cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Manajemen Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada Area Marjinal di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Weni Riska Octaviany; . Hariyadi
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.22 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.14342

Abstract

Kegiatan penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2012 di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang budidaya kelapa sawit, memperoleh pengetahuan teknis dan manajerial perkebunan kelapa sawit, serta secara khusus mempelajari manajemen pemupukan tanaman kelapa sawit. Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan metode langsung dan metode tidak langsung. Metode langsung dilakukan untuk memperoleh data primer di lapangan melalui pengamatan mulai dari persiapan pemupukan sampai pelaksanaan pemupukan dengan prinsip 5T, diskusi langsung dengan manajer dan asisten kebun sebagai pekerja. Metode tidak langsung dilakukan untuk memperoleh data sekunder seperti kondisi umum perusahaan, kondisi iklim dan jenis tanah, kondisi tanaman, struktur organisasi, data produksi dan data yang terkait dengan kegiatan pemupukan. Data primer dan sekunder dianalisis dengan metode deskriptif dan kuantitatif. Pelaksanaan pemupukan di kebun ini secara umum belum cukup baik mulai dari pengadaan pupuk sampai pelaksanaan pemupukan. Efektifitas dan efisiensi pemupukan belum sepenuhnya sesuai prinsip 5T. Oleh karena itu pengawasan yang lebih baik dari mandor pupuk dan asisten kebun harus ditingkatkan guna memperbaiki kualitas pemupukan berikutnya.
Pengusangan Cepat Fisik serta Penyimpanan Benih Koro Pedang (Canavalia ensiformis (L.) DC.) Menggunakan Ruang Simpan dan Kemasan Berbeda Naning Emilia Rahmawati; Tatiek Kartika Suharsi; Memen Surahman
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.938 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.14343

Abstract

Kondisi lingkungan simpan (suhu dan RH) dan jenis kemasan merupakan faktor penting yang mempengaruhi daya simpan benih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengusangan cepat secara fisik terhadap viabilitas dan vigor benih koro pedang serta mendapatkan ruang simpan dan jenis kemasan yang tepat untuk mempertahankan viabilitas dan vigor benih koro pedang selama penyimpanan. Penelitian terdiri atas 2 percobaan. Percobaan I menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan lama penderaan fisik sebagai faktornya, yang terdiri atas 0, 30, 60, 90, 120, 150, dan 180 menit. Percobaan II menggunakan rancangan percobaan tersarang dengan 2 faktor. Faktor pertama berupa ruang simpan yang terdiri atas ruang suhu kamar dan ruang ber-AC. Faktor kedua jenis kemasan yang terdiri atas 3 taraf yaitu karung plastik, jerigen plastik, dan plastik polypropylene. Hasil percobaan I menunjukkan bahwa penderaan fisik dengan suhu dan RH tinggi efektif menurunkan viabilitas dan vigor benih serta meningkatkan kadar air benih koro pedang. Hasil Percobaan II menunjukkan bahwa penyimpanan benih koro pedang pada ruang suhu kamar menghasilkan kadar air, viabilitas, dan vigor benih lebih tinggi dibandingkan penyimpanan pada ruang ber-AC. Penyimpanan benih koro pedang dengan karung plastik menghasilkan kadar air, viabilitas, dan vigor
Pengaruh Pupuk Nitrogen dan Pupuk Hayati Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Sayuran Daun Indigenous Tahunan Rista Delyani; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.215 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.14653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk nitrogen terbaik dan mengetahui pengaruh pupuk cair hayati terhadap pertumbuhan dan produksi dua sayuran daun indigenous tahunan sebagai komoditas sayuran yang dapat dipanen lebih dari satu kali. Penelitian dilaksanakan kebun percobaan Lewikopo IPB, Dramaga, Bogor mulai pada bulan Januari sampai Mei 2012. Penelitian menggunakan percobaan paralel dengan 2 komoditas, yaitu kenikir dan kemangi. Penelitian disusun dengan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 2 faktor untuk setiap komoditas. Faktor pertama dadalah dosis Nitrogen dengan 4 taraf, 0 kg ha-1, 45 kg ha-1, 90 kg ha-1, dan 135 kg ha-1. Faktor keduan adalah Pupuk Cair Hayati (PCH) dengan 2 taraf, dengan PCH dan tanpa PCH. Hasil menunjukkan bahwa dosis Nitrogen dapat meningkatkan produksi dua sayuran daun indigenous pada bobot hasil panen per petak. Nitrogen dapat memberikan produksi lebih baik pada lingkungan tapi belum optimum. Dosis rekomendasi Nitrogen sebesar 92,73 kg ha-1 untuk kenikir dan 45 kg ha-1 untuk kemangi. PCH tidak memberikan pengaruh terhadap produksi dari dua sayuran daun indigenous.
Budi Daya Lisianthus (Eustoma grandiflorum (Raf.) Shinn.) di Mayungan, Bali Antony Demas; Dewi Sukma; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.246 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.14654

