cover
Contact Name
Ria Muji Rahayu
Contact Email
riamujirahayu@gmail.com
Phone
+6285878731600
Journal Mail Official
riamujirahayu@gmail.com
Editorial Address
Jl. AH. Nasution, No. 243, Yosodadi, Metro Timur, Kota Metro, Lampung, Kode Pos 34381
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Wira Buana
ISSN : 25415387     EISSN : 27472795     DOI : https://doi.org/10.55919/jk.v14i7
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Wira Buana, dengan nomor terdaftar p-ISSN 2541-5387 (Cetak) dan e-ISSN 2747-2795 (Online), merupakan jurnal kesehatan yang memuat artikel hasil penelitian dan non penelitian dibidang kesehatan. Terbit dua kali setahun pada bulan April dan September.
Articles 117 Documents
GAMBARAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU USIA LANJUT TENTANG PERUBAHAN FISIK SAAT MENOPAUSE DI POSYANDU LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARGOTOTO KECAMATAN METRO KIBANG TAHUN 2018 Rahayu, Ria Muji; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan September 2019
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v6i3.53

Abstract

Setiap wanita akan mengalami menopause dalam siklus kehidupannya. Perubahan yang mencolok dalam masa menopause terlihat pada perubahan fisik dan perubahan psikis.Sekitar 70-80% wanita Eropa, 60% di Amerika, 57% di Malaysia, 18% di Cinadan 10% diJepang dan Indonesia mengalami sindrom menopause. Wanita Indonesia yang memasukimasa menopause pada tahun 2002 sebanyak 7,4% dari populasi. Tujuan penelitian ini untukmengetahui tingkat pendidikan dan tingkat pengetahun ibu lanjut tentang perubahan fisik saatmenopause. Penelitian ini bersifat deskriptif peneliti menyajikan gambaran tingkat pendidikan dantingkat pengetahuan ibu usia lanjut tentang perubahan fisik saat menopause, sampel sebanyak93 ibu dan teknik pengambilan sampel total sampling, alat pengumpulan data yang digunakandalam penelitian ini berupa kuisoner dan lembar checklist dengan mengunakan data primer.Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan ibu usia lanjuttentang perubahan fisik saat menopause di posyandu lansia wilayah kerja PukesmasMargototo tingkat pendidikan terbanyak adalah dasar yaitu 65 ibu (69,6%) dan pada tingkatpengetahuan sebagian besar berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 69 ibu (74,2%). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu gambaran tingkat pendidikan dantingkat pengetahuan ibu usia lanjut tentang perubahan fisik saat menopause di posyandulansia wilayah kerja Puskesmas Margototo tahun 2018 berpendidikan dasar danberpengetahuan cukup. Diharapkan ibu untuk dapat lebih memahami tentang menopause dantanda gejala maupun keluhan perubahan fisik pada masa menopause dengan caraberkonsultasi dengan tenaga kesehatan serta mengikuti penyuluhan-penyuluhan dan dapatmenambah wawasan tentang menopause melalui media cetak atau media elektronik.
KARAKTERISTIK BALITA YANG MENGALAMI PNEUMONIA DI PUSKESMAS YOSOMULYO METRO PUSAT KOTA METRO TAHUN 2018 admin, admin; Susanti, Tri
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 4 (2020): Jurnal Kesehatan April 2020
Publisher : Unit Penelitian Akbid Wira Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia pneumonia menempati urutan terbesar penyebab kematian bayi dan balita serta berada pada daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit. ISPA di Provinsi Lampung dengan kejadian pada balita sebanyak 6.188 kasus. Kota Metro tahun 2014 sebanyak 17.924 kasus dengan jumlah kasus 1.792 dengan jumlah penemuan pneumonia pada balita sebesar 76%. Berdasarkan register cakupan penemuan penderita pneumonia Kota Metro paling banyak terdapat di Puskesmas Yosomulyo sebesar 29,87%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik balita yang mengalami pneumonia di Puskesmas Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro tahun 2018. Metode penelitian deskriptif. Populasi adalah seluruh balita umur 1-5 tahun yang mengalami pneumonia di Puskesmas Yosomulyo Metro Pusat pada tahun 2018 yang berjumlah 89 balita, pengambilan sampel dengan tehnik total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa lembar checklist dan dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian distribusi frekuensi karakteristik usia balita yang mengalami pneumonia terbanyak balita dengan usia 13-24 bulan sebesar 45 balita (50,56%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 48 balita (53,93%), status gizi baik sebanyak 70 balita (78,65%), status gizi kurang sebanyak 15 balita (16,85%) status gizi lebih 2 balita (2,25%) dan status gizi buruk sebanyak 2 balita (2,25%). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian karakteristik balita yang mengalami pneumonia sebagian besar usia 13-24 bulan, jenis kelamin laki-laki dan status gizi baik, sehingga disarankan bagi ibu untuk memberikan makanan dengan gizi seimbang, menjaga aktivitas bermain anak agar terhindar dari penularan pneumonia.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRA YANG MEROKOK TENTANG BAHAYA ROKOK DI SMK KP GAJAH MADA 01 METRO GANJAR AGUNG TAHUN 2017 Mariam, Erma; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan April 2019
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v5i3.42

