cover
Contact Name
Maria Indira Aryani
Contact Email
maria_indira.hi@upnjatim.ac.id
Phone
+6231-8706369
Journal Mail Official
jgp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Global and Policy Journal of International Relations
ISSN : 23379960     EISSN : 27454274     DOI : -
Global & Policy adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan "Veteran" Jawa Timur. Global & Policy menerima artikel baik hasil pemikiran maupun hasil penelitian dalam bidang terkait kajian Hubungan Internasional kontemporer. Jurnal Global & Policy diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Juni dan Desember.
Articles 252 Documents
Pengaruh MMA terhadap Citra Rusia dalam Olahraga Seni Beladiri Internasional 2012-2021 Nugraha, Raditya Abdurrahman
Global and Policy Journal of International Relations Vol 11, No 01 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v11i01.3393

Abstract

Abstract Sport has become one of the influential instruments for the image of a country. Russia as an influential country in the world, is also famous for using sports as a political tool for its foreign cooperation. The popularity of mixed martial arts events or MMA in the world, makes the Russian fighter to be reckoned with because of his dominance over his victories. This is followed by the background of the Russian president, Vladimir Putin, who pays special attention to the sport of martial arts in Russia. The presence of the Russia MMA Union in 2012, was the starting point for the dynamics between international MMA organizations such as UFC, Bellator, and M-1 Global as a collaboration to improve Russia's image in international martial arts sports. In addition, the use of MMA athletes through sportswashing was also carried out by Vladimir Putin in improving the image of the Russian state. Thus, there is a dynamic associated with governmental and non-governmental actors, to improve the image of the Russian state in the international public with the sport of MMA. The author will explain the Influence of MMA on the Image of Russia in International Martial Arts Sports 2012-2021. Keywords: Sports, Image, Mixed Martial Arts, Sportswashing, Russia.   Olahraga telah menjadi salah satu instrumen yang berpengaruh bagi citra suatu negara. Rusia sebagai negara yang berpengaruh di dunia, juga terkenal dengan menggunakan olahraga sebagai alat politik terhadap kerjasama luar negerinya. Popularitas ajang seni beladiri mixed martial arts atau MMA di dunia, menjadikan petarung Rusia diperhitungkan karena dominasi atas kemenangannya. Hal ini diikuti dengan latar belakang presiden Rusia, Vladimir Putin, yang memberikan perhatian khusus bagi olahraga seni beladiri di Rusia. Kehadiran Russia MMA Union di tahun 2012, merupakan titik awal dari dinamika antar organisasi MMA internasional seperti UFC, Bellator, dan M-1 Global sebagai kerjasama meningkatkan citra Rusia dalam olahraga seni beladiri internasional. Selain itu, penggunaan atlet MMA melalui sportswashing juga dilakukan Vladimir Putin dalam meningkatkan citra negara Rusia. Dengan demikian, terdapat dinamika yang berhubungan antara aktor pemerintah dan non-pemerintah, untuk meningkatkan citra negara Rusia di publik internasional dengan adanya olahraga MMA. Penulis akan menjelaskan Pengaruh MMA terhadap Citra Rusia dalam Olahraga Seni Beladiri Internasional 2012-2021. Kata kunci: Olahraga, Citra, Mixed Martial Arts, Sportswashing, Rusia.DOI: https://doi.org/10.33005/jgp.v11i01.3393
NEGOSIASI DALAM DIPLOMASI EKONOMI: DIPLOMASI INDONESIA-PT FREEPORT 2014-2018 aulia, maharani versyah
Global and Policy Journal of International Relations Vol 11, No 01 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v11i01.3848

Abstract

Indonesia as one of the countries with potential mining resources has attracted foreign investors, one of which is PT. Freeport Indonesia (PTFI). The cooperation between PTFI and Indonesia has been ongoing since 1967. The relationship between PTFI and Indonesia agreed through the Work Contract was considered unbalanced and more detrimental to Indonesia, so the Indonesian government issued Mining Law no. 4 of 2009. The existence of the Mining Law requires renegotiation between Freeport and Indonesia. The negotiations took a long time until finally in 2018 an agreement was reached, one of which was regarding the divestment of 51% shares. In this negotiation process, Indonesia is said to be successful because it has obtained the desired results and made Freeport agree. Thus, this study aims to determine the success factors of negotiations conducted by Indonesia-PT. Freeport seen from the lens of economic diplomacy. The results showed that the success factors of negotiations in Indonesia's economic diplomacy consisted of systemic factors, consensus, and ideas.DOI: https://doi.org/10.33005/jgp.v11i01.3848
Dampak Investasi Nikel China Di Indonesia Ditinjau Dari Perspektif Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Politik Hijau Simatupang, Helga Yohana; Wulandari, Diah Ayu
Global and Policy Journal of International Relations Vol 12, No 02 (2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v12i02.4892

