cover
Contact Name
Yusuf L. M
Contact Email
jurnalbonafide@gmail.com
Phone
+6282345376011
Journal Mail Official
jurnalbonafide@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan 1, Kel. Bahu, Kec. Siau Timur Kab. Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO), Sulawesi Utara
Location
Kab. kep. siau tagulandang biaro,
Sulawesi utara
INDONESIA
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : 27224473     EISSN : 27225992     DOI : https://doi.org/10.46558/bonafide.v1i1
Core Subject : Religion, Education,
Bonafide: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen is a scientific journal that publishes some original articles in Christian theology and education. Our focus and scope are biblical studies, Christian education, contextual theology, Christian leadership, church services, practical theology, systematic theology, and sociology of religion.
Articles 96 Documents
TANTANGAN PEMURIDAN ANAK DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI SD INPRES 1 TIRTAKENCANA Yahya Hardian Restu; Fransisko Oes Asa; Ernie Rahman; Desry Narliany Linggamo
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.77

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tantangan yang dihadapi guru pendidikan agama Kristen dalam melakukan tugas pemuridan kepada peserta didik yang beragama Kristen di era revolusi industri 4.0 di SD Inpres 1 Tirtakencana, kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Informan yang dilibatkan berjumlah sembilan orang, yang terdiri atas dua orang guru pendidikan agama Kristen dan tujuh orang tua peserta didik. Metode yang digunakana adalah kualitatif dengan wawancara sebagagi teknik pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) guru PAK sudah berusaha menggunakan media digital dalam pemuridan, 2) upaya pemuridan guru PAK belum terlalu membawa dampak pada pengembangan karakter peserta didik yang tampak dari adanya perbedaan perilaku peserta didik ketika di rumah yang menunjukan perilaku kurang baik.
IMPLEMENTASI MAKNA HOSPITALITAS KRISTEN TERHADAP PELAYAN GEREJA DAN ANGGOTA JEMAAT Heni Maria
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.79

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan makna hospitalitas Kristen dan implementasinya kepada pelayan gereja dan anggota jemaat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka dan wawancara kepada duabelas informan di Gereja Toraja Jemaat Ranteba’tan Klasis Sillanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hospitalistas Kristen pada dasarnya membahas pertemanan umat Kristen dengan orang asing, tentang bagaimana cara menghargai sesama kita, betapapun sulitnya untuk menghargai individu yang tidak sama dengan kita, khususnya orang luar. Ajaran seperti ini terdapat dalam Alkitab. Pemaknaan akan tindakan hospitalitas dapat berkaca dari kisah tokoh-tokoh Alkitab, khususnya “hospitalitas Paulus”. Hospitalitas ini juga telah diwariskan oleh Allah melalui Yesus Kristus dalam hal menerima dan menebus manusia. Ajaran Alkitab tentang hospitalis perlu diimplementasikan dalam kehidupan orang Kristen, khususnya dalam menjaga keharmonisan hubungan dalam jeemaat, baik hubungan antar jemaat maupun hubungan jemaat dengan para pelayan gereja.
SUKSESI KEPEMIMPINAN MUSA KEPADA YOSUA SEBAGAI MODEL REGENERASI KEPEMIMPINAN KRISTEN MASA KINI Karlitu Dias Markes
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.80

