Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Pasundan Journal of Mathematics Education (PJME) merupakan jurnal pendidikan matematika yang dikelola oleh Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Pasundan dan Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI). Jurnal ini menerbitkan penelitian asli atau makalah teoretis tentang pengajaran dan pembelajaran dalam program studi pendidikan matematika tentang masalah sains saat ini, yaitu: Pendidik matematika di tingkat sekolah dasar, menengah dan tinggi; Pengamat dan peneliti matematika; Pembuat keputusan pendidikan di tingkat regional dan nasional. Jurnal ini pun merekomendasikan penelitian tindakan kelas, kualitatif, deskriptif, atau kuantitatif. Penelitian asli disini meliputi penelitian murni (penelitian tindakan kelas) maupun penelitian eksperimen. Sedangkan makalah teoretis meliputi: ulasan buku, laporan singkat (short report), artikel review (review articles), studi kasus (case studies), metodologi (methodology). Jurnal ini adalah jurnal nasional, yang menerbitkan artikel dari penelitian asli dan makalah teoretis tentang semua aspek pendidikan matematika yang nilainya baru. Sehingga jurnal ini diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional khususnya dalam bidang pendidikan, dapat memberikan informasi tentang perkembangan pendidikan matematika.
Articles
203 Documents
Meningkatkan Kemampuan Beripikir Kritis dan Kreatif Matematik Pada Siswa SMA Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah
., Solihin
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2011): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v1i1.2366
Abstract This paper reports the findings of an experimental pretest-posttest control group design conducted to investigate students’ critical and creative mathematical abilities using Problem Based Learning (PBL) approach. Subjects o this study were 88 eleventh grade students of a Senior High School in Bandung. The instruments of the study were two sets of critical and creative thinking mathematical abilities tests, and a set of attitude scale. The data was analysed by using t–test. The study found that : 1) Students’ gain on critical and creative thinking mathematical abilities of PBL class were higher than those students’ abilities of conventional class; 2) Students performed spositive attitude toward PBL approach. Key words: critical mathematical thinking ability, on mathematic, creative mathematical thinking ability, Problem Based Learning Abstrak Makalah ini melaporkan temuan suatu eksperimen berdisain pretes-postes dengan kelompok kontrol yang bertujuan menganalisis kemampuan beripikir kritis dan kreatif matematik dengan mengimplementasikan pembelajaran berbasis masalah. Subyek sampel penelitian ini adalah 88 siswa kelas sebelas pada satu SMA di Bandung. Instrumen penelitian meliputi: satu set tes kemampuan berpikir kritis matematik, satu set tes kemampuan berpikir kreatif matematik, dan satu set skala sikap siswa terhadap pembelajaran berbasis masalah. Studi menemukan bahwa: 1) Gain siswa dalam kemampuan berpikir kritis matematik dan dalam kemampuan berpikir kreatif matematik pada kelas PBL lebih tinggi dari gain siswa dalam kedua kemampuan tersebut pada kelas konvensional; 2) Siswa menunjukkan sikap positif terhadap pendekatan PBL. Kata kunci: kemampuan berpikir kritis matematik, kemampuan berpikir kreatif matematik, pembelajaran berbasis masalah
Penerapan Model Pembelajaran Open Ended Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Motivasi Belajar Siswa Ditinjau Dari Pola Asuh Orang Tua
Siregar, Satjun
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2019): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v9i1.2709
