KAJIAN HUKUM ADAT DAN HUKUM KELUARGA Triana Apriyanita
Al Aqidah (Jurnal Studi Islam) Vol. 3 No. 1 (2022): Al Aqidah (Jurnal Studi Islam)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam AL Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum Adat dan Hukum Keluarga dalam Kajian studi Etnografi merupakan metode penelitian dalam pendekatan sosio-legal yang saat ini banyak dikaji, studi etnografi merupakan salah satu bentuk penelitian untuk menganalisis suatu kelompok sosial atau kebudayaan tertentu pada subjek yang diteliti. Studi metode penelitian etnografi lebih bersifat menggunakan pendekatan sosio-legal Teknik pengumpulan datanya pun dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipasi dan tradisi lisan. Berbagai pendekatan penelitian etnografi dipandang sebagai instrument untuk menuntut peneliti agar bertanggung jawab dengan model penelitian yang diambil maupun tujuan pendekatannya, jika dilihat dalam kajian hukum Adat dan Hukum Keluarga kajian etnografi ini sangat bervariatif dengan segala kebudayaan dan suku di Indonesia Keywords: Hukum Adat, Hukum Keluarga, Etnografi
Relasi Agama dan Masyarakat dalam Perspektif John Hick dan Gus Dur: Pluralisme Agama Nanda Khairiyah
Al Aqidah (Jurnal Studi Islam) Vol. 3 No. 1 (2022): Al Aqidah (Jurnal Studi Islam)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam AL Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discussions related to the views of religious pluralism often attract many parties, ranging from academics, officials as well as religious figures. This discussion often has biases in society which can often trigger social conflicts. This paper in the frame of academics tries to provide its treasures related to the views of 2 Pluralistic Religious figures with different religious backgrounds. Gus Dur or Abdurrahman Wahid is the 4th (four) President of Indonesia is not only a political figure but also a religious figure who often shares his scientific views regarding Pluralism. Gus Dur is a Muslim-Traditionalist representative who carries the idea of Pluralism in the midst of a heterogeneous Indonesian society. Likewise, John Hick was born into a Christian environment who at the beginning of his spiritual journey recognized religious exclusivity. John Hick had a profound spiritual experience while studying other religions including Islam, Buddhism and others. This paper hopefully can provide enlightenment regarding how people are able to understand the concept of Religious Pluralism through these 2 religious figures.
M.IP: indonesia Sugiyono ogie
Al Aqidah (Jurnal Studi Islam) Vol. 3 No. 1 (2022): Al Aqidah (Jurnal Studi Islam)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam AL Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama Islam hadir di tengah bangsa Arab yang sedang merosot etikanya. Islam datang dengan membawa misi utama perbaikan etika bangsa Arab yang telah jauh menyimpang dari peradaban manusia. Etika      merupakan satu nilai yang memiliki tujuan kebahagian dalam hidup. Bagi para pemikir politik Islam, politik terkait erat dengan etika. Al-quran menerangkan tentang etika dan moral sebagaimana terdapat dalam QS. Al-Imran, ayat: 159 dan menjelaskan prinsip dasar politik Islam yang tercantum dalam Q.S An – Nisa’ ayat 58 – 59. Secara konstekstual, keberadaan Islam akan dapat memberi arti bagi pertumbuhan bangsa, paling tidak bagi pemeluknya, atau dengan istilah rahmatan li al-alamin   Kata kunci: Etika, Politik Islam.
KONSEP STUDI ISLAM MENURUT MUHAMMAD NUR HAKIM DAN MUHAMMAD AMIN ABDULLAH Rasimin; Fatkhur Roji
Al Aqidah (Jurnal Studi Islam) Vol. 3 No. 2 (2023): Al Aqidah (Jurnal Studi Islam)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam AL Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Studi Islam tentu sudah banyak yang mengemukakan namun dalam konsep Studi Islam menurut Muhammad Nur Hakim dan Muhammad Amin Abdullah belum terdapat penelitian yang mengkomparatifkan keduanya, penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif diskriptif, yang memaparkan tentang konsep studi islam kedua tokoh, rumusan masalah penelitian ini menjawab bagaimana perbedaan dan persamaan konsep studi islam kedua tokoh, pengumpulan data pada artikel ini menggunakan dokumentasi, dan studi kepustkaan yang memaparkan kedua tokoh serta pendukungnya, dan hasil dari kajian analisis komparatif didapatkan bahwa kedua tokoh tersebut mempunyai persamaan dan perbedaan pada studi islam, persamaan itu terletak pada pada konsep agama sebagai pedoman dan bimbingan dan konsep studi islam untuk mempelajari sumber-sumber ajaran pokok dan menjadi pedoman oleh umat muslim, sedangkan perbedaan itu terletak pada wahyu dapat ditafsirkan serta perbedaan itu terletak pada studi islam sebagai interaksi sosial dan sebagai ketauhidan.
