cover
Contact Name
Nur Hamdani Nur
Contact Email
hamdani.nur@unpacti.ac.id
Phone
+6281241263051
Journal Mail Official
jpp@unpacti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti Jl. Andi Mangerangi No.73, Mamajang Dalam, Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90132
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Promotif Preventif
ISSN : 26226014     EISSN : 27458644     DOI : https://doi.org/10.47650/jpp.v3i1
Core Subject : Health,
Epidemiologi; Kesehatan Lingkungan; Administrasi dan Kebijakan Kesehatan; Gizi Kesehatan Masyarakat; Promosi Kesehatan; Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Articles 590 Documents
Faktor Psikososial dan Kesehatan Kerja Perawat di Indonesia: Sistematik Literatur Review Kartika, Rizka Wahyu; Trisnowati, Heni; Wardani, Yuniar
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2133

Abstract

Kesehatan kerja perawat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor psikososial seperti beban kerja, dukungan sosial, konflik peran, dan stres kerja. Studi ini bertujuan untuk meninjau literatur ilmiah terbaru yang membahas hubungan antara faktor psikososial dan kesehatan kerja perawat di Indonesia. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan pendekatan PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data nasional seperti Garuda, Neliti, dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi: artikel berbahasa Indonesia, metode kuantitatif, topik berkaitan dengan faktor psikososial dan kesehatan kerja perawat, dan diterbitkan antara 2019–2024. Eksklusi mencakup artikel kualitatif, tidak tersedia penuh (full-text), atau tidak relevan secara tematik. Kesehatan kerja perawat adalah suatu kondisi fisik, mental, dan sosial yang optimal bagi perawat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerja. Implikasi hasil ini penting untuk kebijakan manajemen rumah sakit dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat bagi perawat. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi intervensi yang paling efektif secara kontekstual di lingkungan rumah sakit Indonesia. Faktor psikososial memainkan peran krusial dalam memengaruhi kesehatan kerja perawat di Indonesia.
Faktor Determinan Upaya Berhenti Merokok Pada Tenaga Kesehatan di Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya, Indonesia Safitri, Vira; Baharuddin, Dharina; Ichwansyah, Fahmi Ichwansyah; Hermansyah, Hermansyah; Zakaria, Radhiah
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2172

Abstract

Kebiasaan merokok masih menjadi tantangan utama dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, terutama pada tenaga kesehatan yang seharusnya menjadi teladan perilaku hidup sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan yang memengaruhi upaya berhenti merokok pada tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Daya. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan sampel 102 orang yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan pada 21–23 Juli 2025 melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat dengan regresi logistik, dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level merokok dan dukungan keluarga merupakan faktor utama yang berpengaruh signifikan terhadap upaya berhenti merokok. Peluang berhenti tercatat 7,07 kali lebih besar pada perokok sedang (p=0,017) dan 13,96 kali pada perokok ringan (p=0,020) dibandingkan perokok berat, serta 15,02 kali lebih besar pada responden dengan dukungan keluarga (p=0,001). Nilai Pseudo R² sebesar 0,55 menunjukkan model mampu menjelaskan 55% variasi upaya berhenti merokok. Variabel lain seperti usia, lama merokok, jenis rokok, dan pengaruh teman tidak menunjukkan hubungan signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengurangan intensitas merokok serta dukungan keluarga sebagai faktor kunci keberhasilan berhenti merokok di kalangan tenaga kesehatan.
Kualitas Pelayanan Gigi dan Mulut terhadap Kepuasan Pasien BPJS Rawat Jalan: Studi Cross-Sectional dengan Pendekatan SERVQUAL di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi Azizah, Siti
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2182

