cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Pengelolaan Gulma Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Studi Kasus di Kalimantan Selatan Winda Nufvitarini; Sofyan Zaman; Ahmad Junaedi
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.065 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.14997

Abstract

Kegiatan bertujuan untuk mengetahui manajemen pengendalian gulma kelapa sawit. Kegiatan dilaksanakan dari bulan Februari sampai Juni 2011. Pengumpulan data dilakukan di Angsana Estate, Kalimantan Selatan. Metode tidak langsung dengan melakukan studi pustaka berupa literatur dan laporan kebun. Gulma berdaun lebar banyak mendominasi areal perkebunan. Perbandingan nilai koefisien komunitas gulma tiap tahun tanam tidak homogen, nilai C < 75%. Pengendalian gulma dilakukan di dua tempat yaitu di gawangan dan piringan, secara manual dan kimiawi. Pengendalian secara manual dilakukan pada tanaman yang masih muda (TBM) dan TM. Pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan herbisida sistemik sesuai dengan pedoman prinsip dan kriteria kebun yang berkelanjutan dengan Block Spraying System (BSS). Tidak semua gulma di ASE dikendalikan, beberapa jenis gulma dipelihara untuk tujuan tertentu (beneficial plant) seperti menjaga kelembaban tanah, meningkatkan bahan organik dan nutrisi dalam tanah serta dapat mengatasi serangan hama. Beneficial plant tersebut antara lain Euphorbia heterophylla, Cassia cobanensis, Antigonon leptopus dan Turnera subulata.
Manajemen Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Hatantiring, Kalimantan Tengah Antonio C Situmorang; Sofyan Zaman; Ahmad Junaedi
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.282 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.14999

Abstract

Kegiatan magang memberikan ilmu dan keterampilan dalam budidaya kelapa sawit baik secara teknis maupun manajerial. Kegiatan magang dilaksanakan mulai bulan Februari hingga Juni 2014 di kebun Hatantiring, Kalimantan Tengah. Aspek pemanenan mencakup rotasi panen, taksasi produksi, sistem panen, pengawasan terhadap kehilangan hasil (losses), dan produktivitas. Pengamatan diuji dengan analisis uji t student dan analisis uji LSD. Berdasarkan analisis uji t diketahui bahwa rotasi panen terlambat akan menambah persentase brondolan sehingga peluang kehilangan hasil (losses) juga akan meningkat. Berdasarkan uji LSD pada pemeriksaan losses pertama dan kedua menunjukkan hasil signifikan begitu juga pada pemeriksaan kedua dan ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa arahan dan pengawasan mampu meingkatkan kesadaran karyawan panen dalam menekan losses. Peningkatan produksi juga dapat dicapai dengan melakukan sistem panen yang lebih efektif dan efisien. Sistem panen DOL C1R2 dinilai lebih efektif dan efisien dari pada sistem panen DOL C1R1 karena output pemanen mengalami peningkatan. Hal ini berpengaruh terhadap bertambahnya pendapatan karyawan dan pengurangan jumlah karyawan.
Pengaturan Jumlah Pelepah untuk Kapasitas Produksi Optimum Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jaqc.) Ignatius Harry Tri Pambudi; . Suwarto; Sudirman Yahya
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.946 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15000

