cover
Contact Name
Bambang Setiawan
Contact Email
setiawan89.bambang@gmail.com
Phone
+6282316031146
Journal Mail Official
prophetic.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perjuangan, Sunyaragi, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal
ISSN : 26543958     EISSN : 26850702     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/prophetic.v1i01
Prophetic is journal that is focussed on professionalism, empathy, and Islamic counseling. It focus on scientific publication of research study, literature review, and case study which are related to the issues in the area of Islamic guidance and counseling. The journal is published regularly twice a year.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): Desember" : 10 Documents clear
Dampak Negatif Academic Procrastination terhadap Rendahnya Tingkat Kelulusan Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Tri Cahyono
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v3i2.7589

Abstract

Academic procrastination merupakan sebuah perilaku negatif yang hampir terjadi pada seluruh peserta didik. Academic procrastination merupakan perilaku penghindaran terhadap tugas-tugas akademik dengan alasan adanya aktifitas lain sehingga membuat tugas-tugas utama terabaikan. Gejala academic procrastination sebagian besar ditunjukkan dari beberapa perilaku seperti sering menunda tugas-tugas pribadi, menghindari tanggung jawab akademik dan mementingkan kegiatan lain yang sebenarnya itu hanyalah sebuah bentuk penghindaran terhadap tanggung jawab yang diembannya. Dalam skala yang lebih luas, AP bisa berdampak keputus-asaan, stress dan paranoid terhadap tanggung jawabnya sendiri. Hal itu bisa terjadi karena beberapa faktor. Beberapa penelitian mengenai faktor penyebab AP pada mahasiswa sangat bervariasi. Hal itu disebabkan berbedanya situasi yang melatarbelakangi keadaan pikologis dan sosial mahasiswa. Artinya, faktor penyebab AP pada satu instansi pendidikan tinggi akan berbeda dengan instansi pendidikan tinggi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa indeks kelulusan mahasiswa yang lulus tepat waktu dibawah 50%. Pada faktor primer, AP bisa terjadi karena anxiety, time disorganization, poor task approach, stress and fatigue. Selain itu, faktor sekunder yang juga menjadi penyebab AP seperti low discomfort tolerance and pleasure seeking, self-depreciation, environmental disorganization dan lack of assertion.
Intenitas Penggunaan Gawai terhadap Interaksi Sosial Mahasiswa (Studi Kasus Organisasi Primordial Ikatan Mahasiswa Tegal Wilayah Cirebon) Isnin Agustin Amalia; Alwi Zakie Yahya
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v3i2.7594

Abstract

Mahasiswa IMT sangat familiar dengan gawai. Hal tersebut berdampak kepada interaksi langsung antarmahasiswa IMT yang relatif berkurang dan canggung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan gawai oleh mahasiswa IMT, mengetahui interaksi sosial mahasiswa di IMT, dan mengetahui intensitas penggunaan gawai. Metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Sampel responden dalam penulisan ini sebanyak 13 mahasiswa yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gawai pada mahasiswa IMT sangat berpengaruh. Selain dapat memudahkan mahasiswa untuk menjalin interaksi jarak jauh, manfaat lainnya memudahkan memperoleh informasi seputar perkuliahan. Berkaitan dengan interaksi sosial, mahasiswa mengalami disfungsi sosial. Di sisi lain, intensitas penggunaan gawai terhadap interaksi sosial di IMT dalam konsteks saat berkumpul sangat mengganggu.
Peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam Mengembangkan Mekanisme Pertahanan Diri yang Matang terhadap Klien Pengguna Narkoba Herman Beni
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v3i2.7590

Abstract

Klien pengguna narkoba memiliki kesempatan menjalani kehidupan di masyarakat melalui program reintegrasi sosial. Namun, klien kerap mengalami ketakutan ketika kembali ke lingkungan sosialnya. Maka, dibutuhkanlah pembimbing kemasyarakatan untuk mendampingi. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui tahapan, dampak, dan peran pembimbing kemasyarakatan dalam mengembangkan mekanisme pertahanan diri yang matang terhadap klien pengguna narkoba. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan tahapan pengembangan mekanisme pertahanan diri yang matang diawali dengan mengidentifikasi masalah, melaksanakan program bimbingan, hingga tahap mengevaluasi yang di dalamnya terdapat bimbingan spiritual, mental, dan sosial. Dampak bimbingan yang dilakukan, yakni klien mampu mengembangkan mekanisme pertahanan dirinya di masyarakat dalam bidang pekerjaan, mampu berinteraksi dengan masyarakat, tidak minder, dan mengurangi ketakutan dalam menghadapi kehidupan sosial. Kehadiran pembimbing kemasyarakatan terbukti sangatlah penting karena berperan sebagai pembimbing, motivator, dan memberikan pertimbangan terhadap pengambilan keputusan klien.
Implementasi Konseling Eksistensial-Humanistik untuk Meningkatkan Self-Esteem pada Siswa Terisolir di Cirebon Muzaki Muzaki; Siti Dila Nuraldina
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v3i2.7595

