cover
Contact Name
Nur Hamdani Nur
Contact Email
hamdani.nur@unpacti.ac.id
Phone
+6281241263051
Journal Mail Official
jpp@unpacti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti Jl. Andi Mangerangi No.73, Mamajang Dalam, Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90132
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Promotif Preventif
ISSN : 26226014     EISSN : 27458644     DOI : https://doi.org/10.47650/jpp.v3i1
Core Subject : Health,
Epidemiologi; Kesehatan Lingkungan; Administrasi dan Kebijakan Kesehatan; Gizi Kesehatan Masyarakat; Promosi Kesehatan; Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Articles 619 Documents
Peran Kader Tuberkulosis dalam Meningkatkan Cakupan Penemuan Kasus: Studi Kasus Kualitatif di Makassar, Indonesia Ayu Naningsi; Endang Sri Mulyawati L; Nur Juliana; Firnasrudin Rahim; Muhammad Iqbal Ahmad
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i4.2665

Abstract

Di Sulawesi Selatan (Sulsel), estimasi kasus TB tahun 2020 sebanyak 845.00 (nasional) dan 62.839 kasus terduga di Sulsel. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kadet TB dalam meningkatkan penemuan kasus TB di wilayah kerja NGO Yamali Makassar. Metode penelitian kualitatif, desain studi kasus. Informan terdiri dari kader TB dan pengelola program Yamali, teknik purposive, wawancara semi terstruktur. Menggunakan N-Vivo memproses transkrip wawancara dan analisis data menggunakan teknik analisis tema. Hasil analisis menunjukkan bahwa kader TB aktif melakukan deteksi kasus aktif, serta penyuluhan kesehatan masyarakat. Kegiatan pendampingan pasien (pendukung pengobatan rutin) dan koordinasi dengan Puskesmas juga ditemukan sebagai aspek utama peran kader. Kesimpulan, perlu penguatan kader TB melalui pelatihan intensif dan, insentif finansial dan akomodasi, serta kerjasama publik-swasta (PPM) yang lebih luas.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Nifas terhadap Pijat Oksitosin Sebagai Terapi Komplementer: Studi Cross-Sectional di Kabupaten Bone, Indonesia Desi Heriyana; Sitti Fatimah; Musni Musni
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i4.2683

Abstract

Pemberian ASI eksklusif memerlukan dukungan berkelanjutan dari ibu, keluarga, dan tenaga kesehatan. Pengetahuan mengenai perawatan komplementer dapat membentuk sikap ibu selama masa nifas. Penelitian ini menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu nifas terhadap pijat oksitosin sebagai terapi komplementer. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 di Kelurahan Majang, Kabupaten Bone. Seluruh 30 ibu nifas dalam populasi terjangkau diikutkan melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Karena beberapa frekuensi harapan kurang dari lima, hubungan dianalisis menggunakan uji exact Fisher-Freeman-Halton. Sebanyak 17 responden (56,7%) memiliki pengetahuan baik, sembilan (30,0%) cukup, dan empat (13,3%) kurang. Sikap positif ditemukan pada 26 responden (86,7%). Pengetahuan berhubungan bermakna dengan sikap (p exact=0,016; V Cramer=0,513). Ibu dengan pengetahuan lebih baik cenderung memiliki sikap lebih positif. Edukasi berbasis bukti dapat memperkuat penerimaan yang terinformasi, sedangkan penelitian lanjutan diperlukan untuk menilai hubungan kausal dan luaran menyusui.
Analisis Determinan Kejadian Tuberkulosis Paru: Studi Cross-Sectional di Wilayah Kerja Puskesmas Karta Dewa, Kabupaten PALI Putri Wulandari; Arie Wahyudi; Chairil Zaman
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i4.2731

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor demografi, perilaku, biologis, dan lingkungan. Kabupaten PALI merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi tingginya kasus TB paru. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kerta Dewa Kabupaten PALI Tahun 2026. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 100 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lingkungan rumah, dan data register TB. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Terdapat hubungan antara status gizi (p=0,004), kebiasaan merokok (p=0,001), riwayat kontak serumah (p<0,001), dan kepadatan hunian (p=0,016) dengan kejadian TB paru. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat kontak serumah merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian TB paru (p=0,000, OR=28,336; 95% CI=8,098–99,148). Riwayat kontak serumah merupakan determinan utama kejadian TB paru di wilayah penelitian. Oleh karena itu, penguatan investigasi kontak serumah, skrining aktif pada anggota keluarga, serta intervensi penghentian merokok perlu menjadi prioritas dalam upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Stres yang Dirasakan, dengan Obesitas pada Orang Dewasa: Studi Cross Sectional di Jayapura, Indonesia Natalia Paskawati Adimuntja; Fajrin Violita; Asriati Asriati; Faridha Almira; Lisda Oktavia Madu Pamangin
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i4.2757

