cover
Contact Name
Yusuf L. M
Contact Email
jurnalbonafide@gmail.com
Phone
+6282345376011
Journal Mail Official
jurnalbonafide@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan 1, Kel. Bahu, Kec. Siau Timur Kab. Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO), Sulawesi Utara
Location
Kab. kep. siau tagulandang biaro,
Sulawesi utara
INDONESIA
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : 27224473     EISSN : 27225992     DOI : https://doi.org/10.46558/bonafide.v1i1
Core Subject : Religion, Education,
Bonafide: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen is a scientific journal that publishes some original articles in Christian theology and education. Our focus and scope are biblical studies, Christian education, contextual theology, Christian leadership, church services, practical theology, systematic theology, and sociology of religion.
Articles 96 Documents
ANALISIS KRITIS TERHADAP KRISTOLOGI DALAM ISLAM Adi Putra; Charisal B.S. Manu
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i1.53

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang Kristologi Islam. Tujuannya untuk mengungkap seperti apa sebenarnya Islam mengajarkan tentang Yesus Kristus. Hal ini dimungkinkan karena memang dalam Islam juga mengenal Yesus sebagai nabi Isa. Dengan menggunakan metode kualitatif yang memusatkan pada kajian literatur, maka diharapkan dapat mengungkapkan natur kristologi dalam Islam guna melihat kelemahan dan kekeliruannya. Setelah diteliti, ternyata memang Kristologi Islam adalah kristologi yang sesat dan keliru karena di dalamnya mereka mengklaim Yesus bukan Tuhan / Allah, Yesus hanyalah nabi, Yesus tidak pernah mati, Yesus sebagai Anak Allah adalah sesat, bahkan ajaran tentang Trinitas juga ditolak. Itulah sebabnya, melalui penelitian ini disimpulkan bahwa kristologi Islam merupakan kristologi yang sesat sehingga tidak dapat dijadikan referensi untuk belajar dan berbicara tentang Kristus. Abstrak: Penelitian ini meneliti tentang Kristologi Islam. Tujuannya untuk mengungkap seperti apa sebenarnya Islam mengajarkan tentang Yesus Kristus. Hal ini dimungkinkan karena memang dalam Islam juga mengenal Yesus sebagai nabi Isa. Dengan menggunakan metode kualitatif yang memusatkan pada kajian literatur, maka diharapkan dapat mengungkapkan natur kristologi dalam Islam guna melihat kelemahan dan kekeliruannya. Setelah diteliti, ternyata memang Kristologi Islam adalah kristologi yang sesat dan keliru karena di dalamnya mereka mengklaim Yesus bukan Tuhan / Allah, Yesus hanyalah nabi, Yesus tidak pernah mati, Yesus sebagai Anak Allah adalah sesat, bahkan ajaran tentang Trinitas juga ditolak. Itulah sebabnya, melalui penelitian ini disimpulkan bahwa kristologi Islam merupakan kristologi yang sesat sehingga tidak dapat dijadikan referensi untuk belajar dan berbicara tentang Kristus.
MAKNA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM ALKITAB Steven Tubagus
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i1.57

Abstract

This paper aims to describe the meaning of Christian Religious Education in the Bible. The method used is text analysis following the principles of exegesis. The results are: First, the knowledge gained is that believers always rely on God in their lives and are blameless so that they receive God's Revelation. God's revelation affects everyone, both believers and non-believers. The words of Revelation have so much weight and power. Second, those who know Jesus have life in God because Jesus said this is eternal life. Christian religious education seeks to unite humans with God. All education is religious; there is nothing from everything that exists in the field of human life that is not controlled and controlled by religion. That education begins in each household and is explained in public services and the teaching of Jesus Christ. Third, because God so loved the world, that He gave His only begotten Son so that everyone who believes in Him should not perish but have eternal life. Receiving the promise is receiving eternal life.
MENUMBUHKAN KARAKTER KEPEMIMPINAN YANG MELAYANI Mathias Jebaru Adon
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i1.59