Abstract

Siswa terisolir adalah suatu sikap individu yang tidak dapat menyerap dan menerima norma-norma ke dalam kepribadiannya dan juga tidak mampu untuk berperilaku yang pantas atau menyesuaikan diri menurut tuntutan lingkungan yang ada. Sehubungan itu karakteristik low self-esteem yaitu, ketidaksadaran diri, kurang percaya diri, takut mengambil resiko, mudah putus asa, pesimis, merasa kesepian dan terasingkan. Maka dibutuhkan peningkatan harga diri dengan memberdayakan, memberikan energi dan memotivasi, karena hal ini bisa terjadi kepada siapapun, termasuk kepada siswa terisolir. Dengan pendekatan yang terpusat pada manusia yaitu konseling eksistensial-humanistik tentunya diharapkan mampu mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa terisolir yang sering ada di sekolah-sekolah. Dalam penelitian ini, terdapat pembahasan metode konseling eksistensial-humanistik untuk meningkatkan self-essteem pada siswa terisolir yakni metode untuk meningkatan self-esteem pada siswa terisolir: dengan pemberian dukungan sosial (social support), intervensi cognitive-behavior, pemantapan fisik, strategi lainnya (konseling pendekatan eksistensial-humanistik). Implementasi konseling pendekatan eksitensial-humanistik: kesadaran diri, kecemasan, tanggung jawab dan penciptaan makna.
Program Hipotetik Bimbingan dan Konseling untuk Tingkat Smartphone Addiction pada Siswa Nida Krissiyana; Siti Muhibah; Alfiandy Warih Handoyo
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v3i2.7591

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran tingkat smartphone addiction pada siswa dan mengetahui rancangan program bimbingan dan konseling untuk tingkat smartphone addiction pada siswa kelas IX SMPN 2 Kota Serang. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan sampel jenuh atau sensus dengan cara mengambil jumlah seluruh anggota populasi sebagai responden yang berjumlah 322 siswa. Penelitian mengenai smartphone addiction dilakukan dengan melihat dari 6 aspek yaitu daily life disturbance, positive anticipation, withdrawal, cyberspace-oriented relationship, overuse, dan tolerance. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menyebarkan instrumen berupa kuesioner. Hasil analisis kuesioner tingkat smartphone addiction pada siswa kelas IX SMPN 2 Kota Serang berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 15%, kategori sedang dengan persentase sebesar 68%, dan kategori tinggi dengan persentase sebesar 17%. Setelah mengetahui gambaran tingkat smartphone addiction, maka rancangan program bimbingan dan konseling dibuat berdasarkan hasil penelitian yang didapat.
Kehamilan Remaja di Luar Pernikahan Berdasarkan Sudut Pandang Teori Holisme dan Humanistik Abraham Maslow Fanny Septiani Rahayu
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v3i2.7596

Abstract

Persoalan yang terjadi pada remaja saat ini semakin kompleks dan perlu adanya penanganan segera dari berbagai pihak, salah satu persoalan remaja yang terjadi adalah kehamilan di luar pernikahan. Kehamilan di luar  pernikahan memuat persoalan yang sangat rumit bagi remaja, terutama bagi mereka yang terlibat langsung di dalamnya. Oleh karena itu merupakan masalah yang sangat menarik. Kehamilan di luar pernikahan merupakan salah satu dampak dari perilaku seks bebas yang melanda remaja dan akhir-akhir ini yang cenderung meningkat. Remaja yang melakukan hubungan seksual pranikah sehingga mengakibatkan kehamilan di luar nikah disebabkan karena rendahnya harga diri, rendahnya pengetahuan tentang seksualitas dan, pengaruh norma kelompok sebaya yang dianutnya, status hubungan, serta rendahnya keterampilan interpersonal khususnya perempuan untuk bersikap asertif yakni sikap tegas untuk mengatakan tidak terhadap ajakan melakukan hubungan seks dari teman kencannya. Dalam membantu remaja yang memiliki kemampuan penerimaan diri rendah  akibat adanya kehamilan yang terjadi diluar pernikahan, diperlukan adanya  peran konseling. Peran konseling sangat penting, terutama dalam membantu individu mencapai proses perkembangan yang optimal. Seorang konselor menggunakan salah satu alternatif konseling yang dapat dilakukan yaitu konseling Rational-Emotif-Behavioral Therapy (REBT).
Proses Layanan Rehabilitasi Sosial dalam Memberikan Bimbingan Karier pada Klien Binaan di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Mandiri Palimanan Cirebon Ririn Desiani Ridwan; Jaja Suteja
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v3i2.7592