Salah satu tantangan guru dalam dunia pendidikan adalah menerapkan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika adalah menerapkan model pembelajaran yang mendukung terwujudnya tujuan pembelajaran matematika yang sesungguhnya, yaitu dengan mengembangkan beberapa kemampuan matematis siswa diantaranya mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa yang belum maksimal jika dilihat dari nilai siswa beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dan motivasi belajar siswa ditinjau dari pola asuh orang tua dengan menerapkan model pembelajaran Open ended. Sebagai salah satu alternative untuk menanggulangi permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian mix methods dengan desain sequential explanatori dengan tujuan dapat meningkatkan kemapuan tersebut. Subyek yang digunakan penelitian yaitu peserta didik kelas XI SMA Talenta Bandung. Pada penelitian ini instrument yang digunakan antara lain, tes kemampuan berpikir kritis, angket motivasi belajar, angket pola asuh orang tua serta lembar observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh adalah; 1) Kemampuan berpikir Kritis meningkat apabila menerapkan pembelajaran model Open ended, 2) Peningkatan kemampuan berpikir Kritis lebih baik apabila menerapkan pembelajaran model Open ended dibandingkan dengan pembelajaran Konvesional, 3) Terdapat pengaruh motivasi belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kritis siswa yang menerapkan pembelajaran model Open ended dan pembelajaran Konvesional, 4) Kemampuan berpikir Kritis dan motivasi belajar siswa lebih baik apabila menerapkan pembelajaran model Open ended dibandingkan dengan pembelajaran Konvesional ditinjau dari pola asuh orang tua, dan 5) Gambaran kemampuan berpikir siswa dan motivasi belajar siswa lebih baik dengan menerapkan model open ended ditinjau dari pola asuh orang tua.
Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Dan Komunikasi Matematik Mahasiswa
Cipta, Eliva Sukma
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2014): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v4i2.2504
The aim of this study was to examine the improvement and achievement of mathematical understanding and mathematical communication skills of better among students who earn the PBL and the conventional learning, in terms of overall and category of early mathematics ability students (high, medium, low), student attitudes toward the PBL. The method used is an experimental method to the study design pretest-posttest control group. Research subjects involving 73 students Semester VI Mathematics Education courses UIN Bandung. The results of this study are: 1) there is a significant difference in improvement between the mathematical understanding students studying with PBL and conventional learning; 2) there is no significant difference between the increase in mathematical understanding students studying with PBL and conventional learning in terms of mathematical communication students; 3) there is no significant difference in improvement between the mathematical communication students studying with PBL and conventional learning; 4) there is no significant difference between the increase in mathematical communication students studying with PBL and conventional learning in terms category of early mathematics ability students; 5) the students have a positive attitude towards learning mathematics with PBL.
Teknik Pola Bilangan dan Hasil Belajar Operasi Pembagian Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV
., Kadir;
Rosiyanti, Hastri
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2012): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v2i1.2459
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penggunaan teknik pola bilangan dan kemampuan siswa dalam operasi pembagian di sekolah dasar. Penelitian dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah di Ciputat dengan metode quasi eksperimen dengan melibatkan 60 sebagai sampel. Pemilhan sampel menggunakan cluster random sampling. Studi ini menemukan bahwa: 1) hasil belajar operasi pembagian siswa yang menggunakan teknik pola bilangan ini lebih tinggi dari mereka yang menggunakan teknik biasa dan 2) kemampuan siswa yang menggunakan teknik pola bilangan ini lebih baik daripada siswa yang menggunakan teknik biasa. Terbukti dalam penerapannya, siswa dapat mencantumkan bilangan yang dibagi, pembagi, hasil bagi lebih mudah dalam materi operasi pembagian.
Pembelajaran Dengan Pendekatan Problem Solving Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Matematika Siswa SMA.