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator utama mutu pelayanan kesehatan, termasuk layanan gigi dan mulut bagi peserta BPJS. Tingginya pemanfaatan layanan di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi menuntut evaluasi kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan dan kepuasan pasien BPJS rawat jalan menggunakan pendekatan SERVQUAL. Studi kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada Januari–April 2024 dengan 200 responden yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square, Odds Ratio (OR), dan 95% Confidence Interval (CI). Hasil menunjukkan bahwa seluruh dimensi SERVQUAL dinilai baik, yaitu tangible (62,5%), reliability (62,5%), responsiveness (61,5%), assurance (61,0%), dan empathy (60,5%). Namun, tingkat kepuasan pasien masih belum optimal dengan proporsi hampir seimbang antara puas (50,5%) dan kurang puas (49,5%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik demografis dengan kepuasan pasien. Disimpulkan bahwa mutu pelayanan telah baik, tetapi belum sepenuhnya diikuti oleh kepuasan pasien. Oleh karena itu, peningkatan perlu difokuskan pada aspek responsiveness, assurance, empathy, komunikasi, dan konsistensi pelayanan untuk memperkuat kepuasan pasien dalam sistem layanan BPJS.
Hubungan antara Praktik Pengelolaan Sampah 3R dan Kader Pemantauan Larva Berbasis Sekolah Dengan Kejadian Demam Berdarah: Studi Cross Sectional di Batam, Indonesia Herdianti, Herdianti; Husein, Al Hafez; Sembiring, Firdaus Yustisia; Afinawati, Sri May; Dinilhaq, Fauzal
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2192

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di negara tropis, termasuk Indonesia. Pendekatan berbasis komunitas seperti pengelolaan sampah 3R dan pemberdayaan kader jumantik sekolah berpotensi mendukung upaya pengendalian vektor, namun bukti empirisnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan peran anak sekolah sebagai kader jumantik terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Sei Lekop, Kota Batam. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 164 responden yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji deskriptif serta chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara penerapan konsep 3R dengan kejadian DBD (p=0,000) dan antara peran anak sekolah sebagai kader jumantik dengan kejadian DBD (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pemberdayaan anak sekolah sebagai kader jumantik secara signifikan berhubungan dengan kejadian DBD. Strategi ini dapat dijadikan pendekatan integratif dalam pengendalian vektor nyamuk penyebab DBD, serta direkomendasikan sebagai intervensi berbasis masyarakat dalam kebijakan kesehatan lingkungan.
Praktik Higiene-Sanitasi dan Deteksi Bahan Tambahan Pangan Berbahaya Pada Pedagang di Pasar Ramadan Kota Palu Wahid, Riri Suwahyuni; Pitriani, Pitriani; Wasiam, Wulan Suci; Ibesse, Ibesse; Hasanah, Hasanah; Jamaluddin, Jamaluddin
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2245

Abstract

Higiene sanitasi pangan dan penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang aman merupakan faktor penting dalam mencegah penyakit bawaan makanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip higiene sanitasi pangan pada pedagang makanan dan minuman di Pasar Ramadan Kota Palu serta mendeteksi keberadaan BTP berbahaya. Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan analisis laboratorium menggunakan test kit untuk menguji rhodamin B, methanyl yellow, formalin, dan boraks. Sampel diambil dengan metode purposive sampling, yaitu 113 sampel dari 53 pedagang di enam lokasi Pasar Ramadan Kota Palu tahun 2023–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan, dan pemisahan makanan matang dan mentah sebagian besar sudah memenuhi syarat. Namun, masih terdapat kelemahan pada penggunaan alat pelindung diri, penyediaan sarana cuci tangan, tempat sampah yang sesuai, serta pengaturan suhu makanan saat pengangkutan. Uji laboratorium menunjukkan seluruh sampel makanan dan minuman negatif dari kandungan rhodamin B, methanyl yellow, formalin, dan boraks, sehingga aman dikonsumsi. Secara umum, pedagang di Pasar Ramadan Kota Palu telah menerapkan sebagian prinsip higiene sanitasi pangan dengan baik, meskipun masih diperlukan edukasi dan pengawasan lanjutan untuk meningkatkan keamanan pangan.
Pengaruh Edukasi Gizi dan Senam Diabetes terhadap Stabilitas Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Tipe 2: Studi Pra-Eksperimental Syatriani, Sri; Nurfitri, Nurfitri; Laelaem, Mei Pemi
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2468