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Metro, pada tahun 2012 terdapat 17,1% anak remaja yang merokok, pada tahun 2013 angka kejadian merokok pada remaja menurunmenjadi 7,45%, dan pada tahun 2014 terjadi kenaikan pada remaja yang merokok yaitumenjadi 10,49% (Dinkes Kota Metro, 2014). Hasil pra survey di SMK KP Gajah Mada 01Metro Ganjar Agung terdapat 4 siswa yang merokok pada kelas XII Otomotif 1 siswa denganpengetahuan baik, 2 siswa berpengetahuan cukup, dan 1 siswa berpengetahuan kurang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putra yangmerokok tentang bahaya rokok di SMK KP Gajah Mada 01 Metro Ganjar Agung. Metode penelitian Deskriftif. Populasi remaja putra yang merokok di SMK KP Gajah Mada 01 Metro Ganjar Agung yang berjumlah 152 orang, pengambilan sampel dengan tekniktotal sampling. Cara ukur yang digunakan dengan menyebar angket dan observasi dengan alatukur berupa lembar kuisioner yang dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian tingkat pengetahuan remaja putra yang merokok tentang bahaya rokokdi SMK KP Gajah Mada 01 Metro Ganjar Agung didapatkan hasil yaitu sebanyak 65responden (42,76%) berpengetahuan cukup, 51 responden (33,55%) berpengetahuan baik, 36responden (23,69%) berpengetahuan kurang. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan remaja putrayang merokok dengan hasil rata-rata berpengetahuan cukup sehingga diperlukan upaya untukmeningkatkan lagi pengetahuan remaja dengan cara memberikan penyuluhan kepada remajatentang bahaya rokok, dan kerjasama antara pihak sekolah dan tenaga kesehatan.
HUBUNGAN PARITAS DAN KEHAMILAN PREMATUR PADA IBU BERSALIN DENGAN LETAK LINTANG Susanti, Tri; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan April 2021
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v9i5.9

