cover
Contact Name
Jusuf Haurissa
Contact Email
jhaurissa65@gmail.com
Phone
+6281334283132
Journal Mail Official
jhaurissa65@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sentani Padang Kampus USTJ Rektorat Lantai 2 Rektorat Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Dinamis
ISSN : 16933605     EISSN : 27220109     DOI : 10.58839
Jurnal DINAMIS merupakan jurnal ilmiah yang pertama kali diterbitkan oleh Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ini sebagai media penyebarluasan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi rumpun ilmu teknik sipil dan perencanaan, teknologi industri dan kebumian, informasi, kesehatan dan lingkungan, ekonomi, sastra, sosial dan politik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 241 Documents
THE EFFECT OF COOLING MEDIA VARIATIONS AND CYLINDER LINER POSITION ON THE HEAT BALANCE EFFICIENCY OF THE L-300 DIESEL ENGINE Wambrauw, Karlos; Haurissa, Jusuf
DINAMIS Vol 21 No 1. Juli (2024): Jurnal Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v21i1.1428

Abstract

This study aims to measure the heat balance in the L300 diesel engine using different radiator coolant media and to examine the impact of changing the cylinder liner position. The method used is laboratory experimentation, including data collection and analysis. The variables studied include independent variables such as radiator temperature, dependent variables being the heat balance, and controlled variables such as engine speed, which is maintained at 1500 rpm. The testing was carried out for each cooling medium. The materials used for testing consist of three types of cooling media: radiator coolant, refillable water, and AC water, along with one L300 - 4D56 diesel engine unit. The results show that at 1500 rpm engine speed, the specific fuel consumption for the engine with the reversed cylinder liner reached 2.863 kg/HP.hour. The heat balance comprises Qf = 100%, Qe = 20%, Qef = 11%, Qcool = 29%, Qm = 20%, and Qi = 20%. Meanwhile, for the engine with the standard cylinder liner position, the specific fuel consumption was 2.0832 kg/HP.hour, with the heat balance composition of Qf = 100%, Qe = 30%, Qef = 14%, Qcool = 20%, Qm = 15%, and Qi = 21%. The heat balance percentage difference between the two engine configurations is 7%. Based on these results, the engine with the reversed cylinder liner position is still considered feasible and efficient for use.
ANALISIS KONDISI PERMUKAAN JALAN PADA RUAS JALAN (Studi Kasus Jl. Hang Tuah – Jl. Mayjend D.I Panjaitan) joice, hanum; Manullang, Joisce Oktavia; Hadi, Suprapto Oktavia
DINAMIS Vol 22 No 1.Juli (2025): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v22i1.Juli.1493

Abstract

Sepanjang Jl. Hang Tuah – Jl. Mayjend D.I Panjairan ialah salah satu jalur yang memiliki lokasi dekat dengan pantura di Kota Tegal. Jalan ini memiliki panjang 1,4 kilometer (Km) dengan dipenuhi dengan pertokoan disepanjang ruas jalan. Jalan Hangtuah - Mayjen D.I. Panjaitan, seperti banyak ruas jalan lainnya, rentan terhadap kerusakan. Studi ini bertujuan untuk meneliti keterkaitan antara kepadatan lalu lintas dengan keadaan permukaan jalan di ruas Jalan Hang Tuah - Jalan Mayjen D.I. Panjaitan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode bina marga, yang menekankan pada pengamatan langsung kondisi fisik jalan dan pengumpulan data lalu lintas secara empiris. Penelitian ini penting karena kondisi permukaan jalan yang buruk dapat berdampak signifikan terhadap keselamatan pengguna jalan, efisiensi lalu lintas, dan biaya perawatan infrastruktur. Dengan memahami keterkaitan ini, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi perbaikan dan pemeliharaan jalan yang lebih ekonomis. Ruas jalan yang dipilih sebagai studi kasus, Jalan Hang Tuah - Jalan Mayjen D.I. Panjaitan, dipilih karena mewakili karakteristik jalan perkotaan yang padat lalu lintas dan rentan terhadap kerusakan permukaan jalan.
DAMPAK PERUBAHAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN DI DISTRIK MUARA TAMI KOTA JAYAPURA Alfons, Alfred Benjamin; Delaplata, Carolin Miranda; Musfira, Musfira
DINAMIS Vol 22 No 1.Juli (2025): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v22i1.Juli.1498