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berkaitan dengan pengalaman praktik kerja lapangan pada budi daya lisianthus (Eustoma grandiflorum (Raf) Shinn.). Penelitian dilaksanakan di Mayungan, Bali dari Februari - Juni 2009. Selama penelitian berlangsung, pekerjaan yang dilakukan sebagai buruh, pengawas asisten, dan asisten manajer. Beberapa data diperoleh melalui wawancara dan diskusi dengan pekerja dan manajer, selain itu juga pengamatan langsung di lapangan. Informasi yang diperoleh berkaitan dengan profil perusahaan, kondisi tanah, konstruksi penanaman, dan kendala pekerjaan. Fakta budi daya lisianthus, seperti pengembangan tanaman di pembibitan dan rumah kaca, karakteristik tanaman, metode irigasi, pupuk, persentase tanaman produktif, sebaran panen, dan vase life telah diamati. Lisianthus memiliki karakteristik yang unik sebagai tanaman bunga potong, selain itu bervariasi antar varietasnya. Metode budidayanya tidak hanya merawat tanaman muda pada plug produksi tetapi juga menumbuhkan lisianthus dalam rumah kaca produksi, hingga penanganan pascapanen. Terdapat kekurangan dalam produktivitas tanaman yang terlihat sangat rendah. Secara khusus pada produksi dan sistem pemasaran dalam rangka untuk bersaing dengan petani bunga potong berpengalaman dan terlatih.
Respon Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) terhadap Pemberian Inokulan Cendawan Mikoriza Arbuskula dan Pemupukan Fosfor Versi Putra Jaya Hulu; . Supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.673 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.14659

Abstract

Peningkatan produksi dan kualitas tanaman karet harus dilakukan dengan teknik pembibitan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh inokulan Cendawan Mikoriza Arbuskula dan dosis pupuk P terhadap pertumbuhan bibit stum mata tidur karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan mulai bulan Mei sampai Agustus 2014. Rancangan Percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan kelompok lengkap teracak yang disusun secara faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pemberian inokulan cendawan mikoriza arbuskula yaitu tanpa inokulan mikoriza, dosis 10 g per tanaman, dan dosis 20 g per tanaman. Faktor kedua adalah dosis pemberian pupuk fosfor yang terdiri dari empat perlakuan yaitu pemupukan SP-36 (0, 0.5, 1.0, 1.5 kali dosis rekomendasi, yaitu pemberian 3.88 g per tanaman pada bulan ke-1 dan 7.76 g per tanaman pada bulan ke-3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian inokulan Cendawan Mikoriza Arbuskula tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tunas, diameter tunas, jumlah tangkai daun, jumlah akar, akar terpanjang, bobot basah dan bobot kering akar dan tajuk. Pemupukan P berpengaruh nyata terhadap panjang tunas, serta bobot basah dan bobot kering akar dengan pola respon linear. Interaksi dengan kombinasi terbaik adalah pemberian 0.5 dosis rekomendasi SP-36 dan inokulan CMA 20 g per tanaman.
Pengamatan Uji Daya Berkecambah dan Optimalisasi Substrat Perkecambahan Benih Kecipir [Psophocarpus tetragonolobus L. (DC)] Anggit Dwi Rahayu; Tatiek Kartika Suharsi
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.839 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14821

