cover
Contact Name
Ria Muji Rahayu
Contact Email
riamujirahayu@gmail.com
Phone
+6285878731600
Journal Mail Official
riamujirahayu@gmail.com
Editorial Address
Jl. AH. Nasution, No. 243, Yosodadi, Metro Timur, Kota Metro, Lampung, Kode Pos 34381
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Wira Buana
ISSN : 25415387     EISSN : 27472795     DOI : https://doi.org/10.55919/jk.v14i7
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Wira Buana, dengan nomor terdaftar p-ISSN 2541-5387 (Cetak) dan e-ISSN 2747-2795 (Online), merupakan jurnal kesehatan yang memuat artikel hasil penelitian dan non penelitian dibidang kesehatan. Terbit dua kali setahun pada bulan April dan September.
Articles 117 Documents
HUBUNGAN PERUBAHAN PSIKOLOGI TERHADAPPREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI Liandani, Meri
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan April 2023
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v13i7.112

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) is a symptom felt by women 3-7 days before menstruation. If not noticed,it will have an impact on women's productivity and health. PMS causes symptoms not only physicallybut also psychologically. The WHO (World Health Organization) report explains that PMS symptomsare experienced in 65.7 of young women. Symptoms of PMS can be increased when the hormonalchanges in a woman happen, which changes level of estrogen hormone will affect the levels of serotoninin the body. It affect the psychological factors in women and some manifestation will be appear such asbehavioral changes, physical, and mood. The purpose of this study was to determine the relationshipbetween psychological changes to premenstrual syndrome in adolescent girls of SMK GaneshaSekampung. This type of research uses quantitative methods with a cross sectional approach. In thisstudy the number of samples was 60 samples using total sampling techniques. And Data collection usingquestionnaires.
GAMBARAN AKSEPTOR KB IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI PANAS KOTA BATAM TAHUN 2018 Ridmadhanti, Suci; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan September 2019
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v6i3.54

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Indonesia berkisar antara 2,15 % hingga 2,49 % per tahun. World health Organization (WHO) menyebutkan bahwa Keluarga Berencana (KB) adalahsuatu tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk mengatur jarak kehamilan dan menentukan jumlah anak, salah satunya dengan kontrasepsi IUD. Tujuan dari penelitian untukmengetahui gambaran ibu yang menggunakan kontrasepsi IUD. Subjek penelitian yaitu ibuakseptor KB IUD sedangkan objek penelitiannya adalah gambaran ibu. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Populasi pada penelitian iniadalah seluruh ibu yang menggunakan kontrasepsi IUD di wilayah Kerja Puskesmas SeiPanas Kota Batam Tahun 2018 yang berjumlah 173 akseptor. Sampel dihitung menggunakanrumus dengan hasil jumlah sampel 86 sampel yang diambil dengan teknik Non Randomsampling (sampling sistematis). Cara ukur yang digunakan dengan alat ukur berupa kuisionerdianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian bahwa distribusi frekuensi usia mayoritas ibu berusia 20-35 tahun yaitusebanyak 55 (63,9%), usia pertama ibu menikah usia>20 tahun yaitu sebanyak 60 (69,7%), paritas ibu multipara yaitu sebanyak 71 (82,6%). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah gambaran ibu yang menggunakankontrasepsi IUD adalah usia 20-35 tahun, usia pertama ibu menikah >20 tahun, paritasmultipara, sehingga disarankan untuk menggiatkan konseling kepada ibu tentang keunggulandari penggunaan kontrasepsi guna meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kontrasepsiagar tidak terjadi ledakan penduduk.
HUBUNGAN PARTUS LAMA DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD JENDRAL AHMAD YANI KOTA METRO TAHUN 2019 admin, admin; Redowati, Tusi Eka
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 4 (2020): Jurnal Kesehatan April 2020
Publisher : Unit Penelitian Akbid Wira Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan lama adalah persalinan yang lebih dari 24 jam, partus lama selalu memberi resiko atau penyulit, baik bagi ibu atau janin yang sedang dikandungnya. Berdasarkan hasil pra survey bahwa kejadian Angka kejadian partus lama di RSUD Jendral Ahmad Yani pada tahun 2012 mencapai 111 (3,02%) dari jumlah persalinan 3673, tahun 2013 mencapai 207 (5,35%) dari jumlah persalinan 3869, tahun 2014 mencapai 158 ( 11,72%) dari jumlah persalinan 1347. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Partus Lama Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan waktu secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang berjumlah 1363 dan total total sampel dalam penelitian ini adalah 309. Cara pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder berupa rekam medik di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro tahun 2019 yang memuat data tentang partus lama dan asfiksia pada bayi. Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara partus lama dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019 dengan nilai OR 12,058 (CI: 95%, 3,957-36,741) artinya ibu bersalin yang mengalami partus lama memiliki resiko untuk melahirkan bayi asfiksia sebesar 12,058 kali dibandingkan ibu yang tidak mengalami partus lama. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini ibu bersalin yang mengalami partus lama memiliki resiko 12,058 kali untuk melahirkan bayi asfiksia. maka setiap ibu hamil untuk dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin pada saat kehamilan sehingga jika terjadi komplikasikomplikasi kehamilan dapat ditangani secara baik dan cepat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ATONIA UTERI DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2018 admin, admin; Rahayu, Ria Muji; Gapmelezy, Ezzy
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan April 2019
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v5i3.43