Syarif, Mohamad
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2016): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v6i1.2723
Dalam pembelajaran konvensional yang sampai sekarang masih dominan dilaksanakan di Indonesia, sebagian besar peserta didik terbiasa melakukan kegiatan belajar berupa menghafal tanpa disertai pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan pendekatan problem solving. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa melalui pembelajaran pendekatan problem Solving lebih baik dari pembelajaran konvensional, serta untuk mengetahui sikap siswa terhadap matematika dan pembelajaran matematika dengan pendekatan problem solving. Penelitian ini merupakan penelitian True experimental, dengan populasi seluruh siswa SMA Negeri 1 Sukaraja tahun Pelajaran 2013/2014, sebagai sampel diambil siswa dari dua kelas secara acak, satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Variabel penelitian terdiri dari pembelajaran pendekatan problem solving (variabel bebas), serta kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif (variabel terikat). Alat ukur yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif, dan angket sikap siswa terhadap matematika dan Pembelajaran matematika dengan pendekatan problem solving. Hasil penelitian menunjukan bahwa, yang pertama terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa melalui pembelajaran pendekatan Problem Solving. Kedua terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa melalui pembelajaran pendekatan Problem Solving. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif pada siswa yang menggunakan pembelajaran dengan pendekatan Problem Solving daripada siswa yang tidak menggunakan pembelajaran dengan pendekatan Problem Solving. Ketiga siswa memberikan dan menunjukan sikap yang positif terhadap mata pelajaran matematika serta dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan problem solving. Sehingga dari penelitian yang telah dilakukan tersebut, diperoleh bahwa terdapat hubungan antara sikap siswa dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik. Dengan demikian pembelajaran dengan pendekatan problem solving dapat dijadikan sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematik dan juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika untuk siswa SMA.
Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Keaktifan Belajar Siswa SMP
Sukmaliah, Mamah
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2015): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v5i1.2521
The research was grounded by the results of previous research which showed thatmathematical communication ability and learning activity students are not as expected. One of modelslearning for enhancing mathematical communication ability is Learning Cycle 5E.The purpose of thisresearch is to comprehensively describe the enhancement of students’ mathematical communicationability and learning activity as a result of learning cycle 5E. This research is a quasi-experiment withclassroom action research study that applies two learning models; learning cycle 5E and ekspositorilearning. Population of this research ia all student in SMP Negeri 22 Bandung. Sampling used bypurposive sampling, VIII represent as sampling. Research instruments are mathematicalcommunication tes, scale and observation sheet. Data analysis is based on the whole student. Theresult obtained are: 1) learning by using models learning cycle 5E on the subject of the circle canimprove the student mathematical communication ability ; 2) Activity of students who were thaughtunder learning cycle 5E is better than activity of students who were taught under expository learning:3) students’ mathematical communication ability who were thaught under learning cycle 5E is betterthan who were taught under expository learning; 4) students' attitudes toward learning mathematics byusing modellearning cycle 5E is positive. Therefore, the study of mathematics by using model learningcycle 5E can be used as an alternative model of learning in an effort to improve students' mathematicalcommunication ability
Efektivitas Pendekatan Somatik, Audio, Visual, Dan Intelektual Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan
., Tajudin;
Alghadari, Fiki;
Hamid Rifki, Ahmad Jauhari
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2016): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v6i2.2653
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektif atau tidaknya pendekatan somatik, audio, visual, dan intelektual (SAVI) dalam meningkatkan hasil belajar pecahan. Fokus penelitian pada perbedaan hasil belajar matematika siswa yang dengan pendekatan SAVI dan pendekatan konvensional. Penelitian ini dengan metode kuantitatif, quasi eksperimen, dan disain kelompok kontrol hanya postes. Teknik pengumpulan data dengan instrumen tes berbentuk uraian yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data hasil belajar menggunakan uji perbedaan rata-rata dua kelompok pembelajaran atau uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa kelompok pendekatan SAVI lebih baik dari pada siswa kelompok pendekatan Kvsl. Pendekatan SAVI efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa khususnya hasil belajar pecahan. Pendekatan SAVI merupakan salah satu alternatif pembelajaran matematika.
Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Dan Kreatif Siswa SMA
Munawir, Ahmad
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2012): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v2i2.2480
Penelitian yang berjudul Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, dan Kreatif Siswa SMA (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas XI SMA Pasundan 8 Kota Bandung), dilatarbelakangi oleh rendahnyakemampuanberpikirkritisdankreatif yang merupakanpermasalahankomplek dalam pembelajaran matematika. Hal ini mengakibatkan rendahnya prestasi siswa pada penguasaan matematika. Apabila kondisi ini dibiarkan terus-menerus tanpa ada upaya untuk memperbaiki, dikhawatirkan siswa tidak akan berkompetensi dalam menguasai sains dan teknologi yang menjadi tuntutan jaman. Untuk itu, diperlukan berbagai upaya, diantaranya dengan menerapkan metode penemuan terbimbing dalam penelitian ini. Data penelitian ini diperoleh, dengan wawancara, angket, observasi, dantestulis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen dengan desain: quasi eksperimen non-equivalent gruops pretest-posttest design dimana kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Teknik pengambilan sampel, bentuk Purposive Sampling, dengan subyek sampel siswa SMA kelas XI IPA. Hasilnya menunjukan bahwa: Penerapan model pembelajaran melalui pendekatan penemuan terbimbing memberikan kontribusi positif padapeningkatan kemampuan berpikir kritis kreatif matematika, sikap, dan aktivitas siswa, dibanding dengan siswa yang belajar matematika dengan model pembelajaran konvensional. Simpulan penelitian adalah melalui pendekatan penemuan terbimbing dapat digunakan sebagai salah satu model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematika, sikap dan aktivitas siswa.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Siswa Sma Menggunakan Pendekatan Penemuan Terbimbing
Munawir, Ahmad
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2014): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v4i1.2491
Entitled Learning Mathematics with Guided Discovery Approach for Improving Critical Thinking Skills, and Creative High School Students, motivated by the lack of ability critical and creative thinking which are complex problems in mathematics learning.This resulted in low student achievement in math mastery.If the condition is left continuously without any attempt to fix, it is concerned that students will not be competent in mastering science and technology demanded by age. Therefore, a variety of efforts, including by implementing guided discovery method in this study. The data were obtained by interviews, questionnaires observation and writing test. The method used is the method of experimental quasi with desain: quasi experimental nonequivalent groups pretest-posttest design in which the experimental group and the control group were not chosen at random. Technique of sampling, form Purposive Sampling, with samples of high school students of class XI Sains. These results indicate that: Implementation of the model learning through approach of guided discovery method provides a positive contribution to the improvement of creative critical thinking ability of mathematics, attitudes, and activities of students, compared with students who study mathematics with conventional learning. Conclusions of research is through approach of guided discovery method can be used as a model of learning to improve thinking ability critical and creative of mathematics, attitudes and activities of students.
Pengaruh Strategi Metakognitif Dan Kemampuan Awal Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa: (Studi Eksperimen di Kelas VII MTs se-Kabupaten Tangerang)
Juniawan, Egi Adha
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2020): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v10i1.2423
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh strategi metakognitif dan kemampuan awal terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah treatment by level 2×2 dengan menerapkan dua perlakuan yaitu: strategi metakognitif pemecahan masalah dan strategi metakognitif mengulang. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan eksperimen semu. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VII MTs Swasta yang terakreditasi A se-kabupaten Tangerang, dengan jumlah sampel 128 siswa dari beberapa kelas VII MTs Daar El Qolam 1 dan MTs Daar El Qolam 4 di Kabupaten Tangerang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes berbentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan analisis varians dua jalan dan uji-t. Temuan hasil penelitian adalah kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar menggunakan strategi pemecahan masalah lebih tinggi daripada siswa yang belajar menggunakan strategi mengulang, terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara strategi metakognitif dan kemampuan awal terhadap kemampuan penalaran matematis siswa, kelompok siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi, kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar menggunakan strategi metakognitif mengulang lebih tinggi dari kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan strategi metakognitif pemecahan masalah, kelompok siswa yang memiliki kemampuan awal rendah, kemampuan penalaran kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi metakognitif pemecahan masalah lebih rendah dari kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan strategi metakognitif mengulang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi metakognitif ini dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mencapai kemampuan penalaran matematis siswa secara optimal khususnya pada siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi.