cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Pengaruh Teknik Skarifikasi Fisik dan Media Perkecambahan terhadap Daya Berkecambah Benih Pala (Myristica fragrans) Dwi Gery Febriyan; Eny Widajati
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.731 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14829

Abstract

The objective of this experiment is studying the effect of physical scarification of nutmeg seed coat and germination media to accelerating germination rate and enhancing nutmeg seed viability. This experiment was conducted in December 2013 until May 2014 at Leuwikopo Experimental Field’s green house and Seed Laboratory  of  Agronomy  and  Horticulture  Department,  Faculty  of  Agriculture,  Bogor  Agricultural University. This experiment was using factorial randomize complete block design with 3 replications. The first factor was physical scarification on the seed coat with three levels: without scarification, one hole scarification on seed’s base, and two holes scarifications on seed’s base. The Second factor was the seed germination substrate that consist of sand, charcoal of husk rice, and mixture of sand and compost 1:1 (v/v). The results showed that two holes physical scarification could enhance germination process according to the earlier appearance of roots and shoot. Sand as the germinating substrate was observed as a better substrate according to the parameters of germinating potency and shoot height. Two holes physical scarification treatment which was sowed in sand substrate showed the increase of lateral root number into 6 lateral roots. Nutmeg seedling growth from sand substrate seedling showed a better growth than the charcoal of husk rice substrate seedling by evaluating these parameters on stem diameter, seedling’s height, amount of leaves, canopy’s width, and leaves colour.
Pengelolaan Pemangkasan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Wonosobo Naelatur Rohmah; Ade Wachjar
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.691 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14830

Abstract

Kegiatan bertujuan mempelajari pengelolaan produksi teh basah hingga menghasilkan teh kering. Kegiatan penelitian juga bertujuan mempelajari secara mendalam serta menganalisis aspek teknis dan pengelolaan pemangkasan yang diterapkan di lapangan. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan mulai dari bulan Februari hingga Juni 2013 di Wonosobo, Jawa Tengah. Pengamatan dan pengumpulan data dilakukan secara langsung untuk memperoleh data primer dan tidak langsung untuk memperoleh data sekunder. Secara umum pemangkasan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas teh karena pemangkasan dapat merangsang pertumbuhan tunas baru sehingga mampu menghasilkan pucuk yang lebih banyak. UnitPelaksanaan pemangkasan sudah baik dengan tingkat kerusakan cabang yang tidak terlalu tinggi serta tidak dipengaruhi oleh usia ataupun lama masa kerja dari tenaga pemangkas.
Pertumbuhan Tanaman Cengkih (Syzygium aromaticum (L.) Merr Perr) Belum Menghasilkan pada Berbagai Dosis Pupuk Organik dan Intensitas Naungan Ratih Sulistianingrum; Ade Wachjar
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.103 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14831

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh dosis pupuk organik dan intensitas naungan yang optimum untuk pertumbuhan maksimum tanaman cengkih belum menghasilkan. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan IPB Cikabayan, Dramaga, Bogor, mulai bulan September 2013 sampai dengan Februari 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Split Plot dengan dua faktor dan empat ulangan. Petak utama adalah perlakuan naungan dengan empat taraf intensitas yaitu  0% (I1), 25% (I2), 50% (I3) dan 75% (I4), sebagai anak petak adalah pupuk organik dengan lima taraf dosis yaitu 0 kg (P1), 2.5 kg (P2), 5 kg (P3), 7.5 kg (P4) dan 10 kg (P5) per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dosis pupuk organik 10 kg per tanaman dapat meningkatkan diameter tajuk tanaman cengkih 30.0% dibandingkan dengan kontrol pada 4 minggu setelah perlakuan (MSP). Intensitas naungan secara tunggal tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman cengkih. Pemberian pupuk organik 2.5 kg per tanaman dengan intensitas naungan 50% dapat meningkatkan tinggi tanaman cengkih sebanyak 20.9% dibandingkan dengan kontrol pada 16 MSP, dan pemberian pupuk organik 5 kg per tanaman dengan intensitas naungan 75% dapat meningkatkan diameter batang tanaman cengkih sebesar 26.9% dibandingkan dengan kontrol pada 12 MSP
Pengujian Tetrazolium dan Respirasi Benih Koro Pedang (Canavalia ensiformis) Silmy Fadillah Rahmayani; Tatiek Kartika Suharsi; Memen Surahman
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.263 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14832