Abstract

Pelepah merupakan organ fotosintesis dan transpirasi pada tanaman kelapa sawit. Pengaturan jumlah pelepah belum mempunyai standard yang sesuai dengan kondisi lingkungan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jumlah pelepah optimum yang mendukung produksi tertinggi tanaman kelapa sawit. Percobaan dilaksanakan di kabupaten Siak, Riau dari Februari hingga Juni 2013. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi jumlah pelepah dan periode mempertahankan pelepah mampu meningkatkan bobot TBS/hektar, bobot TBS/pokok dan bobot TBS rata- rata tanaman berumur < 8 tahun, 8 – 13 tahun, > 13 tahun. Perlakuan F (49-56 pada awal musim hujan dan 41-48 pada musim hujan sampai musim kemarau) merupakan perlakuan terbaik dibandingkan perlakuan yang lain.
Pengaruh Aplikasi Giberelin Pada Padi Sawah (Oryza Sativa L.)Varietas Hibrida (Hipa Jatim 2) dan Varietas Unggul Baru (Ciherang) Rizqi Caesar Utama; . Sugiyanta
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.946 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh giberelin terhadap produksi padi varietas hibrida (Hipa Jatim) dan varietas unggul baru (Ciherang). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada bulan November sampai April 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah adalah rancangan acak kelompok (RAK) Split Plot 2 faktor yaitu varietas sebagai petak utama dan dosis giberelin sebagai anak petak.Varietas yang digunakan yaitu Hipa Jatim 2 dan Ciherang. Dosis giberelin yang digunakan adalah 5.6 g ha-1, 8 g ha-1, 11.2 g ha-1, 16.8 g ha-1, 22.4 g ha-1, dan kontrol (tanpa aplikasi giberelin). Pengamatan yang diamati yaitu pertumbuhan tanaman, biomassa padi, komponen hasil dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum varietas Hipa Jatim 2 menunjukkan pertumbuhan tanaman lebih tinggi dibandingkan varietas Ciherang, tetapi varietas Ciherang mempunyai komponen hasil, biomassa padi, GKP dan GKG lebih tinggi dibandingkan varietas Hipa Jatim 2. Giberelin dengan dosis 22.4 g ha-1 secara umum menghasilkan komponen biomassa padi yang lebih tinggi daripada pemberian dosis lainnya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara verietas dan perlakuan beberapa dosis giberelin.
Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria Terhadap Bibit dan Pertumbuhan Awal Pepaya Samson Bin Nasib; Ketty Suketi; Winarso Drajad Widodo
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.55 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGPR pada bibit dan pertumbuhan awal pepaya. Percobaan dilakukan dari bulan Februari sampai Mei 2015 di Kebun Percobaan Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB Pasirkuda Ciomas, Bogor, dengan rancangan kelompok lengkap teracak 2 faktor dan 5 ulangan. Perlakuan adalah konsentrasi larutan PGPR (5 ml L-1, 10 ml L-1 dan 15 ml L-1) dan lama perendaman PGPR (30 menit, 60 menit,90 menit dan 120 menit). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dan perlakuan berpengaruh dianalisis dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf selang kepercayaan 5%. Hasil penelitian di polybag menunjukkan bahwa konsentrasi larutan PGPR, lama perendaman PGPR dan interaksi antara konsentrasi PGPR dengan lama perendaman PGPR mempengaruhi jumlah daun dan diameter batang di fase pembibitan. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa konsentrasi larutan PGPR, lama perendaman PGPR dan interaksi antara konsentrasi PGPR dengan lama perendaman PGPR tidak mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang petiol, lebar daun, panjang daun, waktu bunga pertama muncul, tinggi kedudukkan bunga, jumlah pohon betina, jumlah pohon hermaprodit, jumlah bunga betina dan jumlah bunga hermaprodit. Konsentrasi PGPR mempengaruhi panjang petiol pada 5 minggu setelah tanam.
Uji Daya Hasil Lanjutan Tomat (Solanum lycopersicum L.) Populasi F8 Lisa Sentani; Muhamad Syukur; Siti Marwiyah
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.196 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15003

Abstract

Permasalahan utama pada budi daya tanaman tomat di dataran rendah adalah kurang tersedianya varietas unggul yang berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil genotipe tomat populasi F8. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB, Dramaga, Bogor pada bulan Februari hingga Juni 2015. Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), satu faktor dengan tiga ulangan. Faktor tersebut adalah genotipe yang terdiri atas 13 genotipe tomat dan dua varietas komersial (Intan dan Ratna) sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh genotipe memiliki tipe pertumbuhan determinate. Seluruh genotipe memiliki bentuk daun dan bentuk tandan buah yang sama dengan varietas pembanding Intan dan Ratna. Seluruh genotipe berpengaruh nyata terhadap keseluruhan karakter. Genotipe tomat yang memiliki daya hasil lebih baik dari genotipe lainnya dan varietas pembanding Intan adalah F8 005001-4-1-12-3-87-3 dan F8 005001-4-1-12-3-66-1 (jumlah dan bobot buah per tanaman lebih tinggi). Produktivitas dan bobot per buah yang paling tinggi dimiliki oleh genotipe F8 005001-4-1-12-3-87-3. Seluruh genotipe memiliki panjang buah, tebal daging buah, dan padatan terlarut total yang lebih baik dari varietas pembanding Intan.
Manajemen Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Sungai Bahaur Estate, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Saut Mangasi Hutabarat; Heni Purnamawati
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.586 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15004