Abstract

Atonia uteri adalah keadaan lemahnya tonus/ kontraksi rahim yang menyebabkanuterus tidak mampu menutup perdarahan terbuka dari tempat implantasi plasenta setelah bayidan plasenta lahir. Berdasarkan data yang diperoleh di RSUD Dr. H Abdul Moeloekdidapatkan kejadian atonia uteri dari tahun ke tahun angka kejadiannya fluktuatif yaitu padatahun 2014 terdapat 37 (2,41%) kasus dari 1.530 persalinan, meningkat menjadi 56 (3,9%)kasus tahun 2015 dari 1.435 persalinan dan menurun menjadi 39 (2,78%) kasus pada tahun2018 dari 1.401 persalinan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yangberhubungan dengan kejadian atonia uteri di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi LampungTahun 2018. Metode penelitian yaitu metode Analitik dengan pendekatan case control. Populasipada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Dr. H Abdul Moeloek ProvinsiLampung Tahun 2018, dan berdasarkan hasil perhitungan sampel minimal sebanyak 38 ibuyang mengalami atonia uteri sebagai sampel kasus dan sampel kontrol dengan perbandingan1:1, berarti jumlah total sampel 76 ibu bersalin. Cara ukur yang digunakan dokumentasirekam medik, alat ukur berupa lembar checklist dengan teknik pengambilan sampel simplerandom sampling kemudian dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariatdengan uji chi square. Hasil analisis univariat pada kelompok kasus menunjukkan paritas resiko tinggi 61%,kehamilan gemeli 11% dan induksi persalinan 16%, pada kelompok kontrol menunjukkanparitas resiko tinggi 45%, kehamilan gemeli 8% dan induksi persalinan 26%. Hasil uji chisquare dengan kejadian atonia uteri diperoleh paritas p value=0,251, kehamilan gemeli pvalue=1,000 dan induksi persalinan dengan p value=0,399. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara paritas,kehamilan gemeli dan induksi persalinan dengan kejadian atonia uteri sehingga disarankanuntuk ibu hamil melakukan ANC secara rutin untuk mendeteksi bahaya dan komplikasiselama kehamilan dan persalinannya.
HUBUNGAN USIA, PARITAS DAN KEHAMILAN GANDA DENGAN KEJADIAN BBLR DI RSUD ABDOEL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016 Oktaviani, Eka Titin; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan September 2017
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v2i1.19

