cover
Contact Name
Dr. Abubakar, M. Si
Contact Email
abubakar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6281360436675
Journal Mail Official
jurnalsosiohumaniorakodepena@gmail.com
Editorial Address
Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia (Kodepena) Komplek Pos dan Giro Blok i, Nomor 5 Bandung, Jawa Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Sosiohumaniora Kodepena (JSK)
ISSN : 27237516     EISSN : 27234762     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora Kodepena merupakan jurnal peer-reviewed dan open-access journal dengan bidang kajian Ilmu Sosial dan Humaniora yang diterbitkan oleh Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia (Kodepena). JSK untuk pertama kalinya diterbitkan pada Juni 2020 sebagai jurnal media/berkala ilmiah di bidang sosial dan humaniora bagi para ahli sosiohumaniora, yang berupa hasil penelitian, penyuluuhan, kajian teori, ide gagasan, bersifat original dan baru serta belum pernah dipublikasikan pada wadah publikasi ilmiah lainnya. Sebagai jurnal multidisiplin pada skala nasional yang mencakup berbagai masalah dalam studi ilmu sosial dan humaniora, jurnal ini juga memperhatikan isu-isu utama mengenai pengembangan sosial dan humaniora termasuk politik, hukum dan ekonomi, ilmu pemerintahan, antropologi, studi bisnis, ilmu komunikasi, tata kelola perusahaan, studi lintas budaya, demografi, studi pengembangan, pendidikan, etika, geografi, sejarah, hubungan internasional, ilmu bahasa, ilmu perpustakaan, studi media, kesehatan masyarakat, filsafat, dan lain-lain. Penerbitan JSK diterbitkan dua kali setahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember
Articles 123 Documents
The Pemanfaatan Artificial Intelligence terhadap Kompetensi Pedagogik Guru IPAS: di SDN Cisarua 2 Purwakarta. Nuryani Jamilah, Weti Sri
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v6i2.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat mengembangkan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SDN Ciborerang 02 Katapang Bandung. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tingkat literasi digital guru masih beragam, AI mulai dimanfaatkan dalam perencanaan pembelajaran, asesmen, dan pengayaan materi. AI juga terbukti membantu efisiensi kerja guru dan memungkinkan pembelajaran yang lebih personal. Namun, keterbatasan infrastruktur dan kompetensi digital menjadi tantangan utama. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan, peningkatan fasilitas, dan dukungan kebijakan untuk integrasi AI dalam pembelajaran yang humanistik dan adaptif
Apakah Apakah Mandatori CSR Dapat Meningkatkan Reputasi Perusahaan Dalam Industri Kontroversial? Hasan, asmawati
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v6i2.223

Abstract

Companies in controversial industries such as the cement industry typically face the risk of rejection from the surrounding community due to the environmental impact of their activities. This study examines the relationship between corporate social responsibility (CSR) obligations and the reduction of these risks. We develop and test hypotheses about CSR fit and CSR authenticity, and their relationship to perceived corporate reputation. CSR image is tested for its ability to act as an intervening variable in forming a positive relationship between CSR activities and corporate reputation. We use a sample from the community surrounding the PT Solusi Bangun Andalas cement factory in Aceh, Indonesia. Model estimation uses the Partial Least Square Structural Equation Model (PLS-SEM) method. We find that CSR image partially mediates the relationship between CSR fit and corporate reputation and fully mediates the relationship between CSR authenticity and corporate reputation. Important implications of these findings are: first, companies need to choose CSR activities that align with their core activities, despite their controversial nature, and implement them consistently. Second, their CSR activities must be related to the needs of the surrounding community, both in terms of the natural environment and social welfare.
Gambaran Umum Pelaksanaan Program Tuberkulosis Paru Dalam Capaian Penemuan Kasus Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Kecamatan Setiabudi Tahun 2025: Pelaksanaan Program TB Paru yati, wartiniyati
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v6i2.230

Abstract

Puskesmas Setiabudi merupakan fasilitas Kesehatan tingkat pertama memiliki peran dalam pengendalian penyakit tuberculosis paru.Tahun 2024, CDR mencapai 113 %,mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya 111 %.Tingkat keberhasilan pengobatan menurun dari 88 % di 2023 menjadi 80 % pada tahun 2024, angka konversi meningkat dari 94 % menjadi 97 %. Metodologi bersifat deskriptip dengan pendekatan studi kasus,bertujuan mengetahui gambaran pelaksanaan program tuberculosis dalam penemuan TB Paru tahun 2025.Lingkupnya mengenai capaian penemuan kasus TB Paru dengan indikator CDR, mengetahui karakteristik individu penderita TB (umur dan jenis kelamin), pelaksanaan penjaringan suspek, penemuan aktif dan klinik sanitasi.Populasi seluruh pasien yang berobat TB.03 & TB.06, seluruh petugas TB & petugas Kesehatan lingkungan.Hasil capaian penemuan kasus TB sudah memenuhi standar nasional 70%, kriteria individu usia 15-50 64,7%,& jenis kelamin terbanyak laki-laki 59,2%,penjaringan suspek 99,5%, penemuan aktif 12,1% belum berjalan optimal, penemuan pasif 87,9% sudah optimal & klinik sanitasi 100%, pelayanan konseling penyakit TB di klinik sanitasi belum berjalan dengan optimal. Kata Kunci: Pelaksanaan Program TB Paru,Penemuan kasus,Tahun 2025
Analisis Implementasi Program Makan Bergizi Gratis 2025: Studi Literatur Dilema Efektivitas dan Kualitas Mulyani, Seri; Maifizar, Arfriani
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v6i2.235