Abstract

Penelitian ini diarahkan kepada model suksesi kepemimpinan Musa kepada Yosua. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suksesi kepemimpinan Musa kepada Yosus mencakup dua dimensi yakni dimensi ilahi dan dimensi insani. Suksesi dalam dimensi ilahi menekankan bahwa relasi dan komitmen Musa sebagai pemimpin senior dengan Allah begitu jelas sehingga mampu mengetahui Visi dan Misi kepemimpinan serta menggenal kepada siapa visi dan misi kepemimpinan tersebut dilanjutkan. Dalam kepemimpinan Musa, pola mempersiapkan generasi muda dapat dilihat dari dua dimensi, yakni: persiapan dalam dimensi ilahi dan persiapan dalam dimensi insani/manusiawi. Persiapan dalam dimensi ilahi artinya, dalam mencari calon pemimpin untuk dipersiapkan, maka seorang pemimpin senior seharusnya memiliki kemampuan dan kepekaan dalam memahami konfirmasi dari Allah. Selain persiapan seorang pemimpin dalam dimensi ilahi, Alkitab juga menyaksikan bahwa Allah dengan kedaulatan-Nya mempersiapkan seorang pemimpin dengan menggunakan manusia sebagai alat untuk memuridkan, membimbing, dan melatih seseorang untuk melanjutkan visi dan misi Allah bagi suatu lembaga atau gereja tersebut. Proses mempersiapkan seorang calon pemimpin seperti ini disebut, persiapan dalam dimensi insani/manusiawi. Langkah-langkah regenerasi kepemimpinan dalam dimensi insani/manusiawi mencakup; pemuridan, mentoring, dan pendelegasian.
PERANAN KELOMPOK SEL TERHADAP PERTUMBUHAN GEREJA HOME COMMUNITY CHURCH (HCC) DI JEMAAT PALU Nustince Maki; Purnama Pasande; Oskar Sopang; Niel Parinsi
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.82

Abstract

The church wants the congregation's spirituality to experience growth. The number of membership is decreasing. At Home Community Church (HCC) Palu, a small group performs the process of renewal, leading to the likeness of Christ and training men to become fishers of men. Through small groups (Komsel), it is hoped that the congregation's growth will increasingly have a positive effect on the communion and church growth. The respondents were 144 Komsel members from a total population of 212 members. The method used in this study is a quantitative method with a Likert scale questionnaire as a research instrument. In this study, the role of Komsel significantly affects the number of HCC church congregations and provides benefits in service, evangelizing, teaching, and communion programs.
KONSEP DUKACITA MENURUT INJIL MATIUS 5:4 Marson Taung
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.81

Abstract

Di kalangan orang percaya masa kini, masih banyak yang salah mengerti tentang dukacita yang dimaksud oleh Tuhan Yesus dalam Matius 5:4. Penelitian ini ingin mengeksplorasi makna yang sesungguhnya agar diperoleh pemahaman yang benar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode tafsir atau eksegese. Hasilnya ditemukan bahwa maksud Yesus tentang dukacita dalam Matius 5:4 adalah dukacita rohani, yaitu berduka yang disebabkan dosa, berduka pada saat melihat orang lain berbuat dosa, dan berduka pada saat orang lain di aniaya.
KONSEP MERDEKA BELAJAR DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN KRISTEN UNTUK MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DIGITAL Pahotkon Purba; Jessica Elfani Bermuli
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.83

Abstract

Konsep Merdeka Belajar merupakan sebuah pendekatan belajar yang menjadikan siswa sebagai pusat dan orientasi pembelajaran sedangkan kurikulum Pendidikan Kristen berpusat kepada Kristus dan siswa sebagai orientasi. Tidak ada yang salah pada kedua konsep ini, justru integrasi dari keduanya akan menghasilkan ide baru yang dapat diterapkan dalam Pendidikan Kristen. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji integrasi konsep Merdeka Belajar dalam kurikulum Pendidikan Kristen untuk mendukung proses pembelajaran digital. Penelitian dilakukan dengan metode kajian literatur. Hasil penelitiannya adalah konsep Merdeka Belajar dapat diintegrasikan dalam kurikulum Pendidikan Kristen dengan mengedepankan dan memprioritaskan nilai-nilai kekristenan. Konsep Merdeka Belajar diharapkan membantu siswa beradaptasi dengan baik dalam teknologi sehingga dapat menjalankan pembelajaran digital dengan maksimal. Integrasi memengaruhi rancangan dan proses pembelajaran, sistem penilaian, serta peran guru.
Tinjauan Buku: MISTERI SALIB KRISTUS Yehu Buan
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.84