Abstract

BBLR adalah neonatus dengan berat badan lahir pada saat kelahiran kurang dari 2500 gramtanpa memandang masa kehamilan. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR : Faktoribu (gizi saat hamil kurang, umur kurang dari 20 tahun/diatas 35 tahun, jarak kehamilan dan bersalinterlalu dekat, paritas, penyakit ibu), faktor kehamilan (hamil dengan hidramnion, perdarahanantepartum, komplikasi kehamilan meliputi preeklamsi/eklamsi dan ketuban pecah dini), faktor janin(cacat bawaan, infeksi dalam rahim). Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasipenelitian ini adalah jumlah seluruh ibu bersalin di RSUD Abdoel Moeloek Provinsi Lampung tahun2016 yang berjumlah 1401. Teknik dalam penelitian ini adalah Stratified Random Sampling. Datayang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari rekam medis sehinggaalat pengumpulan data yang digunakan berupa format pengumpulan data. Analisa data menggunakananalisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari 589 ibu bersalin di RSUD Abdoel Moeloek tahun2016 terdapat 161 (27,3%) ibu yang melahirkan bayi BBLR dan 428 (72,7%) ibu yang melahirkanbayi tidak BBLR. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bagi tempat penelitian diharapkan tetap menjadi RumahSakit pusat rujukan yang tetap mempertahankan kualitasnya dalam memberikan pelayanan kepadamasyarakat.
GAMBARAN FAKTOR RESIKO KANKER SERVIKS PADA IBU YANG MELAKUKAN TEST IVA DI PUSKESMAS GANJAR AGUNG KOTA METRO Susanti, Tri
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan September 2021
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v10i5.81

Abstract

Di Indonesia kanker serviks merupakan jenis kanker paling banyak menyerang wanita usia produktif. Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun. Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Metro 2014 cakupan deteksi dini kanker serviks menurut Kecamatan dan Puskesmas sebanyak 527 kasus. Cakupan deteksi dini kanker servik dengan IVA Test yaitu Ganjar Agung sebanyak 191 kasus (36,2%). Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran faktor resiko kanker serviks pada ibu yang melakukan test IVA di Puskesmas Ganjar Agung Kota Metro pada Tahun 2018. Penelitian ini bersifat deskriptif, subjek penelitian yaitu ibu yang melakukan pemeriksaan IVA test, objek penelitian adalah faktor ibu yang melakukan test IVA (usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, merokok, penggunaan kontrasepsi, riwayat kanker keluarga, dan usia pertama kali melakukan hubungan seks). Populasi sebanyak 68 responden, teknik total sampling, pengumpulan data menggunakan cheklis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ≥ 35 tahun yaitu 53 orang (78,0%), paritas <3 yaitu 36 orang (53,0%), ibu yang tidak bekerja 46 orang (67,7%), pendidikan ibu dengan tingkat pendidikan dasar 25 orang (36,8%), ibu tidak merokok 60 orang (88,2%), kontrasepsi hormonal 67 orang (98,6%), tidak memiliki riwayat kanker keluarga 59 orang (86,8%), usia ibu pertama kali melakukan hubungan seks ≥ 17 tahun yaitu 68 orang (88,2%). Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan faktor resiko umur yaitu ≥ 35 tahun, paritas yaitu < 3, pekerjaan yaitu ibu yang tidak bekerja, pendidikan tingkat pendidikan dasar, ibu yang tidak merokok, ibu dengan kontrasepsi hormonal, ibu yang tidak memiliki riwayat keluarga, usia ibu yang pertama kali melakukan hubungan seks ≥ 17. Oleh karena itu diharapkan bagi petugas kesehatan untuk melakukan promosi atau penyuluhan tentang test IVA serta pendekatan kepada seluruh ibu baik PUS maupun WUS yang mungkin memiliki faktor resiko terjadinya infeksi leher rahim
ANALISIS PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI YANG DIBERIKAN ASI EKSKLUSIF DAN TIDAK DIBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GANJAR AGUNG KECAMATAN METRO BARAT KOTA METRO TAHUN 2020 admin, admin; Khoiriyah, Hikmatul
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan September 2020
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v8i4.69