Abstract

ABSTRACT From the standpoint of sustainable development and green political economy, this study examines the effects of Chinese nickel investment in Indonesia. This study assesses how these investments affect politics, the economy, society, and the environment using qualitative methodologies and literature reviews. The primary conclusions demonstrate that Chinese nickel investment significantly boosts Indonesia's economy through exports, employment creation, and technology transfer. But there are also drawbacks, such as environmental harm, social unrest, and economic reliance, which need to be addressed. In order to reduce the adverse effects of investment, this study emphasizes the significance of enforcing stringent environmental regulations, boosting community involvement locally, and using green technology within the framework of sustainable development. Under the newly elected Indonesian president in 2024, the country's chances for Chinese nickel investment will be heavily influenced by geopolitical trends, government policies that encourage foreign investment, environmental effect mitigation, and strategic bilateral relationship management. In the end, while these investments provide significant economic opportunity, sustainability initiatives must be addressed to ensure long-term benefits for Indonesia. Keywords: Nickel, Indonesia, China Sustainable Development, Green Political Economy ABSTRAK Penelitian ini menganalisis dampak investasi nikel China di Indonesia dari perspektif pembangunan berkelanjutan dan ekonomi politik hijau. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini mengevaluasi dampak politik, ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dihasilkan dari investasi tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa investasi nikel China memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi Indonesia, termasuk ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan transfer teknologi. Namun, dampak negatif berupa kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan ketergantungan ekonomi juga menjadi tantangan yang harus dihadapi. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan regulasi lingkungan yang ketat, peningkatan partisipasi masyarakat lokal, dan integrasi teknologi hijau untuk meminimalkan dampak negatif investasi. Prospek investasi nikel China di Indonesia pada kepemimpinan presiden baru Indonesia di tahun 2024 akan sangat tergantung pada kebijakan pemerintah yang mendukung investasi asing, mitigasi dampak lingkungan, pengelolaan hubungan bilateral secara strategis, serta tren geopolitik. Pada akhirnya, meskipun investasi ini membawa peluang ekonomi besar, upaya keberlanjutan harus diprioritaskan untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Kata Kunci: Nikel, Indonesia, China, Pembangunan Berkelanjutan, Ekonomi Politik Hijau
Pertimbangan Turki Menerima Keanggotaan Swedia di NATO Tahun 2024 Nuraini, Azzahra Egidia; Fitriyanti, Rahmi
Global and Policy Journal of International Relations Vol 12, No 02 (2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v12i02.4677

Abstract

ABSTRACT This research aims to analyze the reasons behind Turkey’s acceptance for Sweden’s accession to NATO in 2024. Sweden applied to be a member of NATO since 2022, this is quite a surprising move from Sweden considering that Sweden is known for its neutral foreign policy. Sweden’s membership was delayed due to Turkey’s objection and NATO has a regulations which require all members to agree when a new country applies for membership. However, Turkey finally accepting Sweden’s membership to NATO after suspend it for two years. In analyzing the reasons behind Turkey’s acceptance for Sweden’s accession to NATO in 2024, the theoretical framework that will be used is rational choice theory from Coleman, national interest concept from Nuechterlein and national role concept from Holsti. The research method that will be used is a qualitative method from primary and secondary resources, where the data will be collected through literature study, using various sources. The research findings indicate that due to several reasons, there has been a change in the intensity of Turkey’s national interests as well as Turkey’s interests regarding its identity and role in the international system drove Turkey to accepting Sweden’s accession to NATO. Keywords: Turki, Sweden, NATO, National Interest, National Role ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan Turki menerima keanggotaan Swedia ke NATO tahun 2024. Swedia mengajukan keanggotaan ke organisasi NATO semenjak tahun 2022. Hal ini cukup mengejutkan lantaran Swedia merupakan negara yang terkenal dengan kebijakan luar negeri yang netral. Keanggotaan Swedia terhambat karena ada penentangan dari Turki dan di NATO berlaku peraturan yang mengharuskan semua anggota setuju ketika ada pengajuan keanggotaan negara baru. Akan tetapi, Turki pun menerima keanggotaan Swedia ke NATO setelah menangguhkan keanggotaan Swedia selama dua tahun. Dalam menganalisis pertimbangan Turki menerima keanggotaan Swedia ke NATO tahun 2024, kerangka teoritis yang akan digunakan adalah teori pilihan rasional, konsep kepentingan nasional menurut Nuechterlein serta konsep peran nasional menurut Holsti. Metode penelitian adalah metode kualitatif dari sumber data primer dan sekunder, data akan dikumpulkan melalui studi pustaka, dengan menggunakan berbagai sumber dan referensi bacaan.  Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan berbagai pertimbangan rasional, terjadi perubahan intensitas kepentingan nasional Turki serta kepentingan Turki terhadap peran negaranya di level internasional mendorong penerimaan Turki terhadap keanggotaan Swedia ke NATO. Kata Kunci: Turki, Swedia, NATO, Kepentingan Nasional, Peran Nasional 
Kerjasama Indonesia-Tiongkok dalam Belt and Road Initiative: Implikasi terhadap Perdagangan dan Investasi Paramitha, Gita Diandra
Global and Policy Journal of International Relations Vol 12, No 02 (2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v12i02.4700