Abstract

Ketersediaan dan pemanfaatan dari sayuran indigenous masih sangat terbatas. Pengujian mutu benih menjadi langkah dasar yang penting untuk memenuhi kebutuhan produksi dan konsumsi dari sayuran indigenous. Penelitian ini bertujuan: (1) pengembangan metode uji daya berkecambah benih kecipir pada aspek penentuan pengamatan hitungan pertama dan kedua; (2) pemilihan substrat alternatif perkecambahan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengujian Mutu Benih dan Penyimpanan Benih IPB selama lima bulan. Penelitian dibagi ke dalam dua percobaan, percobaan pertama yaitu penentuan hitungan pertama dan kedua, percobaan kedua yaitu optimalisasi substrat perkecambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan hitungan dalam pengamatan uji daya berkecambah benih kecipir menggunakan alat pengecambah tipe eco-germinator dilakukan pada hari ke-6 untuk hitungan pertama dan hari ke-8 untuk hitungan kedua. Kertas CD dapat digunakan sebagai substrat kertas alternatif apabila pengujian benih menggunakan metode UKDdp. Substrat pasir kontrol dengan metode in sand merupakan substrat terbaik apabila pengujian benih dilakukan tanpa menggunakan substrat kertas.
Optimasi Produksi Bibit Tanaman Kentang (Solanum tuberosum) Kultivar Granola dengan Teknik Fotoautotrofik Sonya Putri Rai; Ni Made Armini Wiendi
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.218 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14822

Abstract

Tanaman yang ditumbuhkan dalam kondisi in vitro pada umumnya tidak melakukan fotosintesis, lapisan kutikula dan jaringan pembuluh antara akar dan pucuk tidak berkembang serta stomata belum berfungsi dengan baik sehingga sulit bertahan pada saat aklimatisasi. Teknik fotoautotrofik perlu dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan planlet saat dipindahkan ke kondisi ex vitro. Penelitian ini bertujuan mempelajari respon pertumbuhan kentang kultivar Granola yang dikulturkan dengan sistem fotoautotrofik untuk menyediakan bibit kentang yang unggul dan bermutu. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan 2, analisis morfologi stomata dilakukan di Laboratorium Mikro Teknik, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Penelitian dilakukan dari bulan November 2014 hingga April 2015. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan terpisah. Percobaan pertama menggunakan bahan tanam buku tunggal, percobaan kedua menggunakan bahan tanam pucuk. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dua faktor, yaitu konsentrasi gula dan ventilasi. Pada percobaan pertama diperoleh bahwa peningkatan konsentrasi gula nyata meningkatkan jumlah daun dan buku tunas kentang (Solanum tuberosum). Interaksi gula yang rendah dan penambahan ventilasi menyebabkan peningkatan jumlah stomata dan kloroplas serta mengecilnya diameter stomata daun. Sebanyak 45 % planlet yang ditumbuhkan pada media dengan konsentrasi gula 25 gL-1 dengan ventilasi 1 serta 67 % planlet dari media gula 25 gL-1 dengan ventilasi 2 mampu bertahan selama aklimatisasi dan diduga dapat digunakan untuk produksi bibit. Pada percobaan 2 tidak terdapat planlet yang mampu bertahan pada tahap aklimatisasi.
Respon Pertumbuhan Bibit Panili (Vanilla planifolia Andrews) terhadap Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh dan Pupuk Cair NPK Aulia Yudha; . Hariyadi
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.689 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14824