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan karakter kepemimpinan yang melayani. Dewasa ini karakter kepemimpinan yang melayani kurang menjadi fokus dalam kehidupan bersama. Karena itu, orang kristiani diajak untuk kembali sadar akan perintah Yesus untuk melayani bukan untuk dilayani. Namun karakter melayani tidak dapat tumbuh begitu saja, diperlukan suatu proses terus-menerus sepanjang hidup. Berdasarkan hal tersebut tulisan ini memberikan suatu sudut pandang yang baru dan sederhana bagaimana menciptakan karakter pemimpin pelayan yang dimulai dari diri sendiri. Kepemimpinan pada dasarnya adalah keterampilan dalam mengatur dan membina diri sendiri kemudian orang yang dipimpin. Dengan cara yang demikian orang yang dipimpin akan dengan mudah mengikuti kehendak sang pemimpin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan konseptual. Sebab gagasan yang baik mengenai kepemimpinan akan menciptakan kepemimpinan yang handal. Tesis itulah yang ditawarkan dalam penelitian ini agar setiap orang dapat mengembangkan kepemimpinan yang melayani.
PERGESERAN MAKNA ALKITAB SEBAGAI KITAB SUCI PADA KAUM MUDA PENGGUNA ALKITAB DIGITAL DI LUWUK Ermin Alperiana Mosooli; Onal Amalakon; Alfionita Sumuding
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i1.60

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pergeseran makna kesucian Alkitab dari Alkitab versi buku kepada Alkitab versi digital di kalangan anak muda pengguna Alkitab digital. Penelitian dilakukan dengan studi komparatif pada metode kuantatif. Variabel kontrol yang digunakan adalah variabel isi Alkitab dan variabel Alkitab. Subyek penelitian adalah kaum muda pengguna Alkitab digital berusia 18-35 tahun di kota Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah. Data diambil dengan teknik survey dengan melibatkan 26 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran makna kitab suci secara signifikan terjadi pada variabel media, sedangkan pada variabel isi tidak terjadi pergeseran signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bagi responden Alkitab versi buku lebih suci baik pada isi maupun media, namun Alkitab versi digital yang suci hanyalah isinya.
KONSEP MANUSIA BARU MENURUT KOLOSE 3:1-4 Fransiska Juliawati; Hendi Hendi
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i1.61

Abstract

Banyak yang beranggapan menjadi manusia baru cukup dibaptis terima Yesus dan diselamatkan, bahkan orang percaya sekalipun masih banyak yang beranggapan seperti itu. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk memberi penjelasan tentang konsep manusia baru menurut Kolose 3:1-4. Metode yang yang digunakan yaitu metode pendekatan analisis teks yaitu fokus pada teks itu sendiri dan dikomparasikan dengan teks kitab lainnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa berdasarkan Kolose 3:1- 4, manusia baru adalah manusia yang telah dibangkitkan bersama Kristus melalui baptisan sehingga tidak lagi memikirkan hal duniawi melainkan memikirkan hal surgawi yang ada Kristus di dalamnya. Mereka yang berlaku demikianlah yang disebut sebagai manusia baru yang terus menerus akan diperbaharui di dalam Kristus sampai mengalami Theosis atau menjadi seperti Kristus.
BISNIS SEBAGAI PENOPANG KEGIATAN MISI Louisa Mathilda Pongajouw; Veydy Yanto Mangantibe
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i1.63

Abstract

Banyak orang Kristen beranggapan bahwa bisnis dan misi bertentangan. Misi berkaitan dengan kehidupan rohani, sedangkan bisnis merupakan kehidupan duniawi, bahkan dianggap kotor. Padahal fakta menunjukkan bahwa di berbagai komunitas, misi ditopang oleh para pebisnis. Sebab itu, penelitian ini ingin mengetahui apakah bisnis dapat menjadi alat atau strategi misi? Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis sebagai alat atau strategi misi memiliki dasar teologis dalam Alkitab yang sangat kuat. Pada zaman Perjanjian Lama maupun dalam Pelayanan Yesus dan para rasul, tampak bahwa bisnis selalu menopang kegiatan pelayanan. Sebab itu, bisnis dapat menjadi strategi misi. Penting juga memahami bisnis sebagai alat misi dari keberadaan etika bisnis Kristen. Pertanyaannya apakah bisnis itu salah ? dikatakan bisnis menjadi suatu yang salah bukan disebabkan oleh bisnis itu sendiri melainkan pelaku bisnis. Kesalahan tersebut dikarenakan manusia yang berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (bdk. Kej. 3). Maka perlu dipahami dari pendekatan etika bisnis Kristen, bisnis serta pelaku bisnis haruslah berdasarkan pada dasar kebenaran firman Tuhan, diwujudkan dengan pertobatan kepada Yesus, cara hidup yang takut Tuhan yang berdampak pada iman kepada Yesus kristus dan diwujudnyatakan dalam tindakan kasih Allah, ketaatan pada kehendak Allah. Sehingga tujuan dari pada pendekatan bisnis sebagai alat misi injil diberitakan nama Tuhan dipermuliakan.
Tinjauan Buku: Pelayan Tuhan di Gereja dan Masyarakat Desman Josafat Boys
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.65