Abstract

Distrik Muara Tami merupakan wilayah strategis di Kota Jayapura yang mengalami pertumbuhan pesat dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur. Namun, perubahan karakteristik lingkungan fisik akibat alih fungsi lahan dan minimnya sistem pengelolaan lingkungan telah memicu penurunan kualitas sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan penggunaan lahan terhadap kualitas air, udara, dan lahan di Distrik Muara Tami. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial dan evaluasi data sekunder. Data utama berasal dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Jayapura tahun 2021 hingga 2023, serta interpretasi Citra Satelit Landsat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kualitas Air (IKA) menurun dari 53,33 pada tahun 2021 menjadi 49,00 pada tahun 2023, yang mengindikasikan meningkatnya beban pencemar dari aktivitas domestik dan konversi lahan. Sementara itu, Indeks Kualitas Udara (IKU) mengalami peningkatan dari 88,61 menjadi 93,32. Namun, kondisi lokal masih menunjukkan potensi pencemaran akibat praktik pembakaran sampah yang dilakukan oleh masyarakat. Di sisi lain, nilai Indeks Kualitas Lahan (IKL) menurun dari 90,02 menjadi 88,03, yang disebabkan oleh berkurangnya tutupan vegetasi akibat konversi lahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa degradasi lingkungan di Distrik Muara Tami terjadi secara sistemik dan memerlukan kebijakan mitigasi berbasis data spasial dan partisipatif. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan strategi pengelolaan yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak untuk menjaga kualitas sumber daya alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PERENCANAAN KANTOR DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN JAYAPURA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR REGIONALISME Utomo, Sugito; Nurmaningtyas, Anggia Riani; Wally, Zet
DINAMIS Vol 22 No 1.Juli (2025): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v22i1.Juli.1539

Abstract

Karakter budaya suatu daerah perlu dilestarikan sebagai upaya menjaga eksistensinya di tengah gempuran modernitas dan perkembangan jaman yang sangat cepat berubah. Dan efisien. Perencaanaan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jayapura diharapkan dapat memberikan karakter dan identitas yang kuat dan menjadi cerminan budaya setempat, sekaligus menimbulkan wibawa dan representasi dari lembaga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakter desain yang berasaskan Arsitektur Regionalisme yang sesuai dengan lingkungan sekitarnya dengan karakter modern tanpa meninggalkan unsur lokal,. Metode yang dilakukan dalam pendekatannya dengan melakukan Studi interprestasi kondisi,konteks lokal, dan integrasinya, inovasi teknologi, pendekatan desain dan aplikasinya. Secara Spesifik perancangan bangunan ini perlu memperhatikan budaya, iklim tropis yang diwujudkan dalam respon bangunan terhadap bentuk bangunan, material, susunan ruang dan lain-lain .Aplikasi desain diaplikasi pada bentuk, pola ruang, bentuk atap, fasad dan struktur.
EKSPLORASI PENGGUNAAN TANAMAN SEBAGAI OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT DI DISTRIK EBUNGFAUW, KABUPATEN JAYAPURA Litaay, Gabriela Welma; Imba, Farhan; Pitasari, Nawang Wulan Nago; Setyawan, Ferdinta Daniasta; Risna, Risna
DINAMIS Vol 22 No 1.Juli (2025): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v22i1.Juli.1542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi pemanfaatan tumbuhan obat di Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Eksplorasi dilakukan terhadap jenis-jenis tumbuhan obat dan bagian yang dimanfaatkan dalam menyembuhkan dan mencegah penyakit di masyarakat Distrik Ebungfauw. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik observasi melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria. Penentuan responden dilakukan dengan metode purposive sampling pada tiga kampung di Distrik Ebungfauw yaitu Kampung Ebungfa, Kamayakha dan Babrongko. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat 36 jenis tumbuhan obat yang berasal dari 22 famili yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional dengan cara dimakan langsung, ditumbuk, diseduh, direndam dan direbus. Pengolahan tanaman obat yang paling banyak dilakukan adalah dengan direbus. Tanaman obat yang dimanfaatkan umumnya memiliki manfaat untuk mencegah dan mengobati beberapa penyakit. Terdapat 37 jenis penyakit dan 12 kelompok penyakit yang dapat disembuhkan dengan pemanfaatan tumbuhan obat di Distrik Ebungfauw. Kelompok penyakit yang paling banyak disembuhkan menggunakan tanaman obat adalah kelompok penyakit saluran pernafasan yaitu flu. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan adalah: akar, batang, kulit batang, daun, bunga, buah, kulit buah, biji, dan umbi. Bagian tumbuhan yang banyak digunakan adalah bagian daun.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE DEEP LEARNING DALAM PREDIKSI PENGGUNAAN SKINCARE Aprilia, Tresi
DINAMIS Vol 22 No 1.Juli (2025): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v22i1.Juli.1544