Abstract

ABSTRACT This research aims to understand how the BRI can promote trade between the two countries and increase Chinese and other foreign investments in Indonesia. Based on neoliberal theory, which emphasizes the importance of free trade and foreign investment as drivers of economic growth, we also examine the concept of international cooperation to understand how this collaboration is designed to achieve common goals, particularly in the context of infrastructure development and economic enhancement. The study finds that BRI cooperation has significantly benefited Indonesia's economy. Through large-scale infrastructure development and increased investment, the BRI has helped accelerate economic growth and strengthen Indonesia's domestic and international connectivity. The implementation of projects such as ports and power plants shows positive impacts on the quality and capacity of infrastructure, making Indonesia more attractive to foreign investors. The increase in bilateral trade and diversification of traded products are also positive outcomes of this cooperation. This study provides valuable insights for policymakers and other stakeholders on the importance of international cooperation in enhancing a country's economic well-being. Besides economic benefits, BRI cooperation also supports financial inclusion and community empowerment in Indonesia. Keywords: Belt and Road Initiative, International Cooperation, Foreign Investment, International Trade ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana Belt and Road mendorong perdagangan antar negara dan meningkatkan investasi Tiongkok dan asing lainnya di Indonesia. Berdasarkan teori neoliberal yang menekankan perdagangan bebas dan investasi asing sebagai penggerak ekonomi, kami juga mengkaji konsep kerja sama internasional dalam konteks pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi. Studi tersebut menyimpulkan bahwa kerja sama Belt and Road akan memberikan manfaat yang signifikan bagi perekonomian Indonesia melalui pembanguna infrastruktur yang luas dan peningkatan investasi, percepatan pertumbuhan ekonomi dan penguatan konektivitas domestik dan internasional.  Implementasi proyek-proyek seperti pelabuhan dan pembangkit listrik akan meningkatkan kualitas dan kapasitas infrastruktur, menjadikan Indonesia lebih menarik bagi investor asing. Peningkatan perdagangan bilateral dan diversifikasi produk juga merupakan hasil positif dari kerja sama ini.  Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan mengenai pentingnya kerja sama internasional dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi.  Selain manfaat ekonomi, kerja sama Belt and Road juga mendukung inklusi keuangan dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Kata Kunci: Belt And Road Initiative, Kerjasama Internasional, Pembangunan Infrastruktur, Investasi Asing, Perdagangan Internasional  
Sinergi Regional ASEAN dalam Mengatasi Tantangan Over Tourism Ningsih, Walda Okvi Juliana; Sari, Dewi Fortuna
Global and Policy Journal of International Relations Vol 12, No 02 (2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v12i02.4885

