cover
Contact Name
Nenden Mutiara Sari
Contact Email
nenden.mutiara@unpas.ac.id
Phone
+6285222366633
Journal Mail Official
pjme@unpas.ac.id
Editorial Address
Jl. Sumatera No.41, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 20892055     EISSN : 27227219     DOI : 10.5035
Core Subject : Education,
Pasundan Journal of Mathematics Education (PJME) merupakan jurnal pendidikan matematika yang dikelola oleh Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Pasundan dan Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI). Jurnal ini menerbitkan penelitian asli atau makalah teoretis tentang pengajaran dan pembelajaran dalam program studi pendidikan matematika tentang masalah sains saat ini, yaitu: Pendidik matematika di tingkat sekolah dasar, menengah dan tinggi; Pengamat dan peneliti matematika; Pembuat keputusan pendidikan di tingkat regional dan nasional. Jurnal ini pun merekomendasikan penelitian tindakan kelas, kualitatif, deskriptif, atau kuantitatif. Penelitian asli disini meliputi penelitian murni (penelitian tindakan kelas) maupun penelitian eksperimen. Sedangkan makalah teoretis meliputi: ulasan buku, laporan singkat (short report), artikel review (review articles), studi kasus (case studies), metodologi (methodology). Jurnal ini adalah jurnal nasional, yang menerbitkan artikel dari penelitian asli dan makalah teoretis tentang semua aspek pendidikan matematika yang nilainya baru. Sehingga jurnal ini diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional khususnya dalam bidang pendidikan, dapat memberikan informasi tentang perkembangan pendidikan matematika.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 209 Documents
Pembelajaran Kontekstual Untuk Mengembangkan Kemampuan Komunikasi Dan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Maryati, Iyam
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2014): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pjme.v4i1.2495

Abstract

Subjects in the study were students of class VIII junior secondary school class one experimental and one control class. The instrument used in this study consists of two instruments, namely, (1) test communications and mathematical problem solving that aims to measure communication skills and mathematical problem solving of students after learning, and (2) the scale of attitude that serves to express students' applied learning the class eksperimen. From data analysis in this study, it is concluded that (1) the ability of students in mathematical communication in the group of students that uses contextual learning better than students who studied with conventional learning. (2) The ability of students in mathematical problem solving in student groups that use contextual learning better than students who studied with conventional learning. (3) There is a very high correlation between communication skills and mathematical problem solving of students. This means that the rank obtained by the students on communication skills with a rating similar to that obtained in mathematical problem solving ability. There are also associations at anatara enough communication skills to solving mathematical problems. This shows that student achievement in communication skills similar to mathematical problem solving ability and vice versa. Correlations and associations found in both groups. 4) the scale of students' attitudes toward learning context shows that the majority of students expressed agreement the learning activities that took place during the study.
Mengembangkan Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi Siswa Melalui Blended Learning Berbantuan Geogebra Supriadi, Nanang
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2012): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blended Learning telah mendapat perhatian yang cukup besar dalam dunia pendidikan matematika beberapa tahun terakhir, pembelajaran ini menggabungkan antara pembelajaran berbasis online dan tatap muka. Pembelajaran Blended Learningdilandasi dari beberapa kelemahan yang terdapat dalam pembelajaran e-learning, diantara kelemahan tersebut ialah tidak adanya interaksi sosial antara siswa dan guru; sulit untuk melibatkan seluruh siswa dalam diskusi yang bermakna dan produktif; dan e-learning cenderung hanya cocok untuk siswa dengan kemauan belajar mandiri yang kuat dan motivasi yang tinggi. Pembelajaran online merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dalam Blended Learning, sehingga seharusnya pembelajaran online bukan sekedar media yang hanya menempatkan bahan ajar, tugas, soal latihan, tes, serta alat pengirim hasil pekerjaan siswa saja. Pembelajaran online sedapat mungkin memiliki tampilan yang menarik dan atraktif agar siswa lebih memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan. Salah satu alat bantu untuk mengembangkan pembelajaran online yang menarik dan atraktif ialah menggunakan opensource softwarebernama Geogebra, dengan software ini kita tidak harus membayar lisensi untuk menggunakannya dan terdapat fasilitas export yang dibutuhkan dalam membangun sebuah website. Pembelajaran menggunakan Blended Learningdalam mata pelajaran matematikapada umumnya digunakan hanya sebatas pada peningkatan pemahaman siswa saja, hal ini sangat disayangkan mengingat kelebihan yang dimilikinya. Model pembelajar Blended Learning sesungguhnya sangat baik digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematis siswa ke arah yang lebih tinggi, tidak sekedar hanya mengharapkan siswa paham pada materi-materi yang disajikan.
Implementasi Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Berpikir Kreatif Matematik Siswa Sma Kiswanto, Wawan
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2017): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pjme.v7i2.2717