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang diperlukan untuk tumbuh kembangbayi. ASI Eksklusif adalah pemberian ASI pada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan tanpamakanan atau minuman lain. Berdasarkan data yang didapat proporsi pemberian ASIeksklusif Kota Metro tahun 2018 cakupannya hanya sebesar 62,3%. Tujuan penelitian iniadalah melakukan analisis terhadap peningkatan berat badan bayi yang diberikan ASIeksklusif dan non eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Ganjar Agung Kecamatan MetroBarat Kota Metro Tahun 2020". Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectiona. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh bayi yang berumur 6 bulan sampai dengan 12 bulan yang ada diPosyandu wilayah kerja Puskesmas Ganjar Agung bulan Januari 2020 yang berjumlah 87bayi, teknik pengambilan saampel adalah total sampling. Pengumpulan data menggunakanalat ukur berupa timbangan dan KMS. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian univariat menunjukkan Peningkatanberat badan bayi yang diberikanASI eksklusif dengan rata-rata: 4.305,56 gr, median: 4.300 gr, berat maksimal: 6.200 gr, beratminimal: 3.000 gr. Peningkatan berat badan bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif denganrata-rata: 4.768,63 gr, median: 4.800 gr, berat maksimal: 6.400 gr, berat minimal: 2.300 gr. Kesimpulan penelitian ini diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan peningkatan beratbadan bayi yang diberikan ASI eksklusif dan tidak diberikan ASI Eksklusif dengan nilai pvalue: 0,011 yang berarti ada perbedaan.
HUBUNGAN KEHAMILAN POSTTERM DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD ABDUL MOELOEK Lismiati, Lismiati
Jurnal Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Edisi April 2017
Publisher : Unit Penelitian Akbid Wira Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian asfiksia menurut WHO pada di dunia adalah 19% dan di Indonesia 33,6%. Setiap tahunnya 3,6 juta dari 120 juta (3%) bayi baru lahir mengalami asfiksia dan hampir satu juta bayi ini meninggal. Di Propinsi Lampung pada tahun 2009 angka kejadian asfiksia yaitu sebesar 34,19%. Asfiksia pada bayi baru lahir menyebabkan hipoksia, jika tidak mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat akan berakhir pada kematian bayi baru lahir. Berdasarkan hasil prasurvei di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung diperoleh data persalinan dengan kasus asfiksia sebanyak 406 (13,61%) dan kehamilan postterm 83 kasus (2,78%).Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara kehamilan postterm dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang berjumlah 2.982 ibu bersalin, dan sampel dihitung menggunakan rumus berjumlah 353 responden dengan tehnik pengambilan simple random sampling. Cara ukur dengan angket dengan alat ukur berupa lembar checklist dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi square. Hasil pengolahan data Terdapat hubungan antara kehamilan postterm dengan kejadian asfiksia dengan nilai x2 hitung sebesar 72,799 dan nilai x2 tabel dengan dk = 1 sebesar 3,841.
KARAKTERISTIK BAYI YANG MENGALAMI IKTERUS NEONATORIUM DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI BUNDA SUHARNI KOTA BOGOR TAHUN 2020 admin, admin; Mayunita, Abela
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 4 (2020): Jurnal Kesehatan September 2020
Publisher : Unit Penelitian Akbid Wira Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikterus adalah menguningnya seklera, kulit atau jaringan lain akibat penimbunan bilirubun dalam tubuh lebih dari 5 mg/dl dalam 24 jam. Kejadian bayi ikterus neonatorum di Bidan Praktik Klinik Bunda Suharni tahun 2019 terdapat riwayat bayi dengan ikterus sebanyak 26 bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi bayi yang mengalami ikterus neonatorum di Bidan Praktik Klinik Bunda Suharni tahun 2020. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang mengalami kejadian ikterus neonatorum di Bidan Praktik Mandiri Bunda Suharni tahun 2020 berjumlah 31 bayi dan menggunakan teknik total sampling. Variabel dalm penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu, usia gestasi, berat badan lahir dan jenis persalinan. Tehnik pengumpulan data berupa data primer yang diperoleh dari alat ukur berupa ceklist. Dan analisis univariat dengan distribusi frekuensi Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi berdasarkan pada usia gestasi mayoritas pada 37-42 minggu sebanyak 17 bayi (54,8%), berat lahir 2500-4000 gram sebanyak 15 bayi (48,3%) dan jenis persalinan normal sebanyak 19 bayi (61,2%). Kesimpulan dari penelitian menunjukan bahwa karakteristik bayi yang mengalami ikterus neonatorum mayoritas adalah dengan usia kehamilan 37-42 minggu, berat badan lahir 2500-4000 gram dan dengan jenis persalinan normal. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan upaya pengelolaan dan penanganan pada masalah kesehatan khususnya Ikterus Neonatorum, agar menurunkan resiko komplikasi terjadinya kern ikterus pada bayi tersebut. Kata Kunci : Karakteristik, Bayi, Ikterus Neonatorum
GAMBARAN KELAINAN JANIN DAN FAKTOR PREDISPOSISI PADA IBU BERSALIN YANG MENGALAMI PARTUS LAMA DI RSB PERMATA HATI METRO Mariam, Erma; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan September 2019
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v6i3.50