Abstract

Paul Hidajat mendiskusikan tentang Kristologi, yang lebih fokus pada misteri salib-Nya. Bagi Hidajat Alkitab menjadi sumber pertama yang menjadi tolok ukur dan karena itu posisinya ada di atas doktrin. Segala doktrin yang timbul dari luar penggalian Alkitab dapat dipastikan sebagai penyesatan dan kekeliruan teologis. Dalam penelusuran Alkitan tentang Salib Yesus, ditemukan bahwa Tuhan memiliki kesungguhan dalam penebusan melalui salib. Di Salib yang dipandang hina justeru menggambarkan kemuliaan Allah. Buku ini sangat disarankan untuk menjadi bacaan wajib bagi mahasiswa teologi dan juga dosen teologi bidang teologi sistematika.
KAJIAN TERHADAP ANGKA 666 DALAM WAHYU 13: 18 UNTUK MENJAWAB ISU KETERKAITANNYA DENGAN VAKSIN COVID-19 Adi Putra
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.91

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap isu teologis yang berkembang di publik tentang pandemi covid-19 dan vaksin covid-19 dikaitkan dengan Antikristus khususnya angka 666 dalam Wahyu 13:18. Pendapat tersebut mencurigai vaksin telah mengandung chip Antikristus, sehingga apabila ada orang Kristen yang divaksin maka secara tidak langsung telah memasukkan chip itu ke dalam tubuhnya. Dengan demikian, telah menjadi sekutu Iblis untuk melawan Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (khususnya eksegesis) terhadap teks dalam Wahyu 13:18. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa anggapan yang mengaitkan vaksin dengan Antikristus atau telah mengandung chip masih prematur dan terlalu dipaksakan bahkan sangat bertolak belakang dengan makna yang terkandung dalam teks Wahyu 13:18.
KETELADANAN PASANGAN AKWILA PRISKILA DAN IMPLIKASINYA BAGI SUAMI ISTRI KRISTEN Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.92

Abstract

Maksud Allah mendesain pernikahan suami istri adalah agar menyenangkan hati Allah. Kehidupan pernikahan yang digambarkan oleh pasangan suami istri Akwila dan Priskila sudah menggambarkan maksud dan tujuan dari pernikahan yang diinginkan oleh Allah. Kehidupan dan pelayanan yang dilakukan oleh Priskila dan Akwila menunjukkan keteladanan bagi suami istri orang percaya pengikut Kristus Yesus dan terus masih relevan hingga saat ini dan masa mendatang untuk diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan Priskila dan Akwila sangat layak dan patut menjadi teladan, profil (role model) karena kehidupannya yang istimewa, yaitu: Pertama, Pasangan pembuat tenda. Kedua, Pasangan yang saleh. Ketiga, Pasangan yang handal dan setia. Keempat, Rela mempertaruhkan hidup. Kelima, Menjadikan rumah tinggalnya menjadi rumah doa dan persekutuan. Implikasi nyata yang dapat diterapkan oleh suami istri Kristen, yaitu: Pertama, Suami istri harus taat kepada Tuhan. Kedua, Suami istri harus mengasihi jemaat. Ketiga, Suami istri harus memimpin orang lain ke dalam ketaatan iman. Keempat, Suami istri harus memuridkan orang percaya dan pasutri lainnya. Kelima, Suami istri harus mentransformasi pribadi, keluarga, gereja, dan budaya. Keenam, Suami istri harus terlibat pelayanan misi. Ketujuh, Suami istri harus melayani melalui pekerjaannya.
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK BERPOLA PEDAGOGIK TRANSFORMATIF KRISTIANI Sensius Amon Karlau
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.95

Abstract

Today there are still Christian parents who do not understand their responsibilities as educators in inculcating Christian faith values ​​for children from an early age at home. This study aims to explore the concept of Christian education for children as part of the responsibility of parents related to the vocation of Christian transformative pedagogy. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach. The results showed that Christian transformative pedagogy in Christian education for children focuses on the individuation process by Christian parents in educating autonomous children. This process is communicative and dialogical by a child, for himself and his parents as "I and the other-I" and God as the Other-I. The same process is carried out by parents to their children in their proximal environment as a process of individuation between "I and the other-me" in a future-oriented Christian transformative pedagogic call through creative imagination so that children become adults in Christ according to Bible.

Page 4 of 10 | Total Record : 96