cover
Contact Name
Erwin Sianturi
Contact Email
kacamataerwin@gmail.com
Phone
+6282221778228
Journal Mail Official
clef.pmg@iakn-manado.ac.id
Editorial Address
Jalan Bougenville, Tateli Satu, Pineleng, Tateli Satu, Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 95661
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
ISSN : -     EISSN : 27467473     DOI : -
Clef; jurnal kajian musik dan pendidikan musik (cjmpm) dikelola dan diterbitkan oleh program studi Pendidikan Musik Gereja Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado. Jurnal Clef bertujuan untuk mewadahi pemikiran kritis, inovatif dan akademis melalui berbagai perspektif yang berhubungan dengan musik, pendidikan musik, dan musik Gereja dari berbagai pendekatan yang dituangkan dalam bentuk artikel hasil penelitian maupun konseptual.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021)" : 6 Documents clear
Penggunaan Metode Peer Teaching Dalam Pembelajaran Gitar dan Keyboard di Gereja Toraja Jemaat Gandangbatu Timur Klasis Gandangbatu Musa Masing
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.484 KB) | DOI: 10.51667/cjmpm.v2i1.485

Abstract

Peer Teaching is a learning process by involving peers. The learning process can apply to any type of activity, including learning music. Peer Teaching in most churches did not develop this and chose to seek outside coaches rather than empowering church youth with great potential. The purpose of this study was to describe the Peer Teaching method in learning music (guitar and keyboard) which was carried out in the Gandangbatu Timur Congregation, Klasis Gandangbatu. Subjects in this study were 10 youths who were divided into 2 groups, namely the Music Guitar Group and the Music Keyboard Group. The method used in this research is a qualitative research method with a descriptive approach. The results showed that the music learning process using the Peer Teaching method was carried out by starting the basic concepts in music. The output of this Peer Teaching is the training of church youths who can serve in the congregation (Music Section)
Berteologi Melalui Nyanyian (Kajian Peran Nyanyian Buku Ende Membangun Spritual Jemaat Gereja) Jubelando Tambunan
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.209 KB) | DOI: 10.51667/cjmpm.v2i1.503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran nyanyian Buku Ende dalam membangun spritual jemaat gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan dimana dalam setiap ibadah gereja HKBP selalu sarat akan nyanyian-nyanyian pujian oleh jemaat dengan menggunakan sebuah kidung pujian yaitu Buku Ende. Setiap kidung pujian yang terdapat dalam Buku Ende memiliki tema dan makna teologis tersendiri sehingga kidung yang digunakan juga selalu disesuaikan dengan tema di setiap ibadah gereja. Buku ende ini juga memenuhi prinsip teologis akan musik liturgi yaitu nyanyian choral dalam rangka memberitakan Firman Tuhan sehingga pemberitaan keselamatan juga diberitakan melalui musik dan nyanyian. Menyadari pentingnya penggunaan Buku Ende ini dalam tiap ibadah gereja HKBP, maka peneliti memandang perlu untuk mengkaji lebih dalam lagi mengenai peran nyanyian Buku Ende dalam membangun spritual jemaat gereja HKBP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik kepustakaan (library research). Dari analisis data, diperoleh hasil bahwa lagu yang dinyanyikan mengandung muatan teologia dimana nyanyian-nyanyian dalam Buku ende membangun spritual dari jemaat.
Pendidikan melalui Aktivitas Musikal dalam Ibadah Online Anak Sekolah Minggu GMIM Exodus Paniki Dua Alrik Lapian; Meyltsan Herbert Maragani; Stefanny Mersiany Pandaleke
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.904 KB) | DOI: 10.51667/cjmpm.v2i1.506