Abstract

Pada penelitian ini pemilihan produk skincare yang tidak sesuai dengan jenis kulit masih menjadi tantangan bagi banyak pengguna. Kesalahan dalam memilih produk dapat menyebabkan iritasi, breakout, dan dampak negatif lainnya terhadap kulit. Di tengah tren personalisasi dan teknologi, pendekatan berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi solusi potensial dalam memberikan rekomendasi skincare yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan individu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode deep learning, yaitu Convolutional Neural Network (CNN) dan Multilayer Perceptron (MLP), dalam memprediksi kecocokan produk skincare berdasarkan data visual dan non-visual. CNN digunakan untuk menganalisis citra wajah pengguna sebelum dan sesudah pemakaian skincare, sedangkan MLP digunakan untuk mengolah data ulasan pengguna, rating, dan metadata jenis kulit. Metodologi penelitian ini melibatkan pengumpulan dataset dari situs DermNet yang terdiri dari 1.000 gambar wajah dan 1.000 ulasan pengguna. Proses pelatihan model dilakukan menggunakan platform Google Colab dengan library Keras dan Scikit-learn. Data citra diproses menggunakan teknik augmentasi untuk meningkatkan generalisasi model CNN, sementara data teks melalui preprocessing seperti tokenisasi dan normalisasi sebelum dimasukkan ke dalam model MLP. Evaluasi kinerja dilakukan menggunakan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN memiliki performa lebih unggul dibandingkan MLP dengan akurasi sebesar 91.2% dan F1-score 91.4%. Sementara itu, MLP menghasilkan akurasi 86.5% dan F1-score 86.4%. Temuan ini menunjukkan bahwa CNN lebih efektif dalam klasifikasi berbasis citra, sedangkan MLP tetap relevan untuk data tekstual. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan sistem rekomendasi skincare berbasis AI yang lebih akurat dan adaptif.
BRIKET RAMAH LINGKUNGAN DARI BATANG PINANG: PENGARUH TEKANAN HIDROLIK TERHADAP KECEPATAN PEMBAKARAN Waine, Jefri; Haurissa, Jusuf; Mini, Mathina
DINAMIS Vol 22 No 2.Desember (2025): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v22i2.Desember.1551

Abstract

This study aims to analyze the effect of hydraulic pressure variation on the thermal characteristics of briquettes made from areca palm stem waste (Areca catechu), particularly in terms of material density, heat conduction rate, and calorific value. The briquettes were molded in a box shape using pressures of 60, 80, and 100 kg/cm². The test results show that increasing the pressing pressure is directly proportional to the increase in the heat conduction rate (q), which were 0.2635 W, 0.2772 W, and 0.2867 W, respectively. In parallel, the calorific value also increased from 5124 kcal/kg to 5245 kcal/kg. This is due to increased density and reduced porosity of the material under high pressure, which strengthens interparticle bonding and enhances heat transfer paths. The analysis indicates a trend of diminishing thermal performance gains at the highest pressure level, suggesting a saturation point in material compaction. The study concludes that a pressing pressure of 100 kg/cm² yields optimal thermal results and improves the combustion quality and energy efficiency of areca palm briquettes. These findings contribute to the utilization of local biomass as an environmentally friendly and sustainable alternative energy source.
SISTEM PEMBERIAN PAKAN IKAN OTOMATIS BERBASIS INTERNET OF THINGS Pieter, Marla Sheilamita Shalin; Siguntu, Nuur Ilham; Manullang, Evanita Veronica
DINAMIS Vol 22 No 2.Desember (2025): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v22i2.Desember.1571

Abstract

Pemeliharaan ikan hias di akuarium sering terkendala oleh ketidakteraturan jadwal pemberian pakan, terutama ketika pemilik beraktivitas di luar rumah dalam waktu lama, yang dapat berdampak pada kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pemberian pakan ikan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan ESP32-CAM sebagai pusat kendali, yang terintegrasi dengan website untuk penjadwalan pakan dan chatbot Telegram untuk notifikasi serta pemantauan. Metode penelitian meliputi pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur; perancangan sistem menggunakan arsitektur komunikasi dan flowchart; implementasi perangkat keras (motor servo dan sensor ultrasonik) serta perangkat lunak (website–Firebase dan bot Telegram); kemudian pengujian fungsional menggunakan black-box testing. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mengeksekusi jadwal pemberian pakan secara otomatis; pada 8 kali uji penjadwalan, motor servo mulai bekerja dengan selisih 7–48 detik dari waktu jadwal, sementara notifikasi “pakan sudah diberikan” terkirim pada rentang 18–60 detik setelah waktu jadwal. Dosis pakan yang dikeluarkan servo berada pada kisaran 12–17 butir per putaran 90°, sehingga total pakan per satu siklus penjadwalan berada pada kisaran 27-31 butir. Sistem juga mendeteksi kondisi pakan menipis; notifikasi peringatan muncul ketika sisa pakan <30% dengan delay 5–29 detik. Fitur pemantauan akuarium melalui ESP32-CAM berhasil mengirim video dengan delay 32 73 detik dan durasi video 11–25 detik. Secara keseluruhan, sistem lebih efisien dibanding pemberian pakan manual karena mendukung pemberian pakan terjadwal, notifikasi otomatis, dan pemantauan jarak jauh bagi pemilik akuarium.
DINAMIKA SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT YAHUKIMO DALAM SEKTOR INFORMAL PERKOTAAN: STUDI KASUS KOTA JAYAPURA Yanthy, Normalia Ode; Weya, Kalemon; Musfira, Musfira
DINAMIS Vol 22 No 2.Desember (2025): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v22i2.Desember.1579