Abstract

ABSTRACT Over tourism is one of the main challenges in the Southeast Asian region that can damage the environment, threaten the sustainability of local culture, and reduce the quality of life of local communities. This study aims to analyze and develop a roadmap for ASEAN regional synergy in overcoming over tourism through innovative and sustainable strategies. Using explanatory methods and qualitative approaches, this study examines ASEAN synergy through the implementation of The Action Roadmap for Sustainable Tourism Development ASEAN and the framework of the UN World Tourism Organization. The results of the study indicate that wise destination management, diversification of tourist locations, and improvement of environmentally friendly infrastructure are the main strategies to reduce the impact of over tourism. In addition, cross-sector collaboration between the government, private sector, and local communities is considered very important for the successful implementation of this strategy. Increasing tourist awareness and systematic measurement and evaluation are also keys to success in maintaining the sustainability of tourism in the ASEAN region. Keywords: Over Tourism, Sustainable Tourism, ASEAN, Regional Synergy, Destination Management ABSTRAK Over tourism merupakan salah satu tantangan utama di kawasan Asia Tenggara yang dapat merusak lingkungan, mengancam keberlanjutan budaya lokal, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan peta jalan sinergi regional ASEAN dalam mengatasi over tourism melalui strategi yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan menggunakan metode eksplanatif dan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji sinergi ASEAN melalui mplementasi The Action Roadmap for Sustainable Tourism Development ASEAN serta kerangka kerja dari UN World Tourism Organization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan destinasi yang bijaksana, diversifikasi lokasi wisata, dan peningkatan infrastruktur ramah lingkungan menjadi strategi utama untuk mengurangi dampak over tourism. Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal dinilai sangat penting untuk keberhasilan implementasi strategi ini. Peningkatan kesadaran wisatawan serta pengukuran dan evaluasi yang sistematis juga menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keberlanjutan pariwisata di kawasan ASEAN. Kata Kunci: Over Tourism, Pariwisata Berkelanjutan, ASEAN, Sinergi Regional, Pengelolaan Destinasi
Digital Diplomacy in Crisis: Indonesia's COVID-19 Pandemic Response Akbar, Dhanang Fawaiz
Global and Policy Journal of International Relations Vol 12, No 02 (2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v12i02.4805

Abstract

ABSTRACT The COVID-19 pandemic has fundamentally altered global diplomacy, requiring states to embrace digital media as their main instrument for international participation. This paper investigates the impact of digital diplomacy on Indonesia's handling of the Covid-19 problem. It emphasizes how the country utilized online platforms to handle international relations, distribute vital public health information, and facilitate cooperation across borders. The paper examines the effectiveness of Indonesia's digital diplomacy in addressing the problems presented by the epidemic through examining social media initiatives and international collaborations. The findings demonstrate that digital diplomacy enabled immediate information interchange and enhanced Indonesia's worldwide influence. However, it also revealed weaknesses in digital infrastructure and communication methods. This study enhances the comprehension of digital diplomacy as a crucial element of disaster response, providing valuable insights into its capabilities and constraints in addressing worldwide health emergencies. Keywords: Digital diplomacy, Disaster Response, Covid-19, Collaboration ABSTRAK Pandemi COVID-19 telah mengubah diplomasi global secara mendasar, yang mengharuskan negara-negara untuk menggunakan media digital sebagai instrumen utama mereka untuk partisipasi internasional. Artikel ini menyelidiki dampak diplomasi digital terhadap penanganan masalah Covid-19 di Indonesia. Artikel ini menekankan bagaimana negara tersebut memanfaatkan platform daring untuk menangani hubungan internasional, mendistribusikan informasi kesehatan kepada masyarakat, dan memfasilitasi kerja sama lintas batas. Artikel ini mengkaji efektivitas diplomasi digital Indonesia dalam mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh epidemi tersebut melalui pemeriksaan inisiatif media sosial dan kolaborasi internasional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa diplomasi digital memungkinkan pertukaran informasi langsung dan meningkatkan pengaruh Indonesia di seluruh dunia. Namun, hal itu juga mengungkapkan kelemahan dalam infrastruktur digital dan metode komunikasi. Studi ini meningkatkan pemahaman diplomasi digital sebagai elemen penting dari respons bencana, memberikan wawasan tentang kemampuan dan kendalanya dalam menangani keadaan darurat kesehatan di seluruh dunia. Kata Kunci: Diplomasi Digital, Respon Bencana, Covid-19, Kolaborasi  
Asian Regional Development Strategies: A Case Study of ASEAN Plus Three (APT) Nasution, Muhammad Imam Syaamil; Cahyani Muis, Afni Regita
Global and Policy Journal of International Relations Vol 12, No 02 (2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v12i02.4817