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan problem based learning lebih baik dari pada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan konvensional, dilihat dari kemampuan awal matematika (tinggi, sedang, rendah). Kemudian penelitian ini melihat sikap siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Desain penelitian ini adalah Pretest Posttest Control Group Design dengan adanya dua perlakuan yang berbeda, dan pengambilan sampel yang dilakukan secara acak kelas. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA SMA Negeri 3 Ciamis, sampel pertama kelas XI MIA 4 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah murid 30 dan kelas XI MIA1 dengan jumlah murid 30. Analisis data menggunakan uji Anava dua jalur dan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan problem based learning lebih baik dari pada peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan konvensional, dilihat dari kemampuan awal matematika (tinggi, sedang, rendah), terdapat hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan berpikir kreatif. Terakhir sikap siswa positif terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Melalui Problem Based Learning (PBL) Dan Direct Instruction (DI) ., Maryati
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2015): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pjme.v5i1.2516

Abstract

The aim of the research is to know the comparison of students Mathematic understanding between the students who have been treated by using Problem Based Learning Method and Direct Instruction Method, students attitude on learning process as well. The resea rch design was static Group Pre test - Post Test Design. The population was the IX grade students of Margahayu Yunior High School – Bandung Regency. The sample were the students of IX B and IX C. Each class consisted of 30 students. In this research, experim ental group has been treated by using Problem Based Learning Method and control group has been treated by using Direct Instruction. The test instrument used was the ability of mathematic understanding test and attitude scale. Based on the data analysis, th e result is no significant diversification of students mathematic understanding between the students who have been treated by using Problem Based Learning Method and Direct Instruction. Whereas the students attitude, there was positive attitude when they were treated by using Problem Based Learning Method
Mengurangi Kecemasan Matematis Dan Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Mts Dengan Pendekatan PBL Setiani, Ana
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2016): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pjme.v6i2.2648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: untuk melakukan studi yang berfokus pada pengaruh model pembelajaran yang diduga dapat mengurangi kecemasan matematika dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Atta’Zhimiyah Bandung dengan sampelnya diambil secara acak dua kelas, satu kelas diberikan perlakuan dengan pembelajaran Problem Based Learning dan kelas yang satunya lagi dengan pembelajaran ekspositori. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis serta angket kecemasan matematika dengan skala likert. Analisis data menggunakan metode Mixed Method Embedded Konkuren. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa (1) Terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan Problem Based Learning lebih baik daripada siswa dengan pembelajaran ekspositori.(2) Terdapat peningatan kualitas kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan Problem Based Learning lebih baik daripada siswa dengan pembelajaran ekspositori. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan kecemasan matematika dan pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan Problem Based Learning dan siswa dengan pembelajaran ekspositori, (4) Terdapat perbedaan yang signifikan penurunan kecemasan matematika dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan pembelajaran Problem Based Learning dam siswa dengan pembelajaran ekspositori, dan (5) Terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan matematika dengan pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Menurunkan Kecemasan Dan Prilaku Menolak Bantuan Pada Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Suatu Pendekatan Cooperatif Learning Lanani, Karman
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2012): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pjme.v2i2.2475