PEREMPUAN DAN PEREKONOMIAN KELUARGA DI MASA PANDEMI COVID-19 Anggita Vela
Al Aqidah (Jurnal Studi Islam) Vol. 3 No. 2 (2023): Al Aqidah (Jurnal Studi Islam)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam AL Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjalani kehidupan rumah tangga merupakan suatu sunnah yang dilaksanakan oleh seorang muslim. Salah satu tujuan dalam menjalani kehidupan rumah tangga adalah mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, yaitu keluarga yang tentram dan penuh kasih sayang. Untuk menuju kehidupan keluarga yang bahagia tersebut salah satunya adalah dengan terpenuhinya kebutuhan keluarga mulai dari pendidikan sampai dengan sandang, pangan dan papan. Pada dasarnya tugas perempuan dalam keluarga adalah berbakti kepada suami dengan melayaninya, menjaga anak-anaknya, membimbing dan mengajarinya dengan pendidikan yang baik, serta menjaga kehormatannya dan menjaga harta suaminya ketika suami masih bekerja atau keluar kota. Namun pada kenyataanya, saat ini perempuan tidak lagi menjadi perempuan yang lemah lembut yang mengerjakan segala pekerjaan rumah saja, tapi dapat menjadi perempuan dengan segala ketangguhannya untuk menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Dalam keluarga, tentu saja perempuan memiliki peran yang sangat dominan, tidak hanya mengurus keluarga dan aktivitas rumah tangga juga dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Hal itulah yang dilakukan agar tercapainya keluarga yang sejahtera di tengah-tengah pandemi covid-19 yang belum segera usai.
PERADABAN ISLAM WALI SONGO DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI NUSANTARA Ahmad Suudaisy; Siti Nabilah
Al Aqidah (Jurnal Studi Islam) Vol. 3 No. 2 (2023): Al Aqidah (Jurnal Studi Islam)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam AL Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedatangan Islam di Nusantara dibawa oleh para pedagang dan ulama-ulama, mereka datang dari Arab, Persia maupun India, penyebarannya adalah berada pada jalur-jalur dagang internasional pada saat itu. Pendidikan Islam dilakukan dalam bentuk khalaqah di rumah-rumah pedangang ataupun ulama maupun dengan tauladan. Walisongo dalam penyebaran Islam di Jawa sangat berhasil karena mampu mengislamisasikan wilayah Jawa. Lembaga pendidikan yang digunakan adalah pesantren. Keberhasilannya didukung oleh pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kultur masyarakat Jawa.
FLEKSIBILITAS MANAJEMEN NAZHIR DALAM PENGELOLAAN WAKAF PRODUKTIF DAPAT MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT Habib Muhajir Algadri
Al Aqidah (Jurnal Studi Islam) Vol. 3 No. 2 (2023): Al Aqidah (Jurnal Studi Islam)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam AL Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjelaskan Fleksibilitas Manajemen Nazhir dalam Pengelolaan Wakaf Produktif dapat Mensejahterakan Masyarakat. Data penelitian dikumpulkan melalui analisis dokumen dan wawancara. Sumber data meliputi Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Kanwil Kemenag DKI Jakarta, BWI Pusat dan Perwakilan DKI Jakarta, serta Asosiasi/Forum Nazhir DKI Jakarta. Analisis dokumen dilaksanakan melalui kajian terhadap Undang-Undang, peraturan pemerintah, buku pedoman/panduan, serta dokumen lain yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pemberdayaan nazhir telah dilaksanakan dengan tujuan dan sasaran untuk mengatasi masalah, didukung regulasi, serta sesuai kebutuhan; (2) Pemberdayaan nazhir telah didukung oleh sebagian sumber daya yang memadai meliputi strategi, metode, perencanaan, dan program yang tepat; struktur pembinaan yang lengkap, serta sarana dan prasarana, namun terdapat sumber daya yang belum memadai yaitu pembiayaan dan sumber dana serta rekrutmen; (3)  Proses pemberdayaan nazhir telah dilaksanakan melalui kegiatan sesuai rencana dan pola pembinaan yang ditetapkan, namun belum menjangkau semua sasaran; serta (4) Pemberdayaan nazhir belum mencapai hasil yang optimal dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja, memberikan manfaat terhadap pengembangan wakaf produktif, serta peningkatan kontribusi wakaf bagi kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan nazhir dilanjutkan dengan meningkatkan efisiensi proses pelaksanaan melalui pengembangan regulasi dan peraturan, membangun sinergi antar unsur pelaksana, pengembangan pelaksanaan program, peningkatan anggaran dan sumber dana, penataan sistem rekrutmen dan seleksi nazhir, serta peningkatan intensitas dan jangkauan program.