Abstract

Koro pedang saat ini dikembangkan sebagai komoditas substitusi kedelai karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji viabilitas benih koro pedang dengan pengujian tetrazolium dan pengujian respirasi benih. Penelitian ini menggunakan tiga lot benih koro pedang yang berbeda yaitu lot benih A (dipanen bulan Maret 2014 di Bojong Bogor, disimpan dalam ruang kamar), lot benih B (dipanen bulan November 2013 di Ciherang Bogor, disimpan dalam ruang ber-AC), dan lot benih C (dipanen bulan September 2012 di Leuwikopo Bogor, disimpan dalam ruang ber-AC). Penelitian ini terdiri dari dua percobaan. Percobaan 1 ialah pengujian tetrazolium. Percobaan 2 ialah penguijian respirasi benih. Masing-masing percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan pengusangan cepat secara fisik sebagai faktornya, yang terdiri atas 0, 8, 12, 16, dan 20 jam. Hasil percobaan 1 menunjukkan bahwa pola topografi pewarnaan tetrazolium benih koro pedang belum bisa digunakan untuk mengevaluasi mutu fisiologis benih koro pedang. Hasil percobaan 2 menunjukkan bahwa metode pengujian respirasi benih dengan cosmotector belum bisa digunakan untuk mengevaluasi mutu fisiologis benih koro pedang.
Penanganan Budidaya Kentang (Solanum tuberosum L.) di Bandung, Jawa Barat Gina Rahma Utami; Megayani Sri Rahayu; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.157 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14833

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari aspek pengelolaan budi daya komoditas kentang. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada tanggal 14 Februari sampai dengan 14 Juni 2011. Aspek khusus yang diamati adalah pengaruh pembumbunan awal terhadap pertumbuhan tanaman kentang. Perlakuan yang dilakukan adalah ketinggian pembumbunan pada 10 cm, 15 cm, 20 cm dan variabel yang diamati adalah persentase pertumbuhan bibit, tinggi tanaman, jumlah stolon per batang dan bobot umbi saat panen. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi perlakuan pembumbunan berpengaruh nyata terhadap persentase tumbuh bibit pada 21 hari setelah tanam dan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada 28 hari setelah tanam
Respons Pertumbuhan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) Belum Menghasilkan Umur Dua Tahun terhadap Pemupukan Kalsium Larasati Dena Mardhika; . Sudradjat
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.434 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14834

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman tahunan yang dapat berproduksi secara ekonomis sampai dengan umur 25–30 tahun sehingga diperlukan pemeliharaan pertumbuhan vegetatif untuk menunjang umur produksi. Pengapuran pada tanah masam akan memperbaiki kesuburan tanah melalui penyediaan unsur hara. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan respons pertumbuhan vegetatif TBM-2 kelapa sawit terhadap pemberian pupuk Kalsium (Ca). Penelitian dilaksanakan pada Maret 2014 sampai dengan Februari 2015 di Kebun Percobaan dan Penelitian IPB-Cargill, Kecamatan Jonggol, Bogor. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor yaitu dosis pemupukan Ca dengan 4 taraf perlakuan yakni: 1) tanpa Ca (Ca0) sebagai kontrol, 2) Ca 600 g tanaman-1 (Ca1), 3) Ca 1 200 g tanaman-1 (Ca2), dan 4) Ca 2 400 g tanaman-1 (Ca3). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah pelepah tumbuh, panjang pelepah daun ke-9, dan luas daun. Pemberian pupuk kandang 50 000 g per lubang tanam tidak memberikan perbedaan pertumbuhan pada setiap perlakuan sehingga menjadi dosis yang cukup sebagai pupuk dasar pada lokasi penelitian dilakukan
Potensi Hasil Galur – Galur Harapan Kedelai Hitam (Glycine max ( L.) Merr.) di Kabupaten Bogor Lela Marlenasari; Desta Wirnas
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.429 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14918

