cover
Contact Name
Mukhamad Faeshol Umam
Contact Email
mukhamad.umam@esdm.go.id
Phone
+62296421888
Journal Mail Official
jurnal.ppsdmmigas@esdm.go.id
Editorial Address
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi Jl. Sorogo No.1 Cepu Blora Jawa Tengah 58315
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas
ISSN : 20899572     EISSN : 26555859     DOI : https://doi.org/10.37525/sp
Majalah Ilmiah Swara Patra merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi Widyaiswara, Instruktur, Dosen, Peneliti dan civitas academika yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, latihan penelitian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Scope Majalah Ilmiah Swara Patra meliputi energi terbarukan, minyak dan gas bumi, konservasi energi dan ekonomi energi.
Articles 241 Documents
GAS METANA BATUBARA ENERGI BARU, PERANAN PUSDIKLAT MIGAS FX YUDI TRYONO
Swara Patra Vol 5 No 3 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia khususnya sumber energy harus dilakukan secara tepat dan efisien demi kelangsungan ketersediaan energy nasional dalam jangka panjang. Minyak, gas bumi, batubara merupakan energy fosil yang tidak terbarukan oleh sebab itu pemanfaatannya harus dilakukan secara cermat, sedangkan potensi energy baru terbarukan serta energy alternative perlu dikembangkan. Gas Metana Batubara (GMB) adalah gas alam dengan dominasi gas metana yang dihasilkan selama proses pembatubaraan dan juga terperangkap didalam batubara itu sendiri. Berdasarkan hasil studi kelayakan yang dikeluarkan oleh Advanced Resources International, Inc. Indonesia memiliki perkiraan cadangan GMB sebesar 450 TCF (trillion cubic feet) yang tersebar di beberapa cekungan batubara di Indonesia. Potensi sebesar ini tentunya tidak ada artinya apabila tanpa dilakukan eksplorasi dan eksploitasi, hal inilah yang merupakan tantangan utama bangsa Indonesia untuk mengembangkannya demi ketersediaan energy murah untuk rakyat.
ANALISIS VISUALISASI PROFIL TEMPERATUR DAN TEKANAN FURNACE 5 UNIT KILANG PUSDIKLAT MIGAS CEPU BERBASIS KOMPUTASI DINAMIKA FLUIDA MENGGUNAKAN GAMBIT – FLUENT Nurpadmi Nurpadmi; Rizka Yunita
Swara Patra Vol 5 No 3 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Furnace merupakan jantung utama yang berperan dalam proses pengolahan crude oil di Pusdiklat Migas. Dalam proses tersebut, terdapat empat variabel yang sangat penting, yakni temperatur, tekanan, aliran, dan level fluida. Walaupun keempat variabel tersebut sangat penting, namun yang menjadi kunci utama pemanasan crude oil adalah temperatur. Pada proses pengendalian temperatur, dilakukan juga pengendalian tekanan, proses pengendalian loop di dalam loop ini sering disebut dengan istilah pengendalian cascade. Pentingnya temperatur dan tekanan dalam proses “memasak” crude oil membuat penulis ingin menganalisis bagaimana pola/profil/distribusi aliran fluida yang terjadi di dalam furnace dengan mengendalikan temperatur. Nilai temperatur yang dikendalikan juga terkadang tidak sesuai dengan yang diinginkan, sehingga perlu dilakukan perbandingan antara nilai set variable dan data lapangan. Dalam melakukan perbandingan, penulis menggunakan metode Komputasi Dinamika Fluida untuk melakukan proses analisis eksak dan simulasi menggunakan perangkat Gambit dan Fluent.Dari hasil penelitian diperoleh hasil analisis eksak menunjukkan error sebesar 0.02 antara antara logging report dan set variable, sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan dari visualisasi profil temperatur dan tekanan antar data logging report dan set variable.
MEMANFAATKAN ORGANIZER GOOGLE CALENDAR Gunawan Hendro Cahyono
Swara Patra Vol 5 No 3 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat sekarang ini semakin banyak aplikasi yang dalam penggunaannya memerlukan akun dengan kegunaan yang beraneka ragam. Dan dengan semakin pesatnya perkembangan dari system operasi Android dari Google yang memerlukan akun email pada tiap aplikasi yang dikembangkannya seperti contohnya pada akun Google Drive untuk penyimpanan data awan (cloud), Kontak dan juga Google Calendar dan lainnya. Dengan menggunakan google calendar, kita dapat meng-arrange kegiatan kita dan dapat juga menerima undangan-kegiatan dari kolega yang lainnya, sehingga dengan menggunakan google calendar ini kita tidak akan terlewatkan kegiatan yang sudah terjadwal.
BLOW OUT PREVENTER TEST SEBAGAI BAGIAN DARI PEMERIKSAAN RUTIN AGUS ALEXANDRI; SITI NURBAYANAH; JUNIARTO MATASAK PALILU
Swara Patra Vol 5 No 4 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu resiko yang dihadapi dalam proses pemboran sumur minyak dan/atau gas bumi adalah masuknya fluida formasi ke dalam lubang sumur (kick) dengan tidak terkendali atau yang disebut semburan liar (blow out). Semburan liar dapat dicegah dengan menghentikan kick sebelum kick menjadi tidak terkendali. Semburan liar merupakan bahaya yang selalu mengancam kegiatan usaha hulu migas baik pada sumur pengeboran ataupun sumur workover dan well services. Semburan liar menyebabkan kerugian yang besar, antara lain kebakaran, pencemaran lingkungan, kecelakaan pekerja (ringan sampai dengan fatal), dll. Pencegah Semburan Liar (PSL) merupakan salah satu peralatan pada instalasi pengeboran yang digunakan untuk mencegah terjadinya semburan liar. Alat ini mejaga agar kegiatan tetap aman bagi pekerja, alat, masyarakat, dan lingkungan. Berdasarkan SNI 13-6910-2002 tentang Operasi Pemboran Darat dan Lepas Pantai yang Aman di Indonesia bahwa pemasangan, pengujian, dan pengoperasian PSL harus mengacu pada API RP 53. Salah satu tahapan dalam menghentikan kick yakni dengan menutup puncak sumur menggunakan peralatan peralatan pencegah sembur liar atau Blow Out Preventer (BOP). Dengan demikian, BOP berfungsi apabila ia dapat menutup sumur, menahan tekanan yang ditimbulkan oleh formasi, dan membuka kembali pasca penanganan kick. Oleh karena salah satu fungsi BOP adalah menahan tekanan yang ditimbulkan oleh kick, maka perlu untuk mengetahui besarnya tekanan maksimum yang dapat ditahan oleh suatu BOP yang diistilahkan dengan Rated Working Pressure dari BOP tersebut. Function test dan pressure test/wellbore test merupakan cara untuk menguji apakah suatu BOP dapat berfungsi sesuai dengan Rated Working Pressure-nya
PENGUJIAN MEKANIK PADA KUALIFIKASI WPS/PQR SMAW WELDING PIPA API 5L X42 BERDASARKAN API 1104 Ikhsan Kholis
Swara Patra Vol 5 No 4 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualifikasi prosedur pengelasan (Welding Procedure Specifiction/WPS) disiapkan untuk memberikan panduan bagi juru las atau operator las dalam melaksanakan pengelasan produksi yang memenuhi persyaratan standard dan code. Data-data hasil pengujian dan parameter dari pengelasan yang dilaksanakan berdasarkan WPS yang berisi variabelvariabel yang digunakan selama pengelasan dicatat sebagai Procedure Qualification Record (PQR).Tahapan kualifikasi WPS dan PQR adalah pembuatan test coupon, pengelasan test coupon, pengujian spesimen dari test coupon, serta pemeriksaan hasil pengujian. Kualifikasi dilakukan pada prosedur pengelasan SMAW pada pembuatan pipeline. Pemeriksaan hasil pengujian mekanik dilakukan berdasarkan API 1104 – 2013, yaitu Tension test, Bending test dan Nickbreak test.
MENGENAL KILANG PENGOLAHAN MINYAK BUMI (REFINERY) DI INDONESIA Risdiyanta Risdiyanta
Swara Patra Vol 5 No 4 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan adalah kegiatan utama dalam kegiatan usaha industri hilir minyak dan gas bumi, pengolahan bertujuan untuk memurnikan minyak mentah (crude oil) menjadi produkproduk Bahan Bakar BBM (BBM) dan Non Bahan Bakar Minyak (Non BBM) bernilai tinggi yang sangat dibutuhkan masyaraka. Pengolahan Minyak Bumi dilakukan di kilang-kilang baik yang di operasikan Oleh Pertamina, Pemerintah dan swasta yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia bertujuan untuk memenuhi pasokan BBM Nasional. Hampir 99% kebutuhan BBM Nasional yang diolah di dalam negeri diolah di kilang (Refinery Unit) yang dioperasikan oleh PT Pertamina (Persero) sementara sisanya di kilang Pemerintah dan Swasta
ANALISA KESTABILAN PENGENDALIAN TEMPERATURE PADA TOP KOLOM FRAKSINASI DI KILANG PUSDIKLAT MIGAS DENGAN KRITERIA KESTABILAN NYQUIST Desy Kurnia Puspaningrum
Swara Patra Vol 5 No 4 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom Fraksinasi C1 kilang Pusdiklat migas berfungsi sebagai pemisah fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan trayek titik didihnya, untuk itu pengendalian temperature menjadi variable yang sangat penting. Metode pengendalian temperature pada top kolom fraksinasi dilakukan dengan cara mengatur laju aliran reflux (fluidadingin) yang akan masuk melalui top kolom dan melakukan kontak langsung dengan uap panas. Dengan mengatur laju aliran reflux ini diharapkan temperature pada top kolom akan terkendali. Pengendalian temperature dan flow ini diinstal dalam suatu rangkain cascade, dengan temperature controller TIC-08 sebagai master control dan flow controller FIC-06 sebagai slave , Temperature sebagai variable utama yang dikendalikan akan memberikan informasi pada flow controller FIC-06 agar merespon setiap perubahan temperature dengan cara mengatur buka/tutupnya control valve FV-06 yangmengatur laju aliran reflux (fluida dingin) agar tercapai kondisi temperature seperti yang diharapan. Analisa kestabilan proses yang sudah ada dilakukan menggunakan criteria kestabilan Nyquist, menggunakan software Matlab dengan menggabungkan fungsi transfer dari tiap-tiap elemen pengendalian, dan dari analisa diperoleh hasil tidak ada pengelilingan terhadap titik -1+j0 dan tidak ada pole yang terletak disebelah kanan sumbu s pada loop pengendalian slave, begitu juga dengan loop pengendalian master semua polenya bernilai positif dan tidak ada pengelilingan terhadap titik -1+j0.
MEMBANGUN JEJARING KERJA SEBAGAI BAGIAN PENINGKATAN DIKLAT Sutrisno Sutrisno
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jejaring kerja diperlukan bagi setiap manajemen pada tingkatan apapun baik tingkat atas, menengah, maupun supervisor. Hal ini penting dan harus dilakukan oleh karena program-program organisasi tidak mungkin dapat diselesaikan hanya oleh sebuah institusi tetapi harus diselesaikan dengan berkolaborasi untuk mencapai hasil yang sinergis. Suatu institusi akan dapat eksis dan berkembang jika berdiri di atas networking yang kokoh dan dinamis. Keterlambatan dalam mengembangkan jaringan kerja dapat menyebabkan stagnasi perkembangan institusi yang bersangkutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu dan daya saing peserta diklat tersebut adalah dengan mengembangkan jejaring kerjasama dengan stakeholder. Melalui jejaring kerjasama ini akan terjadi penguatan posisi tawar terhadap stakeholder dalam mengembangkan pendidikan. Manfaat langsung yang diperoleh lembaga diklat lewat jejaring kerjasama di antaranya adalah program-program diklat yang diselenggarakan akan dapat dimantapkan secara substansial. Di samping itu juga akan diperoleh manfaat ekonomis akibat pemanfaatan bersama berbagai sumber daya dan fasilitas yang ada. Setidak-tidaknya penggunaan sumber daya akan lebih efektif daripada tidak hanya dimanfaatkan oleh lembaga diklat masing-masing secara individual.
PENGARUH KEBIJAKAN PENURUNAN HARGA GAS BUMI UNTUK INDUSTRI SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN INDUSTRI NASIONAL PADA ERA GLOBALISASI Sulistyono Sulistyono
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga Gas Bumi di Indonesia saat ini masih cukup tinggi mencapai US$ 9 - 12 per MMBTU (Million Metric British Thermal Unit), merupakan harga tertinggi di lingkungan negara ASEAN. Hal ini berimplikasi sangat besar pada kemampuan daya saing industri nasional terutama industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet, yang banyak menggunakan gas sebagai bahan bakar. Selama ini Gas Bumi dianggap sebagai instrumen untuk pendapatan negara, sebagai sumber devisa negara pada APBN. Untuk kepentingan yang lebih luas seharusnya gas industri jangan dipandang sebagai komoditas atau sumber penerimaan negara, tetapi merupakan modal pembangunan untuk peningkatan industri nasional. Dengan pertimbangan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan daya saing industri nasional melalui Gas Bumi, telah diterbitkan Perpres Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi, dan ditindak lanjuti dengan penerbitan Permen ESDM No. 16 tahun 2016 tentang Tata Cara dan Penetapan Harga Gas Bumi Tertentu. Penurunan harga gas industri diharapkan membuat industri nasional dapat berkembang dan bersaing di pasar internasional sehingga akan menimbulkan efek berkelanjutan pada perekonomian nasional. Apabila harga gas industri rendah maka industri nasional diharapkan bisa bersaing dengan industri negara lain. Selain itu penurunan gas industri akan memacu investasi di dalam negeri, sebab selama ini harga gas industri yang tinggi menjadi salah satu penyebab investor enggan menanam modalnya di Indonesia. Jika Gas Bumi dijadikan modal pembangunan, benefit yang diperoleh Indonesia jauh lebih tinggi jika dibandingkan apabila Gas Bumi dilihat sebagai komoditas. Lebih dari itu, akan tercipta efek berganda (multiflier effect) yang besar dalam penerimaan pajak dari sektor industri dan kenaikan produk domestic bruto.
HUBUNGAN PADA TRANSFORMATOR TIGA FASA Ali Supriyadi
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi-elektromagnet. Prinsip kerja transformator yaitu berdasarkan Hukum Faraday. Jenis dan bentuk transformator bermacam macam tegantung pada fungsi dan besarnya tegangan dan arus yang bekerja pada transformator tersebut. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai transformator tiga fasa, bagian bagian transformator tiga fasa, serta hubungan yang terdapat dalam transformator tiga fasa. Terdapat berbagai macam hubungan pada transformator tiga fasa yang dalam penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan rating tegangan yang akan dipikulnya. Salah satu hubungan pada transformator tiga fasa yang sering di pakai adalah Hubungan Segitiga Bintang dan Bintang Segitiga, kedua jenis hubungan ini biasanya dipakai dalam sistem tenaga listrik khususnya pada bagian transmisi listrik untuk menaikkan tegangan (Δ-Y) dan menurunkan tegangan (Y - Δ ). Untuk suatu keadaan darurat, trafo hubung delta dapat dibuat menjadi open delta namun dengan kapasitas hanya 86.6 % dari kapasitas terpasangnya.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 15 No 1 (2025): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 14 No 2 (2024): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 14 No 1 (2024): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 13 No 2 (2023): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 13 No 1 (2023): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 12 No 2 (2022): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 12 No 1 (2022): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 11 No 2 (2021): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 11 No 1 (2021): Perbaikan Berkelanjutan untuk Konservasi Energi Vol 10 No 2 (2020): Pendekatan Baru untuk Konservasi Energi Vol 10 No 1 (2020): Kebangkitan Energi Terbarukan Vol 9 No 2 (2019): Inovasi untuk Nilai Tambah Energi Vol 9 No 1 (2019): Konservasi Energi Tak Sekedar Hemat Energi Vol 8 No 4 (2018): Swara Patra Vol 8 No 3 (2018): Swara Patra Vol 8 No 2 (2018): Swara Patra Vol 8 No 1 (2018): Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra Vol 6 No 4 (2016): Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra Vol 6 No 2 (2016): Swara Patra Vol 6 No 1 (2016): Swara Patra Vol 5 No 4 (2015): Swara Patra Vol 5 No 3 (2015): Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra Vol 5 No 1 (2015): Swara Patra Vol 4 No 4 (2014): Swara Patra Vol 4 No 3 (2014): Swara Patra Vol 4 No 2 (2014): Swara Patra Vol 3 No 4 (2013): Swara Patra Vol 3 No 3 (2013): Swara Patra Vol 3 No 1 (2013): Swara Patra Vol 2 No 3 (2012): Swara Patra Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra Vol 2 No 1 (2012): Swara Patra Vol 1 No 2 (2011): Swara Patra More Issue