Abstract

Pemaparan penulis dimulai dari gambaran seorang Penatua dan jabatan di Gereja sebagai amanah Allah untuk melayani. Kemudian menelaah Pelayan Tuhan dari penggalian Alkitab dalam keberadaannya di tengah masyarakat. Sebagai seorang pelayan, Hamba Tuhan adalah sosok pekerja yang memberikan tenaga, pikiran, daya-upaya apapun serta harta demi kemajuan penatalayanan untuk kemuliaan Tuhan. Seorang Pelayan Tuhan melakukan banyak hal bukan untuk keperluan kebesaran nama sendiri bahkan bukan untuk kekayaannya. Buku ini memaparkan bahwa menjadi seorang penatua adalah karunia Allah.
KONSEP BELAS KASIHAN MENURUT INJIL MATIUS 18:23-35 Reniwati Gulo; Hendi Hendi
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.70

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang kehidupan yang penuh belas kasihan kepada sesama manusia menurut Injil Matius 18:23-35. Metode yang digunakan adalah eksegesis. Hasilnya menunjukkan bahwa belas kasihan adalah kunci untuk mampu mengampuni sesama. Setiap orang yang percaya Yesus menerima pengampunan dari Allah oleh belas kasihan Allah yang besar melalui pribadi Yesus Kristus. Yesus mengajarkan setiap orang percaya untuk mengampuni karena telah menerima belas kasihan-Ny. Tidak mengampuni sesama berarti Allah juga tidak mengampuni kita sebab apa yang telah di tabur di dunia akan di tuai di surga. Hukuman Allah akan berlaku kepada setiap orang yang tidak mengampuni. Oleh karena itu, sikap ini perlu diambil dan diaplikasikan oleh setiap orang percaya yang telah menerima pengampunan dari Allah di dalam Yesus Kristus.
PEMURIDAN SEBAGAI IMPLEMENTASI AMANAT AGUNG YESUS KRISTUS Serepina Hasibuan
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.74

Abstract

Pemuridan adalah konsep penting dalam kekristenan dan Amanat Agung adalah mandat penting bagi orang-orang Kristen sepanjang zaman. Kedua hal ini merupakan fokus penelitian. Amanat Agung seringkali dikaitkan dengan gerakan misi Kristen tetapi sangat jarang dikaitkan dengan gerakan pemuridan. Dalam implementasinya, Amanat Agung diwujudkan dengan penginjilan tetapi kurang memperhatikan aspek pemuridannya. Oleh sebab itu, penulis menganalisis Matius 28:19-20 menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik kritik teks yakni melakukan eksegesis pada ayat tersebut untuk memahami konsep pemuridan dalam Amanat Agung Yesus Kristus. Melalui penelitian ini, penulis menemukan bahwa pemuridan adalah aspek utama yang harus menjadi target dalam implementasi mandat agung orang Kristen. Dalam pelaksanaannya, pemuridan melalui tahap-tahap yakni: pergi menjangkau jiwa, membaptis mereka dan mengajarkan perintah Tuhan.
KONSEP MURAH HATI BERDASARKAN LUKAS 6:36 Marlon Taung
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.75

Abstract

This paper discusses the meaning of generosity in Luke 6:36. The method used is library research, with the primary sources being the Bible, books, literature, and other sources related to the subject matter. The results showed that the meaning of generosity in Luke 6:36 is to love and forgive fellow human beings. Generosity is a command of God. All believers must practice God's order in concrete actions. Generosity also reflects the Father or is a God-like attribute. Therefore, living generous means expressing the presence of God during life with others.

Page 3 of 10 | Total Record : 96