Abstract

Persalinan lama adalah persalinan yang berjalan lebih dari 24 jam untuk primigravidadan 18 jam untuk multigravida. Berdasarkan hasil pra survey yang dilakukan di RSB PermataHati Metro tahun 2015 diketahui bahwa pada tahun 2013 terdapat 179 kasus (7,6%), padatahun 2014 terdapat 365 kasus (13,7%), dan pada tahun 2015 terdapat 208 kasus (10,2%) ibuyang mengalami partus lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambarankelainan janin dan faktor predisposisi pada ibu bersalin yang mengalami partus lama diRumah Sakit Bersalin Permata Hati Metro.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif, subjekpenelitian yaitu ibu bersalin yang mengalami partus lama, objek penelitian ini adalah faktorkelainan janin dan faktor predisposisi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibubersalin yang mengalami partus lama yang berjumlah 208 orang, dan sampel penelitian inikeseluruhan dari populasi yang berjumlah 208 ibu bersalin. Data yang digunakan dalampenelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari rekam medis dengan menggunakanlembar ceklist. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat yaitudeskripsi ibu bersalin yang mengalami partus lama.Berdasarkan hasil penelitian tentang gambaran kelainan janin dan faktor predisposisi ibu bersalin yang mengalami partus lama di RSB Permata Hati Metro terdapat 175 orang(84,13%) ibu yang tidak mengalami kelainan letak, berdasarkan paritas bahwa ibu yangmengalami partus lama sebagian besar adalah primipara 112 orang (53,85%), dan berdasarkanketuban pecah dini terdapat 168 orang (80,77%) ibu yang tidak mengalami KPD.Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah gambaran kelainan janin dan faktorpredisposisi pada ibu bersalin yang mengalami partus lama di Rumah Sakit Bersalin PermataHati Metro sebagian besar adalah primipara, kelainan letak dan KPD bukanlah satu-satunyapenyebab partus lama. Oleh karena itu, disarankan kepada ibu hamil khususnya primi agardapat melakukan ANC secara rutin selama masa kehamilannya, agar dapat mendeteksi dinikomplikasi yang mungkin terjadi selama masa kehamilan dan persalinan.

Page 2 of 12 | Total Record : 117