Abstract

Pendidikan melalui seni, termasuk di dalamnya pendidikan melalui musik, sejatinya menitikberatkan pada bagaimana musik digunakan sebagai alat pendidikan, tidak hanya dalam kegiatan belajar tentang musik tetapi juga mencakup segala aktivitas musikal yang dilakukan baik dalam bentuk kegiatan apresiasi maupun kreasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses pendidikan melalui aktivias musikal dalam ibadah online Anak Sekolah Minggu GMIM Exodus Paniki Dua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan pendidikan seni. Hasil penelitian menjelaskan bahwa, sejatinya pendidikan melalui aktivitas musikal dalam ibadah online Anak Sekolah Minggu memiliki manfaat sebagai penguat aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang bersifat individual, dan bukan bersifat komunal sebagai ciri umum dari proses pendidikan dalam ibadah online. Aplikasinya dalam kegiatan ibadah online Anak Sekolah Minggu GMIM Exodus Paniki Dua, berlangsung dalam setiap aktivitas musikal seperti ekspresi diri, observasi dan apresiasi yang tergambar dalam aktivitas gerak dan lagu yang dilakukan selama peribadatan berlangsung.
Musik Kakula Yang Politis Melampaui Politik Arhamuddin Ali
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.28 KB) | DOI: 10.51667/cjmpm.v2i1.528

Abstract

Abstrak Essai ini merupakan respon atau pembacaan ulang terhadap buku “Musik Itu Politik, Studi Hubungan Pengaruh Kebijakan Kebudayaan pada Perubahan Musik”. Data, analisis dan kesimpulan buku ini dibaca ulang dengan perspektif politik estetika Ranciere. Musik kakula yang dibahas dalam buku ini dijelaskan dari masa ke masa, yaitu dimulai dari masa pra Kolonial hingga konteks saat ini. Terlihat berbagai macam perubahan yang terjadi akibat pengaruh kebjakan politik setiap eranya. Sejak era pra kolonial hingga era orde baru, musik kakula dikuasai dengan kepentingan politik. Namun, berdasarkan pembacaan ulang yang dilakukan, justru musik kakula mampu bergerak keluar dari politik rezim penguasa dengan menempatkan diri setara dengan kelompok-kelompok dominan. Melalui kakula batas antara “kita vs mereka” ditiadakan, kemudian dimaksud sebagai yang politis.
Representasi Masalah Sosial dalam Video Musik “Crazy” Simple Plan: Kajian Musik Pop dari Pendekatan Cultural Studies Lidya Kandowangko; Erwin Sianturi
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2808.01 KB) | DOI: 10.51667/cjmpm.v2i1.537

Abstract

Abstrak Budaya populer khususnya musik pop seringkali hanya dianggap sebagai bagian praktik kultural temporer dan bersifat komersil. Namun, musik pop dapat bermanifestasi sebagai media representasi masalah sosial untuk menampilkan kondisi pelik dalam masyarakat yang menikmati modernitas. Seperti video musik “Crazy” Simple Plan yang dikaji sebagai praktik representasi atas ragam masalah sosial dengan pendekatan cultural studies. Elaborasi antara kerangka konsep Giddens mengenai “juggernaut” dan konsep signifikansi dalam proses representasi khas cultural studies terhadap video musik “Crazy” Simple Plan. Penelitian terhadap praktik representasi dalam video musik menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika. Penelitian ini menghasilkan representasi masalah sosial seperti kondisi tubuh dari operasi plastik, obesitas dan proses penuaan. Masalah remaja dan anak-anak di masa modern, serta ketimpangan sosial. Video musik pop menjadi media untuk memproduksi sistem simbolik yang mengkritik problema masyarakat yang tidak mampu mengendalikan “juggernaut” modernitas. Dengan demikian, musik pop tidak hanya dinilai dalam sudut pandang estetik, tetapi dapat menjadi bagian representasi simbolik dan media perlawanan yang futuristik. Sekaligus bermanfaat guna memberikan kesadaran sosial untuk beradaptasi dengan kondisi modernitas yang ambigu.
Praktik Kekuasaan pada lagu “Tersiksa lagi” Karya Christ Kayhatu, George Lewakabessy Ryan Kundiman
Clef : Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik Gereja IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.98 KB) | DOI: 10.51667/cjmpm.v2i1.539

Abstract

Penelitian ini menganaliisis karya lagu Christ Kayhatu dan George Lewakabessy yang berjudul “Tersiksa Lagi” pada album “Nada dan Apresiasi” yang merupakan debut album pertama Utha Likumahuwa pada tahun 1970-an. Karya lagu ini sangat persis dengan karya yang diciptakan oleh ramsey Lewis seorang pemain Piano dan Komponis yang berasal dari Amerika. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana melalui teori hegemoni Anthony Gramsci, teori ideologi interpelasi Louis Althusser dan teori Mitos Roland Barthes.

Page 1 of 1 | Total Record : 6