Abstract

Menurut WHO kematian ibu adalah kematian seorang wanita terjadi saat hamil, bersalin, atau 42 hari setelah persalinan dengan penyebab yang berhubungan langsung maupun tidak langsungterhadap persalinan. Hasil survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012 AKI mencapai 359kematian per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritasdan kehamilan prematur pada ibu bersalin dengan letak lintang di RSB Permata Hati Kota Metro tahun2018.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian analitik. Populasi pada penelitian iniadalah seluruh ibu yang bersalin di RSB Permata Hati Kota Metro tahun 2018 yang berjumlah 2076ibu bersalin dan sampel diambil dengan teknik Systematic Random Sampling yang berjumlah 400 ibubersalin. Dengan teknik pengambilan sempel menggunakan simple random sampling didapatkan hasilibu yang bersalin dengan tidak letak lintang sebanyak 372 (93%) dan ibu bersalin yang mengalamiletak lintang sebanyak 28 (7%). Cara ukur yang digunakan dengan dokumentasi rekam medik denganalat ukur berupa lembar cheklist yang dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi danbivariat dengan uji chi squere. Dari hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi paritas ibu bersalin yang paling banyakyaitu paritas multipara sebanya 202 (50,50%), distribusi frekuensi dari ibu bersalin yang mengalamikehamilan prematur sebanyak 44 (11%), dengan kejadian letak lintang sebanyak 28 (7%). Paritasdengan letak lintang dengan x2 hitung (2,83)< x2tabel (5,99) dan kehamilan prematur dengan letak lintangdengan x2 hitung (6,04)> x2tabel (3,841).Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kehamilan prematur dengan letak lintang sedangkan pada paritas tidak terdapat hubungan antara paritas denganletak lintang. Hal ini mungkin disebabkan terdapat faktor-faktor lain yang menyebabkan letak lintang.Namun untuk kehamilan prematur yang memiliki hubungan dengan letak lintang disarankan bagi ibuhamil untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin agar dapat dideteksi secara dini kelainan letakpada kehamilannya dan bisa mendapatkan penanganan secara dini.
KARAKTERISTIK IBU YANG MENGALAMI KANKER SERVIKS Redowati, Tusi Eka; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan April 2021
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v9i5.10

Abstract

Angka kejadian kanker serviks di indonesia saat ini masih menduduki angka tertinggi di bandingkan Negara-negara ASEAN lainnya, kanker serviks merupakan penyakit kanker perempuanyang mengakibatkan kematian terbanyak akibat penyakit kanker terutama di negara berkembangBerdasarkan penelitian kanker serviks yang di lakukan di RSUD dr. H. Abdul Moelok BandarLampung tahun 2020 kanker serviks di dapatkan berjumlah 83 kasus. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui karakteristik ibu yang mengalami kanker serviks tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalahseluruh ibu yang mengalami kanker servik di dr. H. RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun2020 dan Sampel dihitung menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 83 kasus, Alat ukuryang di gunakan dalam penelitian ini berupa ceklist kemudian di analisasi dengan distribusi danfrekuensi. Hasil penelitian bahwa distribusi frekuensi usia ibu yaitu <20 th 0 orang (0%) usia 20-35 th 11orang (13,25%) usia > 35 th 72 orang (86,75%) distribusi frekuensi pendidikan ibu pendidikan dasar74 orang (89,25) pendidikan menengah 8 orang (9,64%) pendidikan tinggi 1 orang (1,2%) distribusifrekuensi pekerjaan ibu dengan ibu tidak bekerja 52 orang (62,65%) ibu bekerja 31 orang ( 37,35%). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah karakteristik ibu yang mengalami kankerserviks yaitu umur >35 tahun 72 orang(86,75%). Pendidikan dasar berjumlah 74 orang (89,25%) danibu yang tidak berkerja berjumlah 52 orang(62,65%), upaya untuh mencegah kenker serviks harusterus di lakukan dengan meningkatkan program-program promosi kesehatan, melakukan pemeriksaaniva, deteksi dini tanda bahaya kanker serviks.
GAMBARAN FAKTOR IBU YANG MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI DESA SUKADANA ILIR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKADANA LAMPUNG TIMUR Khoiriyah, Hikmatul; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan April 2017
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v1i1.11