Abstract

Diabetes di kawasan pasifik barat mencapai 38% dan memiliki prevalensi diabetes tertinggi ketiga (11,9%) di dunia. Indonesian masuk dalam kawasan pasifik barat menjadi urutan kedua teratas (19,5 juta). Pasien diabetes tipe 2 harus menjaga agar kadar gula darah tetap stabil, yaitu dengan mengatur pola makan, aktivitas fisik, kontrol gula darah, dan rutin minum obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dan edukasi senam diabetes mellitus terhadap stablitas kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2 di Puskesmas Karuwisi. Jenis penelitian adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pre-test-pos-test. Jumlah sampel 16 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa glukometer. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan jumlah sampel yang stabil gula darahnya setelah dilakukan edukasi sebanyak 14 responden (87,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi gizi (nilai p = 0,000 < α = 0,05) dan senam diabetes (nilai p = 0,029 < α = 0,05) terhadap stabilitas kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2. Simpulan penelitian yaitu ada pengaruh edukasi gizi dan senam diabetes terhadap stabilitas kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2, pasien disarankan mengatur pola makan sesuai dengan prinsip 3J dan rutin melakukan aktifitas fisik seperti senam diabetes 3-4 kali dalam seminggu
Ergonomi Partisipatif dalam Meningkatkan Ketahanan Kesehatan dan Produktivitas Pekerja: Sistematik Literatur Review Ariyanto, Januar; Jannah, Farahul; Raharjo, Agung
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2492

Abstract

Ergonomi partisipatif (EP) adalah pendekatan yang melibatkan pekerja dan pemangku kepentingan dalam identifikasi risiko, perancangan solusi, implementasi, dan evaluasi perbaikan untuk meningkatkan kesehatan dan kinerja kerja. Bukti efektivitas EP terhadap ketahanan kesehatan pekerja dan produktivitas masih bervariasi lintas konteks dan desain penelitian. Systematic literature review ini mengikuti PRISMA 2020 pada publikasi tahun 2020–2025. Penelusuran dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, dan Garuda. Studi yang diinklusi merupakan penelitian intervensi pada pekerja dewasa (≥18 tahun) dengan komponen EP yang jelas serta melaporkan minimal satu luaran ketahanan kesehatan pekerja dan/atau produktivitas. Seleksi dilakukan bertahap dan disintesis secara naratif-tematik. Dari 125 rekaman, 5 duplikasi dihapus, 120 disaring, 26 dinilai kelayakan, dan 19 studi diinklusi. EP menunjukkan kecenderungan efek positif pada ketahanan kesehatan pekerja, terutama penurunan keluhan muskuloskeletal dan perbaikan risiko ergonomi/postur. Bukti produktivitas lebih terbatas dan heterogen, dengan hasil berupa perbaikan proksi produktivitas (absensi, kinerja, luaran ekonomi) hingga hasil tidak signifikan. Variasi dipengaruhi kualitas implementasi, dukungan organisasi, dan adopsi solusi. EP berpotensi meningkatkan kesehatan pekerja dan, pada kondisi tertentu, produktivitas.
Karakteristik Demografis dan Faktor Motivasi Donor Darah Sukarela Reguler: Studi Cross Sectional Ibrizatun, Amin; Nurrobi, RM Tjahja; Serihati, Ade Yoska Tilla; Nasir, Andi; Helty, Rika; Agustiawan, Agustiawan
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2554

