cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Perbaikan Teknik Pembrongsongan melalui Aplikasi Pestisida untuk Meningkatkan Kemulusan Buah Jambu Kristal (Psidium guajava L) Yosephine Sista Parameswara; Slamet Susanto
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.712 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24417

Abstract

Jambu ‘kristal’ merupakan kultivar unggulan jambu biji dan memiliki pasar yang baik di Indonesia. Jambu kristal memiliki rasa yang manis, tekstur renyah, vitamin C, dan kandungan lain yang bermanfaat. Kualitas merupakan masalah utama dalam budidaya jambu ‘kristal’, salah satunya adalah tingkat kemulusan buah. Penelitian ini bertujuan mengetahui  pengaruh bahan aktif pestisida yang digunakan pada teknik pembrongsongan buah terhadap tingkat kemulusan buah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan dan Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor pada Bulan Februari 2017 hingga Agustus 2017. Bahan yang digunakan pada teknik pembrongsongan adalah bahan aktif pestisida: Klorpirifos, Abamektin, dan Mankozeb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan aktif pestisida memberikan pengaruh yang sangat nyata pada peubah kemulusan buah. Perlakuan bahan aktif pestisida meningkatkan kemulusan buah hingga dua kali lipat. Perlakuan bahan aktif pestisida tidak memberikan pengaruh nyata pada peubah diameter, kelunakan, bobot, PTT, dan ATT.
Studi Karakter Fisik dan Fisiologi Buah dan Benih Tomat (Solanum lycopersicum L.) Tora IPB Mercy Julinda Zebua; Tatiek Kartika Suharsi; Muhamad Syukur
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.744 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24418

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Ketersediaan benih yang bermutu masih tergolong rendah karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap mutu benih yang dihasilkan adalah umur buah pada saat dipanen. Buah yang dipanen saat buah telah mencapai masak fisiologi menghasilkan benih yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan karakter fisik buah dan fisiologi benih tomat varietas Tora-IPB pada periode pemasakan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, IPB sejak bulan Februari 2017- Agustus 2017. Karakter yang diamati adalah karakter fisik buah dan fisiologi benih. Hasil penelitian ini adalah umur buah mempengaruhi karakter fisik buah yaitu pada warna dan kelunakan buah. Umur buah tidak mempengaruhi karakter fisiologi benih yaitu daya berkecambah dan indeks vigor. Mutu benih tomat Tora-IPB pada penelitian ini belum bisa ditentukan, karena benih dari buah yang dipanen 35 HSB-50 HSB viabilitasnya 39.10-49.00% dan vigornya 12.97-20.00%. Kondisi tanaman tomat Tora-IPB yang bervigor rendah dan banyak serangan penyakit juga menyebabkan perkembangan buah tidak optimal, demikian juga mutu fisiologis benihnya.
Pupuk Hayati Bacillus sp. Meningkatkan Produktivitas Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) . Sugiyanta; Octafiani Septianti
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.556 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24421

Abstract

Karet alam (Hevea brasiliensis Muell Arg.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting di Indonesia. Permasalahan karet Indonesia adalah rendahnya produktivitas dan mutu karet yang dihasilkan, khususnya oleh petani karet rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati Bacillus pada produktivitas tanaman karet. Penelitian dibagi menjadi dua percobaan berdasarkan cara aplikasi pupuk hayati Bacillus yaitu dioles dan disemprot. Percobaan dilakukan di kebun karet, kebun percobaan IPB Cikabayan, Bogor. Percobaan 1 (aplikasi pupuk hayati Bacillus dioles) dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2016. Percobaan ini disusun dalam rancangan acak kelompok 1 faktor yaitu aplikasi pupuk hayati Bacillus dan terdiri atas 2 taraf perlakuan (kontrol dan 4 g pupuk hayati Bacillus/tanaman/aplikasi). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Percobaan 2 (aplikasi pupuk hayati Bacillus disemprot) dilakukan pada bulan Desember 2017 hingga Februari 2018. Percobaan ini disusun dalam rancangan acak kelompok 1 faktor (aplikasi pupuk hayati Bacillus) dan terdiri atas 5 taraf perlakuan (kontrol, 1 ml, 2 ml, 3 ml, dan 4 ml pupuk hayati Bacillus sp./10 ml air/tanaman/aplikasi). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil percobaan 1 dan 2 menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati Bacillus nyata meningkatkan produksi lateks, produksi karet kering per tanaman, dan hasil karet kering per hektar, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar karet kering (KKK).
Efektivitas Pelapisan Rizobakteri pada Benih Cabai setelah Disimpan 7 Bulan dalam Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman serta Mengendalikan Penyakit Busuk Phytophthora Ainun Nur Maulidina Hikmawati; Satriyas Ilyas; Dyah Manohara
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.258 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24434