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama, utama dan terbaik bagi bayi yang bersifat alamiah. ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan danperkembangan bayi. Selain itu ASI juga mengandung zat kekebalan yang akan melindungi bayi dariberbagai penyakit infeksi bakteri, virus, parasit dan jamur. Cakupan ASI Ekslusif pada bayi 0-6 bulan di Provinsi Lampung tahun 2012 sebesar 29,24%,angka ini masih ada di bawah target yang diharapkan yaitu 80% (Profil Kesehatan Provinsi LampungTahun 2012). Cakupan bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif di Puskesmas Sukadana LampungTimur yaitu sebesar 13,1% (Profil Dinas Kesehatan Lampung Timur Tahun 2014). Tujuan penelitianini untuk mengetahui Gambaran Faktor Ibu yang Memberikan ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 6-12Bulan di Desa Sukadana Ilir Wilayah Kerja Puskesmas Sukadana Lampung Timur Tahun 2016.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yangmemberikan ASI Eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Desa Sukadana Ilir Wilayah Kerja PuskesmasSukadana yang berjumlah 42 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling.JenisPengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Alat ukur menggunakankuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat.Hasil penelitian dari 42 responden, pada analisis univariat diperoleh mayoritas distribusifrekuensi pendidikan ibu adalah pendidikan menengah yaitu sebanyak 25 responden (59,5%),pendapatan keluarga ≤UMK yaitu sebanyak 32 responden (76,2%) dan ibu sehat sebanyak 36responden (85,7%).Simpulan dari penelitian ini adalah ibu yang memberikan ASI Eksklusif pada bayi usia 6-12bulan di Desa Sukadana Ilir Wilayah Kerja Puskesmas Sukadana Tahun 2016 adalah mayoritas ibuyang berpendidikan menengah,memiliki pendapatan keluarga ≤UMK dan ibu sehat. Petugas kesehatandapat meningkatkan KIE kepada ibu menyusui tentang manfaat ASI Eksklusif dan keluarga dapatmendukung ibu untuk memberikan ASI Eksklusif pada bayi.
HUBUNGAN KEHAMILAN POSTTERM DENGAN KEJADI AN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD ABDUL MOELOEK Lismiati; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan April 2017
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v1i1.12

Abstract

Angka kejadian asfiksia menurut WHO pada di dunia adalah 19% dan di Indonesia 33,6%. Setiap tahunnya 3,6 juta dari 120 juta (3%) bayi baru lahir mengalami asfiksia dan hampir satu jutabayi ini meninggal. Di Propinsi Lampung pada tahun 2009 angka kejadian asfiksia yaitu sebesar34,19%. Asfiksia pada bayi baru lahir menyebabkan hipoksia, jika tidak mendapatkan penanganansecara cepat dan tepat akan berakhir pada kematian bayi baru lahir. Berdasarkan hasil prasurvei diRSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung diperoleh data persalinan dengan kasus asfiksia sebanyak406 (13,61%) dan kehamilan postterm 83 kasus (2,78%).Tujuan dari penelitian untuk mengetahuihubungan antara kehamilan postterm dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD AbdulMoeloek Provinsi Lampung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analitik. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang berjumlah2.982 ibu bersalin, dan sampel dihitung menggunakan rumus berjumlah 353 responden dengan tehnikpengambilan simple random sampling. Cara ukur dengan angket dengan alat ukur berupa lembar checklistdianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi square. Hasil pengolahan data Terdapat hubungan antara kehamilan postterm dengan kejadian asfiksia dengan nilai  sebesar 72,799 dan nilai 2 tabel dengan dk = 1 sebesar 3,841.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS BUMI EMAS KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2016 Sudasiyah; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan April 2017
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v1i1.13

Abstract

Anemia adalah masalah global yang sangat serius. Anemia mempengaruhi 50% ibu hamil didunia. Hal ini meningkatkan resiko kematian selama kehamilan dan persalinan.Salah satu upaya untukmenanggulangi hal ini adalah dengan pelayanan antenatal minimal 4 kali selama kehamilan. DiKabupaten Lampung Timur Cakupan K1 91,3%, K4 88,8%, Fe 3 80,09% dan prevalensi anemia 64%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia padaibu hamil trimester III di PuskesmasBumiEmas Lampung Timur tahun 2013. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasipenelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Bumi EmasKabupaten Lampung Timur sebanyak 93 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik totalsampling. Teknik pengambilan data menggunakan angket berupa kuisioner untuk mengukur variabelpengetahuan, sikap dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe. Untuk data umur, paritas dan jarakkehamilan digunakan angket berupa ceklist. Untuk mengukur anemia menggunakan alat ukur Hbdigital. Analisis data menggunakan analisis univariate, bivariate dan multivariate dangan regresilogistik ganda. Hasil analisis univariat 80,6% ibu hamil mengalami anemia, 77,4% berusia tidak beresiko,75,3% paritas tidak beresiko, 53,8% jarak kelahiran tidak beresiko, 54,8% pengetahuan kurang, 69,9%sikap negatif, 54,8% tidak patuh mengkonsumsi Fe. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antarausia ibu (p value = 0.010 dan OR 1,33), paritas (p value = 0,037 dan OR 7,057), jarak kehamilan( pvalue = 0,004 dan OR 10,400) dan kepatuhan mengkonsumsi Fe (p value = 0.005 dan OR5,875)dengankejadian anemia. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan anemia adalah sikap(OR 7,925). Saran dalam penelitian ini adalah perlunya dilakukan upaya untuk meningkatkanpengetahuan ibu tentang anemia dan konsumsi tablet Fe serta melibatkan keluarga dan suami untukmenjadi pengawas minum obat Fe
PERBEDAAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP PEMERIKSAAN SADARI PADA SISWI KELAS XI DI SMA MUHAMMADIYAH 1 METRO Syafitri, Nuriza; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan April 2017
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v1i1.14