Abstract

Magang bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara khusus manajemen pemanenan perkebunan kelapa sawit. Pengamatan yang dilakukan meliputi perhitungan angka kerapatan panen, kebutuhan tenaga panen, kualitas pekerjaan panen, pelanggaran dan denda panen, kriteria panen dan mutu hanca panen. Hasil pengamatan menunjukkan manajemen pemanenan di kebun SBHE kurang baik. Hasil pengamatan menunjukkan jumlah tenaga kerja di lapangan lebih tinggi dari kebutuhan tenaga kerja panen. Kualitas pekerjaan panen masih di bawah standar kebun. Pemanen memotong buah kurang matang lebih tinggi dari toleransi standar kebun dan pemanen memotong buah matang lebih rendah yaitu 79% dari standar minimal kebun yaitu 85%. Perlu adanya pengawasan pemanenan dan pemberian pemahaman kepada pemanen sehingga kualitas sesuai dengan standar perusahaan. Pemberlakuan denda dapat meningkatkan rasa tanggung jawab pemanen terhadap hancaknya.
Pengendalian Gulma Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Perkebunan Padang Halaban, Sumatera Utara Hari Prasetyo; Sofyan Zaman
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.654 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15005

Abstract

Kegiatan magang berlangsung dari bulan Februari hingga Juni 2014 di Perkebunan Padang Halaban, Sumatera Utara. Pengamatan vegetasi gulma dilakukan dengan analisis vegetasi pada 4 blok dengan tahun tanam yang berbeda untuk mendapatkan nisbah jumlah dominansi (NJD) dan koefisien komunitas menggunakan indeks kesamaan Bray-Curtis. Gulma yang dominan pada 4 blok termasuk ke dalam golongan rumput. Keempat blok memiliki vegetasi gulma yang tidak homogen. Blok yang memiliki kesamaan vegetasi gulma terdekat hingga terjauh secara berurut adalah blok tanaman tahun ini, tanaman menghasilkan tua, TM muda dan tanaman belum menghasilkan. Biaya pengendalian gulma di pembibitan utama lebih tinggi dibandingkan pre nursery. Biaya pengendalian di TBM lebih tinggi dibandingkan TM.
Pengelolaan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) di Sumatera Utara dengan Aspek Khusus Pembibitan Radhiya Nur Anwar; . Suwarto
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.039 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15006

Abstract

Kegiatan magang dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2014 di kebun dolok merangir Sumatera Utara. Pada tahun 2025 Indonesia menargetkan menjadi negara penghasil karet alam terbesar di dunia dengan produksi 3.8-4.0 juta ton tahun-1. Produktivitas karet Indonesia pada tahun 2012 adalah 1 073 kg ha-1. Produktivitas dapat meningkat jika areal tanaman yang saat ini kurang produktif diremajakan menggunakan klon unggul. Pembibitan pada tanaman karet dipengaruhi oleh kegiatan okulasi. Pengamatan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan okulasi. Hasil pengamatan diuji menggunakan analisis data statistika yaitu uji f. Hasil analisis menunjukkan bahwa persentase keberhasilan okulasi lebih tinggi pada kondisi batang bawah yang sedang dorman. Persentase keberhasilan okulasi tertinggi terdapat pada klon PB 260 (86.12%) dengan rata-rata pertumbuhan tunas 12.24 cm bulan-1 dan persentase keberhasilan okulasi terendah yaitu pada klon DMI 35 (48.31%). Waktu yang terbaik untuk melakukan okulasi pada tanaman karet adalah pada pukul 07.00-09.00 WIB karena transpirasi dan intensitas cahaya matahari rendah.
Pengaturan Intensitas Larutan Hara terhadap Pertumbuhan Tanaman Akar Wangi (Vetiveria zizanioides L.) yang Dibudidayakan Secara Aeroponik Endro Priherdityo; Slamet Susanto; Yudi Chadirin
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.491 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15008

Abstract

Percobaan ini dilaksanakan guna mempelajari respon pertumbuhan tanaman akar wangi atau vetiver (Vetiveria zizanioides L.) secara aeroponik. Aplikasi aeroponik dilaksanakan di greenhouse University Farm Cikabayan Kampus IPB Dramaga pada bulan Februari–Mei 2013. Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak, 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah 1 menit pemberian durasi (On) 4 menit jeda (Off) 1 bibit per lubang, 1 menit On 4 menit Off 2 bibit per lubang, 2 menit On 8 menit Off 1 bibit per lubang, dan 2 menit On 8 menit Off 2 bibit per lubang. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan 2 menit On 8 menit Off 1 bibit per lubang dan perlakuan 2 menit On 8 menit Off 2 bibit per lubang berpengaruh pada panjang akar tanaman vetiver. Perlakuan 1 menit On 4 menit Off 2 bibit per lubang memiki jumlah akar terbanyak. Seluruh perlakuan tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman vetiver, kandungan klorofil, dan kehijauan daun vetiver. Secara keseluruhan, sistem aeroponik menghasilkan pertumbuhan akar vetiver lebih baik dibandingkan budi daya di lahan.

Page 10 of 44 | Total Record : 434