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi hasil dari 8 galur harapan kedelai hitam (Glycine max (L.) Merr.). Penelitian ini dilakukan di Bogor (Jawa Barat) pada bulan Oktober 2011 sampai Januari 2012 sebagai bagian dari uji coba multilokasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak dengan pengulangan dan tiga varietas nasional sebagai kontrol, yaitu Cikuray, Malika dan Willis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman, waktu berbunga dan waktu panen, jumlah cabang produktif dan jumlah polong hampa sceara statistik berbeda. SSD-82, SSD-91, dan SC-68-2 memiliki produktivitas tinggi dibandingkan varietas pembanding (Cikuray).
Penggunaan Pupuk Cair Hayati Berbahan Dasar Sawi Putih dan Keong untuk Meningkatkan Produksi Sawi Putih (Brassica pekinensis (Lour)) Prama Nurgama; Heni Purnamawati; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.712 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan PCH sebagai substitusi pupuk anorganik untuk produksi sawi putih sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi mulai bulan Januari hingga Mei 2011. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor perlakuan yang terdiri atas 13 macam perlakuan dan menggunakan empat kali ulangan, sehingga terdapat 52 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada parameter tinggi tanaman perlakuan 1 440 L PCH keong ha-1 menghasilkan tinggi krop tertinggi yaitu 29.94 cm, sedangkan untuk parameter lingkar horizontal, lingkar vertikal dan diameter 2, perlakuan 200 kg NPK ha-1 + 720 L PCH keong ha-1 yang menghasilkan nilai tertinggi dengan nilai masing-masing berturut 34.42 cm, 68.33 cm, dan 9.31 cm. Perlakuan 300 kg NPK ha-1 + 360 L PCH keong/ha menunjukan hasil tertinggi untuk parameter diameter 1 yaitu sebesar 11.04. Perlakuan 100 kg NPK ha-1 + 1080 L PCH campuran (sawi+keong) ha-1 menghasilkan bobot rata-rata tajuk tanaman tertinggi yaitu 996.43 g per tanaman. Secara umum perlakuan 200 kg NPK ha-1 + 720 L PCH keong ha-1 menunjukan hasil terbaik berdasarkan uji hedonik oleh 30 panelis terhadap semua parameter yang diujikan yaitu warna, bentuk, ukuran, kerenyahan, dan kesukaan.
Pengaruh Pupuk Organik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kenikir (Cosmos caudatus) dan Katuk (Sauropus androgynus) Prima Rahanita; Anas D Susila; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.318 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14921

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh dosis pupuk organik dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman kenikir (Cosmos caudatus) dan katuk (Sauropus androgynus) yang dilaksanakan di Vegetable Garden, Unit Lapangan Darmaga, University Farm, Institut Pertanian Bogor mulai Juni 2008 hingga November 2008. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok faktor tunggal terdiri atas 6 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan tersebut yaitu, dosis pupuk kandang sapi 0 ton ha-1, 5 ton ha-1, 10 ton ha-1, 20 ton ha-1, dosis pupuk kandang sapi 20 ton ha-1 ditambah pupuk majemuk NPK dosis 100 kg ha-1 , dan dosis pupuk kandang sapi 20 ton ha-1 ditambah pupuk majemuk NPK dosis 200 kg ha-1. Pengamatan yang dilakukan pada tanaman kenikir yaitu, daya tumbuh, tinggi tanaman, dan jumlah daun, sedangkan pada tanaman katuk diamati daya tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anak daun, dan bobot panen. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk kandang sapi dan pupuk kandang sapi yang ditambah pupuk majemuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh dan jumlah daun tanaman kenikir dan katuk, serta jumlah anak daun dan bobot panen tanaman katuk. Hasil yang berbeda nyata pada tinggi tanaman kenikir umur 2 MST dan pertambahan tinggi tanaman katuk umur 6, 7, 8, 9, dan 11 MST. Tanaman kenikir umur 4 MST mulai berbunga kemudian pertambahan tinggi menjadi lambat dan daun muda tidak dapat muncul serta berkembang, sehingga tidak ada bagian yang dapat dikonsumsi dan dipanen. Tanaman kenikir mati pada 8 MST.
Manajemen Pemupukan pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Kabupaten Rokan Hulu, Riau Wahyu Hidayat; Sudirman Yahya
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.557 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14922

Abstract

Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kabupaten Rokan Hulu, Riau dimulai dari tanggal 13 Februari hingga 13 Mei 2012. Kegiatan penelitian menyangkut aspek teknik dan manajerial dan menjadi karyawan harian lepas (KHL), supervisior dan asisten kebun. Kegiatan penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik dan pengetahuan manajerial. Pengumpulan data yang penulis lakukan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer meliputi segala informasi yang diperoleh di lapang yang meliputi ketepatan pemupukan, tepat dosis, tepat waktu, dan metode aplikasi. Data sekunder diperoleh dari file perusahaan, berupa data curah hujan, produktivitas, rekomendasi pemupukan, struktur organisasi, dan semua yang berkaitan dengan tenaga kerja. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif.

Page 8 of 44 | Total Record : 434