Abstract

Ketersediaan darah yang berkelanjutan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat dan memerlukan pemahaman mengenai faktor yang memengaruhi donor darah rutin. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara karakteristik demografis dan faktor motivasi dengan kebiasaan donor darah rutin pada relawan donor darah sukarela. Studi potong lintang ini dilakukan di Kota Pekanbaru, Indonesia, pada Agustus–September 2025, melibatkan 182 responden yang memenuhi kriteria inklusi melalui kuesioner daring. Variabel yang dianalisis meliputi karakteristik demografis, jenis motivasi donor darah, dan status donor rutin. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square atau Fisher’s exact test sesuai distribusi data, dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil menunjukkan bahwa motivasi empati dan kemanusiaan (p<0,001), pengalaman kebutuhan darah sebelumnya (p=0,002), motivasi kesehatan (p=0,041), dan motivasi religius (p=0,048) berhubungan signifikan dengan donor darah rutin. Sebaliknya, motivasi berupa ajakan teman atau komunitas tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p=0,672). Tidak seluruh karakteristik demografis menunjukkan hubungan signifikan dengan donor darah rutin. Kesimpulannya, faktor motivasi tertentu, terutama yang bersifat intrinsik dan berbasis pengalaman personal, berasosiasi dengan kebiasaan donor darah rutin.
Hubungan Edukasi Kesehatan Pra-Sirkumsisi dan Kesiapan Psikologis Anak untuk Anestesi Lokal: Studi Cross Sectional di Desa Bajo, Bima Iranas, Ady
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2569

Abstract

Sirkumsisi merupakan prosedur bedah minor yang berpotensi menimbulkan kecemasan pada anak, khususnya terkait tindakan anestesi lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis Hubungan Edukasi Kesehatan Pra-Sirkumsisi dan Kesiapan Psikologis Anak untuk Anestesi Lokal di Desa Bajo, Bima. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 97 anak laki-laki usia 8–12 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,1% responden memperoleh edukasi dalam kategori baik dan 73,2% berada pada kategori siap. Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara edukasi kesehatan dengan kesiapan anak (p=0,367). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa tidak terdapat variabel yang berpengaruh signifikan (p>0,05), namun usia memiliki kecenderungan meningkatkan kesiapan (OR=2,107; 95% CI: 0,816–5,444). Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi berbasis kognitif belum cukup meningkatkan kesiapan anak, sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang lebih interaktif dan berbasis emosional.
Hubungan antara Paparan Penyakit dan Status Gizi pada Balita: Studi Cross-sectional di Oesapa, Indonesia Nau, Lidya Ludgardis; Jutomo, Lewi; Talahatu, Anna Henny; Picauly, Intje
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2579

Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi isu penting karena berdampak pada kesehatan, pertumbuhan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pada usia dini, anak rentan terhadap berbagai faktor risiko, termasuk paparan sakit, yang dapat mempengaruhi status gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan paparan penyakit (frekuensi dan durasi) dan status gizi (BB/U, TB/U, BB/TB) pada balita di Kelurahan Oesapa. Jenis penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Total sampel dalam penelitian ini adalah 101 balita. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi dokumentasi, lalu dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi sakit (p=0,000) dan durasi sakit (p=0,000), berhubungan dengan BB/U, tetapi tidak dengan TB/U dan BB/TB. Disimpulkan, paparan sakit (frekuensi dan durasi sakit) berhubungan signifikan dengan indikator BB/U, namun tidak berhubungan dengan TB/U dan BB/TB.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 2 (2025): April 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 1 (2025): Februari 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 5 (2024): Oktober 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 2 (2024): April 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 1 (2024): Februari 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 5 (2023): Oktober 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 4 (2023): Agustus 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 3 (2023): Juni 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 2 (2023): April 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 1 (2023): Februari 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 5 No 1 (2022): Agustus 2022: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 4 No 2 (2022): Februari 2022: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 4 No 1 (2021): Agustus 2021: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 3 No 2 (2021): Februari 2021: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 3 No 1 (2020): Agustus 2020: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 2 No 2 (2020): JPP, Februari 2020 Vol 2 No 1 (2019): JPP, Agustus 2019 Vol 1 No 2 (2019): JPP, Februari 2019 More Issue