Abstract

Kelebihan berat badan dan obesitas adalah risiko utama untuk beberapa penyakit kronis, termasuk diabetes mellitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskular yaitu penyakit jantung dan stroke yang merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Prevalensi obesitas di Papua tahun 2023 sebesar 31,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan stres yang dirasakan dengan obesitas pada orang dewasa di Kota Jayapura. Jenis penelitian survey cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien usia dewasa yang berkunjung di Puskesmas Abepura Kota Jayapura dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Cara penarikan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Wawancara dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data yakni analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square (x2). Hasil penelitian diperoleh bahwa responden yang mengalami gizi lebih dan obesitas sebanyak 44 orang (44,0%) dan yang tidak obesitas sebanyak 56 orang (56,0%). Hasil analisis bivariat menemukan bahwa faktor aktivitas fisik (p-value = 0,036; PR=1,70; 95%CI=1,123-2,581) signifikan bermakna dengan kejadian berat badan lebih dan obesitas pada usia dewasa di Puskesmas Abepura Kota Jayapura. Disarankan masyarakat agar dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya menjaga berat badan tetap ideal dengan rutin beraktivitas fisik, sebagai salah satu upaya untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular.
Formulasi dan Evaluasi Antibakteri Deodoran Spray Ekstrak Daun Jeruk Bali (Citrus maxima Merr.) terhadap Staphylococcus aureus Evi Mustiqawati; Ratih Nurwanti; Sri Yolandari; Wa Ode Syafriah; Sitti Hasanah
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i4.2769

Abstract

Penggunaan bahan alami sebagai zat aktif deodoran terus dikembangkan karena dinilai lebih aman dan berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Daun jeruk bali (Citrus maxima Merr) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, steroid dan minyak atsiri diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak daun jeruk bali dalam bentuk sediaan deodoran spray, evaluasi mutu fisik sediaan, serta mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode penelitian berupa eksperimental Laboratorium, ekstrak diperoleh dengan proses maserasi, kemudian diformulasikan menjadi tiga formula dengan konsentrasi ekstrak 1 g, 1,5 g, dan 2 g. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH dan pola penyemprotan dan penguji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik dengan bentuk cair, bau khas ekstrak, homogen, memiliki pH 5,75-5,83 dan menghasilkan pola penyemprotan baik. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa formula I zona hambat 3,0 mm, formula II zona hambat 6,7 mm, dan formula III zona hambat 12,6 mm. Kesimpulan penelitian ini bahwa ekstrak daun jeruk bali (Citrus maxima Merr) dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray yang memenuhi evaluasi fisik dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dan aktivitas antibakteri formula III dengan konsentrasi 2 g ekstrak kategori zona hambat kuat.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Implementasi Rekam Medis Elektronik Berdasarkan Teori Penerimaan dan Penggunaan Teknologi UTAUT: Sebuah Studi Cross-Sectional di Rumah Sakit Advent, Medan Flower Desma Sihaloho; Hotmarina Lumban Gaol; Jev Boris
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i4.2773

Abstract

Penerapan rekam medis elektronik merupakan salah satu upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Keberhasilan implementasi rekam medis elektronik (RME) dipengaruhi oleh penerimaan pengguna terhadap sistem yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model UTAUT di Rumah Sakit Advent. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Advent, Medan mulai 27 Maret hingga 07 April 2026. Sampel dalam penelitian ini 90 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data bivariat menggunakan uji chi-square dan analisa data multivariat menggunakan uji regresi logistic berganda. Hasil penelitian diperoleh harapan kinerja (p-value 0,000), harapan usaha (p-value 0,002), pengaruh sosial (p-value 0,003), kondisi pemfasilitas (p-value 0,002) berhubungan dengan penerapan RME. Namun hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa harapan kinerja (p=0,078), harapan usaha (p=0,459), pengaruh sosial (p=0,501), dan kondisi pemfasilitas (p=0,155) tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Advent dengan nilai p > 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa keempat model UTAUT bukan merupakan determinan utama dalam penerapan RME. Diharapkan bagi pihak Rumah Sakit agar meningkatkan kualitas penerapan RME melalui pelatihan dan sosialisasi yang berkelanjutan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemahaman, kemudahan penggunaan, serta manfaat yang dirasakan oleh pengguna.
Implementasi Sistem Perencanaan Berbasis Elektronik Pada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Fatimah; Frida Chairunisa; Wahyu Nurdiansyah
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i4.2775