Abstract

The Free Nutritious Meal Program 2025 is a strategic government policy aimed at addressing nutritional problems and improving the quality of human resources from an early age. However, its implementation has generated social dilemmas related to the effectiveness of distribution and the quality of the food provided. This study aims to analyze the extent to which the program can achieve its social objectives without neglecting quality standards and sustainability. The research employs a descriptive qualitative method with data collected through a literature review of academic sources and relevant policy reports. The study applies Merilee S. Grindle’s policy implementation theory, which emphasizes two key aspects: Content of Policy and Context of Implementation. In this context, the dilemma arises when the policy content demands high nutritional standards and food quality, while the implementation context faces challenges such as geographical constraints, logistical limitations, and varying capacities of local vendors. The findings indicate that the program is effective in expanding access to nutritious food for vulnerable groups but still encounters obstacles in food quality, distribution timeliness, and budget transparency. The program’s effectiveness can only be achieved if implementation quality, accountability, and collaboration among stakeholders are consistently and sustainably strengthened.
Pengembangan Kompetensi Sosial Emosional Peserta Didik melalui Pembelajaran IPAS : di SDN Cisarua 2 Purwakarta. Nurhayati, Tita
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v6i2.205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun kompetensi sosial emosional peserta didik melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SDN Cisarua 2 Purwakarta. Kompetensi sosial emosional (KSE) meliputi kemampuan mengelola emosi, membangun relasi sosial, serta membuat keputusan yang bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran IPAS secara holistik mampu meningkatkan lima aspek KSE: kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan hubungan, dan pengambilan keputusan. Faktor pendukung antara lain peran guru, lingkungan sekolah, dan dukungan orang tua. Kendala utama meliputi keterbatasan pemahaman guru dan waktu pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, dan refleksi sebagai cara efektif dalam membangun KSE. Temuan ini relevan dalam konteks Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kata kunci: kompetensi sosial emosional, IPAS, pembelajaran holistik, kurikulum merdeka, sekolah dasar
Bahasa Gaul Positif dan Negatif di Kalangan Gen Z pada Era Digital Muhammad Rafli; Rani Siti Fitriani
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v6i2.212

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena linguistik bahasa gaul di kalangan Generasi Z (Gen Z) Indonesia dalam era digital. Sebagai digital natives, Gen Z mengembangkan lanskap leksikal yang unik, yang secara signifikan dipengaruhi oleh platform media sosial seperti TikTok, X, dan Instagram, serta budaya game online. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kualitatif terhadap istilah-istilah yang populer, dengan mengklasifikasikannya ke dalam tiga kategori utama: positif, negatif, dan kontekstual. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa gaul Gen Z memiliki karakteristik hibrida, memadukan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara kreatif. Istilah positif seperti slay, menyala abangku, dan green flag berfungsi sebagai alat apresiasi dan penguat ikatan sosial. Sebaliknya, istilah negatif seperti cringe, red flag, dan cegil digunakan untuk kritik sosial, pelabelan, dan ekspresi ketidaknyamanan. Beberapa istilah seperti flexing dan healing menunjukkan ambiguitas makna yang sangat bergantung pada konteks penggunaannya. Disimpulkan bahwa bahasa gaul Gen Z bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga merupakan penanda identitas generasi yang dinamis, merefleksikan kreativitas, globalisasi, dan kompleksitas interaksi sosial di ruang digital.
Analisis Cohort dalam Evaluasi Pemanfaatan LMS di Perguruan Tinggi (studi kasus: Microsoft Teams) Soetam Rizky Wicaksono
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v7i1.175

