cover
Contact Name
Ria Muji Rahayu
Contact Email
riamujirahayu@gmail.com
Phone
+6285878731600
Journal Mail Official
riamujirahayu@gmail.com
Editorial Address
Jl. AH. Nasution, No. 243, Yosodadi, Metro Timur, Kota Metro, Lampung, Kode Pos 34381
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Wira Buana
ISSN : 25415387     EISSN : 27472795     DOI : https://doi.org/10.55919/jk.v14i7
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Wira Buana, dengan nomor terdaftar p-ISSN 2541-5387 (Cetak) dan e-ISSN 2747-2795 (Online), merupakan jurnal kesehatan yang memuat artikel hasil penelitian dan non penelitian dibidang kesehatan. Terbit dua kali setahun pada bulan April dan September.
Articles 117 Documents
GAMBARAN KEJADIAN ABORTUS INKOMPLIT DI RSUD JEND.AHMAD YANI KOTA METRO TAHUN 2019 Hidayati, Nurma; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan April 2020
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v7i4.59

Abstract

Abortus inkomplit merupakanperdarahan pada kehamilan muda dimana sebagian darihasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri melalui kanalis serviks yang tertinggal padadesidua atau plasenta. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012,memperoleh bahwa angka kematian ibu sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebabkematian ibu di indonesia tahun 2010 adalah hipertensi dalam kehamilan, komplikasipeurperium, abortus, kelainan amnion, partus lama dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kejadian Abortus Inkomplit diRSUD Jend.Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019 dengan mengunakan metode survey crosssectional yang bersifat deskriptif dengan melihat kembali data responden mengenaiparitas,riwayat kuretase, riwayat abortus, usia kehamilan dan jarak kehamilan di catatanrekam medik. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang mengalami abortusinkomplit yang berjumlah 45 kasus dan jumlah sampel 45 kasus dengan mengunakan tehniksampling/total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikanmasing-masing variabel dengan tabel distribusi frekuensi. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa dari 45 kasus tahun 2019 terdapatdistribusi frekuensi menurut paritas multipara merupakan kelompok paritas terbanyak denganpresentase 64,44%, distribusi frekuensi menurut ibu hamil yang tidak memiliki riwayatkuretase merupakan kelompok riwayat kuretase dengan presentase 82,2 %, distribusifrekuensi menurut ibu hamil yang tidak memiliki riwayat abortus merupakan riwayatabortusdengan presentase 82,2 %, distribusi frekuensi menurut usia kehamilan ≥ 8 minggumerupakankelompok usia kehamilan dengan presentase 91,1 %, distribusi frekuensi jarakkehamilan ≥ 2 tahun merupakan kelompok jarak kehamilan dengan presentase 66,7 %. Kesimpulan dari hasil penelitian diperoleh mayoritas adalah multipara, tidak adariwayat kuretase, tidak ada riwayat abortus, usia kehamilan ≥ 8 minggu dan jarak kehamilan ≥2 tahun. Disarankan bagi tempat penelitian RSUD Jend.Ahmad Yani penelitian ini diharapkanmenjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi RSUD Jend.Ahmad Yani Kota Metrokhususnya dalam meningkatkan pelayanan kepada ibu dengan abortus inkomplit.
GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB PERSALINAN PREMATUR PADA IBU BERSALIN DI RSB PERMATA HATI METRO TAHUN 2019 Rahayu, Ria Muji; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan April 2020
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v7i4.60

Abstract

Persalinan prematur adalah persalinan yang dimulai setiap saat setelah awal minggu gestasi ke-20 sampai akhir minggu gestasi ke-37.Berdasarkan data Pra Survey yang dilakukan pada bulanDesember 2019 di RSB Permata Hati Metro tercatat pada tahun 2016 angka kejadian persalinanprematur sebanyak 56 orang (2,4% ) dari 2340 kelahiran, tahun 2017 terdapat 160 orang (6%) dari2665 kelahiran, dan tahun 2019 mngalami peningkatan terdapt 176 orang ( 8,48 %).Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui gambaran faktor Penyebab Persalinan Prematur Pada Ibu Bersalin DiRSB Permata Hati Metro Tahun 2019.Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah ibu denganpersalinan Prematur. Objek penelitian ini adalah faktor penyebab persalinan prematur. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan prematur berjumlah 176 dan sampel penelitian inikeseluruhan dari populsi yang berjumlah 176. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dilihatdari rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengambilandata menggunakan Ceklish.Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi . Berdasarkan hasil penelitian pada 176 ibu bersalin yang mengalami persalinan prematur diRSB Permata Hati tahun 2019 berdasarkan faktor penyebab sebagian besar dengan usia 20-35 tahunberjumlah 136 ( 77,28%), paritas multigravida berjumlah 100 (56,82%), Pekerjaan ibu IRT sebanyak 153 ( 86,93%), tidak ada riwayat abortus sebanyak 150 ( 85, 23%) tidak ada riwayat preeklamsisebanyak 153 ( 86,93%) dan ketuban pecah dini berjumlah 90( 51,14%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor penyebab persalinan prematur sebagian besaradalah faktor pekerjaan seperti IRT, tidak ada riwayat preeklamsi, tidak ada riwayat abortus, usia ibu20-35 tahun, paritas multigravida dan riwayat ketuban pecah dini, sehingga disarankan untuk ibuhamil melakukkan kunjungan rutin untuk meriksakan kehamilannya minimal 4 kali selama hamil yangberguna untuk mendeteksi adanya kelainan persalinan khusunya pada persalinan prematur.
GAMBARAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS YOSOMULYO KOTA METRO TAHUN 2018 Susanti, Tri; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan September 2020
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v8i4.61

Abstract

Berdasarkan data pra survey Puskesmas Yosomulyo Metro angka kesakitan diare masihtinggi, pada tahun 2013 sebanyak 682 penderita diare pada balita, tahun 2014 sebanyak 704balita dan 538 pada tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaranfaktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare di Puskesmas Yosomulyo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah balita yangmengalami diare di Puskesmas Yosomulyo Metro, sedangkan objek penelitian ini adalahfaktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita. Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh balita yang menderita diare tahun 2018 sebanyak 513 dan sampel penelitian ini adalahseluruh balita yang sakit diare sebanyak 513 balita.instrumen penelitian ini yaitu denganmenggunakan ceklis, dan menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balitayaitu dengan hasil distribusi berdasarkan faktor balita mengalami diare berdasarkan umurpaling banyak yaitu usia 13-24 bulan sebanyak 260 (50,7%), sebagian besar status gizi baiksebanyak 389 (75,8%) dan sebagian besar pekerjaaan ibu adalah petani/ buruh sebanyak 223(43,5%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan Gambaran faktor-faktor yangmempengaruhi kejadian diare pada balita di Puskesmas Yosomulyo Metro pada tahun 2018adalah umur 12-24 bulan, status gizi yang baik, dan pekerjaan orang tua petani/buruh,sehingga disaran untuk para orang tua yaitu upaya orang tua dalam merawat dan menjagakebersihan dengan mencuci tangan sebelum makan dan minum, serta memperhatikan giziyang diberikan kepada balitanya sesuai dengan usia balita untuk mengurangi angka kejadian diare.
ARAKTERISTIK BALITA YANG MENGALAMI PNEUMONIA DI PUSKESMAS YOSOMULYO METRO PUSAT KOTA METRO TAHUN 2018 Susanti, Tri; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan April 2020
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v7i4.62

Abstract

Di Indonesia pneumonia menempati urutan terbesar penyebab kematian bayi danbalita serta berada pada daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit. ISPA di ProvinsiLampung dengan kejadian pada balita sebanyak 6.188 kasus. Kota Metro tahun 2014sebanyak 17.924 kasus dengan jumlah kasus 1.792 dengan jumlah penemuan pneumoniapada balita sebesar 76%. Berdasarkan register cakupan penemuan penderita pneumonia KotaMetro paling banyak terdapat di Puskesmas Yosomulyo sebesar 29,87%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik balita yang mengalamipneumonia di Puskesmas Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro tahun 2018.Metode penelitian deskriptif. Populasi adalah seluruh balita umur 1-5 tahun yang mengalamipneumonia di Puskesmas Yosomulyo Metro Pusat pada tahun 2018 yang berjumlah 89 balita,pengambilan sampel dengan tehnik total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa lembarchecklist dan dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian distribusifrekuensi karakteristik usia balita yang mengalami pneumonia terbanyak balita dengan usia13-24 bulan sebesar 45 balita (50,56%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 48 balita (53,93%),status gizi baik sebanyak 70 balita (78,65%), status gizi kurang sebanyak 15 balita (16,85%)status gizi lebih 2 balita (2,25%) dan status gizi buruk sebanyak 2 balita (2,25%). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian karakteristik balita yang mengalamipneumonia sebagian besar usia 13-24 bulan, jenis kelamin laki-laki dan status gizi baik,sehingga disarankan bagi ibu untuk memberikan makanan dengan gizi seimbang, menjagaaktivitas bermain anak agar terhindar dari penularan pneumonia
HUBUNGAN PARTUS LAMA DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD JENDRAL AHMAD YANI KOTA METRO TAHUN 2019 Redowati, Tusi Eka; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan April 2020
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v7i4.63

Abstract

Persalinan lama adalah persalinan yang lebih dari 24 jam, partus lama selalu memberi resiko atau penyulit, baik bagi ibu atau janin yang sedang dikandungnya. Berdasarkan hasilpra survey bahwa kejadian Angka kejadian partus lama di RSUD Jendral Ahmad Yani padatahun 2012 mencapai 111 (3,02%) dari jumlah persalinan 3673, tahun 2013 mencapai 207(5,35%) dari jumlah persalinan 3869, tahun 2014 mencapai 158 ( 11,72%) dari jumlahpersalinan 1347. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Partus LamaDengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro Tahun2019. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan waktu secara cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang berjumlah 1363 dan total totalsampel dalam penelitian ini adalah 309. Cara pengumpulan data dalam penelitian inimenggunakan data sekunder berupa rekam medik di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metrotahun 2019 yang memuat data tentang partus lama dan asfiksia pada bayi. Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara partus lamadengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019dengan nilai OR 12,058 (CI: 95%, 3,957-36,741) artinya ibu bersalin yang mengalami partuslama memiliki resiko untuk melahirkan bayi asfiksia sebesar 12,058 kali dibandingkan ibuyang tidak mengalami partus lama.Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini ibu bersalin yang mengalami partus lamamemiliki resiko 12,058 kali untuk melahirkan bayi asfiksia. maka setiap ibu hamil untukdapat meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya melakukan deteksi dini melaluipemeriksaan kehamilan secara rutin pada saat kehamilan sehingga jika terjadi komplikasikomplikasikehamilan dapat ditangani secara baik dan cepat.
KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGALAMI HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI KLINIK RAWAT INAP DAN BERSALIN PRIMA HUSADA BATANGHARI PADA TAHUN 2017-2019 Salindri, Yossinta; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan April 2020
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v7i4.64

