BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Bonafide: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen is a scientific journal that publishes some original articles in Christian theology and education. Our focus and scope are biblical studies, Christian education, contextual theology, Christian leadership, church services, practical theology, systematic theology, and sociology of religion.
Articles
91 Documents
KONSEP PENCOBAAN MENURUT YAKOBUS 1:12-15
HISKIA GULO
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.22
Kehidupan orang beriman tidak pernah luput dari berbagai pencobaan berupa tantangan dan permasalahan. Hal ini membuat sebagian orang percaya sulit memahami makna pencobaan. Bahkan ada yang menganggap pencobaan disebabkan oleh Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pencobaan menurut Yakobus 1:12-15. Metode yang di gunakan adalah pendekatan analisis teks secara sintaksis dan semantis yaitu fokus pada teks itu sendiri dan dihubungkan dengan teks-teks lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Yakobus 1:12-15, pencobaan tidak berasal dari Allah tetapi dalam diri manusia itu sendiri karena terseret oleh dosa. Namun orang yang sanggup bertahan dalam ujian pencobaan akan bertumbuh kepada kehidupan yang sempurna dan kudus bersama dengan Allah.
FILSAFAT TRINITAS
Stenly R. Paparang
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.23
Bidat-bidat Kristen mempublikasikan disparitas hermeneutika tentang Trinitas. Implikasinya adalah munculnya cara memahami yang keliru. Ketika gagasan Trinitas muncul di zaman-zaman berikutnya, dengan mudah dideteksi sebagai bentuk kesesatan hermeneutika yang mendaur ulang kesesatan masa lampau. Di samping itu, Bapa-bapa Gereja memberikan berbagai elaborasi Trinitas sebagai respons mereka terhadap para bidat, yang juga argumentasi mereka berada dalam dua sisi: dapat diterima dan ditolak. Dalam artikel ini, standar ganda digunakan sebagai klarifikasi apologetik dan kemudian menghadirkan kedudukan iman Kristen yang kredibel. Dengan demikian, langkah-langkah standar ganda sebagai klarifikasi apologetik membawa kepada sebuah disposal (penyelesaian) polemik Trinitas, meski terbuka peluang untuk diperdebatkan.
RELEVANSI PENGGEMBALAAN PAULUS DALAM I KORINTUS 3:1-9 TERHADAP PENJANGKAUAN ANAK MUDA DI GBI PASKO BANDUNG
Victoria Eva Aryanti;
Jessica E. Abraham;
Christopher Santoso;
Victor Deak
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.24
Konflik merupakan salah satu persoalan yang dihadapi gereja yang seringkali mengakibatkan perpecahan dan penurunan partisipasi jemaat dalam persekutuan. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penggembalaan Rasul Paulus sebagaimana tertuang dalam 1 Korintus 3:1-9 dan relevansinya terhadap penjangkauan anak muda di GBI Pasko Bandung dengan menggunakan metode kualitatif dan studi pustaka. Dari penelitian ini ditemukan bahwa strategi penggembalaan Rasul Paulus adalah: (1) Paulus berusaha menciptakan komunikasi yang positif, (2) Paulus berusaha menghubungkan praktek pelayanan dengan ajaran Kristen, (3) menggunakan media surat untuk mengatasi kesulitan berkomunikasi pada waktu itu. Relevansinya dalam penggembalaan anak muda di GBI Pasko Bandung adalah: (1) menggembalakan anak muda dengan komunikasi yang positif, (2) mengajak anak muda menghadapi perbedaan secara dewasa, (3) menguatkan iman anak muda dengan pengajaran. Selain itu untuk mengatasi keterbatasan menjangkau anak-anak muda bisa menggunakan berbagai media komunikasi dewasa ini seperti gagdet agar mereka bisa disentuh secara personal.
INTERPRETASI MURTAD DALAM IBRANI 6: 1-8
Friska Gandaria;
Yusuf L M
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.27
Konsep Murtad dalam Ibrani 6:1-8 sering menjadi perdebatan di kalangan teolog Kristen. Teks tersebut dianggap sebagai peristiwa yang sedang terjadi kepada orang Kristen sejati dan orang yang tidak sungguh-sungguh percaya Tuhan. Teks ayat 4-5 dianggap memperlihatkan kriteria orang Kristen yang bisa murtad lagi. Apakah benar demikian? Untuk memahami teks ini, penulis menganalisisnya dengan pendekatan studi eksposisi terhadap kata, frasa, dan klausa dalam teks dengan tetap memperhatikan gramatika historisnya untuk mendapatkan pengertian yang benar sesuai konteks aslinya. Berdasarkan analisis tersebut, frasakaὶ parapesόntaV pάlin (ayat 6) tidak menekankan murtad bisa terjadi terhadap orang Kristen sejati atau sungguh-sungguh percaya Tuhan, melainkan mengacu kepada orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh percaya sehingga ketika menghadapi penganiayaan pada pada masa Kaisar Nero maka banyak orang Kristen yang meninggalkan imannya. Untuk itu, penulis surat Ibrani memberi peringatan keras akan bahaya menolak Tuhan dalam situasi tersebut. Orang yang tidak beriman sungguh-sungguh pasti akan murtad atau menolak Tuhan dan tidak mungkin dibaharui lagi.