Abstract

ABSTRACT In recent decades, Asia has emerged as a pivotal hub of global economic growth, with rapid economic expansion evident across the region. This paper explores the effectiveness of the ASEAN Plus Three (APT) framework, comprising the ten ASEAN member states along with China, Japan, and South Korea, in driving regional economic development through import substitution, export-led growth, and structural adjustment strategies. The analysis highlights significant advancements in regional economic integration and infrastructure development, supported by robust data demonstrating the region's dynamic transformation. Before the implementation of APT strategies, ASEAN Plus Three countries exhibited varying levels of economic performance, with GDP growth rates averaging 4.2% across the region, contrasted with a global average of 2.8% (IMF, 2023). Post-implementation data reveals a notable increase, with regional GDP growth reaching 5.3% in 2022, surpassing the global average and demonstrating the impact of APT strategies (IMF, 2023). The study employs a comparative analysis of three key case studies: regional economic integration, infrastructure development, and food and energy security. Results indicate that intra-regional trade has increased significantly, contributing to over 30% of total regional trade by 2021 (ASEAN Secretariat, 2022). This paper underscores the critical role of APT in enhancing economic stability and development within the Asian region. It provides policy recommendations for strengthening regional cooperation and addressing challenges such as income disparities and structural imbalances. Future research could further investigate the nuanced impacts of APT's strategies on individual member states and explore the long-term sustainability of these development approaches. Keywords: ASEAN Plus Three, Economic Development, Import Substitution, Export-Led Growth, Structural Adjustment, Regional Integration ABSTRAK Dalam beberapa dekade terakhir, Asia telah muncul sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global yang penting, dengan ekspansi ekonomi yang pesat di seluruh wilayah. Makalah ini mengeksplorasi efektivitas kerangka ASEAN Plus Three (APT), yang terdiri dari sepuluh negara anggota ASEAN bersama dengan Cina, Jepang, dan Korea Selatan, dalam mendorong pembangunan ekonomi regional melalui substitusi impor, pertumbuhan berbasis ekspor, dan strategi penyesuaian struktural. Analisis ini menyoroti kemajuan signifikan dalam integrasi ekonomi regional dan pengembangan infrastruktur, didukung oleh data kuat yang menunjukkan transformasi dinamis di kawasan ini. Sebelum penerapan strategi APT, negara-negara ASEAN Plus Three menunjukkan tingkat kinerja ekonomi yang bervariasi, dengan rata-rata pertumbuhan PDB sebesar 4,2% di kawasan ini, dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 2,8% (IMF, 2023). Data pasca-implementasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan pertumbuhan PDB regional mencapai 5,3% pada tahun 2022, melampaui rata-rata global dan menunjukkan dampak positif strategi APT (IMF, 2023). Studi ini menggunakan analisis komparatif dari tiga studi kasus utama: integrasi ekonomi regional, pengembangan infrastruktur, serta ketahanan pangan dan energi. Hasilnya menunjukkan bahwa perdagangan antarwilayah telah meningkat secara signifikan, menyumbang lebih dari 30% dari total perdagangan kawasan pada tahun 2021 (Sekretariat ASEAN, 2022). Makalah ini menekankan peran penting APT dalam meningkatkan stabilitas dan perkembangan ekonomi di kawasan Asia, serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat kerja sama regional dan mengatasi tantangan seperti ketimpangan pendapatan dan ketidakseimbangan struktural. Penelitian di masa depan dapat lebih mendalami dampak spesifik strategi APT terhadap masing-masing negara anggota dan mengeksplorasi keberlanjutan jangka panjang pendekatan pembangunan ini. Kata Kunci: ASEAN Plus Three, Pembangunan Ekonomi, Substitusi Impor, Pertumbuhan Berbasis Ekspor, Penyesuaian Struktural, Integrasi Regional
Persetujuan WTO Terhadap Pengabaian TRIPS Pada Saat Pandemi COVID-19 Tahun 2020-2022 Haryadi, Rina Amelia; Tobing, Fredy B.L.
Global and Policy Journal of International Relations Vol 12, No 02 (2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v12i02.4760

