cover
Contact Name
Dr. Abubakar, M. Si
Contact Email
abubakar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6281360436675
Journal Mail Official
jurnalsosiohumaniorakodepena@gmail.com
Editorial Address
Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia (Kodepena) Komplek Pos dan Giro Blok i, Nomor 5 Bandung, Jawa Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Sosiohumaniora Kodepena (JSK)
ISSN : 27237516     EISSN : 27234762     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora Kodepena merupakan jurnal peer-reviewed dan open-access journal dengan bidang kajian Ilmu Sosial dan Humaniora yang diterbitkan oleh Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia (Kodepena). JSK untuk pertama kalinya diterbitkan pada Juni 2020 sebagai jurnal media/berkala ilmiah di bidang sosial dan humaniora bagi para ahli sosiohumaniora, yang berupa hasil penelitian, penyuluuhan, kajian teori, ide gagasan, bersifat original dan baru serta belum pernah dipublikasikan pada wadah publikasi ilmiah lainnya. Sebagai jurnal multidisiplin pada skala nasional yang mencakup berbagai masalah dalam studi ilmu sosial dan humaniora, jurnal ini juga memperhatikan isu-isu utama mengenai pengembangan sosial dan humaniora termasuk politik, hukum dan ekonomi, ilmu pemerintahan, antropologi, studi bisnis, ilmu komunikasi, tata kelola perusahaan, studi lintas budaya, demografi, studi pengembangan, pendidikan, etika, geografi, sejarah, hubungan internasional, ilmu bahasa, ilmu perpustakaan, studi media, kesehatan masyarakat, filsafat, dan lain-lain. Penerbitan JSK diterbitkan dua kali setahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember
Articles 123 Documents
Pemanfaatan Ikan dan Hasil Laut sebagai Sumber Gizi dalam Tradisi Masyarakat Pesisir Aceh Afifah Ramadhini; Abubakar; Cut Nya Dhin; Fitriatun Nisa; Gustika Rohaya; Izziya Kamila; Nadjwaa Arabiya; Vina Silvia; Sonia Ismah; Yeni Shofia
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v7i1.269

Abstract

Aceh is one of the coastal regions in Indonesia with abundant marine resources. Fish and other seafood play a significant role not only as a primary food source but also as part of the cultural traditions of coastal communities. This study aims to analyze the role of fish and marine products as nutritional sources and their relationship with the traditions of coastal communities in Aceh. The research employs a qualitative approach using a literature review method based on various scientific journals and research reports related to coastal communities, marine resource management, and fish consumption patterns. The findings indicate that fish is a high-quality source of animal protein containing essential nutrients such as omega-3 fatty acids, vitamins, and minerals that contribute to human health. In Acehnese coastal communities, seafood is also closely associated with social and cultural practices, including traditional ceremonies and communal meals. Local wisdom and traditional institutions such as Panglima Laot regulate fishing activities and marine resource utilization to ensure sustainability. Therefore, fish and marine products play a crucial role not only in improving nutritional status but also in maintaining cultural identity and environmental sustainability among coastal communities in Aceh.
Peran Syariat Islam dalam Membentuk Perilaku Sosial Generasi Milenial Aceh Arbi Rahman Arbi Rahman ulba; Saddam; Fithri Angelia Permana; Firdatul Syifa; Rayo Fanesi; Sofi Heriyanti; Syarifa
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v7i1.277

Abstract

Penelitian ini membahas peran Syariat Islam dalam membentuk perilaku sosial generasi milenial di Aceh. Sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam, Aceh menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam interaksi sosial masyarakat. Generasi milenial sebagai kelompok usia produktif memiliki peran penting dalam menjaga dan melanjutkan nilai-nilai tersebut di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Di era globalisasi, generasi milenial menghadapi berbagai tantangan seperti pengaruh budaya luar, kemajuan teknologi, dan perubahan pola pergaulan yang dapat memengaruhi perilaku sosial mereka. Dalam kondisi ini, Syariat Islam berfungsi sebagai landasan moral dan norma yang mengatur sikap, etika, serta hubungan sosial antarindividu agar tetap sesuai dengan ajaran Islam. Peran Syariat Islam terlihat dalam pembentukan karakter generasi milenial, seperti dalam hal kesopanan, cara berpakaian, kepedulian sosial, serta ketaatan terhadap aturan agama. Meskipun demikian, masih terdapat kendala dalam penerapannya, seperti kurangnya kesadaran individu dan kuatnya pengaruh lingkungan modern. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan Syariat Islam agar mampu membentuk perilaku sosial yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Peran Mahkamah Konstitusi dalam Menyelesaikan Sengketa Hasil Pemilihan Umum: Antara Judicial Activism dan Judicial Restraint Sulistyowati; Adji Suradji Muhammad; Gusti Bintang Maharaja; Ariena Khairunisa Gunawan
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v7i1.294

Abstract

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia memegang kewenangan yang sangat strategis dan sensitif, yaitu menyelesaikan perselisihan hasil pemilihan umum. Dalam menjalankan peran sentral ini, Mahkamah Konstitusi secara terus-menerus bergulat dengan ketegangan paradigmatik antara dua doktrin besar dalam hukum tata negara, yakni aktivisme peradilan atau “judicial activism” dan pengekangan peradilan atau “judicial restraint”. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dinamika penerapan kedua pendekatan tersebut dalam putusan-putusan sengketa pemilu di Indonesia, dengan memberikan perhatian khusus pada Pemilihan Presiden tahun 2019 dan 2024, serta mengkaji dampak fluktuasi filosofis ini terhadap pengujian undang-undang pemilu dan rekomendasi reformasi kelembagaan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif analitis, yang berfokus pada analisis putusan pengadilan, literatur hukum, dan doktrin yang relevan. Temuan utama artikel ini menunjukkan bahwa meskipun Mahkamah Konstitusi secara institusional cenderung menerapkan doktrin pengekangan peradilan yang ketat dalam sengketa hasil pemilu, telah terjadi pergeseran paradigma yang tidak dapat diabaikan. Pergeseran ini paling nyata ditandai oleh lahirnya pendapat berbeda atau “dissenting opinion” dari tiga orang hakim konstitusi pada putusan sengketa Pilpres 2024, sebuah fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah persidangan sengketa hasil pemilu presiden di Indonesia. Fluktuasi filosofis yang sama juga terlihat dalam putusan-putusan pengujian undang-undang pemilu, seperti kontroversi putusan mengenai batas usia calon presiden dan wakil presiden serta putusan progresif mengenai ambang batas pencalonan presiden. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa dialektika antara aktivisme dan pengekangan peradilan mencerminkan upaya sungguh-sungguh Mahkamah Konstitusi dalam mencari titik keseimbangan yang sulit antara kepastian hukum, stabilitas politik nasional, dan keadilan substantif yang dicitakan oleh konstitusi. Sebagai rekomendasi, reformasi kelembagaan yang serius, khususnya pembentukan pengadilan khusus pemilu yang terintegrasi, dinilai sangat mendesak untuk mengatasi fragmentasi kewenangan yang selama ini melemahkan efektivitas penegakan hukum pemilu di Indonesia.

Page 13 of 13 | Total Record : 123