Abstract

Kecemasan merupakan keadaan emosi yang tidak menyenangkan, dicirikan dengan kegelisahan, ketidakenakan, kekwatiran, ketakutan yang tidak mendasar tentang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika menghadapi pembelajaran matematika. Dengan ciri matematika sebagai penalaran deduktif, dimana kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep dalam matematika bersifat konsisten, akibatnya pelajaran matematika masih dianggap sulit bagi banyak siswa. Terdapat empat faktor penyebab kecemasan siswa terhadap matematika, yaitu: (1) sebagai cabang ilmu yang spesifik, obyeknya fakta, konsep, operasi dan prinsip yang berperan dalam membentuk proses berpikir matematis dibutuhkan kompetensi untuk mempelajarinya, (2) persepsi dimasyarakat bahwa matematika itu sulit telah mengkoptasi pikiran sebagian anak, (3). Pembelajaran matematika yang “kering”, monoton dan guru yang cenderung represif, dan (4) tuntutan mendapat nilai baik dari orang tua dan guru. Pembelajaran kooperatif sebagai pendekatan yang dirancang untuk memberi dorongan kepada siswa agar bekerjasama selama proses pembelajaran, saling menghargai pendapat, membetulkan kesalahan dan memecahkan solusi secara bersama. Kolaborasi sedemikian akan menambah pengetahuan dan keterampilan siswa memecahkan masalah dalam matematika. Sehingga tulisan ini menguraikan pembelajaran kooperatif sebagai pendekatan alternatif menurunkan kecemasan dan prilaku menghindari bantuan siswa dalam pembelajaran matematika.
Pengaruh Pembelajaran Inquiry Training Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Dan Representasi Matematis Siswa Hermawati, Rizki
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2015): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pjme.v5i2.2534