Abstract

Pengendalian penyakit busuk phytophthora pada cabai umumnya menggunakan fungisida sintetis yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelapisan rizobakteri pada benih cabai setelah disimpan selama 7 bulan, terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil, serta ketahanan tanaman cabai terhadap penyakit busuk phytophthora. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2017 di Laboratorium Penyakit Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dan Rumah Kaca Kebun Percobaan Leuwikopo, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RKLT satu faktor dengan empat ulangan. Percobaan terdiri atas dua belas perlakuan yaitu kontrol positif, kontrol negatif, coating Na alginat 2.5% plus E1+F2B1, ST116B, CM8, biopriming 24 jam isolat E1+F2B1, ST116B, CM8, biopriming 48 jam isolat E1+F2B1, ST116B, CM8 dan priming metalaksil 800 ppm. Tanah inokulum sebanyak 5 gram/ tanaman disebar di sekitar perakaran ketika tanaman berumur 5 MSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biopriming ST116B 24 jam nyata meningkatkan pertumbuhan tanaman meskipun tanah telah diinokulasi P. capsici. Perlakuan biopriming isolat ST116B 24 jam dan coating plus isolat ST116B mampu menurunkan kejadian penyakit busuk phytophthora dari 93.8% (kontrol positif) menjadi 65.6%. Perlakuan priming menggunakan metalaksil tidak efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman terhadap busuk phytophthora.
Penentuan Dosis Optimum Pemupukan Nitrogen pada Tanaman Kolesom (Talinum triangulare (Jacq.) Wild.) Hardi Satria Tarigan; Juang Gema Kartika; Anas D. Susila
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.826 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24435

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis optimum pupuk nitrogen yang dapat memberikan hasil maksimum pada produksi pucuk tanaman dengan menggunakan sistem irigasi selang perforasi. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan University Farm, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Darmaga. Bahan tanam yang digunakan pada penelitian ini adalah setek batang kolesom. Percobaan menggunakan rancangan RKLT (Rancangan Kelompok Lengkap Teracak) 1 faktor dan 5 taraf dosis pemupukan dan 4 ulangan. Dosis pupuk yang digunakan terdiri atas 0%, 50%, 100%, 150% dan 200%, dimana 100% N = 67.5 kg ha-1, berdasarkan rekomendasi pemupukan pada penelitian sebelumnya. Setiap satuan percobaan ditanam pada petakan dengan ukuran 5 m x 1 m dan jarak tanam 40 cm x 25 cm, setiap petak terdiri dari 25 tanaman. Pemanenan pertama dilakukan ketika tanaman berumur 30 HST. Pemanenan dilakukan sebanyak 3 kali dengan interval panen 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemupukan N berbagai dosis 0%, 50%, 100%, 150%, 200% pada tanaman kolesom meningkatkan secara kuadratik bobot basah brangkasan, tajuk, batang dan meningkatkan secara linier bobot basah daun. Dosis rekomendasi pemupukan N adalah 108.45 kgN ha-1.
Pengelolaan Perkebunan Pisang Cavendish Komersial di Lampung Tengah, Lampung Moh Agus Jamaluddin; Winarso D. Widodo; Ketty Suketi
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.691 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24650

Abstract

Penelitian dilaksanakan untuk menambah wawasan, pengalaman teknis, keterampilan kerja, manajerial, dan secara khusus mempelajari serta menganalisis pengelolaan perawatan tanaman dan buah pisang cavendish. Penelitian dilaksanakan di Lampung pada bulan Februari hingga Juni 2017. Metode yang digunakan untuk mendapat data primer dengan cara mengikuti dan mengamati kegiatan teknis di lapang dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari laporan dan arsip kebun. Hasil penelitian menunjukkan kualitas buah pisang dipengaruhi pemangkasan daun, penyuntikan jantung, pembrongsongan, pembuangan bunga, pembuangan buah, pembuangan penghalang buah, dan pemasangan sekat buah. Penyakit pisang yang menjadi kendala di lokasi penelitian adalah Black Leaf Streak (BLS) yang disebabkan oleh Mycosphaerella fijiensis dan banana freckle yang disebabkan oleh Guignardia musae. Kehilangan buah ekspor terbesar karena kondisi No Functional Leaf (NFL) karena Banana Freckle. Blok dengan kondisi NFL terbesar adalah blok 27A dengan jumlah 7420 tanaman. Indeks tenaga kerja sebesar 2.08.
Manajemen Produksi Caisim Organik dengan Aspek Khusus Pemulsaan di Yayasan Bina Sarana Bakti, Cisarua, Bogor, Jawa Barat Delima Ragil Kartika; Anggi Nindita; Ade Wachjar
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.847 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24674

Abstract

Caisim (Brassica juncea L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang dikonsumsi untuk memenuhi kebuthan vitamin, mineral, serat, dan protein. Sayuran ini termasuk ke dalam sayuran yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Budidaya caisim memerlukan teknik dan penanganan yang baik untuk mencukupi kuantitas maupun kualitasnya. Tujuan kegiatan penelitian adalah mempelajari dan mengetahui pengaruh pemulsaan terhadap produksi tanaman caisim secara organis di Yayasan Bina Sarana Bakti. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juni 2017 di Yayasan Bina Sarana Bakti, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Data primer didapatkan melalui pengamatan peubah fase  vegetatif meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun. Peubah yang diamati pada saat pasca panen meliputi bobot brangkasan, bobot akar, bobot per tanaman, jumlah daun rompesan, bobot daun rompesan, jumlah daun rusak mekanis, bobot daun rusak mekanis, jumlah daun rusak akibat OPT, bobot daun rusak akibat OPT, jumlah daun tua, bobot daun tua, dan populasi gulma yang diamati pada saat setelah panen terhadap sepuluh tanaman contoh pada masing-masing petak. Perlakuan pemberian mulsa Tithonia sp. cenderung menunjukkan hasil tertinggi dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan mulsa lainnya terhadap peubah pada fase vegetatif. Pemberian mulsa baik mulsa rumput, mulsa gedebong pisang, maupun mulsa Tithonia sp., secara nyata mampu menekan populasi gulma dalam bedengan.
Manajemen Produksi Terung (Solanum melongena L.) Hidroponik dalam GH dengan Aspek Khusus Pemupukan di Belanda Heru Setiawan; Ahmad Junaedi; M. Rahmad Suhartanto
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.334 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24750

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang dibudidayakan menggunakan rumah kaca di Belanda. Rumah kaca ini dapat mengatur faktor lingkungan tumbuh tanaman seperti suhu, kelembaban, cahaya dan kadar CO2. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari proses manajemen pemupukan di rumah kaca. Manajemen pemupukan meliputi perencanaan kebutuhan pupuk, pengorganisasian pemupukan, pelaksanaan pemupukan, dan pengawasan pemupukan. Budidaya terung di rumah kaca menggunakan soilless culture system yang menggunakan rockwool sebagai media tanamnya. Pemupukan di dalam rumah kaca menggunakan metode fertigasi. Fertigasi adalah metode pemupukan yang dilakukan bersamaan dengan irigasi. Sistem irigasi di rumah kaca yaitu irigasi tetes. Irigasi tetes memungkinkan larutan hara diberikan kepada tanaman dalam jumlah yang kecil dan terukur jumlahnya melalui drip emitter. Metode fertigasi melalui sistem irigasi tetes memberikan banyak manfaat diantaranya efisiensi penggunaan air dan pupuk, hemat tenaga kerja, mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan dan menghasilkan produksi yang berkualitas. Faktor penting dalam pembuatan larutan hara fertigasi yaitu pH, EC, dan kompatibilitas pupuk. Nilai pH dan EC larutan hara untuk tanaman terung berturut-turut yaitu 5.2-5.5 dan 1.6-3.0 mS cm-1. Kompatibilitas pupuk perlu diperhatikan untuk mencegah pengendapan yang dapat berakibat terjadinya penyumbatan pada sistem irigasi tetes. 
Produksi dan Budidaya Umbi Bibit Kentang (Solanum tuberosum L.) di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat Muhamad Roffi Amarullah; . Sudarsono; Shandra Amarillis
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.039 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24753

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh pengetahuan, melatih kemampuan teknis dalam kegiatan budidaya dan produksi kentang khususnya pada pembibitan kentang. Penelitian berlokasi di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat yang dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2017. Aspek teknis yang dilakukan selama kegiatan penelitian antara lain mengikuti seluruh kegiatan budidaya, yaitu penanaman, pemeliharaan, panen, pascapanen dan pemasaran. Pengamatan dilakukan terhadap pemangkasan buku. Pemangkasan dilakukan pada 80-90 HST dan terdiri atas tanpa pemangkasan, pemangkasan 1 (3 buku) dan pemangkasan 2 (6 buku). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemangkasan 1 menghasilkan bobot umbi 80-120 g dan umbi 50-80 g yang berbeda nyata, sedangkan pemangkasan 2 menunjukkan hasil berbeda nyata pada jumlah umbi 80-120 g.
Manajemen Pemetikan Tanaman Teh (Camelia Sinensis (L) O. Kuntze) di Unit Perkebunan Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah Ajeng Eka Prastiwi; Adolf Pieter Lontoh
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.704 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24754

Abstract

Kegiatan penelitian di Unit Perkebunan Tambi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dalam proses kerja di lapang dan pengalaman teknis lapang pada tanaman teh serta menganalisis permasalahan yang terjadi di lapang. Tujuan khusus dari kegiatan penelitian adalah mempelajari manajemen pemetikan teh yang ada di Unit Perkebunan Tambi. Metode yang digunakan adalah metode langsung dan metode tidak langsung. Metode langsung dilaksanakan dengan mengikuti dan mengamati kegiatan teknis dalam budidaya teh di lapangan serta wawancara, sedangkan metode tidak langsung dilakukan dengan mengumpulkan data pendukung dari perusahaan berupa laporan manajemen, arsip kebun dan studi pustaka. Hasil pengamatan mandiri dari kegiatan penelitian pada aspek khusus pemetikan teh menunjukkan bahwa tinggi bidang petik, diameter bidang petik, tebal daun pemeliharaan, gilir petik, hanca petik, analisis pucuk, kapasitas petik, dan kebutuhan tenaga kerja sudah sesuai dengan standar dalam penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Hasil analisis petik masih perlu perbaikan dalam kegiatan teknis pemetikan. Jenis klon Gambung 4 tumbuh optimal pada ketinggian 1000-1250 m dpl.