Abstract

Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan proses layanan bimbingan karier dan hasil dari rehabilitasi sosial yang dilakukan di Bina Mandiri Palimanan Cirebon. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan melalui pengaturan data secara logis dan sistematis. Hasil penelitian ini menunjukkan pembimbingan karier dilakukan melalui tahap awal, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil yang tampak dari bimbingan tersebut adalah adanya perubahan dari aspek keterampilan dan semangat kerja. Perubahan itu muncul dari segi jenis keterampilan, penguasaan keterampilan, kesungguhan, dorongan semangat kerja, disiplin, tanggung jawab, produktivitas, dan kualitas kerja. Selain itu, klien binaan menjadi lebih memahami tentang potensi yang ada pada dirinya. Terutama pada hal memahami minat dan bakat yang ada pada diri klien.
Solution Focused Brief Therapy untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Remaja Devi Eryanti
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v3i2.7598

Abstract

Percaya diri dibutuhan oleh setiap individu, termasuk remaja. Rasa percaya diri yang dimiliki remaja akan mempengaruhi pengembangan potensi yang dimilikinya apabila remaja tersebut memiliki rasa percaya diri yang rendah maka potensi yang ada didalam dirinya akan terhambat. Sebaliknya jika remaja memiliki kepercayaan diri yang tinggi maka potensi didalam diri remaja tersebut dapat tereksplorasi dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksperimen murni. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest and posttest control group design. Hasil pre-test menunjukkan bahwa seluruh siswa yang termasuk ke dalam kelompok eksperimen yang terdiri dari 2 orang dengan skor yang masuk pada kategori sangat rendah dan 4 orang dengan kategori rendah. Anggota kelompok yang memiliki skor rendah dan sangat rendah, kemudian diberi intervensi berupa konseling ringkas berfokus solusi untuk meningkatkan percaya diri. Keberhasilan pelaksanaan konseling ringkas berfokus solusi yang dilakukan oleh peneliti didukung oleh beberapa hal, diantaranya terbinanya hubungan baik antara peneliti dan konseli selama masa konseling. Dapat disimpulkan bahwa konseling ringkas berfokus solusi atau solution focused brief therapy efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri remaja.
Profil Komunikasi Interpersonal Peserta Didik dan Implikasi pada Program Bimbingan Pribadi Sosial Yerika Arum Pertiwi
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v3i2.7588

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan gambaran kemampuan komunikasi interpersonal peserta didik, serta mengetahui program bimbingan pribadi sosial yang dibuat berdasarkan gambaran kemampuan komunikasi interpersonal peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Kota Serang. Teknik pengambilan data pada penelitian menggunakan purposive sampling yang ditentukan berdasarkan perilaku dalam indikator komunikasi interpersonal seperti sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, mengabaikan pendapat orang lain, sulit berkomunikasi dengan orang lain, serta sulit menyampaikan ide atau gagasan di depan umum. Hasil analisis kuesioner komunikasi interpersonal pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Kota Serang terdapat sebesar 36,03% dengan kategori rendah, 47,7% dengan kategori sedang, dan 16,27% kategori tinggi yang selanjutnya dibuat rancangan program bimbingan pribadi sosial agar dapat meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal peserta didik.
Peran Orang Tua dan Guru untuk Mengembangkan Perilaku Moral dan Religiusitas Remaja Fitri Awan Arif Firmansyah
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v3i2.7593

Abstract

Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma. Perilaku tersebut merupakan problema yang bisa terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Kenakalan remaja di lingkungan rumah misalnnya tindakan indisipliner, melawan orang tua, berkelahi dengan saudara. Salah satu penyebab kenakalan dikalangan remaja, yaitu kurangnya religiusitas yang ada pada diri remaja. Hal ini pun dikarenakan banyak orang tua yang masih belum berkontribusi penuh dalam pembentukan perilaku moral dan religiusitas anak. Di sisi lain, peran guru sebagai pendidik di luar rumah juga sangat penting. Namun, dalam perannya pun kurang maksimal karena masih banyak guru yang sekadar fokus pada nilai, tapi abai pada pembentukan karakter nilai moral. Padahal, pendidikan yang baik sejak dini baik di keluarga dan sekolah sangatlah diperlukan guna membentuk kepribadian yang berakhlak, bermoral, serta bijak dalam menghadapi perkembangan zaman. Terkait dengan hal tersebut, tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran yang dilakukan oleh guru dan orang tua untuk membentuk perilaku moral dan religiusitas remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa guru dan orang tua mempunyai berbagai cara dalam mengembangkan religiusitas dan perilaku moral remaja seperti melakukan pengawasan, mebmerikan contoh, memberikan kebiasaan yang baik, dan menyisipkan ceramah dalam mata pelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 10