Abstract

matematis siswa melalui pembelajaran dengan menggunakan strategi Inquiry Training, menelaah apakah kemampuan komunikasi matematis pada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran dengan strategi Inquiry Training lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pembelajaran konvensional, menalaah apakah kemampuan representasi matematis pada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran dengan strategi Inquiry Training lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pembelajaran konvensional, serta mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran matematika strategi Inquiry Training. Setiap kelas terbagi kedalam tiga kemampuan awal matematika (KAM)yang berbeda, yaitu siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah.Analisis kuantitatif dilakukan terhadap rataan gain ternormalisasi dan data sikap siswa antara kedua kelompok sampel dengan menggunakan Uji ANOVA Dua Jalur. Setelah dilakukan analisi data, hasil penelitian yang didapat adalah: 1) Kemampuan representasi matematis pada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran Inquiry Training lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, 2) Kemampuan komunikasi matematis pada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran Inquiry Training lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, 3) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang signifikan antara siswa dengan tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah
Penerapan Pembelajaran Reciprocal Teaching Untuk Meningkatkan Kemampuan Kominikasi Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa Rahmayani, Dwi
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2013): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi dalam matematika merupakan kemampuan mendasar yang harus dimiliki siswa dan guru selama belajar, mengajar, dan mengevaluasi matematika Kemandirian belajar yaitu gabungan antara keterampilan dan kemauan. kemandirian belajar merupakan proses perancangan dan pemantauan diri yang seksama terhadap proses kognitif dan afektif dalam menyelesaikan suatu tugas akademik.. Reciprocal Teaching adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menerapkan empat strategi pemahaman mandiri, yaitu menyimpulkan bahan ajar, menyusun pertanyaan dan menyelesaikannya, menjelaskan kembali pengetahuan yang telah diperolehnya, kemudian memprediksikan pertanyaan selanjutnya dari persoalan yang disodorkan kepada siswa. Penelitian ini berdasar permasalahan (1) Apakah peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang menggunakan pembelajaran reciprocal teaching lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematik siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional? (2) Apakah kemandirian belajar siswa yang menggunakan pembelajaran reciprocal teaching lebih baik daripada kemandirian belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional? (3) Apakah terdapat asosiasi antara kemampuan komunikasi matematik siswa dengan kemandirian belajar siswa? Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan mengambil sample siswa kelas VIII D dan VIII F di SMPN 5 Purwakarta. Dari hasil uji statistik terhadap skor gain yang diperoleh dari hasil pretes dan postes terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa daidapatkan hasil rata-rata ( gain untuk kelas eksperimen adalah 0,67 dengan standar deviasi (s) = 0,1333 dan rata-rata ( gain untuk kelas kontrol adalah 0,57 dengan standar deviasi (s) = 0,513. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mempergunakan pembelajaran reciprocal teaching lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Sedangkan untuk kemandirian belajar siswa yang diperoleh dari hasil uji perbedaan rata-rata untuk 1 sisi sebesar 0,187 yang menyebabkan sig > 0,05, berdasarkan kriteria pengujian disimpulkan tidak terdapat perbedaan kemandirian belajar siswa antara yang menggunakan pembelajaran reciprocal teaching dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional.
Model Bahan Ajar Matematika SMA Berbasis Realistic Mathematics Education untuk Mendukung Pencapaian Tujuan Pengajaran Matematika SMA di Provinsi Bengkulu Haji, Saleh
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2012): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pjme.v2i1.2454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model bahan ajar matematika SMA berbasis Realistic Mathematics Education (RME) yang dapat mendukung pencapaian tujuan pengajaran matematika, yaitu pemahaman konsep, kemampuan pemecahan masalah, penalaran, komunikasi, dan sikap terhadap matematika. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Hasil yang diperoleh adalah diperoleh model bahan ajar matematika SMA berbasis RME untuk mendukung pencapaian tujuan pengajaran matematika. Ketersetujuan responden terhadap model bahan ajar tersebut sebagai berikut: 1. Aspek materi sebesar 100% (Kelas X), 100% (Kelas XI), dan 95% (Kelas XII), 2. Aspek penyajian sebesar 95% (Kelas X), 95% (Kelas XI), dan 95% (Kelas XII), dan 3. Aspek bahasa dan keterbacaan sebesar 95% (Kelas X), 98% (Kelas XI), dan 100% (Kelas XII). Disarankan, agar guru matematika SMA di Provinsi Bengkulu menggunakan model bahan ajar matematika berbasis RME untuk mencapai tujuan pengajaran matematika.
Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa MTS Ditinjau Dari Keaktifan Siswa Berorganisasi (OSIS) Hendalillah, Della; Indrawan, Rully; Dewanto, Stanley P
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2019): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pjme.v9i1.2706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar dalam pembelajaran matematika siswa ditinjau dari keaktifan siswa berorganisasi (OSIS). Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mix Method) dengan tipe Embedded Design. Desain penelitian yang digunakan adalah desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Plus Darul Hufadz Jatinangor, sedangkan sampelnya adalah kelas VIII-C dan VIII-D. Masalah yang diteliti yaitu kemampuan komunikasi matematis siswa dan motivasi belajar terhadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Reciprocal Teaching ditinjau dari keaktifan siswa berorganisasi (OSIS). Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukan bahwa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencapaian kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa yang memperoleh model Reciprocal Teaching lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran model konvensional. Kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa dengan penerapan model Reciprocal Teaching pada siswa aktif berorganisasi (OSIS) lebih baik daripada siswa yang tidak aktif berorganisasi (OSIS). Terdapat hubungan antara kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar dengan penerapan model Reciprocal Teaching pada siswa yang aktif berorganisasi (OSIS).

Page 6 of 21 | Total Record : 209


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 2 (2025): Pasundan Journal of Mathematics Education: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2025): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 2 (2024): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2024): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2023): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2023): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2022): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2022): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2021): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2021): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2020): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2020): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2019): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2019): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2018): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2017): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2017): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2016): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2016): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2015): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2015): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2014): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2014): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2013): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2012): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2012): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2011): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika More Issue