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah berlebihan hingga mengganggu aktivitassehari-hari. Hiperemesis gravidarum terjadi pada 0,3-3% dari seluruh kehamilan. Hiperemesisgravidarum ditandai dengan gejala mual dan muntah persisten hingga menyebabkanpenurunan berat badan hingga lebih dari 5% berat badan sebelum hamil dan menggangguaktivitas sehari-hari. Sebagian besar ibu hamil 70-80% mengalami morning sickness dansebanyak 1-2% dari semua ibu hamil mengalami morning sickness yang ekstrem. (DirektoratKesehatan Ibu, 2010-2013). Berdasarkan data prasurvey yang diperoleh dari Klinik Rawat Inap dan Bersalin PrimaHusada Batanghari pada tahun 2017 angka kejadian ibu hamil yang mengalami hiperemesisgravidarum adalah sebanyak 10 kasus dan pada tahun 2018 angka kejadian ibu hamil yangmengalami hiperemesis gravidarum terdapat 14 kasus, pada tahun 2019 meningkat menjadi23 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu hamil yangmengalami hiperemesis gravidarm di Klinik Rawat Inap dan Bersalin Prima HusadaBatanghari pada tahun 2017-2019. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian deskripsi. Adapun yang menjadi populasidalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum diKlinik Rawat Inap dan Bersalin Prima Husada Batanghari pada tahun 2017-2019. yangberjumlah 47 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Caraukur dengan lembar ceklist dianalisa secara univariat dengan menggunakan ditribusifrekuensi. Hasil penelitian diperoleh hasil bahwa Karakteristik ibu hamil yang mengalami HEGdi Klinik Rawat Inap dan Bersalin Prima Husada Batanghari pada tahun 2017-2019 mayoritasadalah ibu multipara sebanyak 32 ibu (68,8%), Pekerjaan IRT sebanyak 40 ibu (85,11%) danusia mayoritas adalah usia 20 – 35 tahun sebanyak 43 orang (91,49%). Simpulan dari penelitian ini adalah karakteristik ibu hamil yang mengalami HEG diKlinik Rawat Inap dan Bersalin Prima Husada Batanghari pada tahun 2017-2019 adalah ibumultipara, Pekerjaan IRT dengan rentan usia 20 – 35 tahun.
KARAKTERISTIK IBU YANG MENGALAMI KEJADIAN INTRA UTERINE FETAL DEATH (IUFD) DI RUMAH SAKIT BERSALIN PERMATA HATI KOTA METRO Mariam, Erma; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan September 2020
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v8i4.67

Abstract

Sebanyak 7000 bayi baru lahir di dunia meninggal setiap harinya ,Indonesia185/hari,dengan SDKI 2017 AKN 15/1000 kelahiran hidup.hal ini jauh menurun dibandingkanhasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Neonatus(AKN) pada tahun 2012 sebesar 19 per 1.000 Kelahiran Hidup. Penyebab utama kematian tahun2016 adalah premature,komplikasi terkait persalinan (asfiksia), infeksi dan cacat lahir. IntraUterin Foetal Death (IUFD) adalah janin yang mati dalam rahim juga termasuk ke dalam masalahAKB yang merupakan indikator penting untuk menilai kesejahteraan suatu Negara. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif, populasi adalah seluruh ibu yang mengalamiIUFD di RSB Permata Hati Kota Metro yang berjumlah 73 ibu, pengambilan sampel denganteknik total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa lembar checklist dan di analisa secaraunivariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian distribusi frekuensi karakteristik ibu yang mengalami IUFD di RumahSakit Bersalin Permata Hati Kota Metro terbanyak dengan usia ibu 20-35 tahun sebesar 51(69,86%), paritas multipara 43 (58,90%), pekerjaan (IRT) 65 (89,04%), dan bedasarkan usiakehamilan preterm 53 (72,60%). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah karakteristik ibu yang mengalamiIUFD di Rumah Sakit Bersalin Permata Hati Kota Metro sebagian besar adalah usia ibu 20-35tahun, paritas multipara, pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT), dan dengan usia kehamilan preterm,sehingga dapat disarankan kepada ibu hamil untuk melalukan pemeriksaan ANC secara rutinselama masa kehamilan minimal 4 kali kunjungan. Untuk memantau kemajuan kehamilan dan memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin, mendeteksi dini adanya komplikasi yangmungkin terja selama kehamilan termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan danpembedahan.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RSUD DR. H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Hidayati, Nurma
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan September 2021
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v10i5.80