Abstract

Percobaan ini dilakukan untuk menentukan konsentrasi yang tepat pada zat pengatur tumbuh auksin dan pupuk cair NPK serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan setek batang panili. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Masyarakat Sindang Barang, Bogor pada bulan Maret–Juni 2014. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan dua faktor yang diulang sebanyak tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi auksin sebanyak tiga taraf, 0 ppm (R0), 1 000 ppm (R1), dan 2 000 ppm (R2) sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk cair NPK sebanyak 6 taraf, 0 ppm (P0), 250 ppm (P1), 500 ppm (P2), 750 ppm (P3), 1 000 ppm (P4), dan 1 250 ppm (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi auksin sebesar 2 000 ppm mampu menghasilkan pertumbuhan bibit yang lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi lainnya sedangkan konsentrasi pupuk cair sebesar 0 sampai 1 250 ppm tidak ada yang berpengaruh nyata pada seluruh peubah pengamatan.
Karakterisasi dan Evaluasi Keragaman Genotipe Semangka Lokal Abi Ardhillah Yasinda; Surjono Hadi Sutjahjo; Siti Marwiyah
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.501 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14826

Abstract

Karakterisasi merupakan tahap awal dari kegiatan pemuliaan tanaman semangka. Berdasarkan kegiatan tersebut, akan diketahui keragaman genetik yang ada. Informasi mengenai keragaman genetik terhadap karakter yang diamati dapat dimanfaatkan pada tahap pemuliaan berikutnya. Percobaan ini bertujuan untuk memperoleh informasi keragaman genetik dan mempelajari hubungan kekerabatan antargenotipe semangka berdasarkan tingkat ketidakmiripannya. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, University Farm IPB pada Oktober 2014 hingga Januari 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak dengan 8 genotipe uji hasil eksplorasi dan 1 genotipe pembanding. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pengaruh genotipe uji terdapat pada seluruh karakter yang diamati. Karakter bobot buah, panjang buah, tebal perikarp, kekerasan daging buah, padatan terlarut total daging buah, hari berbunga, dan hari panen memiliki nilai duga heritabilitas arti luar yang tinggi. Karakter panjang petiol memiliki nilai duga heritabilitas yang sedang, dan nilai duga heritabilitas pada karakter diameter buah tidak dapat diketahui. Berdasarkan hasil uji hedonik, hanya genotipe Bengkulu 3 yang disukai oleh panelis pada karakter warna, aroma, tekstur, dan rasa daging buah. Hasil analisis gerombol menunjukkan bahwa genotipe yang berasal dari daerah yang sama secara umum akan mengelompok pada kelompok kekerabatan yang sama.
Penanganan Penyimpanan Kentang Bibit (Solanum tuberosum L.) di Bandung Afifah Farida Jufri; Megayani Sri Rahayu; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.371 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14828

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh pengalaman dan mempelajari kegiatan budidaya tanaman kentang, penanganan pasca panen kentang konsumsi dan kentang bibit serta pemasarannya baik secara teknis. Penelitian dilaksanakan mulai Februari-Juni 2011 di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Hasil pengamatan terhadap pengaruh suhu simpan dan diameter umbi terhadap masa dormansi menunjukkan umbi yang disimpan di suhu dingin (40C) belum mengalami pertunasan setelah 16 minggu penyimpanan sedangkan umbi yang disimpan di suhu ruang mulai bertunas pada minggu ke-12 dan mencapai 100% pada minggu ke 16. Penurunan bobot umbi yang disimpan di suhu ruang lebih besar daripada umbi yang disimpan di suhu dingin. Hama penyakit lebih banyak ditemui pada umbi yang disimpan di suhu ruang yaitu sebesar 16.47%. Hasil pengamatan pengaruh perlakuan penyimpanan umbi terhadap pertumbuhan tunas menunjukkan bahwa umbi yang disimpan menggunakan metode II (penyimpanan umbi selama 2 bulan di suhu ruang dilanjutkan pemberian gas CS2) mengalami pertumbuhan tunas yang lebih lambat daripada metode simpan I (penyimpanan umbi selama 4 bulan di suhu ruang) dan metode simpan III (penyimpanan umbi selama 2 bulan di suhu ruang dan 3 bulan di suhu dingin).

Page 7 of 44 | Total Record : 434