KONSEP PEMBENARAN MENURUT ROMA 5:1-11 DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA MASA KINI
Finsen Deviston Bungan
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.28
Di kalangan gereja ada yang melihat pembenaran sebagai tindakan Allah supaya orang Kristen bisa masuk surga. Hal ini bertentangan dengan konsep pembenaran sesuai dengan kebenaran Alkitab sebagaimana tercantum dalam Roma 5:1-11. Tulisan ini bermaksud mengeksplorasi bagian teks Alkitab ini agar diperoleh konsep yang benar mengenai pembenaran. Metode yang digunakan adalah analisis teks secara sintaksis dan semantis yaitu fokus pada teks itu sendiri, interaksi dengan teks-teks lain dan tulisan para Bapa Gereja. Hasil penelitian didapatkan adalah bahwa dibenarkan berarti memperoleh damai dengan Allah, tidak menjadi seteru Allah dengan hidup dalam dosa-dosa. Dibenarkan juga berarti gereja memperoleh akses kepada Anugerah Allah dan dibebaskan dari murka Allah atau penghakiman Allah, serta diselamatkan oleh hidup-Nya atau diselamatkan oleh oleh Yesus Kristus.
Tinjauan Buku: Allah Mengizinkan Manusia Mengalami Diri-Nya, Pengalaman dengan Allah dalam Konteks yang Berpancasila
Arthur Aritonang
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v2i1.45
This book is a compilation of writings from Andreas A. Yewangoe, especially in 2017 which was delivered by Yewangoe on various occasions. Yewangoe covers these themes under a big umbrella: “God Permits Humans to Experience Himself. In the first part Yewangoe discusses about dogmatics. Meanwhile, in the second part, Yewangoe discusses religion and society. For readers, this book is an important book to read for both theology students and church members. Yewangoe in this book wants to invite every reader to understand the biblical principles regarding the role of church members in the political arena, the importance of peace efforts among religious adherents in Indonesia, the importance of literacy education in order to raise awareness to be wiser and more responsible in using social media so as to avoid influence. ideologies that are opposite to Pancasila, calls for anarchist demonstrations, or access to information that will arouse terrorist cells in Indonesia, the importance of reading and reflecting on Indonesian history so that we appreciate the struggles of our predecessors even more. And finally, the importance of maintaining Pancasila as the basis of the state as a common home for a pluralistic Indonesia.
PANDANGAN IMAN KRISTEN TERHADAP ILMU PENGETAHUAN DAN APLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
Jemy Noviyanto
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v2i1.46
Pergumulan antara iman Kristen dan ilmu pengetahuan sepanjang sejarah kehidupan banyak menimbulkan pro dan kontra. Tetapi apakah benar iman Kristen menentang ilmu pengetahuan dan juga sebaliknya ilmu pengetahuan menentang iman Kristen? Tujuan penulisan ini mau menjawab pertanyaan tersebut, memberi keseragaman pandangan antara iman Kristen dan ilmu pengetahuan dalam dunia Pendidikan Kristen. Pendekatan penulisan artikel ini pendekatan penelitian buku dan deskriptif komparatif antara iman Kristen dan ilmu pengetahuan, dengan harapan pro dan kontra antara dua pandangan, baik iman Kristen dan ilmu pengetahuan dapat di terima oleh dua kelompok ini. Pendidikan Agama Kristen sebagai sarana pembentukan karakter nara didik sebagai pribadi yang beriman, harus memberikan pandangan yang berdasarkan iman Kristen terhadap ilmu pengetahuan yang terus berkembang. iman Kristen dan generasi gereja yang berpendidikan dewasa ini diperhadapkan dengan kemajuan tekhnologi (era digitalisasi) yang sedikit banyak mempengaruhi pemikiran dan keimanan yang mewakili pada era saat ini. Pendidikan Agama Kristen harus mampu menjawab hal ini melalui pendekatan iman dan science, di mana segala sesuatu bermula dari iman dan di kembangkan dalam science. Tekhnologi kekinian zaman sekarang hadir dari produk iman Kristen yang percaya kepada Tuhan yang menciptakan alam semesta dan manusia yang di perlengkapi oleh akal budi. Alam semesta menyediakan materi-materi yang bisa di kembangkan oleh manusia melalui akal budi yang di sediakan oleh Tuhan. Keywords: Christian faith, science, Christian Religious Education
MENGAPLIKASIKAN MODEL KETELADANAN HAMBA TUHAN BERDASARKAN 1 TIMOTIUS 4:12
Hisikia Gulo
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v2i1.47
Keteladanan tidak dapat di pisahkan dari kehidupan seorang hamba Tuhan. Keteladanan bagi seorang hamba Tuhan merupakan hal penting sebab memberikan pengaruh yang sangat besar bagi orang lain di mana hamba Tuhan adalah figure, sosok dan panutan bagi orang yang dia pimpin. Tujuan penelitan adalah untuk mengeksplorasi konsep hamba Tuhan sebagai model Kristus dalam pelayanan menurut 1 Timotius 4:12. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan sumber utama Alkitab, buku, literatur dan sumber lainnya yang berhubungan dengan pokok pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan untuk menjadi model teladan Kristus dalam panggilan pelayan yang baik harus mengikuti kriteria keteladanan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Tinjauan Buku: Alkitab dalam Hati, Latihan Devosi Untuk Penghafalan Firman Allah
Saut Togi Marihot Panjaitan
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46558/bonafide.v2i1.49
Buku ini penting untuk dibaca bagi Gembala Jemaat dan Pemimpin Komunitas Kristen terutama yang mendorong jemaat untuk mencintai Alkitab dalam hidupnya. Dalam hal ini diharapkan adanya pertumbuhan iman dalam diri orang yang melakukan kebenaran Firman yang dibaca, kemudian didoakan kepada Allah. Membaca, berdoa dan menghafalkan Firman Tuhan pada hakekatnya adalah satu rangkaian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan orang Kristen demi mengenal Allah.