Abstract

Belum terintegrasinya Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dengan aplikasi e-Planning Sulsel menyebabkan penginputan data secara berulang dan menambah beban kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi sistem perencanaan berbasis elektronik pada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 11 informan yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dalam proses perencanaan, penggunaan sistem, dan pemanfaatan output perencanaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dipersepsikan bermanfaat dan relatif mudah digunakan, terutama dalam pengolahan data, penyusunan dokumen, koordinasi, dan akses terhadap informasi perencanaan. Namun, implementasi belum optimal karena e-Planning Sulsel dan SIPD masih digunakan secara paralel sehingga terjadi penginputan data berulang dan peningkatan beban kerja. Output perencanaan, khususnya DPA, dapat diamati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh pihak yang terlibat dalam proses keuangan selanjutnya. Disimpulkan bahwa penguatan interoperabilitas antara e-Planning Sulsel dan SIPD diperlukan untuk mengurangi pekerjaan ganda dan meningkatkan efektivitas implementasi sistem perencanaan elektronik.
Implementasi Kebijakan Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular: Studi Kasus Kualitatif Menggunakan Kerangka Edward III di Indonesia Timur Reslanth Wilter Therik; Serlie K. A. Littik; Galuh Wiedani K. Dyah Larasati
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i4.2782

Abstract

Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dini faktor risiko PTM yang menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Namun, pelaksanaannya di Puskesmas Baumata, Kabupaten Kupang, belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Posbindu PTM berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sebanyak delapan informan dipilih secara purposive, terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program, kader Posbindu PTM, pengelola program PTM Dinas Kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Posbindu PTM telah berjalan, tetapi belum optimal karena komunikasi belum merata, sarana dan prasarana masih terbatas, motivasi kader dipengaruhi minimnya insentif, serta koordinasi lintas sektor belum optimal. Disimpulkan bahwa peningkatan komunikasi, penguatan sarana dan prasarana, dukungan terhadap kader, serta koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi Program Posbindu PTM.
Hubungan antara Paparan Pestisida Organofosfat dengan Gejala Neurotoksik pada Petani Padi: Studi Cross-Sectional di Desa Tanjung Pasir, Indonesia Salsabila Syakira; Syafran Arrazy; Mesiono Mesiono; Romiza Arika
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i4.2802

Abstract

Pestisida di sektor pertanian memiliki peran penting untuk mendorong peningkatan hasil produksi, tetapi paparan secara terus-menerus, terutama pestisida organofosfat, dapat meningkatkan risiko gangguan neurotoksik pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan pestisida organofosfat beracun dan gejala gangguan neurologis toksik pada petani di Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Langkat, Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, variabel pajanan pestisida, dan kuesioner Q18 Jerman, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara masa kerja (p = 0,001; PR =11,47; IK 95% = 1,67-78,70), frekuensi penyemprotan (p = 0,001; PR = 2,63; IK 95% = 1,42-4,84), cara penyemprotan (p = 0,006; PR = 1,60; IK 95% = 1,15-2,24), dan penggunaan alat pelindung diri (APD) (p = 0,001; PR = 6,83; IK 95% = 2,71-17,22) dengan gejala gangguan neurotoksik pada petani. Disimpulkan bahwa pajanan pestisida berhubungan signifikan dengan gangguan neurotoksik, sehingga diperlukan praktik penyemprotan yang aman, penggunaan APD sesuai standar, serta peningkatan edukasi untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan pada petani.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 9 No 3 (2026): Juni 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 2 (2025): April 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 1 (2025): Februari 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 5 (2024): Oktober 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 2 (2024): April 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 1 (2024): Februari 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 5 (2023): Oktober 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 4 (2023): Agustus 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 3 (2023): Juni 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 2 (2023): April 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 1 (2023): Februari 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 5 No 1 (2022): Agustus 2022: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 4 No 2 (2022): Februari 2022: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 4 No 1 (2021): Agustus 2021: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 3 No 2 (2021): Februari 2021: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 3 No 1 (2020): Agustus 2020: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 2 No 2 (2020): JPP, Februari 2020 Vol 2 No 1 (2019): JPP, Agustus 2019 Vol 1 No 2 (2019): JPP, Februari 2019 More Issue