Abstract

ABSTRACT The pandemic of COVID-19 has massive impact in various areas, including international trade. There was an inequality between developed and developing countries, especially in the access of vaccines. In order to reduce inequality, South Africa and India proposed The Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS) waiver proposal to the World Trade Organization (WTO) in 2020. TRIPS is an instrument established by the WTO that aims to protect intellectual property rights, which can increase innovation. Regarding to the TRIPS Waiver proposal, developed countries are worried the waiver will decrease innovation and development of the pharmaceutical industry in their countries. However, amidst the pros and cons, WTO approved the waiver proposal in 2022. Using qualitative research methods, this paper will discuss WTO as an organization which regulates world trade also has a role in dealing with COVID-19, specifically in trade and access of medicine and vaccines production. Therefore, the WTO has a role in providing patent waivers, so that developing countries able to produce vaccines. WTO has three roles, such as a policy instrument by receiving aspirations from member countries, providing a discussion forum, and as an actor to make decisions that will be implemented by all WTO members. Keywords: COVID-19, WTO Roles, The Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS), World Trade Organization (WTO) ABSTRAK Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar di berbagai bidang, termasuk perdagangan internasional. Terdapat ketimpangan antara negara maju dan negara berkembang, terutama dalam akses vaksin. Untuk mengurangi ketimpangan, Afrika Selatan dan India mengajukan pengabaian The Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS) kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 2020. TRIPS merupakan instrumen yang dibentuk oleh WTO yang bertujuan untuk melindungi hak kekayaan intelektual yang dapat meningkatkan inovasi. Terkait usulan Keringanan TRIPS, negara maju khawatir pengabaian tersebut akan menurunkan inovasi dan pengembangan industri farmasi di negaranya. Namun, di tengah pro dan kontra, WTO menyetujui usulan keringanan tersebut pada tahun 2022. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, makalah ini akan membahas WTO sebagai organisasi yang mengatur perdagangan dunia juga memiliki peran dalam menangani COVID-19, khususnya dalam perdagangan dan akses produksi obat-obatan dan vaksin. Oleh karena itu, WTO memiliki peran dalam memberikan keringanan paten, sehingga negara berkembang mampu memproduksi vaksin. WTO memiliki tiga peran, yaitu sebagai instrumen kebijakan dengan menampung aspirasi negara anggota, menyediakan forum diskusi, dan sebagai aktor untuk membuat keputusan yang akan dilaksanakan oleh semua anggota WTO. Kata Kunci: COVID-19, Peran WTO, The Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS), World Trade Organization (WTO) 
Kebijakan Luar Negeri Indonesia Dalam Pengembangan Pesawat Tempur KF-21 Boramae Dengan Korea Selatan Rifiza, Muhammad Irfa; Sari, Deasy Silvya; Mubarok, Kiagus Zaenal
Global and Policy Journal of International Relations Vol 12, No 02 (2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v12i02.4771

Abstract

ABSTRACT One of the reasons for air violations in Indonesia is the lack of its weapon system (alutsista). This study aims to explain Indonesia's foreign policy in the development of the KF-21 Boramae jet fighter with South Korea using the concept of foreign policy. In supporting this research, the author uses a qualitative approach. The data collection techniques used by the researcher in this study are the analysis of archives and documents, as well as internet-based data, such as public documents, newspapers, articles, official reports, and previous research or relevant personal documents. To ensure its validity, the data obtained was processed using data triangulation. The results explain that Indonesia's foreign policy orientation is included in the non-aligned orientation and the orientation of coalition formation and alliance construction. The national role in Indonesia's foreign policy is included in active independent. Indonesia's foreign policy objective is categorized as middle-range. Indonesia's foreign policy action is categorized as a model of reciprocal relations where there is a two-way relationship between two countries that provide mutual benefits. The results of this research contribute to explaining the development of the KF-21 Boramae jet fighter. Keywords: Foreign Policy, Indonesia, KF-21 Boramae, South Korea ABSTRAK Salah satu penyebab pelanggaran udara di Indonesia adalah kurangnya alat sistem persenjataan (alutsista). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kebijakan luar negeri Indonesia dalam pengembangan jet tempur KF-21 Boramae dengan Korea Selatan dengan menggunakan konsep kebijakan luar. Dalam mendukung penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah analisis terhadap arsip dan dokumen, serta data yang berbasis internet, seperti dokumen publik, surat kabar, artikel, laporan resmi, dan penelitian terdahulu atau dokumen pribadi yang relevan. Untuk menjamin keabsahannya, data yang diperoleh diolah dengan menggunakan triangulasi data. Dari data yang telah diolah, hasil dari penelitian menjelaskan bahwa orientasi kebijakan luar negeri Indonesia termasuk ke dalam orientasi nonblok dan orientasi pembentukan koalisi dan konstruksi aliansi. Peran nasional dalam kebijakan luar negeri Indonesia termasuk dalam active independent. Tujuan kebijakan luar negeri Indonesia termasuk dalam middle-range objective. Aksi kebijakan luar negeri Indonesia dikategorikan sebagai model hubungan timbal balik. Hasil riset ini berkontribusi dalam menjelaskan perkembangan pesawat tempur KF-21 Boramae. Kata Kunci: Kebijakan Luar Negeri, Indonesia, KF-21 Boramae, Korea Selatan