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh wanita dan sulit disembuhkanjika ditemukan pada stadium lanjut. Upaya yang bisa dilakukan untuk deteksi dini kanker payudaraadalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Namun, para wanita memiliki tingkatpengetahuan dan pemahaman yang rendah tentang kanker payudara dan cara deteksinya. Wanita perludiberikan informasi mengenai kanker payudara dan cara deteksinya yaitu SADARI sejak usia remaja.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan pemeriksaan SADARI sebelum dan sesudahmenggunakan metode demonstrasi di SMA Muhammadiyah 1 Metro. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimental dengan . Populasi adalah semuasiswi di SMA Muhammadiyah 1 Metro yang berjumlah 87 siswi. Sampel diambil sebanyak 32 orangdengan teknik cluster. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan alat bantu ceklish. Data diambil secara bivariat dengan rumus t-test dependent Hasil penelitian ini rata-rata kSeterampilan siswi dalam melakukan SADARI di SMAMuhammadiyah 1 Metro sebelum dilakukan demonstrasi (pretest) adalah sebesar 46,59 denganstandar deviasi 10,140, sedangkan rata-rata keterampilan siswi dalam melakukan SADARI di SMAMuhammadiyah 1 Metro sesudah demonstrasi (posttest) adalah sebesar 67,09 dengan standar deviasi10,726. Uji statistik yang digunakan untuk menguji 2 sampel dari kelompok yang sama adalah Uji ttes dependent. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada perbedaan ketrampilan siswi dalammelakukan pemeriksan SADARI dengan t hitung sebesar -9.106 (p value = 0,000). Kesimpulan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan melaluimetode demonstrasi tentang ketrampilan praktik SADARI berpengaruh terhadap ketrampilan praktikSADARI di SMA Muhammadiyah 1 Metro, saran dalam penelitian ini yaitu wanita di harapkan dapatmelakukan SADARI sehingga dapat meningkatan program kesehatan tentang deteksi dini kankerpayudara.
ANALISIS HUBUNGAN ANEMIA PADA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD JENDERAL AHMAD YANI Primasari, Sefria Indah; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan April 2017
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v1i1.15

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa setiap tahun diperkirakan neonatusyang lahir sekitar 20 juta adalah berat badan lahir rendah (BBLR). Penyebab terjadinya BBLR terdiridari faktor ibu, janin dan plasenta, serta faktor lingkungan. Faktor predisposisi yang dapatmenyebabkan BBLR adalah anemia selama kehamilan.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik dan desain studi kasuscontrol. Populasi adalah seluruh ibu bersalin . Teknik sampel menggunakan sistematik randomsampling dengan sampel kasus 81 ibu postpartum dengan BBLR dan sampel control 81 ibupostpartum dengan bayi baru lahir normal. Analisa bivariat menggunakan uji chi square dan analisamultivariat menggunakan uji regresi holistik.Variabel yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah anemia, kehamilan prematur danpreeklamsi. Ibu hamil dengan anemia kemungkinan berisiko 35,570 kali lebih besar untuk melahirkanbayi BBLR dibandingkan ibu hamil yang tidak pre eklamsi setelah dikontrol variabel usia dan preeklamsi. Saran pada ibu hamil dengan upaya rutin melakukan pemeriksaan kehamilan dengankelengkapan pelayanan sesuai standar Antenatal Care (ANC).

Page 7 of 12 | Total Record : 117