Abstract

Plasenta Previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim demikian rupa sehingga menutupi seluruh atau sebagian dari ostium uteri internum (Prawirohardjo, 2010:495). Berdasarkan hasil data pra survey di RSUD Dr. H. Abul Moeloek Bandar Lampung kejadian plasnta previa tahun 2012 terdapat 144 kasus (3,9%) dari 3.673 ibu bersalin, tahun 2013 yaitu 120 kasus (3,1%) dari 3.869 ibu bersalin dan tahun 2014 yaitu 48 kasus (3,6%) dari 1.347. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran faktor-faktor plasenta previa berdasarkan (paritas, jarak kehamilan, riwayat abortus, riwayat SC dan kehamilan kembar). Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriftif, populasi ibu bersalin yang mengalami plasenta previa di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2015 berjumlah 54 ibu bersalin dan sampel dengan teknik total sampling. Cara ukur yang digunakan dengan dokumentasi rekam medik dengan alat ukur berupa lembar ceklis dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian berdasarkan gambaran faktor resiko paritas sebagian besar pada multipara (2-5) 34 (63,0 %) ibu bersalin, jarak kehamilan < 2 tahun yaitu 28 (63,6%) ibu bersalin, riwayat abortus yaitu 30 (56,6%) ibu bersalin, tidak ada riwayat SC yaitu 37 (68,5%) ibu bersalin dan tidak hamil kembar yaitu 45 (83,3%) ibu bersalin. Kesimpulan dari hasil penelitian di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2015 ibu yang mengalami plasenta previa beradasarkan faktor paritas terbanyak yaitu multipara (2-5), faktor jarak kehamilan terbanyak yaitu jarak kehamilan <2 tahun, faktor riwayat abortus terbanyak yaitu ada riwayat abortus, faktor riwayat SC terbanyak yaitu tidak ada riwayat SC dan faktor hamil kembar terbanyak yaitu tidak hamil kembar. Oleh karena itu diharapkan bagi petugas kesehatan khususnya bidan untuk melakukan penatalaksanaan perdarahan antepartum karena plasenta previa agar diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu
PENGARUH PIJAT AROMA TERAPI TERHADAP NYERI PERSALINAN DI BPS ZAHRA PUTRI PRATAMA, SST Amrina
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan September 2022
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v12i6.93

Abstract

Background: Labor pain as an unpleasant feeling that is an individual response that accompanies in the process of labor due to changes in physiological function of the birth canal and uterus. Pain is felt very subjective and individual. Objective: To determine the effect of aromatherapy massage using lavender oil to labor pain during the first phase of activation in primigravida mother at midwife Private Practice Zahra Putri Pratama, SST, midwives Private Practice Sudilah, Amd.Keb Metro City 2018. Method: Quantitative research type, This research design is pre experiment with One Group Pre-test approach - Post-test Design. The population in this study is the total of pregnant women aterem in April at BPS Zahra and Sudilah as many as 30 pregnant women. The sample in this study amounted to 24 people. Sampling in this research by accidental sampling. Data collection using observation sheets. The analysis used t-test dependent test statistic. Known average labor pain before given with average score value of labor pain frequency 6.62 With Severe Pain. Known Average Pain of labor after being given with an average score score of the frequency of labor pain 3.62 With Moderate Pain. There was an effect of lavender aromatherapy massage on the active stage I labor phase with P-Value 0.000 value. It is expected that midwives can apply to every patient who will give birth so that the labor pain that the mother can feel is reduced by massage using lavender aromatherapy.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALUARAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) Rahayu, Ria Muji
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan September 2022
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v12i6.96

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is a major cause of infectious disease morbidity and mortality in the world. Nearly four million people die from ARI every year, 98% of which are caused by acute respiratory infections. The purpose of this study was to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of ARI in children under five at the Yosomulyo Public Health Center, Metro Central District, Metro City in 2022. Analytical research method with a cross sectional approach. The population of toddlers aged 7-60 months who visited the Yosomulyo Health Center in May-June amounted to 80 toddlers, taking the sample using accidental sampling technique. The measuring method used is by distributing questionnaires and observations with a measuring instrument in the form of a questionnaire sheet which is analyzed univariately with frequency distribution and bivariate with chi square test. The results of the study on the distribution of the incidence of ARI among toddlers were 43 toddlers (53.75%) and 37 people did not experience ARI (46.25%), most of them did not give exclusive breastfeeding as many as 41 toddlers (51.25%) and exclusive breastfeeding as many as 39 children under five (48.75%). There is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of ARI with a value of 2count of 7.155 and a value of 2table with dk = 1 of 3.841. The conclusion obtained from this study is the distribution of the incidence of ARI in under five children as many as 43 children (53.75%) and 41 infants not given exclusive breastfeeding (51.25%). There is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of ARI in toddlers, so it is recommended for health workers at the Yosomulyo Health Center to increase counseling efforts to mothers, especially related to the incidence of ARI and the importance of exclusive breastfeeding for the health of toddlers.

Page 10 of 12 | Total Record : 117