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika sosial ekonomi masyarakat Yahukimo yang bekerja dalam sektor informal Kota Jayapura, dengan fokus pada karakteristik demografis, pola usaha, persebaran spasial, serta tantangan dan modal sosial yang membentuk strategi bertahan hidup mereka. Migrasi masyarakat Yahukimo menuju Jayapura dipahami sebagai respons terhadap ketimpangan wilayah, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya peluang ekonomi di daerah asal. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas pelaku usaha berada pada usia produktif (20-40 tahun), berpendidikan dasar (70%), serta telah bermukim lebih dari enam tahun, menandakan migrasi permanen dan pembentukan jaringan sosial yang stabil. Sektor informal menjadi arena adaptasi utama bagi masyarakat Yahukimo akibat rendahnya akses terhadap pekerjaan formal. Sebanyak 40% responden bekerja sebagai pedagang kaki lima dan 30% sebagai penjual makanan, dengan persebaran usaha terkonsentrasi di pasar tradisional (45%) dan pinggir jalan (35%). Aktivitas ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber penghidupan, tetapi juga sebagai ruang negosiasi identitas dan pembentukan micro-territories berbasis etnis dalam struktur ruang Kota Jayapura. Perempuan Yahukimo memainkan peran signifikan dalam ekonomi subsisten urban melalui perdagangan makanan dan kerajinan (termasuk noken), sehingga berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi rumah tangga sekaligus pelestarian budaya. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa modal sosial Yahukimo, terutama melalui jaringan kekerabatan, solidaritas etnis, dan pinjaman keluarga menjadi mekanisme penting dalam mempertahankan usaha, mengingat 55% modal awal berasal dari tabungan pribadi dan 25% dari jaringan internal. Tantangan struktural meliputi keterbatasan modal (40%), persaingan tinggi (30%), minimnya fasilitas (20%), dan tekanan regulasi (10%). Kondisi ini menegaskan perlunya tata kelola kota yang lebih inklusif, pengakuan terhadap sektor informal, revitalisasi pasar rakyat, serta kebijakan penataan ruang yang mendukung keberlanjutan ekonomi migran Papua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sektor informal tidak hanya menopang ekonomi masyarakat Yahukimo, tetapi juga membentuk interaksi sosial-budaya dan struktur ruang Kota Jayapura. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi studi perencanaan wilayah dan kota, khususnya terkait urban informalities, migrasi internal Papua, dan inklusivitas kebijakan kota.
SEBARAN SPASIAL PEDAGANG KOMODITAS LOKAL DAN JANGKAUAN LAYANAN PASAR YOUTEFA: KAJIAN SPASIAL DAN EKONOMI LOKAL Yanthy, Normalia Ode; Erelak, Ekiles; M Labok, Anna
DINAMIS Vol 22 No 2.Desember (2025): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v22i2.Desember.1580

Abstract

Youtefa Market is a key node of the local economy in Jayapura City, accommodating traders of local commodities and Papuan handicrafts. This study aims to: (1) map the spatial distribution of traders’ places of origin, (2) analyze the market’s service coverage, and (3) identify the main factors influencing traders’ choice of selling location. A descriptive quantitative approach was employed through trader surveys, field observations, and documentation, which were then analyzed using Geographic Information System (GIS)–based spatial analysis and network analysis. The results show that Youtefa Market serves areas extending to agrarian hinterlands and coastal regions, with the highest concentration of traders located within a radius of less than 5 km from the market. Travel time analysis indicates that most traders spend less than 30 minutes to reach the market, while those from agrarian and coastal areas experience longer travel times and higher transportation costs. Youtefa Market is chosen due to a combination of good accessibility, large potential customer base, relatively low operating costs, and strong social networks, particularly among Indigenous Papuan traders. These findings confirm the role of Youtefa Market as a regional distribution center as well as a socio-economic infrastructure that connects agrarian and coastal production systems with urban consumption. Consequently, policies related to market management and potential relocation should be based on spatial service-area analysis, improved accessibility, and secure trading spaces to ensure the sustainability of micro-enterprises and local economic networks.