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan Learning Management System (LMS) Microsoft Teams oleh mahasiswa dari dua disiplin akademik yang berbeda di sebuah perguruan tinggi pasca-pandemi, dengan fokus pada mahasiswa program studi manajemen sebagai pengguna novice dan mahasiswa sistem informasi sebagai pengguna advanced. Metodologi yang digunakan adalah cohort analysis, di mana data dikumpulkan melalui survei yang meliputi pertanyaan berbasis skala Likert dan open-ended, dilakukan secara langsung di dalam kelas. Hasil menunjukkan bahwa meskipun kedua kelompok mahasiswa memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan Microsoft Teams, mahasiswa sistem informasi lebih nyaman dan sering menggunakan fitur-fitur lanjutan dibandingkan mahasiswa manajemen. Namun, kedua kelompok cenderung kurang memanfaatkan fitur-fitur canggih secara reguler. Evaluasi model regresi yang digunakan mengungkapkan bahwa frekuensi penggunaan dan kenyamanan dengan fitur-fitur lanjutan secara signifikan meningkatkan efektivitas penggunaan LMS. Berdasarkan temuan ini, penelitian menyarankan bahwa peningkatan pelatihan dan dukungan teknis adalah kunci untuk memaksimalkan pemanfaatan LMS, serta memperkuat penggunaan fitur-fitur lanjutan yang dapat meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar mahasiswa.
Kenduri Kematian Sebagai Media Sedekah Makanan, Integrasi Nilai Keislaman dan Silaturahmi Dalam Masyarakat Aceh Ichsan; Asmadhiya Asyyifa; Cut Miratul Hayati; Hawania Rizki; Illiza Maghfirah; Isti Karina; Nyak Elza Rahmadilla; Ichsan
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v7i1.263

Abstract

Kenduri kematian merupakan salah satu tradisi yang masih lestari dalam masyarakat Aceh dan mencerminkan integrasi erat antara adat dan ajaran Islam. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai media sedekah makanan serta sarana penguatan nilai-nilai keislaman dan silaturahmi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik kenduri kematian dalam masyarakat Aceh sebagai bentuk sedekah makanan dan mengkaji integrasi nilai keislaman serta fungsi sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan observasi sosial terhadap pelaksanaan kenduri kematian di beberapa wilayah Aceh. Hasil kajian menunjukkan bahwa kenduri kematian berperan sebagai bentuk aktualisasi ajaran Islam tentang sedekah, ukhuwah Islamiyah, dan solidaritas sosial. Melalui penyediaan makanan, pembacaan doa, zikir, dan tahlil, tradisi ini menjadi media dakwah kultural yang efektif dan mudah diterima oleh masyarakat. Selain itu, kenduri kematian berkontribusi dalam memperkuat silaturahmi, menumbuhkan empati kolektif, serta menjaga keharmonisan dan ketahanan sosial masyarakat Aceh. Dengan demikian, kenduri kematian dapat dipahami sebagai wujud harmonisasi antara adat dan nilai keislaman yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat Aceh.
Peusijuk, Sarana Silaturahmi dan Sedekah Makanan untuk Keberkahan; Studi Sosialisasi Agama pada Masyarakat Abubakar; Suci Andayani; Dahlia Ules; Dilva Cantika; Gebrina Amirah Ramadhana; Muhammad Abiyu Ikbar; Muhammad Arsyikal; Nafisah Rizkita; Nazira Masyhurah; Putri Asri Zalfarah
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v7i1.264

Abstract

This study aims to analyze the tradition of Peusijuk as a medium of religious socialization, social interaction, and food almsgiving (sedekah makanan) within Acehnese society. Peusijuk is not merely a cultural ritual but also represents the internalization of religious, social, and nutritional values that contribute to social harmony and collective well-being. This research employed a qualitative descriptive approach through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that Peusijuk plays a significant role in strengthening social bonds, transmitting religious values, and practicing food sharing as a form of almsgiving. From a nutrition perspective, food sharing during Peusijuk contributes to the fulfillment of basic nutritional needs and reflects communal awareness of food security.
Makna Meugang sebagai Wujud Kegembiraan Menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Implikasinya terhadap Kesehatan Keluarga dalam Menjalani Ibadah Puasa bagi Masyarakat Aceh Rosi Novita; Azkira Indah Lestari; Burhanuddin Syam; Ika Nabila; Jihan Ulfaira; Lia Yumadila; Mirda Amira; Nadhifa Haseli; Rizka Amelia
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meugang merupakan tradisi turun- temurun masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Tradisi ini ditandai dengan penyembelihan dan pengolahan daging yang kemudian dikonsumsi bersama keluarga sebagai bentuk rasa syukur, kebahagiaan, serta persiapan spiritual dan fisik sebelum menjalani ibadah puasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna meugang sebagai wujud kegembiraan menyambut Ramadhan serta implikasinya terhadap kesehatan keluarga dalam menjalani ibadah puasa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi literatur dan observasi sosial terhadap praktik meugang di masyarakat Aceh. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi meugang memiliki nilai sosial, budaya, dan religius yang kuat,terutama dalam mempererat hubungan keluarga dan meningkatkan kesiapan mental menjelang Ramadhan. Namun demikian, pola konsumsi daging yang berlebihan, tinggi lemak, dan kurang seimbang dapat berdampak pada kesehatan apabila tidak diiringi dengan kesadaran gizi. Oleh karena itu, diperlukan pemaknaan ulang tradisi meugang dengan memperhatikan aspek kesehatan agar nilai budaya tetap terjaga dan ibadah puasa dapat dijalani secara optimal.

Page 12 of 13 | Total Record : 123